
Bagi Zhukai murid seperti Han Zhong ada seseorang yang sangat sulit untuk ditemukan. Han Zhong bahkan mempertaruhkan nyawanya demi sektenya.
Di kehidupan keduanya, Zhukai hanya menemukan beberapa orang yang memiliki kesetiaan sepertinya.
Saat ini, di sebuah lembah yang ada di samping pegunungan tempat sekte Ling Tian. Sebuah siluet hitam melesat cepat melewati banyak pepohonan tinggi.
Dia tak lain adalah Han Zhong, ketika dia dalam perjalanan kembali ke sekte langit cahaya, ada beberapa pertanyaan dalam benaknya yang membuat Han Zhong semakin bingung.
"Kenapa dia tidak membunuhku saat itu, bahkan jika aku memiliki sesuatu yang dia inginkan. Aku hanyalah seorang murid sekte dan juga kekuatanku tidak tinggi." Gumam Han Zhong.
Meski ia telah beberapa kali berfikir keras tentang hal itu, tetapi Han Zhong sama sekali tidak bisa menemukan alasannya.
"Haahh, untuk saat ini sebaiknya aku fokus kembali ke sekte cahaya, bahkan jika dia memiliki sesuatu yang dia inginkan dariku, aku tidak takut menggunakan nyawaku sebagai taruhan."
Ketika Han Zhong menyelesaikan kalimatnya, dia menatap pepohonan tinggi yang ada di depannya.
Han Zhong menghela nafas panjang kemudian menambah kecepatan geraknya untuk kembali ke sekte langit cahaya.
Sementara itu, Zhukai yang juga dalam perjalanan kembali ke sekte Ling Tian berhenti pada sebuah sungai yang mengalir deras.
Di ujung sungai, terdapat sebuah air terjun yang sangat deras.
"Hmm, mungkin mandi disini akan menyenangkan." Gumam Zhukai sambil melepas pakaian atasnya.
Dia berjalan ke pinggir sungai kemudian melompat dari sana.
Byurt!!
Suara percikan air sungai terdengar cukup keras, Zhukai yang tengah berendam di sana tiba-tiba menemukan sebuah ide cabul dalam benaknya.
"Istriku, bisakah kalian semua keluar."
Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, sebuah cahaya terang terlihat di hadapan Zhukai.
Cahaya itu perlahan memunculkan sepuluh sosok wanita yang sangat cantik, masing-masing dari mereka memiliki ekspresi bingung dengan sedikit terkejut menatap ke sekitarnya.
"Suamiku, apa yang kamu inginkan dengan memanggil kami?" Tanya Yui dengan ekspresi bingung di wajahnya.
Zhukai tidak menjawab, ia menatap wajah sepuluh kekasihnya itu dengan seringai di wajahnya.
"Hmm ... Istriku, aku sedang bosan saat ini. Bisakah kalian memakai ini untuk menghiburku?" Ucap Zhukai pada istrinya.
Di tangannya saat ini, muncul sepuluh pakaian dalam dan juga sebuah ****** ***** yang masing-masing memiliki motif yang berbeda.
Untuk Chiyan dan Yola yang berasal dari bumi, mereka berdua jelas mengerti pakaian apa itu. Tetapi untuk kekasih Kai yang lain, mereka semua terlihat sangat bingung.
"S–Sayang, kamu cukup mesum juga ternyata." Ucap Chiyan berjalan mendekat dengan wajahnya yang tersipu malu.
Hal yang sama juga terjadi pada Yola, dia merasa sangat malu ketika melihat sebuah kain melayang yang ada di depan Zhukai.
Tetapi karena itu adalah perintah suaminya, Yola tidak bisa menolak. Dia berjalan mengikuti Chiyan tepat di belakangnya.
Saat mereka berdua sampai di depan Zhukai, mereka berdua segera melepas pakaian masing-masing yang membuat tubuh mereka telanjang bulat.
"Aaa... Kakak Chiyan, apa yang tengah kamu lakukan!?" Jiuyang Lin melebarkan matanya kaget melihat tindakan Chiyan yang tiba-tiba.
Tujuh gadis lainnya juga sangat kaget melihat hal itu, mereka sama sekali tidak mengetahui apa arti dari kain yang keluarkan.
Sementara itu, Yi dan Yui yang kembali ke akal sehat mereka segera memejamkan matanya untuk memeriksa ingatan Zhukai tentang pakaian itu.
