
Setelah membereskan keributan yang disebabkan oleh banyak Kultivator yang ingin masuk sekte Ling Tian. Zhukai mengumpulkan seluruh murid sekte Ling Tian di sebuah aula yang letaknya tak jauh dari halaman murid.
Karena Zhukai mendapatkan beberapa murid berbakat kemarin, Kai akan membuat pengaturan untuk Sekte Ling Tian.
Kai tidak bisa terlalu lama menetap di sekte Ling Tian, ia memiliki tujuan lain yang harus ia lakukan.
"Baiklah, untuk yang pertama ... Aku akan menunjuk orang yang akan menjadi wakil ketua sekte."
Saat pandangan Zhukai menatap semua orang, tatapannya berhenti pada sosok pria tua dengan rambut putih pendek. Zhukai tersenyum tipis kemudian berkata.
"Paman Ken, kamu akan menjadi wakil ketua sekte Ling Tian mulai sekarang."
Paman Ken yang mendengar itu cukup terkejut, dia dengan segera menolak permintaan Zhukai dengan sopan.
"K–Ketua sekte! b–bukankah posisi ini kurang cocok untukku?"
Lung Ken sangat menyadari keterbatasannya, selain Kultivasinya yang biasa-biasa saja, usianya juga sudah cukup tua untuk mengambil posisi yang Zhukai berikan.
Paman Ken merasa bahwa ada orang yang lebih cocok dibandingkan dengan dirinya untuk menduduki posisi sebagai wakil ketua sekte
"Tidak perlu merendah Paman Ken, aku sudah melihat kerja kerasmu sejak datang ke Ling Tian Sect. Jadi aku rasa posisi ini sangat cocok untukmu."
Walau usia Paman Ken sudah tidak muda lagi, tetapi dia memiliki pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain dalam hal memimpin.
Paman Ken juga merupakan seorang mantan kepala desa, jadi Zhukai sangat percaya dengan kerjanya.
"Kalau itu yang ketua sekte inginkan, maka aku tidak bisa menolak." Paman Ken tersenyum tipis, dia membungkuk penuh hormat pada Zhukai.
Setelah Kai menunjuk Lung Ken sebagai wakil ketua sekte, Kai juga menunjuk Li Bi dan juga Xiong Li sebagai seorang Tetua Murid.
Karena Kai masih belum menaruh kepercayaan pada lima belas orang yang ia terima kemarin, Kai akan berfikir ulang apakah dia akan menempatkan mereka sebagai murid biasa atau seseorang yang berbakat.
Sementara untuk Yu Hanlong, dia sudah memiliki tugas sendiri yang Kai minta padanya.
"Hanlong, apakah kamu masih ingat tentang itu?" Kai menatap Yu Hanlong bertanya dengan sedikit senyuman di wajahnya.
"Tentu saja ketua sekte, aku pasti akan menyelesaikan tugas yang anda berikan." Yu Hanlong membungkuk sama seperti yang lainnya.
Setelah perbincangan singkat itu, Zhukai akhirnya menutup acara itu.
Dari lima belas murid baru, Zhukai menemukan tiga orang yang memiliki bakat dalam Alkimia dan satu orang yang memiliki bakat untuk menjadi orang pandai besi.
"Kalian berempat kemarilah!." Sebelum semua orang pergi, Kai memanggil beberapa orang berbakat itu.
Mereka berempat merupakan kelompok dengan tiga wanita dan satu laki-laki.
Kai memberikan tiga buku berwarna coklat pada tiga wanita itu sementara sebuah buku berwarna emas pada laki-laki.
Itu merupakan sebuah kitab tentang dasar-dasar Alkimia dan juga Pandai besi.
Meski Zhukai sedikit tidak pandai dalam hal menempa, tetapi ia memiliki sedikit pengetahuan yang ia dapatkan dari Ling Shuo.
"Ketua sekte, apa ini?" Pria jangkung yang tengah bingung dalam situasi itu memutuskan untuk bertanya.
Karena kitab yang Kai berikan ditulis dengan bahasa rune, dia sama sekali tidak mengerti apa isi dari kitab itu.
Berbeda dengan tiga wanita yang berdiri tidak jauh darinya, mereka bertiga memiliki pengetahuan tentang bahasa rune jadi mereka tahu kitab apa yang Zhukai berikan pada mereka.
