Re-system

Re-system
Kemunculan Wanita Misterius



Di tengah gelapnya hutan, seorang pria duduk tepat di depan sebuah perapian dengan seorang gadis remaja yang telah tertidur lelap di sampingnya.


Pria itu mengambil selimut tebal dari Inventory dan memakaikan selimut itu pada gadis remaja di sampingnya.


"Tidur yang nyenyak... Long Zi."


Zhukai duduk bersila, di memejamkan keda matanya untuk memeriksa Godhood barunya.


Setelah pertarungan dengan bayangan hitam, Kai bisa merasakan adanya perubahan besar pada Godhood miliknya.


Sesaat setelah Zhukai membuka matanya, pandangannya menatap lurus dengan wajah datar.


"Apa-apaan ini... Bagaimana Godhood ini bisa tumbuh dengan sangat cepat." Zhukai yang tidak percaya memejamkan kedua matanya sekali lagi untuk memeriksa.


Bahkan setelah dia memeriksa beberapa kali, apa yang dia lihat masih sama.


Godhood hitam miliknya yang baru saja bangkit beberapa minggu yang lalu hanya memiliki ukuran sebesar satu kelereng kecil yang berputar.


Tapi saat ini, ukuran Godhood nya benar-benar meningkat di titik dimana Zhukai sangat enggan untuk percaya.


Pada umumnya, tingkatan Godhood sama sekali tidak bisa berubah. Jika seseorang membangkitkan Godhood tingkat pertama, Godhood itu tidak pernah bisa meningkat seumur hidup mereka.


Jika Zhukai tidak salah memperkirakan, dia awalnya merasa bahwa dia membangkitkan Godhood tingkat kedua.


Tetapi aura yang dikeluarkan Godhood nya waktu itu sama sekali tidak normal hingga membuat Zhukai ragu bahwa itu hanyalah Godhood tingkat kedua.


Tetapi setelah mengecek kekuatannya, Kai akhirnya yakin bahwa itu adalah Godhood tingkat ketiga.


Tetapi saat ini, yang membuat sangat terkejut adalah fakta bahwa Godhood itu memiliki daya serang yang hampir menyamai Godhood tingkat keempat.


"Sebenarnya Godhood apa ini? Jika memang ada Godhood seperti ini, bukankah langit akan menentang keberadaan ku."


Kai tidak pernah membayangkan bahwa dia akan membangkitkan Godhood gila seperti itu.


Walaupun Kai yakin bahwa dia membangkitkan Godhood yang kuat, tetapi dia tidak menduga bahwa dia akan membangkitkan Godhood sekuat itu.


"Hahaha, bahkan jika langit menentangku. Aku akan membelah langit dengan pedangku."


Dengan begitu, satu malam berlalu dengan sangat cepat. Saat matahari muncul dari timur, suara ayam hutan yang berkokok membangunkan Long Zi dari tidurnya.


"Hoaamm.... Eh, tuan! Dimana kamu." Long Zi yang batu saja bangun sangat terkejut saat melihat Zhukai tidak ada di sisinya.


Dia buru-buru berdiri dan mulai berlari menyusuri hutan, tetapi setelah mencari selama dua jam lamanya, Long Zi belum menemukan jejak Zhukai sedikitpun.


"Apa... Jangan-jangan tuan... Dia meninggalkanku!"


Bang!!


Tepat setelah Long Zi menyelesaikan perkataannya, dia merasakan ada sesuatu yang keras menghantam kepalanya.


"Ahh..." Long Zi memegangi kepalanya dan berbalik.


Matanya melebar saat melihat sosok pria tampan yang berdiri sambil membawa dua ekor ayam hutan di tangannya.


"Apa yang barusan kamu katakan, mana mungkin aku meninggalkan mu sendirian di hutan ini." Zhukai berkata.


"Tuann... Huaa..." Bagaikan seorang gadis kecil yang terpisah dari orang tuanya setelah sekian lama, Long Zi menangis sambil memeluk tubuh Zhukai dengan erat.


"Hmm, sudah-sudah.. Ayo kita makan terlebih dulu sebelum pergi meninggalkan hutan ini."


Long Zi mendongak keatas sambil mengangguk. Dia mengusap ingus yang keluar dari hidungnya.


Saat itu juga, tubuh Zhukai membeku. Dia menatap dingin pada Long Zi sambil mengangkat bibirnya.


"Kamu... Apakah kamu barusan memelukku dengan banyak ingus seperti itu!?"


