Re-system

Re-system
Memasuki Realm Middle God



"Yang terlemah di dunia ini adalah Peak God? jadi, bukankah aku tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk bertahan hidup di sini."


Kai berkata dengan sedikit putus asa, Kultivasi nya saat ini hanyalah seorang Early God, jika dia bertemu musuh di Ranah Peak God, seperti tadi? bukankah ia akan mati hanya dalam sekali serang?.


"Tidak!! aku tidak boleh putus asa terlebih dulu, Aku harus bertahan di dunia ini sambil mencari cara untuk keluar." Ucap Kai pada dirinya sendiri sebagai penyemangat.


Dia berfikir untuk masuk kedalam Dunia Jiwa dan bertahan di sana, sayangannya Hukum Ruang di Persimpangan Dimensi terlalu kuat.


Setelah satu hari berlalu, luka yang Kai alami telah perlahan pulih, dia berdiri dan mulai meregangkan otot-otot nya yang kaku.


Tiba-tiba di luar Goa, terdengar sebuah suara pertarungan yang membuat tanah berguncang hebat.


Kai segera berlari keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dia membuka matanya lebar-lebar menatap penuh dengan konsterasi pada pertarungan yang terjadi di depan Goa.


Salah satunya adalah seekor rubah yang memiliki lima ekor, sedangkan yang lain adalah seekor elang yang berwarna biru dengan sedikit warna putih di kepalanya. Rubah itu memiliki tubuh yang begitu besar dengan taring-taringnya yang begitu tajam.


Bamm!! Bamm!! Duarr!!


Kai menyaksikan pertarungan yang begitu hebat itu terpaku menatap fokus pada setiap serangan dari masing-masing. Dia bersembunyi dibalik sebuah batu besar yang ada di depan Goa. Karena tingkatan Kultivasinya yang begitu rendah membuat hawa keberadaannya menjadi begitu samar.


Dia terus melihat bagiamana pertarungan mereka berlangsung, Rubah ekor lima terus menyerang dengan cakar dan taringnya yang tajam, sedangkan Elang Es hanya mengandalkan keuntungannya di udara dan menyerang Rubah ekor lima menggunakan bulu-bulu nya yang tajam dan mengandung elemen es yang membuat pergerakan dari rubah ekor lima menjadi lambat.


"Melihat dari pertarungan kedua Binatang Buas ini, sepertinya Elang Es yang akan menang."


Tepat ketika Elang Es merasa di atas angin, tiba-tiba Rubah ekor lima melompat sangat tinggi dan mengigit leher dari Elang Es.


"Kwak!! Kwakk!!.."


Elang Es berteriak kesakitan, mendapati bahwa dirinya tidak bisa keluar dari situasi itu. Elang Es memutuskan untuk meledakkan dirinya.


Duarr!!


Ledakan yang begitu kuat membekukan tubuh Rubah ekor lima dan area disekitarnya, bahkan Zhukai yang berdiri cukup jauh merasakan tubuhnya memgigil karena aura dingin dari Elang Es.


"Dingin sekali.." Kai berkata dengan suara pelan, matanya masih menatap lurus kearah tubuh Rubah ekor lima yang membeku.


Terlihat bongkahan es yang ada di tubuh Rubah ekor lima mulai mencair. Tak berselang lama setelah itu, seluruh es yang membekukan tubuh Rubah ekor lima telah mencair sepenuhnya, tetapi aura kehidupan dari Rubah ekor lima perlahan mulai menghilang.


Melihat kejadian itu, bagaimana Kai akan diam saja?. Dia mengeluarkan seringai dingin kemudian mulai mengambil Pedang Kaisar dari Inventory.


"Tarian Pedang Api.." Tidak seperti waktu dulu yang mengharuskan Kai untuk berputar-putar demi menghasilkan sebuah kobaran api yang besar.


Kini hanya dengan menggabungkan tekniknya dengan dua Api Ilahi yang dimilikinya, Kai dapat membentuk sebuah kobaran api yang sangat panas mengitari Pedang nya.


Dia menghilang dan muncul kembali di depan tubuh Rubah ekor lima yang tergeletak kaku di tanah. Meski begitu, tekanan darinya yang merupakan seorang Peak God, terus-menerus merembes keluar dan mengakibatkan Kai sesak nafas.


"Argghh.." Dia menahan rasa sakit dari tulangnya yang patah akibat tekanan Rubah ekor lima.


