Re-system

Re-system
Melawan dua Early God



"Itu Kau? Kenapa kau menghentikan ku, jangan berfikir karena niat baikmu tadi pagi aku akan melepaskan orang ini." Kai menatap dingin kearah Putri Lun, ia sedari awal sudah tahu bahwa ini semua sudah direncanakan olehnya.


Ketika pertama kali bertemu di depan gerbang, ia sudah merasakan ada yang aneh tentang wanita itu apalagi ketika penjaga gerbang memanggilnya Tuan Putri.


"Hehe.. Tentu tidak, jika kau ingin membunuhnya maka silakan saja.." Ucap Putri Lun dengan senyuman liciknya.


"Hmph.." Kai menebas Kapten Prajurit itu menjadi dua bagian setelah itu pergi meninggalkan Putri Lun dan penjaga wanita nya.


"Tunggu–.." Putri Lun menghadang langkah Zhukai dan menatapnya dengan pandangan aneh.


"Apa yang kau inginkan, cepat katakan!!.." Kai bagaimanapun juga tidak ingin terlalu banyak basa-basi lagi.


"Hehe, aku tahu kamu orang yang seperti ini, aku hanya ingin memintamu satu Hal.. Berc*ntalah dengan ku!!"


"Huh.. Pergi sana, aku tidak mau melakukan hal itu dengan Wanita ****** sepertimu!!" Kai dengan tegas menolak sambil berjalan melewati Putri Lun.


Senyuman di Wajah Putri Lun segera menghilang, ia menatap Kai dengan dingin setelah itu bertanya, "Kenapa? Apakah aku kurang cantik? Ataukah kurang Sexy?" Putri Lun sangat bangga pada dirinya, ia cukup percaya diri pada tubuhnya serta kecantikan yang dimilikinya... Tetapi kenapa Kai tidak tertarik padanya.


"Jawabannya sangat sederhana, Aku tidak suka pada wanita Lacur seperti dirimu.. Aku tidak tahu berapa banyak pria yang telah kau bodohi.." Ucap Kai dengan pandangan jijik mengarah pada Putri Lun..


"Sialan!! Kau tahu kesabaran ku juga ada batasnya, Lian Kau cepat beri dia pelajaran tetapi jangan sampai membunuhnya.."


Lian mengangguk kemudian segera berjalan kearah Zhukai, ia mehambil pedang yang terselip di pinggangnya.


Dia seorang wanita yang cukup tinggi, Zirah yang ia pakai berwarna putih, di Wajahnya terdapat sebuah bekas sayatan Pedang.


Dia menatap Kai dengan penuh kemarahan dan kebencian, Itu sudah ia rasakan sejak pertama bertemu.


Whuss!!


Dia melesat dengan cepat Kedepan, setelah jaraknya dan Kai cukup dekat, ia mulai mengayunkan pedangnya membentuk sebuah tanda X besar di udara.


Tetapi dengan adanya langkah Bayangan yang Kai punya, menghindari serangan itu sangatlah mudah.


"Hmph!!.." Kai mendengus dingin kemudian mengambil Pedang yang ada di punggungnya, itu bukanlah pedang yang kuat tetapi itu menjadi kuat karena Kaibyang memakainya.


"Yui... Analis!!.."


Ding


Nama : Lian


Umur : 3.400


Ras : Manusia


Kultivasi : (Early God) Dewa Dewa Kuning Akhir.


"Dia seorang Early God.." Kai terkejut ketika melihat Analisis yang berada tepat di depannya.


"Tetapi kenapa ia mau menjadi Penjaga dari wanita itu, bahkan aku menduga kalau Wanita ini lebih kuat dari Raja Kerajaan Bunan sendiri."


Ketika Kai sedang melamun, ia mendapati sebuah serangan yang begitu kuat mengarah kepadanya, Karena jaraknya ya.g begitu dekat, mau tidak mau Kai harus menahan serangan itu.


Lian masih tenang dan tidak terganggu, ia kembali melesat dan menyerang Kai tanpa memberi Kai waktu untuk mengambil nafas.


"Kurasa sudah cukup bermain-main nya.."


Klak!!


Pedang yang dipegang Lian kini patah dan berubah menjadi dua bagian, Ia terkejut sesaat dan buru-buru mundur mengambil jarak.


Tetapi dia cukup terlambat, Setelah Kai mengambil pedangnya, dia dengan cepat menggunakan Langkah bayangan untuk menutup jarak antara dirinya dan Lian.


Suara benturan antara Pedang Zhukai dan sebuah Besi terdengar jelas.. Di tangan Lian kini terdapat sebuah Perisai yang merupakan sebuah artefak perlindungan.


