
Lubang hitam tercipta di dalam pabrik Kosong yang berada jauh di dalam hutan, suara ledakan yang sangat keras dapat terdengar sejauh 1 Kilometer jauhnya.
Sayangnya Pabrik itu terletak jauh di dalam hutan, Yola mendekat kearah Kai dan membantunya berdiri. Dapat terlihat bekas noda darah di bibir Kai.
Yola menjadi sangat takut apabila sesuatu terjadi kepada Kai, Ia dengan gugup merobek seutas kain dari bajunya dan menggunakan nya untuk mengelap noda darah yang terdapat di bibir Kai yang mempesona.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih sudah menghawatirkan ku."
Kai berkata dengan suara serak sambil memandang Yola dengan hangat, Wajah Yola memerah ketika mendapati tatapan hangat dari Kai, Ia juga degan gugup bertanya.
"Apakah orang itu sudah mati?"
"Hmm... Aku tidak tahu pasti, Aku akan segera memeriksa nya." Setelah terkena serangan penuh darinya dan juga api Phoenix, bagaimana pria itu masih hidup. Walupun Kultivasinya saat ini masih terlalu rendah tetapi, Kekuatan api Phoenix tidak bisa dianggap enteng.
Ia segera melompat turun ke bawah lubang besar di depannya, Lubang itu tidak terlalu dalam dan ia juga dapat melihat tubuh Pria berjubah yang tertutup oleh puing-puing batu.
Dengan kibasan tangannya, Puing-puing batu seketika terbang ke samping. Kai dapat melihat wajah dari wajah pria berjubah hitam itu, Ada sebuah tanda di bagian leher pria itu.
Kai mencari-cari di sekitar tubuhnya dan tidak menemukan apapun yang lain, Ia memanggil kembali api Phoenix untuk membakar Mayat pria itu menjadi abu.
Kai melompat keluar dari lubang dan melihat Yola sedang duduk sambil terus mengertakkan giginya. Setelah melihat bayangan hitam keluar dari lubang Yola segera mendekat dan bertanya, "Bagaimana Tuan?"
"Dia sudah mati!"
Yola mengeluarkan nafas lega, "Terima kasih tuan telah membantu klan ku, Aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih padamu!"
"Tidak perlu berterima kasih, aku juga disini untuk menyelamatkan para murid."
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Kai berbalik dan berjalan memasuki ruangan yang tak jauh dari lubang besar berada.
Klak!
Pintu masuk terbuka, Kai mendongak keatas dan melihat mayat beberapa murid tergantung di atas sana dan juga terlihat seekor monster menjijikan sedang menghisap darah dari mayat murid tersebut.
Kai menjadi sangat marah, walupun ia bukan orang baik tetapi ini adalah murid yang satu sekolah dengannya. Melihat mayat yang sudah tidak utuh lagi dari murid itu amarah Kai meledak sampai puncaknya.
Kai perlahan terbang di udara, Ia mengangkat kedua tangan nya dan mengeluarkan dua Api berwarna ungu dan biru.
Ia kekuatan mental dan roh milik Kai sudah terkuras akibat pertarungan tadi, kini Kai hanya dapat mengeluarkan setengah dari kekuatan Aslinya.
Kedua api itu perlahan bergabung menjadi satu dan membentuk sebuah Teratai yang sangat indah berwarna biru di sisi kiri dan ungu di sisi kanan.
Warna tubuh Kai sudah berubah pucat, Ia langsung jatuh ketanah dengan sisa sedikit kesadaran.
Walaupun begitu Kai tidak pingsang begitu saja, Ia mengigit bibir nya hingga berdarah untuk menjaga sisa kesadarannya.
Ia berdiri dengan susah payah, kedua kakinya sudah bergetar sangat hebat, Ia berjalan mendekati mayat monster yang baru saja ia serang dengan gabungan api neraka dan api Phoenix.
Sebuah pecahan logam berwarna hijau terlihat sangat terang di dalam gudang yang sangat gelap, Cahaya hijau itu menarik perhatian Kai yang saat ini tengah berdiri dengan wajah pucat nya.
Ia berjalan kearah permata hijau dan merasakan fluktuasi energi spiritual yang cukup besar terkandung di dalam sana.
Kai menjadi bersemangat, Mencari energi spiritual di bumi sangatlah sulit maka dari itu jumlah energi spiritual yang terkandung dalam permata hijau itu cukup untuk membuat para praktisi tenaga dalam di seluruh dunia menjadi iri.