Dia membalik mata pedangnya di bawah dan menggenggam erat gagang pedang dengan kedua tangan, "Hiaa..."


Kai menggunakan seluruh kekuatan fisiknya untuk menusukkan pedangnya pada leher Rubah ekor lima.


Dentang!!


Suara tubrukan besi terdengar ketika mata pedang Zhukai mengenai leher Rubah ekor lima, "Sial!! Bahkan kulitnya saja sangat keras.." Kai menggerutu sambil menahan tekanan dari Rubah ekor lima.


"Aku harus cepat-cepat membunuh rubah ini sebelum tekanannya menghancurkan tubuhku." Batin Kai.


Tanpa ragu-ragu lagi, Kai mengaktifkan Title Dewa Bintang dan menggunakan Transformasi Naga.


Dengan begitu, tekanan yang begitu besar kini sedikit berkurang. Kai juga sudah dapat bernafas dengan normal.


"Jika satu tusukan tidak dapat mengakhiri hidupmu, maka aku akan menusukmu sebanyak ratusan kali."


Tusukan demi tusukan yang Kai luncurkan kearah leher Rubah ekor lima mulai menibulkan sebuah luka, "Tarian Pedang Api!!.."


Pedang yang Kai pegang kini sekali lagi memunculkan sebuah api dengan hawa yang sangat panas.


Kai mengalirkan Qi miliknya menuju kedua lengannya, dia kemudian segera menebas vertikal kearah leher Rubah ekor lima.


Slahh!!


Kepala dari Rubah ekor lima segera terputus dari tubuhnya. Segera setelah itu, tekanan dari Rubah ekor lima juga seketika menghilang.


Ding


[Selamat Kai Gege berhasil membunuh Peak God, Dewa Kuno. Mendapatkan 300 Triliun Poin System, mendapatkan 600 Triliun Poin Pengalaman]


Whuss!!


Lonjakan energi spiritual seketika berfluktuasi di dalam Danitan Zhukai, itu menimbulkan sebuah rasa sakit ketika Kai merasakan adanya sebuah energi yang menabrak sebuah dinding yang merupakan penghalang untuk maju ke Middle God Realm.


"Argghh..." Kai segera berlutut sambil berteriak keras, seluruh tubuhnya merasakan rasa sakit yang luar biasa. Dia menggertakkan giginya menahan rasa sakit itu, Kai segera duduk dan mengambil sikap Lotus.


Dalam proses penerobosan ke Ranah Middle God,. Kai harus mengarahkan Energi Spiritual yang telah tekumpul secara perlahan-lahan.


Setelah beberapa waktu mengedarkan dan memurnikan Energi Spiritualnya, sebuah retakan muncul di penghalang yang menghubungkan Early God dengan Middle God.


Whengg!! Whengg!!


Sebuah cahaya biru terus berkumpul di atas kepala Zhukai, setelah Cahaya biru itu membentuk sebuah bola kecil seukuran bola kasti. Cahaya biru itu segera masuk kedalam Tubuh Zhukai, tepatnya di dalam Dantian nya.


Duarr!!


Ledakan yang sangat keras terdengar ketika dinding penghalang yang ada di Dantian Zhukai pecah. Suara ledakan itu seketika menarik perhatian para binatang Kuat yang menghuni persimpangan dimensi.


Ding


[Selamat Kai Gege Berhasil menerobos Middle God, Prajurit Dewa tahap awal..]


[Selamat Kai Gege berhasil...]


[Selamat...]


[........]


Notifikasi dari Systemnya segera memenuhi kepala Zhukai, Dia mengabaikan notifikasi itu dan segera bangkit dan memasukkan mayat Rubah ekor lima kedalam Inventory..


"Aku harus cepat-cepat pergi, dengan suara ledakan itu, harusnya akan ada banyak Binatang Buas yang datang kemari." Kai segera mengngepakkan kedua sayap Naganya dan terbang tinggi di langit.


***


Disebuah bukit yang cukup tinggi, Kai duduk dengan tenang diatas sebuah batu sambil menstabilkan pondasi Kultivasinya.


Ding


[Kesengsaraan Ilahi sebentar lagi akan turun, Tingkat Bahaya.... Asura...]


Diatas batu, Kai perlahan membuka kedua matanya, dia menatap keatas langit yang saat ini sudah berubah menjadi gelap gulita dengan kilatan-kilatan petir bermunculan.


****


Bersambung...