
Kai melesat menjadi sebuah siluet hitam dan menyerang Po Lun yang saat ini sedang berhadapan dengan puluhan Giant Sekeleton.
Kai mengambil pedang dan menebas memebenguk sebuah cetekan pedang di udara. Dia kemudian menggunakan Dao Ruang pada serangannya dan langsung membuat serangannya berpindah di depan Po Lun.
Po Lun terkejut dan tidak senpat menghindar, Ia terkena tebasan pedang dan membuat luka yang begitu dalam di dadanya.
"Argh. Urghh..."
Dia memuntahkan Seteguk darah segar, Tebasan pedang yang Kai berikan meninggalkan beberapa luka internal di tubuh nya yang tidak dapat ia senbuhkan dengan Qi saja.
Melihat situasi yang ia alami saat ini, dia menatap kearah langit kemudian di detik berikutnya, sebuah gelak tawa keluar dari mulutnya.
"Hehehe... Hahaha... Aku yang dulunya adalah seorang Middle God ternyata sekarang tidak berkutik melawan Seorang Early God sepertimu, bahkan jika aku harus mati, aku akan membawamu bersamaku."
Wajah Po Lun berubah menjadi pucat. Dia membuka mulut, sebuah bayangan hitam keluar dari mulutnya yang terbuka lebar.
Lonjakan Energi hitam mengumpul menjadi satu membentuk sebuah Bola raksasa, itu setidaknya seukuran satu rumah besar.
"Matilah!.."
Kai berdiam diri tidak bergerak, seringai dingin di wajahnya kini semakin melebar...
Duarr!!
Ketika bola itu menghantam Kai, area disekitarnya berubah menjadi sebuah kawah hitam, Po Lun menatap tempat dimana Kai berada yang saat ini berubah menjadi kawah besar.. Dia menyeringai lebar sambil berkata, "Hehehe bukankah kau tadi begitu sombong, sekarang walaupun aku telah kehilangan setengah dari kekuatan asliku, Aku akan bertambah kuat lagi setelah menyerap habis esensimu."
Po Lun melihat ke sekitarnya, sebuah kerutan muncul diantara alis-alis nya, "Dia sudah mati tetapi kenapa Undead yang ia panggil belum menghilang juga.. Tunggu jangan bilang.." Dia buru-buru melihat toat dimana Kai berdiri tadi, ketika asap yang mengumpul di sana menghilang, terlihat Kai dengan seringai dingin di wajahnya..
"Apakah hanya ini kartu truf terakhir mu.. Sungguh mengecewakan, ini bahkan tidak memberiku pemanasan sana sekali.. Selamat tinggal.."
Kai mencengkeram Leher Po Lun dan mematahkan tulang lehernya, tetapi hanya dengan itu tidak akan cukup untuk membunuh Po Lun.
Kai mengeluarkan sebuah bola hitam kecil dati telapak tangan kemudian memasukkan Roh Jahat kedalam Bola hitam itu.
Ding
[Berhasil membunuh dua Early God, mendapatkan 12 Triliun Poin System, 24 Triliun Poin Pengalaman]
Bahkan dengan 24 Triliun Poin Pengalaman, Kultivasi yang Kai miliki hanya dapat meningkatkan sedikit.. Yang ia butuhkan saat ini adalah sebuah dorongan yang dapat membuatnya menembus Dewa Putih dan memasuki Dewa Emas.
"Summon!.." Kai segera memasukkan bola hitam kecil kedalam mayat Po Lun, setelah bola hitam dan tubuh Po Lin menyatu, dia perlahan bangkit, tetapi tidak ada tanda kehidupan dari tubuhnya.
"Sekarang kau adalah Undead tiga!.."
Tepat ketika Kai berhasil membunuh Po Lun dan Lian, Walikota datang dengan para Kultivator kuat disisinya.
Mereka melihat ke bawah dimana tempat para Undead muncul, "Sialan!! Dia sudah keterlaluan.." Walikota berkata dengan sangat marahntetapi tidak ada hal yang dapat ia lakukan dengan kekuatannya saat ini.
Selang beberapa waktu kemudian, mereka melihat Zhukai yang saat ini tubuhnya dipenuhi dengan Aura Kematian yang begitu pekat. Jarak mereka dan Zhukai terpaut cukup jauh tetapi Walikota dan beberapa orang lainnya sudah kesulitan bernafas.
