Re-system

Re-system
Jebakan Di Dalam Hutan



Karena Zhukai saat ini tidak memiliki uang sama sekali, ia berniat untuk menguras habis uang yang dimiliki oleh para penjaga itu.


"Apa yang kalian lihat? Apakah kalian tidak mendengar apa yang barusan kukatakan. Cepat serahkan uang kalian atau kalian akan berakhir sepertinya." Kai menunjuk tubuh kapten penjaga yang terkapar penuh luka di tubuhnya.


Mereka semua seketika bergidik ngeri, karena ketakutannya pada Zhukai mereka semua segera mengambil semua uang yang ada di dalam saku dan diserahkan pada Zhukai.


"T–Tuan, bolehkah kami pergi sekarang?"


"Ya, karena aku adalah orang yang baik, aku akan membiarkan kalian pergi." Ucap Zhukai dengan seringai jahat di wajahnya.


"Tch, mana ada orang baik yang merampok uang milik orang lain." Salah satu penjaga mengutuk Zhukai dalam hatinya.


Karena Kai cukup puas kali ini, dia mengajak Wei'er Yunlan pergi ke penginapan untuk bermalam disana.


Kabar tentang Zhukai yang mengalahkan kepala penjaga telah menyebar luas keseluruh penjuru kota. Bahkan kabar itu telah terdengar di telinga walikota, dia begitu marah dan menghukum kepala penjaga dan para bawahannya.


"Dasar kalian para idiot, apa kalian tahu seberapa besar masalah yang kalian sebabkan." Walikota kota luxurion memukul setiap orang bersama dengan kepala penjaga.


Dia begitu marah sampai darah di tubuhnya mendidih, reputasi kota luxurion yang telah dia bangun dengan susah payah hancur dalam satu malam. Bagaimana dia tidak menjadi sangat marah.


"Dua porang itu, dia bisa mengalahkan kepala penjaga yang berada di tingkat master pedang tanpa berusaha keras. Dia mungkin adalah seorang pendekar pedang." Gumam walikota dengan suara pelan.


Jika tebakannya benar, akan sangat sulit untuk berurusan dengan mereka berdua. "Apakah aku harus membiarkan mereka berdua? Pfftt, tidak mungkin, itu bukanlah gayaku.."


Walikota menyeringai ketika sebuah ide terbesit di telinganya, "Tunggu saja kalian berdua."


Di dalam penginapan yang tidak cukup besar, Kai duduk diatas kursi sambil menghitung uang yang di rampok dari kepala penjaga dan bawahannya.


Dia tersenyum aneh sambil tertawa terbahak-bahak.


"Hehehe, ternyata mencuri menyenangkan juga. Aku mendapat 40 koin emas dan lima koin perak, mereka sangat kaya hahaha.."


Kai berhenti tertawa, sebuah ide terbesit di dalam benaknya. Seringai dingin menghiasi wajahnya dan Kai mulai kembali tertawa seperti orang gila.


Keesokan paginya, Kai dan Wei'er Yunlan berjalan bersama-sama menuju ke sebuah tempat dimana dia bisa menyewa sebuah kereta kuda.


Karena berlari akan cukup menghabiskan tenaga mereka, Kai dan Wei'er Yunlan telah memutuskan untuk melanjutkan perjalan dengan kereta kuda.


Di antara ratusan kereta kuda disana, Kai menyewa kereta dengan kuda yang tercepat.


"Ini adalah kereta tercepat yang kami miliki, untuk perjalanan menuju kerajaan singa itu membutuhkan biaya 20 koin emas." Ucap seorang pria gendut dengan kumis panjang, dia tidak lain adalah pemilik tempat itu.


"20 koin emas? Kenapa kau tidak merampok uang dari orang lain saja." Kai berkata dengan marah.


Dia sudah memiliki sedikit pengetahuan yang Wei'er Yunlan ajarkan padanya. Untuk perjalanan menuju ke kerajaan singa, itu setidaknya hanya membutuhkan 10 koin emas.


"Cih, jika kau tidak punya uang sebaiknya tutup mulut kotormu itu. Pergi sana, jangan menganggu bisnisku." Pria gendut yang awalnya berkata dengan sangat ramah berubah 180 derajat dari orang ramah menjadi orang kasar.


Boommm!!..


Kai membengkok batang besi besar yang berada di pintu masuk dengan tangan kanannya, dia menatap pemilik kereta kuda itu dan berkata, "Hei gendut, jika kau tidak ingin tubuhmu jadi seperti ini lebih baik jalankan bisnis mu dengan jujur."