"Ini adalah catatan penempaan dari sahabatku, meskipun ini hanyalah potongan dari catatannya. Kurasa itu sudah cukup bagimu." Jawab Zhukai.
Setelah Zhukai selesai berkata, dia menatap keempat orang itu dan menjelaskan tujuannya berikan buku itu pada mereka.
Mereka berempat mengangguk kemudian berjalan pergi keluar meninggalkan Aula.
"Hmm, aku perlu membangun bangunan Alkimia dan pandai besi untuk mereka berlatih."
Karena Poin Takdir miliknya saat ini sangat banyak, Kai tidak ragu menghabiskan beberapa juta Poin Takdir untuk membeli dua bangunan dan juga peralatan untuk menyuling pil dan juga menempa senjata.
Setelah Zhukai menyelesaikan semua itu, dia kembali ke kediamannya untuk berlatih.
***
Di sebuah bangunan yang letaknya sangat jauh dari sekte Ling Tian, seorang pria muda yang tampan menghadap pada seorang pria paruh baya yang memakai pakaian serba putih.
"Jadi maksudmu, ada seorang penyusup dari sekte matahari selama ini di sekte langit cahaya?" Ucap pria paruh baya itu dengan suara dingin.
"Ya ketua sekte, jika anda membutuhkan bukti, saya membawanya."
Han Zhong berjalan ke depan sambil mengeluarkan sebuah token berwarna emas dan menyerahkan token itu pada ketua sekte langit cahaya.
Saat pria paruh baya itu melihat sekilas token berwarna emas, dia sangat terkejut sekaligus marah.
"Bajingan! Mereka benar-benar berani mengirim seseorang untuk mencuri harta sekte kami? Hmph, jangan harap aku akan membiarkan masalah ini begitu saja."
"Cepat suruh seseorang untuk menghubungi tuan Light God tentang masalah ini!." Ketua sekte langit cahaya berkata dengan suara keras.
"Baik ketua sekte." Han Zhong mengangguk, dia memberi hormat sebelum meninggalkan ruangan itu.
Pada saat itu juga, di sekte matahari. Sun God juga baru saja mendengar kabar bahwa salah satu murid kesayangannya, Ling Xue telah meninggal.
"Sialan!! Bajingan mana yang berani mengirim Ling Xue menyusup ke sekte langit cahaya!."
"Jawab tuanku, orang itu tidak lain adalah Han Zhen!." Jawab seorang wanita cantik yang duduk di pangkuannya.
"Han Zhen? Tch, aku dengan berbaik hati membiarkannya hidup. Tetapi tidak untuk kali ini! Cepat panggil dia!" Sun God berteriak dengan wajah yang dipenuhi oleh amarah.
Tak berselang lama, dua orang tetua membawa Han Zhen datang ke ruangan Sun God. Wajah tua Han Zhen dipenuhi dengan luka memar dan juga beberapa tulang nya patah.
"Hmph, katakan! kenapa kau mengirim Ling Xue untuk menyusup ke sekte langit cahaya?" Sun God menatap Han Zhen dengan dingin, dalam ucapannya barusan, itu jelas dipenuhi dengan kemarahan dan juga niat membunuh.
Han Zhen mengusap noda darah di bawah bibirnya, wajah tuanya menatap Sun God penuh ketakutan.
"T–Tuanku, sebenarnya ada alasan saya mengirim Ling Xue untuk menyusup." Ujar Han Zhen dengan sudut mulutnya yang bergetar.
"Alasan? Berhenti mengatakan omong kosong bajingan!."
Tekanan dari Sun God seketika membuat seluruh ruangan itu bergetar. Dua wanita yang sedang melayaninya tiba-tiba terhempas karena tekanan dari Sun God.
Sementara itu, Han Zhen dan dua tertua bertekuk lutut dengan wajah mereka yang kesakitan.
"T–Tuanku, k–kumohon dengarkan dulu alasanku."
Karena tekanan dari Sun God yang sangat kuat, pikiran Han Zhen menjadi kosong. Wajah tuanya yang dipenuhi dengan kerutan tiba-tiba menjadi panik.
"Sial, dia sama sekali tidak berniat untuk mendengar perkataan ku. Aku harus segera melarikan diri."
***
Bersambung