
Luka yang Kai alami di kedua kakinya perlahan mulai sembuh, Karena Tubuh Naganya, hanya dalam waktu beberapa menit. Luka yang Kai alami telah sembuh sepenuhnya.
Darah yang keluar juga telah mengering bersamaan dengan menghilangnya rasa sakit di kedua kalinya.
"Kurasa kedua kakiku telah sembuh." Kai berdiri dan mulai meregangkan otot-ototnya.
Dia mengingat kembali apa yang di katakan Sun Wukong beberapa waktu yang lalu. Jika dia ingin mengaktifkan garis keturunannya, dirinya harus meminum sebuah air suci yang berada di dalam sebuah kuil.
"Sekarang, dimana kuil itu berada." Kai memejamkan kedua matanya dan mulai mencari letak Kuil itu berada.
Tak berselang lama, persepsi Ilahinya menemukan adanya sebuah reruntuhan kuno yang sangat tua dengan Energi Spiritual yang begitu murni disekitarnya.
"Mungkinkah itu kuil yang Senior Wukong maksud? Tidak ada salahnya pergi untuk memeriksanya."
Kai beranjak pergi dari tempat ia berada, dia segera terbang dengan kecepatan tinggi kearah reruntuhan itu.
Tak berselang lama, Kai sampai di depan sebuah reruntuhan kuno dengan energi spiritual yang begitu murni dapat Kai rasakan hanya dengan menghirup udaranya saja.
Kai melangkah masuk sambil meningkatkan kewaspadaannya. Ketika dia sudah masuk cukup dalam, Kai sama sekali tidak melihat tanda-tanda adanya musuh. Tetapi, Kai masih tetap memasang kewaspadaannya.
Waktu berlalu dengan cepat, Kai yang telah berjalan dalam kurun waktu tersebut telah sampai di tengah-tengah Reruntuhan kuno.
Dia dapat melihat sebuah ruangan yang tertutup oleh sebuah pintu kayu besar yang memiliki sebuah segel yang cukup kuat.
Kai mengigit jarinya, aliran darah segera menetes dari jari tepat dimana Kai menggigitnya tadi.
Dengan darah itu, Kai menulis sebuah rune kuno dan mulai mengaktifkannya dengan menggunakan Qi miliknya.
Kata-kata yang terbuat dari darah Kai segera menempel di pintu kayu itu dan segera meledakkan pintu itu hingga hancur berkeping-keping.
Kabut asap dari debu-debu di dalam reruntuhan itu menghalangi pandangan Zhukai. Di detik berikutnya, Kai menatap masuk kearah ruangan itu.
"Apa-apaan ini..." Kai berkata dengan penuh kekaguman dan rasa ingin tahu.
Sebenarnya, hal yang membuatnya menjadi sangat kagum adalah karena banyaknya patung raksasa berwujud manusia tersusun dengan sangat rapi di dalam ruangan itu. Hampir semua patung disana memiliki warna keemasan yang begitu mencolok.
Tetapi setelah Kai menatap semua patung itu lebih teliti lagi, dia menemukan keanehan yang membuat perasaan tidak enak di hatinya.
"Kenapa aku merasa patung ini seperti hidup? Bahkan aku merasakan tatapan mereka sesekali menatap ke arahku." Ucap Kai sambil mengerutkan keningnya.
Pandangannya sekali lagi menyapu ke seluruh ruangan. Matanya tiba-tiba menyala dan dia berteriak dengan keras.
"Itu? Air Suci..!"
Dengan teriakan Kai barusan, patung-patung yang ada di dalam ruangan itu mulai bergerak dan menatap Kai penuh dengan niat membunuh.
"Sial, Patung ini benar-benar hidup... Yi'er tolong analisis..!"
Ding
Nama : Patung Penjaga.
Umur : ???
Kultivasi : True God, Chaos God Tahap Raja.
Meski dalam situasi seperti itu, Kai masih bersikap sangat tenang. Pengalaman bertarungnya di Persimpangan Dimensi telah membuat mentalnya meningkatkan drastis ke tingkat yang lebih tinggi.
"Akan susah jika aku menerobos langsung, tidak ada cukup ruang untuk melarikan diri.." Sembari menghindari serangan dari para Patung Penjaga, Kai memikirkan cara untuk mengambil air suci itu dan menyelesaikan ujiannya.