Pemilik kereta kuda itu seketika ketakutan, keringat dingin memenuhi tubuhnya. Dia bukanlah seorang petarung ataupun ahli sihir. Dia hanya orang biasa yang menguntungkan cara licik untuk menghasilkan uang.


"Ahaha, aku hanya bercanda... Silahkan tuan dan nona gunakan kereta ini untuk pergi ke kerajaan singa."


Seketika, pria gendut itu merubah sikapnya dan berkata dengan tubuh gemetar.


"Ini.." Kai menyerahkan 10 koin emas pria gendut itu sebagai biaya sewa.


"I–Itu tidak diperlukan tuan, anda tidak usah membayar biaya sewa." Pria gendut itu tersenyum samvil memanggil salah satu kusir untuk mengantar Zhukai sampai ke kerajaan singa.


Mereka berdua memasuki kereta kuda sedangkan kusir kuda duduk di depan sambil mengendalikan kuda.


Di dalam kereta, itu murni terbuat dari kayu tanpa ada sedikitpun besi ataupun material lain. Kai tidak begitu peduli tentang hal itu, dia menyandarkan kepalanya pada dinding dan langsung tertidur.


"Kurasa pria ini berlatih lagi kemarin malam.."


Pa..


Tepat di detik berikutnya, kepala Zhukai yang tersandar di dinding kayu di dalam kereta terjatuh di pundak Wei'er Yunlan Karen guncangan kereta.


"Ah.."


Wei'er Yunlan yang terkejut tidak tahu harus berbuat apa dalam situasi itu. Wajahnya memerah karena wajah Zhukai yang begitu dekat dengan wajahnya.


Dia bisa merasakan hembusan nafas Zhukai yang keluar dan juga degupan jantung yang berdetak.


Entah mengapa, ia merasakan jantungnya berdetak semakin cepat seiring bertambahnya waktu.


"Tidak-tidak, apa yang sedang aku pikirkan." Wei'er Yunlan menggeleng kepalanya mencoba menghilangkan pikiran kotor di dalam benaknya.


Waktu berlalu dengan cukup cepat hingga siang hari telah tiba.


Jauh di jalan hutan, Kusir kereta yang terkejut dengan kedatangan orang-orang tak dikenal menghadang jalan. Mereka berjumlah tiga orang dengan dengan satu orang wanita yang terluka tepat di perutnya.


Kusir kereta itu tiba-tiba menghentikan kereta kuda yang membuat Zhukai terbangun dari tidurnya.


"Eh..." Kai yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung begitu terkejut ketika kereta kuda yang di naikinya tiba-tiba terhenti.


"Yunlan, aoa yang sedang terja– Ehh, ada apa denganmu.." Melihat wajah Wei'er Yunlan yang begitu merah, Kai mengira bahwa dia terkena demam.


Tapi itu juga tidak mungkin karena Wei'er Yunlan sangat ahli dalam sihir penyembuhan.


"Jagan sentuh aku, aku tidak apa-apa. Dan-dan keluarlah, sepertinya ada sesuatu di depan."


Mendengar perkataan Wei'er Yunlan, Kai mengangguk dan segera keluar dari dalam kereta.


"Ada apa.."


Melihat kedatangan Zhukai dati belakang, kusir kereta itu segera menjelaskan, "Kurasa merrka membutuhkan bantuan, apakah tuan ingin menolongnya."


"Tunggu dulu.."


Karena situasinya saat itu sangat aneh, Kai tidak boleh mengambil keputusan terlalu terburu-buru. Apalagi Kai merasakan jumlah mana yang cukup besar dari dalam salah satu orang itu.


"Dia seorang penyihir, mengapa dia tidak menolong temannya yang sedang terluka?"


Kai memejamkan kedua matanya dan menggunakan Persepsi Ilahi untuk melihat apakah ada orang lain selain mereka di dalam hutan.


Benar saja, dibalik pepohonan ada puluhan orang yang bersembunyi dibalik pepohonan. Mereka semua cukup kuat dengan kekuatan setara dengan Master pedang dan Magician Ahli.


Ada satu orang yang berada di tingkat Pendekar Pedang.


Kai menyeringai dingin, "Sepertinya ini sudah direncanakan oleh seseorang."


"Permisi, bisakahbkalian membantu teman kami. Dia sedang terluka.."


Kai tersenyum ramah dan menjawab, "Tentu, biarkan aku menolongnya.."


Slashhh!!..


Dengan gerakan yang begitu cepat, Kai menusuk perut pria yang sedang terluka itu dengan pedang merah yang tiba-tiba muncul di tangannya.


"Keluar! Tidak ada gunanya untuk bersembunyi."


***


Bersambung.