"Walikota, sebaiknya kita berhenti disini. Aku takut jika kita terbamg kebih dekat, Necromancer itu akan menjadi gila dan merubah seluruh kota menjadi Pasukan Undead nya." Ucap salah satu orang yang dibawa walikota dengan nada bergetar.
"Baiklah, kurasa tidak akan ada hal baik jika kita menyingung nya, dan untuk Putri Lun.." Walikota mengjela nafas berat kemudian menatap beberapa orang dibelakangnya, "Kita akan membicarakan hal itu nanti.."
Jainsudah sadar bahwa Walikota dan beberapa orang yang ia bawa tidak berani mendekat, dia juga tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi.. Dia menghilang seluruh Undeadnya dan menghilang dengan sangat cepat.
***
Apa yang paling dintamuti oleh para Kultivator di gurun Xinju adalah Kalajengking Gurun. Racun mereka sangat berbahaya dan dapat membunuh seorang Demigod hanya dalam hitungan detik.
Tetapi Kai memiliki Tubuh Dewa Kematian yang kebal teehadap segela jenis racun, jadi apa yang harus ia takutkan.
Ia menerjang tanpa rasa takut, Pedang Besarnya bercahaya dan menebas Kalajengking Gurun sebanyak beberapa kali.
"Tarian Pedang Api.."
Kai memutar balik pedangnya, Sebuah Panas Api muncul keluar dan itu dengan cepat membesar dan semakin membesar.
"Hiaa.."
Dengan pedang besranya yang sudah dilapisi Api, Kai melompat tinggi diudara dan membentuk sebuah Tebasan pedang berbentuk melengkung seperti bulan sabit di udara kosong.
Pada akhirnya, setelah menerimanya serangan Kai sebanyak puluhan kali. Kalajengking Gurun tidak dapat bertahan dan tumbang.
Sebelum Kai pergi meninggalkan mayatnya, sebuah cahaya berwarna hijau menarik perhatiannya.
"Apa ini? Yi'er, apakah ini adalah batu Jiwa.." Kai beratnya saat ia memutar-mutar Bola kecil berwarna hijau di tangannya.
[Itu memang terlihat mirip dengan Batu Jiwa, tetapi ini lebih langka dan berharga dibandingkan dengan Batu jiwa.. Benda ini bernama Mutiara Roh, Kai Gege sangat beruntung dapat mendapatkan harta sepeti ini]
Kai cukup terkejut ketika mengetahui benda ini merupakan harta langka tetapi sekali lagi dia bertanya, "Jadi apa manfaat dari mutiara roh ini?"
[Jika batu jiwa dapat meningkatkan kekuatan Jiwa Kai Gege, maka Mutiara Toh ini memiliki efek untuk membuat sebuah pelindung yang dapat melindungi Jiwa Kai Gege. Selain itu juga, Mutiara Roh dapat membantu memurnikan Qi yang ada di dalam tubuh serta meningkatkan Kultivasi]
"Benarkah itu? Haha jika itu memang benar, maka ini benar-benar harta yang langka.."
Sebelum Kai menelan dan memurnikan Mutiara Roh, ia mencoba menambahkan nya ke dalam Toko System tetapi...
[Mutiara Roh tidak dapat di tambahkan di Toko System...]
"Apa!! Kenapa aku tidak dapat menambahkan nya?"
[Karena Mutia Roh terbentuk dari Aura Langit dan Bumi, maka benda itu tidak dapat dimasukkan kedalam Toko System]
"Huh.. Sudahlah, saat nya memburu lebih banyak Biantang dan Menaikkan Kultivasi.." Rasa kecewa di hatinya segera menghilang dan ia memutuskan untuk memburu Biantang Buas kebih banyak.
Tanpa ia sadari sudah hampir satu bulan ia berada di Gurun Xinju dan ia juga telah membunuh banyak Binatang Buas yang tak terhitung jumlahnya.. Tetapi dari sekian banyaknya Binatang Buas yang ia bunuh, ia hanya mendapatkan Puluhan Mutiara Roh...
Kai terbang dan mencari tempat yang aman baginya untuk mengkonsumsi Mutiara Roh. Tak berselang lama. Ia menemukan sebuah Goa yang cukup besar, Kai memasang Array pelindung di sekitar Goa..
Setelah masuk kedalam Goa, Kai menemukan sebuah batu yang cukup besar, ia segera melompat dan duduk diatas batu itu dan mengambil sikap Lotus.
Dia membuka Inventory dan mengambil puluhan Mutiara Roh yang berhasil ia kumpulkan dan menelannya dalam sekali telan.
***
Bersambung..