Re-system

Re-system
Mengejutkan Semua Orang



Setelah mendengar Zhukai menaikkan tawarannya, tamu lelang kembali menatapnya.


"Apa dia idiot!? Yang dia lawan adalah seorang tirani lelang semesta, dia bahkan berani menaikkan harga tawarannya."


"Aku tarik kembali kata-kataku, kurasa dia tidak akan bisa menjadi salah satu tirani lelang semesta. Aku bahkan ragu dia bisa bertahan sampai besok atau tidak."


Mendengar semua ucapan tamu lelang yang diarahkan padanya, Zhukai bersikap acuh tak acuh tanpa memperdulikan apa yang mereka katakan.


Dia sangat membutuhkan pil pemurnian roh itu, bahkan jika para tirani menjadi musuhnya, Kai sama sekali tidak takut.


Lelang semesta selalu melindungi privasi tamu lelang, Zhukai sama sekali tidak perlu khawatir karena tirani itu tidak mungkin bisa menemukan keberadaannya.


Jauh dari tempat Zhukai, sosok gadis dengan wajahnya tertutup oleh cahaya hitam sedikit tersenyum.


"Menarik!! Dia bahkan berani untuk menikahkan tawarannya." Gadis itu duduk santai tanpa memperdulikan perkataan-perkataan dari orang lain.


Dia sangat penasaran dengan identitasnya Zhukai semenjak lelang bulan lalu. Karena tidak mungkin bagi pendatang baru untuk memiliki banyak Poin Angkasa. Gadis dengan nomor lelang LS-31 sangat penasaran tentang bagaimana Zhukai memiliki banyak poin angkasa.


Dia telah menyuruh salah satu bawahannya untuk mencari identitas Zhukai, tetapi bahkan setelah hampir satu bulan berlalu, dia sama sekali tidak menemukan apapun tentang Zhukai.


Hal ini membuat gadis itu semakin tertarik tentang siapa sebenarnya Zhukai.


"Hehe, aku akan menggodanya sedikit." Gadis itu tertawa nakal, detik berikutnya, dia mulai menaikkan tawarannya menjadi 100.000 Poin Angkasa.


"150.000 Poin Angkasa." Kai dengan tegas mengatakannya.


Dia tidak ingin terlalu lama bermain harga dengan para tirani itu karena tahu bahwa mereka hanya bermain dengan orang kecil sepertinya.


Setelah Zhukai menaikkan tawarannya menjadi 150.000 Poin Angkasa, gadis dengan nomor lelang LS-31 tidak menawar lebih lanjut.


"Karena tidak ada yang menawar lebih tinggi, pil pemurnian roh akan menjadi milik pria tampan dengan nomor LS-334570." Ucap Murong Xin dengan suara keras.


Setelah 150.000 Poin Angkasa milik Zhukai berkurang secara otomatis, di depannya juga tiba-tiba muncul sebuah kotak kayu yang berisi pil pemurnian roh.


Sementara itu, Jauh dari Zhukai berada. Gadis dengan nomor lelang LS-31 hanya bisa menatapnya dengan tajam dari jauh.


"Hehe, aku penasaran tentang wajahnya." Gadis itu bergumam.


Sementara itu, diatas panggung, Murong Xin tidak lagi mengeluarkan sebuah kota. Dia membawa sebuah benda panjang yang tertutup oleh kain.


Ketika dia membuka kain itu, sebuah sinar cahaya perak memenuhi seluruh ruangan lelang.


"Kita akan lanjut ke barang ketiga, ini adalah pecahan tombak naga. Memang terlihat lemah karena hanya pecahan nya saja, tetapi kekuatan yang dikeluarkan tombak ini masihlah sangat kuat." Jelas Murong Xin sambil menunjukkan sebuah tombak perak bersinar pada semua tamu lelang.


Kai sendiri tidak tertarik karena dia memiliki pedang hitam dengan roh Qi Yue di dalamnya.


"Harga awal.adalah 1000 Poin Angkasa, setiap peningkatan masih sama, tak terbatas."


Harga untuk pecahan tombak naga lebih murah di bandingkan dengan pil pemurnian roh, itu hanya berharga 15.000 Poin Angkasa.


Barang berikutnya adalah sebuah arak surgawi, itu adalah sebuah barang yang sangat langka yang hanya bisa di dapat dari goa Hiudong.


Goa Hiudong merupakan sebuah tempat yang sangat berbahaya, dan untuk arak surgawi. Setiap tetesnya membutuhkan waktu seratus tahun.


Untuk satu kendi, itu pasti membutuhkan lebih dari jutaan tahun.


