
"Darimana dia bisa menawar lagi? Bukankah kau bilang bahwa dia hanya membawa 85 juta batu raja.." Pangeran ke-17 berbalik dan menatap tajam pada bawahannya.
"S–Saya tidak tahu tuan muda, menurut informasi yang saya dapatkan. Shen Yue hanya membawa uang sekitar 85 juta batu raja.." Jawab pengawal itu sedikit ketakutan.
"Tch, dasar tak berguna..." Ucapnya mendengus dingin, ia menatap ruangan Shen Yue dan tiba-tiba seringai muncul di wajahnya.
Dia berdiri dan berjalan menuju kaca transparan yang menutup ruangannya.
"Ah, kakak ipar.. Bukankah kamu hanya membawa 85 juta batu raja? Bagaimana kamu bisa menawar begitu tinggi, apakah kamu tidak tahu konsekuensi jika tidak bisa membayarnya."
Ucapan dari pangeran ke-17 tidak keras tetapi juga tidak pelan, tetapi karena semua orang yang ada di dalam rumah lelang masing-masing memiliki basis Kultivasi yang cukup tinggi, mereka dapat mendengar secara jelas yang dikatakan oleh Pangeran ke-17.
Sementara itu, Shen Yue masih dengan tenang melihat hal itu, dia terlihat tidak terganggu sama sekali.
"Oh, darimana kamu tahu bahwa aku hanya membawa 85 juta batu raja?" Ujar S1qhen Yue acuh tak acuh.
"Tidak-tidak aku hanya menebaknya saja, tetapi Ayah Kaisar juga menginginkan barang ini. Apakah kakak ipar dapat memberikan barang padaku?"
"Oh, apakah jika seseorang menginginkan barang ini aku harus memberikannya? Dan juga, aturan rumah lelang mengatakan bahwa status tidak berguna selama orang itu memiliki cukup uang."
Dengan pernyataan Shen Yue barusan, pangeran ke-17 tidak bisa berkata apa lagi.
Ini karena apa yang dikatakan Shen Yue mrmang benar adanya, karena di situasinya saat ini, ia benar-benar lupa tentang aturan rumah lelang.
"Maaf, kami hanya bercanda haha..." Pengawal pangeran ke-17 segera menarik dia kembali.
"Tch, apa yang kau lakukan!"
"Tuan muda, apa yang anda pikirkan. Ketika Kaisar tahu tentang ini, bukankah dia akan semakin marah.."
Pangeran ke-17 menghela nafas panjang, dia dengan tenang duduk dan berdiam diri.
Sementara itu, diatas panggung gadis pembawa acara memulai ketukan pertama.
Bahkan ketika ketukan ketiga terjadi, tidak ada seorangpun yang menawar lebih tinggi.
"Selamat kepada nona Yue, anda dapat mengambilnya setelah ini.."
"Terimakasih pada semua orang yang menghadiri pelelangan kami. Sebagai tanda terimakasih, kami akan memberikan setiap orang Pil Petir Kuning."
Dari atas langit-langit, muncul cahaya kuning keperakan yang kemudian berubah menjadi ribuan pil dan melayang menuju masing-masing orang.
Kai datang bersama dua gadis di belakangnya menuju ke sebuah ruangan dimana terdapat seorang pemuda dengan cincin ruang di tangannya.
"Ini adalah barang anda tuan, Totalnya adalah 110 juta batu raja, tetapi karena anda menghabiskan banyak uang dalam lelang kali ini, kami membiarkan Anda membayar 100 juta batu raja saja." Jelas pemuda itu tersenyum.
Kai membuka Inventory nya dan mengambil sebuah kantung yang berisi 10.000 batu mistis.
"I–Ini batu mistis!! Dan jumlahnya..."
"Apakah itu tidak cukup? Kurasa aku sudah menghitungnya dengan benar." Kai mengelus dagunya sambil berfikir.
"Tidak-tidak, ini sudah cukup.. Silahkan tuan." Pemuda itu menyerahkan cincin ruang yang ada di tangannya pada Zhukai setelah itu menuntun mereka bertiga keluar.
"Kalian kembali dulu ke penginapan, aku ada urusan dengan seseorang."
Yu Chi Lan hanya menatapnya sebentar setelah itu mengajak putrinya pergi bersamanya.