Tak berselang lama, Kai akhirnya menyadari sesuatu. "Ada yang aneh tentang patung ini.. Mereka tidak menyerang ku ketika aku berada sepuluh kilometer dari Air Suci."
Seketika terbesit sebuah ide dalam benaknya. Kai menjauh kebelakang sejauh yang dia bisa, kemudian Kai menggunakan Lapisan tak terlihat untuk membuat tubuh serta auranya menghilang sepenuhnya.
Dengan begitu, Kai mulai mencoba untuk berlari mendekat kearah patung-patung itu. Benar saja, ketika jarak antara Kai dan air suci terpaut kurang dari satu kilometer. Patung itu tidak menyadari keberadaannya.
"Haahh.. Saatnya bergegas dan pergi." Kai menyelinap melewati ribuan patung penjaga tanpa sedikitpun ketahuan.
Ketika dia sampai di samping Air Suci, Kai segera mengambil sebuah botol dati Inventory nya dan mulai mengisi botol itu sampai penuh.
Blinkk!!
Tubuh Zhukai beru ah menjadi cahaya putih dan menghilang seketika. Ketika dia muncul kembali, itu adalah tempat dimana dia datang.
Kai segera membuka Inventory dan mengambil botol yang berisi Air Suci itu. "Eh, dimana aku menaruhnya? Sial, aku lupa ada banyak botol yang mirip seperti ini."
Di layar Hologram di depannya, terlihat jelas bahwa botol yang berisi Air Suci tadi tergabung dengan ribuan botol yang lain.
"Haahhh..." Kai menghela nafas panjang, dia mengeluarkan ribuan botol itu.
"Bukan ini.." Kai meminum salah satu di antara ribuan botol itu. Tetapi, karena itu bukan botol yang berisi air suci, Kai segera memasukkannya kembali kedalam Inventory.
"Bukan Ini...."
"Ini juga bukan...."
"...."
Kai terus melakukan hal yang sama berulang kali, ketika dia telah mencoba hampir setengah dari ribuan botol itu, dia tidak menemukan satupun diantara mereka.
"Oh iya, kenapa aku bisa begitu bodoh.. Yi'er, analisis semua botol ini dan tunjukkan mana botol yang berisi air suci."
.
Ding
Dalam sekejap, Kai dapat melihat semua botol di depannya terdapat layar Hologram kecil. Pandangan Kai terhenti pada sebuah botol yang berada di tengah-tengah tumpukan.
"Ah, itu botolnya.." Kai begitu gembira dan segera memasukkan ribuan botol lain kedalam Inventory.
Dia mengambil botol yang berisi Air Suci dan meneguknya sampai habis, "Hmm, rasanya hampir sama seperti air biasa."
Tak berselang lama, tubuh Kai mengeluarkan Cahya terang dan itu bertahan untuk waktu yang cukup lama.
Tepat ketika cahaya terang itu menghilang, Kai dapat mendengar suara notifikasi dari System nya.
[Kai Gege telah membangkitkan Bloodline Kera Suci, kecepatan Kultivasi meningkat 3 kali lipat. Membuka Keterampilan beladiri, amukan sang kera]
...Amukan Sang Kera...
Sebuah Teknik Beladiri yang memungkinkan pengguna untuk kebal terhadap serangan fisik selama beberapa detik. Memungkinkan pengguna untuk naik satu tingkatan secara paksa setelah memenuhi beberapa syarat.
Melihat hal itu, Kai terngaga tidak percaya.
"Kultivasi meningkat satu tingkatan? Bukankah ini sama seperti Title Dewa Bintang."
Kai me-kilk beberapa syarat yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan Kultivasinya ketika menggunakan Amukan Sang Kera.
[Syarat yang diperlukan :
• Memiliki 3 elemen yang berbeda di dalam tubuh.
• Kultivasi yang pengguna miliki harus berada di bawah musuh yang sedang dilawan..
"Eh hanya itu saja? Kurasa teknik ini akan sangat cocok bagiku. Tidak heran mengapa Sekte DuanJin ingin mencuri Bloodline ini dan juga Altar Pembangkitan.."
Setelah beberapa waktu berlalu, kesadaran Kai akhirnya kembali kedalam tubuhnya. Kai yang saat itu sedang duduk bersila di tengah-tengah Altar mulai membuka matanya.
Dia menatap lurus kearah gurunya yang saat ini berada jauh di depannya. Dia tersenyum kecil.
"Aku berhasil guru."
***
Bersambung..