"Uhh.." Walaupun dapat menahan serangan Kai menggunakan Artefak yang ia miliki, tetapi tangannya masih merasakan kebas-kebas.


Dia mendekat kearah Putri Lun dan meminta bantuannya, "Tuan Putri, sepertinya Pria ini bukan musuh yang mudah, Artefak yang anda berikan mungkin hanya dapat menahan 2 serangan lagi darinya." Bisik Lian pelan pada Putri Lun, tetapi Kai dapat mendengar jelas tentang itu.


"Yui.. Analisis dia juga!!"


Ding


Muncul sebuah layar Hologram biru di depan Zhukai, tepat ketika Kai selesai membacanya, dia menjadi terkejut dan menatap Putri Lun dingin.


Nama : Po Lun


Umur : 3.450 Tahun


Ras : Manusia (Setengah Roh)


Kultivasi : (Early God) Dewa Putih Tahap Menengah.


Kondisi : Jiwanya telah mati tetapi sebuah Roh jahat yang berasal dari Zaman Kuno memasuki Tubuhnya yang mengakibatkan dia menjadi setengah Roh.


"Hehe, ini menjelaskan mengapa aku merasakan adanya energi yang begitu Akrab.. Ternyata dia adalah sebuah Roh Jahat.." Kai bergumam pelan, Penampilannya perlahan berubah menjadi Sosok menakutkan.


Duarr!!


Ledakan Keras menghancurkan sebagian besar Kota, Ribuan Undead mulai bermunculan dari Bawah tanah membawa teror di hati semua orang.


Zhukai berdiri di atas langit dan menatap Po Lun dan Lian dengan tatapan membunuh, Sebuah tekanan yang kuat tiba-tiba muncul membuat Po Lun dan Lian kesusahan bernafas.


"Tidak mungkin!!.. Bagaimana dia bisa menjadi begitu kuat!!.." Po Lun berkata dengan suara pelan, sebelumnya ia sudah tahu bahwa Kai menyembunyikan Kultivasi nya tetapi ia tidak menyangka bahwa Kekuatan yang Kai miliki akan berkali-kali lipat lebih kuat dari pada dirinya.


"Roh Jahat, sebaiknya kau menyerah saja dan jadilah salah satu dari Pasukan Undeadku... Kekeke... " Kai terkekeh sambil mengeluarkan sebuah bola hitam dari telapak tangan.


"Sialan!! Itu Bola Hitam penangkap Roh.. Lian kamu bantu aku menahannya, akan gawat jika bola itu mengenai tubuh ini.." Po Lun berkata dengan khawatir, kemudian ia mengeluarkan sebuah Artefak yang berbentuk seperti sebuah kipas dan itu dapat mengurangi Tekanan yang Zhukai keluarkan.


"Kita hanya punya waktu selama setengah jam untuk membunuh Pria itu, jika tidak kita berdua yang akan mati.. Jangan menahan diri lagi, gunakan seluruh Kekuatan mu!!" Ucap Po Lun memberi perintah.


Lian mengangguk dengan patuh, tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan sebuah tombak yang sangat panjang berwarna abu-abu.


Po Lun dan Lian mulai bergerak menyerang sisi kiri dan kanan, Lian memutar tombaknya dan terus berputar-putar tanpa henti.


Po Lun mengalirkan Qi miliknya kedalam Pedang, dan mulai menebas kearah Zhukai dari sisi kanan.. Sebuah pancaran energi yang terbentuk dari Qi menyerang dengan sangat cepat.


Kai bagaimanapun tidak perlu repot untuk menghindari serangan itu, Dia memanggil salah satu Giant Sekeleton untuk menghalang serangan Po Pun sementara dirinya menyerang Lian.


Ketika Tombaknya menghantam Zhukai, ia merasakan bahwa ia baru saja menyerang sebuah Baja yang begitu kuat, Ia melihat ujung tombaknya yang saat ini telah bengkok.


Dia terkejut sesaat kemudian segera kembali ke akal sehat, tetapi ketika ia hendak mundur. Sebuah cengkraman kuat mencengkram kepalanya dan menghisap habis aura kehidupannya..


Belum sempat ia mengeluarkan teriakan, Nyawanya sudah melayang, "Summon!!.."


Setelah Kai membangkitkan tubuh Lain menjadi seorang Undead, ia memasukkan jiwanya yang sudah ia murnikan beberapa saat lalu.


"Tidakk!!.." Po Lin berteriak begitu keras ketika melihat tubuh Lian yang sudah tidak bernyawa bangkit kembali sebagai seorang Undead.


"Kekeke... Sekarang saatnya giliran mu..."


***


Bersambung..