"Hati-hati~.." Bisik Yu Chi Lan pada Zhukai setelah itu segera pergi.
"Tentu saja.."
***
Di hutan yang berada di dalam Kota Kekaisaran, kelompok yang berisi tiga orang memaki jubah sedang berjalan.
"Keluarlah, tidak perlu bersembunyi.."
Dari balik pepohonan, kumpulan asap hitam melesat muncul dan tiba di hadapan kelompok tiga orang tersebut.
Ketika asap hitam yang mengelilinginya perlahan menghilang, terlihat sosok pemuda dengan topeng yang menutup sebagian wajahnya.
"Kau? Apakah kamu memiliki masalah dengan kami?" Orang yang berada di tengah berkata.
Whuss!!
Tepat setelah Kai menyelesaikan kalimatnya, orang berjubah yang berada di sebelah kiri wanita tadi melesat dengan sebilah pedang panjang di tangannya.
Slash!!..
Tetapi serangan orang itu mengenai udara kosong sementara Kai sudah berada di belakangnya.
Karena kecepatannya yang begitu cepat, jubah yang menutup wajahnya terbuka memperlihatkan sosok gadis cantik tanpa emosi.
Hanya aura membunuh yang begitu besar diarahkannya pada Zhukai, "Kau pria itu bukan, orang yang membunuh ayah ku dan menyebabkan keluargaku hancur!!.."
Nalan Yu berteriak marah, ia memutar pedangnya dan menyerang Zhukai secara membabi buta.
Tetapi serangan yang dipenuhi amarah itu tidak ada satupun yang mengenai Zhukai, sebaliknya dia menerima beberapa sayatan Pedang Qi yang merobek jubahnya.
"Berhenti Yu!!.." Wanita yang terlihat sebagai pemimpin mereka berdua berkata tegas.
Dia menahan serangan dari Zhukai untuk melindungi Nalan Yu.
"Aku tidak tahu apa hubunganmu dengan muridku, tetapi jika kau mencoba untuk membunuhnya maka aku tidak akan berdiam diri.." Ucap Wanita yang merupakan guru dari Nalan Yu.
Jubah yang menutupi wajahnya juga terbuka, terlihat sosoknya yang cantik dengan rambut putih panjangnya.
"Hahh, aku memang curiga ini dari awal. Wanita! Aura yang keluar dari tubuhmu sangat aneh, itu terasa begitu panas seperti matahari–..."
Zzzrrttt!!
Booomm!!
Belum sampai Zhukai menyelesaikan ucapannya, tusukan pedang dengan kecepatan tinggi mengarah pada dirinya.
"Siapa kamu? Bagaimana kau tahu energi itu, kecuali..."
Tatapan wanita itu menjadi semakin tajam, dia memutar pedangnya dan mengeluarkan cahaya yang begitu silau hingga membuat Kai menutup kedua matanya.
Tepat ketika Kai membuka mata, ujung pedang sudah sampai tepat di depan wajahnya.
Swosshh!!..
Ia menghindari serangan itu dengan refleknya yang cepat.
"Hufftt.. Hampir saja."
Kai menjauh untuk mencari jarak sambil memahami situasinya saat ini.
Sementara itu, tak jauh darinya wanita tang memancarkan aura panas sedang menatapnya dengan penuh niat membunuh.
"Karena kau sudah mengetahui identitas ku, rak peduli siapa sebenarnya dirimu aku akan membunuhmu."
Boomm!!..
Tanah yang tempat berdiri wanita itu hancur ketika dia melompat menuju kearah Zhukai, kecepatan itu sangat cepat sehingga sangat sulit untuk Kai hindari.
Duarr!!..
Kai mengaktifkan Title Dewa Bintang nya yang membuat Kultivasinya naik satu tingkatan.
Penampilan nya juga segera berubah total bersamaan dengan munculnya tanda Api Putih di dahinya.
Sementara itu, wanita yang hendak menyerang Zhukai terhempas mundur beberapa meter karena lonjakan energi yang begitu besar keluar dari tempat Zhukai berada.
Ketika asap yang menghalangi pandangannya menghilang, sekujur tubuhnya bergetar. Dia membuka mulutnya dan berkata dengan terbata-bata.
"Kau... Kau!! Dewa Bintang!."
***
Bersambung..