Kai dengan cepat mengambil permata itu dan menyimpannya, Ia bergegas kearah murid-murid sekolah. Ternyata tak jauh dari mayat monster, Kai dapat melihat teman-teman sekolahnya saat ini sedang kehilangan kesadaran di sebuah kurungan yang terbuat dari besi.
Saat ini Kai sudah sepenuhnya mendapat kesadarannya kembali, Ia menggunakan sisa kekuatannya untuk mematahkan penjara besi tersebut.
"Yola, dimana kamu!"
Kai sudah menggunakan kekuatRoh1a berkali-kali, saat ini kekuatan roh nya sedang dalam masa pemulihan. Ia tidak dapat menggunakan kekuatan roh untuk melacak keberadaan Yola berada.
Hampir setengah jam mencari Kai tidak dapat menemukan keberadaan Yola, Kahirnya setelah beristirahat sebentar Kai memanggil polisi dan memberitahu keberadaan para murid yang menghilang.
Ia menunggu polisi datang dan menuntun mereka ke tempat teman sekolahnya berada. Setelah memasuki ruangan itu, salah satu polisi wanita muntah karena tidak kuat menahan bau darah yang keluar dari dalam ruangan.
"Wena, apakah kamu baik-baik saja?" Polisi pria bertanya dengan khawatir.
"Aa..Aku baik-baik saja."
Kai juga menyadari bau yang pekat dari ruangan itu, tapi karena sudah terbiasa dengan bau ini bahkan bau yang lebih menyengat ketika di dunia Kultivator, Kai bersikap biasa-biasa saja seolah tidak ada yang terjadi.
"Disana Paman polisi."
Kai menunjuk tempat sel Kurungan yang telah pecah, Dan terlihat beberapa murid yang tak sadarkan diri di dalam ruangan itu.
"Terima kasih anak muda, berkat dirimu kasus ini dapat terselesaikan. Kalau oleh tahu, bagiamana kamu mengetahui tempat seperti ini, karena pabrik ini berada sangat jauh di dalam hutan." Kapten polisi menatap Kai dengan pandangan curiga, Kai terlihat sangat muda, jadi bagaimana bisa ia berada di tengah hutan seperti ini apalagi sendirian.
"Anu, Sebenarnya saya sedang berkemah dengan teman saya disekitar hutan, karena saya mendengar sebuah teriakan jauh dari dalam hutan. Kami berdua ingin melihat apa yang terjadi.. Dan..."
Kai menjelaskan cerita khayalannya pada kapten polisi, Anehnya polisi itu langsung percaya apa yang baru saja di katakan Kai.
"Jadi sekarang dimana temanmu?"
"Itu..."
Kai tidak menemukan alasan untuk menjawab, tiba-tiba Kai mendengar sebuah suara manis yang memanggilnya dari belakang, "Sayang!! Kenapa banyak sekali polisi disini?"
Melihat sosok perempuan yang memaki baju kasual sama sepertinya Kai cukup terpesona dengan penampilan manisnya.
Tanpa Kai sadari Yola telah menarik lengan memeluk tangan kanan Kiri Kai, dapat Kai rasakan sensasi empuk datang dari tangan kirinya.
"Paman Polisi ini teman saya, atau bisa saya bilang Pacar saya."
Kapten Polisi itu mengangguk dan menghadiahi Kai dan Yola uang masing-masing 100.000 Gp dan penghargaan.
Polisi masih menyelidiki pabrik itu sementara Kai dan Yola pergi berduaan tengah malam di dalam hutan.
Setelah menjauh dari para polisi, Yola segera melepaskan pelukannya di tangan Zhukai dan berjalan mundur dengan wajahnya yang sudah sangat merah.
"Maafkan saya Tuan." Yola menunduk dan berkata malu-malu.
"Tidak apa-apa." Kai menjawab dengan ekspresi kekecewaan terlintas di wajahnya.
"Oh, dari mana saja kamu, kau tahu aku sangat khawatir dan mencari mu selama setengah jam tapi tidak dapat menemukan dimana kamu berada." Kai berkata dan berpura-pura marah.
"Maafkan saya Tuan, saya sangat khawatir dengan keluarga dan anggota klan saya dan pergi tanpa memberitahu tuan." Ucap Yola dengan rasa bersalah.
"Huff... Baiklah kalau kamu baik-baik saja, Sekarang bawa aku menemui anggota klan mu!"
Setelah di maafkan oleh Kai Yola menjadi bersemangat dan menarik lengan Kai dan berjalan dengan cepat ke sebuah daerah yang berada di sisi lain hutan.