Tepat setelah mereka berdua membuka matanya, ekspresi mereka tidak jauh berbeda dibandingkan dengan yang lain.
"Kai Gege ... Kamu mesum!."
Untuk Zhukai sendiri, dia sangat menginginkan hal itu untuk waktu yang lama semenjak ia berada di bumi.
Tetapi setelah dia bereinkarnasi ke dunia Kultivator, Kai sama sekali tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal itu.
Ketika delapan lainnya melihat Chiyan dan Yola yang sudah memakai pakaian dalam. Mereka sedikit terpesona karena bagian sensitif mereka terlihat sangat menonjol.
"S–Suamiku, bagaimana penampilan kami?" Ucap Chiyan, berbalik untuk menatap wajah Zhukai
"Eh, suamiku ... kenapa ada noda darah di hidungmu?"
Ketika Chiyan melihat noda darah yang mengalir keluar dari hidung Zhukai, dia segera bertanya dengan ekspresi khawatir.
"Oh, aku tidak apa-apa, ini hanya reaksi normal ketika aku melihat istriku memakai pakaian cabul ini untukku."
Zhukai menghapus noda darah itu kemudian tertawa dengan lepas. Dia berdiri lalu mendekati Chiyan dan menggenggam salah satu tangannya.
Dengan tangannya yang satunya, Kai mulai menempelkan itu pada salah satu dada Chiyan yang tertutup oleh sebuah kain tipis.
Tanpa rasa malu sedikitpun, Zhukai kemudian meremas salah satu dada Chiyan dan membuatnya mengerang dengan keras.
"Ahhnn~ .. S–Suamiku, t–tunggu dul– Ahhh~."
Suara erangan yang keluar dari mulut Chiyan terdengar sangat merdu di telinga Zhukai. Dia terus memainkannya hingga membuat kedua kaki Chiyan menjadi lemas.
"Ah, maaf Yan'er... kurasa aku sudah terlalu berlebihan." Zhukai menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil membantu Chiyan berdiri.
Tak berselang lama, Zhukai akhirnya memalingkan pandangannya pada Yola yang berdiri kurang dari tiga meter darinya.
Mendapatkan tatapan tajam dari Zhukai, Yola menundukkan kepalanya dengan wajah tersipu. Entah mengapa, Yola merasakan bahwa Zhukai bisa melihat apa yang ada dibalik pakaian dalamnya.
"Hehe, Yola sayang, kenapa kamu sangat malu seperti itu? Bukankah kita sudah melakukan hal yang lebih mesum dari ini?"
Zhukai tertawa kecil, dia mengangkat salah satu tangannya untuk menyentuh dagu Yola kemudian mengangkat wajah Yola.
Ketika mata mereka berdua saling bertatapan Yola segera tersipu dengan wajahnya yang sudah sangat merah.
Zhukai mengangkat tangannya yang lain untuk bermain dengan dada Yola, meskipun itu tidak sebesar milik Chiyan, tetapi itu sangat empuk dan kenyal.
"Ahh~ S–Sayang!! K–Kamu terlalu keras meremasnya." Yola memejamkan matanya dengan suara erangan yang keluar dari mulutnya.
Dia tidak tahu bagaimana ekspresi Zhukai karena matanya yang tertutup, tetapi Yola tahu bahwa Zhukai sangat menikmati dadanya saat ini.
Hanya ketika Yola sudah tidak kuat untuk berdiri, dia segera terjatuh, sama seperti Chiyan.
"Istirahatlah bersama Yan'er Yola." Zhukai menggendongnya dan menaruh tubuh Yola yang lemas tepat di samping Chiyan.
"Istriku, mengapa kalian hanya berdiri diam disana.. Apakah kalian tidak mau melayani suami kalian ini?"
Ekspresi di setiap kekasih Zhukai segera berubah, mereka degan gerakan secepat kilat tiba di depan Zhukai dan melepas pakaian mereka.
Mereka semua kemudian memakai pakaian dalam sama seperti yang Chiyan dan Yola lakukan.
Walaupun setiap orang merasa malu, tetapi itu dengan cepat menghilang ketika Zhukai menyentuh tubuh masing-masing dari mereka.
Dengan begitu, Kai menghabiskan waktu istirahatnya dengan terus bermain bersama kekasihnya hingga sore hari.
***
Bersambung.