Jelas itu adalah sebuah harta yang sangat berharga, selain rasanya yang luar biasa. Arak surgawi juga dapat memurnikan setiap kotoran di dalam tubuh dan memperkuat organ dalam.


Karena Zhukai adalah pecinta arak, dia tidak dapat menahan godaan untuk arak itu.


"Harga awal adalah 10.000 Poin Angkasa, setiap peningkatan tidak. oleh kurang dari 1000." Jelas Murong Xin pada semua tamu lelang.


Dia juga pernah merasakan sedikit arak surgawi dan itu benar-benar membuatnya ketagihan.


Bahkan untuk tamu lelang dengan nomor tiga digit juga mulai menyuarakan tawaran mereka.


Hingga secara perlahan, harga untuk Arak Surgawi terus naik hingga mencapai 300.000 Poin Angkasa.


Tetapi itu tidak berhenti sampai disitu, harga arak itu masih terus naik.


"400.000 Poin Angkasa." Zhukai berkata sambil menyuarakan tawarannya.


"Tch, berhentilah bersikap sombong. Kau hanya pendatang baru, berani bersaing dengan kami para senior, kau sama sekali tidak pantas." Seorang tamu lelang dengan nomor LS-962 berkata dengan marah.


Dia sudah tidak tahan lagi melihat Zhukai yang merupakan pendatang baru bersikap sangat sombong dengan terus menaikkan harga tawarannya.


Akhirnya, untuk pertama kalinya, Zhukai menjawab ejekan yang diarahkan padanya.


"Kau tidak layak menentukan apakah aku pantas atau tidak, jika kau memang memiliki lebih banyak poin, mengapa tidak menaikkan harga tawaranmu." Jawab Zhukai dengan nada tidak senang.


Memang benar dia adalah pendatang baru, tetapi di lelang, uang adalah segalanya. Jika kau tidak memiliki banyak uang, tidak ada barang yang bisa kau beli.


Mendengar jawaban Zhukai, pria itu tidak bisa menjawab. Dia menggertakkan giginya dengan banyak kerutan muncul di sekitar wajahnya.


"Tch, awas saja kamu."


Pria itu kembali duduk dan hanya berdiam diri sambil mendengar harga untuk Arak surgawi terus naik.


"800.000 Poin Angkasa." Zhukai berkata dengan sedikit berat.


Meski dia sangat menyukai arak, tetapi menghabiskan banyak poin untuk itu merupakan sebuah pemborosan.


"Aku tidak percaya kau memiliki Poin sebanyak itu. Untuk sekelas pendatang baru, sangat mustahil mengumpul banyak poin seperti itu " Seorang wanita dengan nomor lelang LS-764 berkata.


Dia sudah lama mengikuti lelang semesta, tetapi jumlah Poin Angkasa yang dimilikinya hanya mencapai 5 juta.


Sangat mustahil untuk Zhukai yang merupakan. pendatang baru memiliki Poin Angkasa sebanyak 800.000, jika itu hanya 8.000, mungkin orang akan percaya.


Murong Xin juga sedikit setuju dengan pernyataan wanita itu. Dia sudah menjadi pemimpin lelang semesta untuk waktu yang lama.


Tidak banyak pendatang baru yang memiliki banyak poin, tetapi yang terbanyak hanya 10.000.


Tetapi Zhukai, dia bahkan tidak terlihat ragu sama sekali ketika mengeluarkan 800.000 Poin Angkasa hanya untuk sebuah arak.


Jelas itu menimbulkan rasa curiga di hati orang-orang.


Zhukai menghela nafas, di balik topengnya terlihat kerutan muncul di tengah-tengah alisnya.


Zhukai mengangkat tangannya yang memegang sebuah kertas.


Dalam secarik kertas itu, terlihat sebuah angka yang berjumlah lima digit.


2,5 juta Poin Angkasa! itu adalah angka yang dilihat semua orang.


Semua tamu lelang terdiam, mereka tidak bisa berkata apa lagi karena apa yang Kai tunjukkan saat itu adalah jumlah poin yang dimilikinya.


"Apa kalian puas!?" Zhukai menaikkan nada suaranya sambil bertanya pada tamu lelang yang mengejeknya.


Tidak ada yang menjawab, bahkan Murong Xin sedikit terkejut dengan jumlah Poin keseluruhan yang Kai miliki. Hingga setelah berselang beberapa detik...


"Ekhem, karena tidak asa yang menaikkan harga tawaran lagi, Arak Surgawi akan menjadi milik tamu lelang dengan nomor LS-334570." Ucap Murong Xin.


***


Bersambung.