Long Zi memutar matanya sambil menjawab, "Yaa.. A–Anu.. Maaf tuan."


Long Zi tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Zhukai menghela nafas, dia berjalan pada kayu yang sudah terpotong. Kai mengeluarkan sebuah pisau dan mulai membersihkan ayam hutan.


Setelah Kai membersihkan organ-organ dalamnya, dia meminta Long Zi untuk mencuci ayam itu sementara dirinya menyiapkan hal lain.


Tak berselang lama, Long Zi kembali dengan dua ayam hutan yang sudah bersih di tangannya. Kai mengambil ayam itu dan melapisi tubuh ayam hutan dengan bumbu yang telah ia buat.


Setelah Zhukai memanggang ayam hutan itu, aroma harum yang keluar dari ayam hutan membuat mereka berdua lapar.


"Hmm, tuan-tuan... Kapan anda bisa membuat masakan seenak ini, jika aku tidak salah ingat, bukankah tuan tidak bisa memasak sama sekali!?" Long Zi menatap Zhukai aneh.


Merasakan tatapan aneh dari Long Zi, Zhukai tersenyum tipis.


Setelah mereka berdua menghabiskan makanan, Zhukai memanggil Xiao Hu yang saat ini ada di dunia jiwa.


Sudah hampir setahun Zhukai tidak bertemu dengannya, ia tidak tahu seberapa besar Xiao Hu saat ini.


"Huu... Huu..." Saat cahaya putih perlahan meredup, terlihat seekor anjing kecil mengibaskan ekor panjang nya.


Anjing kecil itu segera melompat ke pundak Zhukai dan menjilati wajah Zhukai dengan senang.


"Haha, berhenti Xiao Hu... Ini geli haha."


Zhukai mengangkat tubuh kecil Xiao Hu, dia meletakkan tubuh kecil Xiao Hu di atas tanah kemudian mengelus kepalanya dengan lembut.


Melihat hubungan dekat antara Zhukai dan Xiao Hu, Long Zi menatap sedih dari jauh. Kenangan tentang Zhukai yang memperlakukannya seperti itu di masa lalu muncul kembali di pikirannya.


"Eh... Kenapa aku menangis." Merasakan ada air mata yang menetes di wajahnya, Long Zi segera membalikkan pandangannya.


Dia terus menyeka air mata yang mengucur dengan lengan tangannya. Meskipun begitu, air mata itu masih terus mengucur keluar.


"Sakit... Kenapa hatiku terasa sangat sakit seperti ini." Long Zi yang duduk dengan kedua tangan memegang dada kirinya.


Tepat di detik berikutnya, Long Zi merasakan bahwa di belakangnya, ada seseorang yang memeluknya merasakan aliran hangat di sekujur tubuhnya.


"Kamu baik-baik saja Long Zi?"


Sosok itu adalah Zhukai.. Untuk sesaat, Long Zi menatapnya kosong dengan kepalanya yang menempel di dada Zhukai.


"Perasaan ini... Sangat hangat, sudah berapa lama saat terkahir kali aku merasakan pelukan hangat dari tuan?"


Dengan perkataannya itu, Long Zi akhirnya tertidur lelap.


Zhukai menghela nafas pelan sambil mengelus kepala Long Zi dengan lembut, "Padahal aku berniat melanjutkan perjalanan sekarang, tapinya sudahlah.."


Saat siang hari di tengah hutan, angin berhembus sepoi-sepoi menerbangkan beberapa daun.


Sosok gadis remaja yang tertidur perlahan membuka kedua matanya dan menguap beberapa kali.


"Pakaian ini..." Long Zi seketika teringat apa yang terjadi sebelum dia tertidur.


Wajahnya dengan cepat memerah dengan kedua matanya terpejam. "Bagaimana ini.. Aku melakukan hal yang sangat memalukan di depan tuan."


Dengan kedua tangannya yang menyentuh dada, Long Zi kembali bergumam. "Pelukan tuan.. Itu sangat hangat."


Tepat setelah Long Zi menyelesaikan ucapannya, suara seorang gadis terdengar dari balik pepohonan.


"Azi? Apa yang kamu lakukan disini sendirian?"


Mendengar suara yang sangat familiar itu, Long Zi dengan cepat membalikkan tubuhnya. Saat melihat seorang wanita cantik keluar dari balik pepohonan, bibir Long Zi sedikit terangkat.


"M–Master!!.."


***


Bersambung..