
Setelah mengkonsumsi Pil Evolusi Naga, bukan hanya Teknik Penguatan Tubuh nya yang mencapai tingkat maksimal, Tubuh Naga miliknya juga telah berevolusi menjadi Tubuh Naga Kuno. Selain itu juga, persepsi Ilahinya telah meningkat dua kali lipat.
Jarak jangkau persepsi ilahi yang awalnya hanya setengah dari luas keseluruhan Kota Kekaisaran, kini meningkat dan mencakup seluruh Kota Kekaisaran.
Itu juga memberitahu nya dimana kedua orang yang memiliki hubungan Dewa Matahari tersebut.
Istana Kaisar!!
Pandangan matanya menjadi semakin dingin, Ia tidak tahu hubungan apa yang dimiliki Kaisar Xuanzhen dengan kedua gadis itu. tetapi jika Kaisar Xuanzhen tetapi bersikeras untuk melindunginya, maka tidak ada pilihan lain selain bertarung dengannya.
"Jadi ternyata waktu itu dia menahan perang pembunuh, Pastinya dia akan terluka jika secara langsung mencoba menahan serangan ku." Pikir Zhukai sambil mengelus dagunya.
Karena ledakan keras yang tercipta dari pemurnian Pil Evolusi Naga, setiap orang yang ada di sekitarnya bergegas keluar.
Saat ini, Kai menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana.
Kai sekali lagi menatap Yu Chi Lan dan Biao Jian, dai mengangguk beberapa kali setalah itu melesat pergi.
Setelah Tubuh Dewa nya terbuka, Selian kecepatannya yang meningkat, hampir setiap fisik tubuhnya telah bertambah kuat puluhan kali.
Hanya dalam kurun waktu yang sebentar, Zhukai telah tiba di luar Istana Kaisar. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi Istana Kaisar saat itu terlihat sangat ramai.
Karena aura kuat yang secara terus-menerus merembes keluar dari tubuhnya, itu segera tertangkap oleh beberapa orang kuat yang ada di dalam Istana.
Mereka dengan cepat melesat keluar dan berhenti ketika melihat sosok pria muda yang melayang tinggi di udara.
Hanya dengan melihat sekilas, orang akan tahu bahwa aura yang begitu kuat itu datang darinya.
"Hmm, Apa yang kau inginkan disini?" Seorang pria yang terlihat berumur 30 tahun datang menghadangnya.
"Tidak ada alasan khusus, hanya membunuh dua orang pengganggu." Hanya dalam satu kali kedipan mata, Kai sudah menghilang tepat di hadapan orang itu.
Bahkan aura miliknya juga tidak terdeksi, "Dimana dia!!.."
Pria itu menggunakan Persepsi Ilahi nya untuk mencari dimana lokasi Kai berada.
"Sial, aku tidak bisa menemukannya.."
Pria itu segera berbalik dan kembali untuk memberitahu semua itu pada Kaisar. Karena di Istana Kaisar saat ini tengah mengadakan pertemuan empat kekuatan besar untuk mempererat hubungan mereka.
Tetapi hal yang tidak mereka ketahui adalah Zhukai yang saat ini sudah berada di dalam ruangan yang berisi He Miao dan muridnya.
Meski He Miao sudah sadarkan diri, pemilihannya lebih lambat daripada Zhukai yang menyebabkan saat ini dia masih terluka.
Duarr!!..
Pintu ruangan itu meledak, di balik kumpulan debu, terlihat sosok pemuda dengan seringai dingin di wajahnya.
"Bukankah sudah aku bilang tidak akan membiarkan kalian hidup-hidup, Kekeke..."
Kai melesat dan mengepalkan tinjunya yang sudah berisi kekuatan destruktif dari tubuh Dewa.
"Guru hati-hati!!.."
Qingyi menghadang serangan Zhukai dengan tubuhnya untuk melindungi He Miao yang sedang terluka.
Akhirnya, karena kekuatan ledak yang Kai miliki dengan Tubuh Dewa nya. Qingyi terpental mundur dan menghancurkan dinding Istana.
Dia segera kehilangan kesadaran nya ketika tulangnya rusuknya hancur.
"Qingyi!!.."
He Miao berteriak keras, dia segera menoleh kearah Zhukai sambil menunjukkan niat membunuh yang begitu besar.
"Kau!! Aku akan membunuhmu.."
Sebuah belati kecil yang terselip di pinggang rampingnya melayang di atas udara, itu segera tertuju pada Zhukai dengan kecepatan yang sangat cepat.
Kai tidak menghindar, sebaliknya dia secara langsung menahan serangan He Miao dengan tubuhnya.
Beberapa ledakan terjadi secara beruntun, tepat ketik asap debu yang memenuhi ruangan itu menghilang, terlihat Zhukai yang masih berdiri Kokoh tanpa bekas luka sedikitpun di tubuhnya.
"Apa!! Bagaimana bisa, bahkan jika aku masih terluka, serangan itu seharusnya melukai tubuhmu." He Miao berkata dengan wajah pucat, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.
Tidak mungkin bagi seorang untuk meningkatkan kekuatannya secara drastis dalam kurun waktu dua hari, apalagi orang itu memiliki basis Kultivasi yang sangat tinggi.
"Tidak percaya? Lalu apa yang kau lihat saat ini.." Kai terkekeh pelan kemudian melesat dan melepaskan sebuah pukulan yang membentuk kepalan tangan dari Api Phoenix Kuno.
Zzrrttt!!..
Duarr!!..
Ruangan tempat He Miao berada meledak, dinding beserta atap dari ruangan itu telah hancur menjadi puing-puing kecil.
"Oh..." Kai menghela nafas sedikit terkejut ketika melihat bahwa orang yang menghalau serangannya adalah Kaisar Benua Xuanzhen, Han Wenqing.
"Berani menganggu di Istana ku, berarti kau tidak menempatkan aku di matamu!! Matilah.."
Swosshh!!..
Han Wenqing melesat dengan begitu cepat dengan salah satu tangannya yang membentuk kepalan. Aura miliknya yang merupakan seorang True God puncak benar-benar tidak boleh diremehkan.
Meski begitu, Kekuatan Tubuh Dewa adalah fisik tertinggi yang bisa di capai oleh seorang Kultivator di Realm Dewa, bahkan untuk Kultivator yang telah melebihi Realm Dewa akan sangat sulit untuk mencapainya.
Dua pukulan saling beradu dan menciptakan daya ledakan yang begitu keras.
Bang!!..
Kai terdorong mundur beberapa langkah sementara Han Wenqing terhempas mundur ratusan meter jauhnya.
Memanfaatkan situasi saat itu, Kai menggabungkan dua tubuh Fisiknya yaitu Tubuh Petir Abadi dan Tubuh Naga.
Karena saat ini dia telah mencapai Tubuh Dewa dalam teknik penguatan tubuh, ia tidak takut akan efek samping yang akan dihadapinya.
Penggabungan dua Tubuh Ilahinya memicu kesengsaraan Ilahi yang menghantam tubuh Zhukai tanpa ampun.
Ketika lapisan petir di tubuh Kai menghilang, sosoknya dengan dua pasang sayap naga di punggungnya benar-benar membuatnya terlihat begitu kuat.
Apalagi bola matanya yang berwarna emas berkilauan tanpa pupil memancar Petir Kuno hanya dalam sekali lihat.
Dengan kecepatan yang sangat cepat, Kai tiba di depan He Miao dan mencengkeram erat lehernya.
"K–Kumohon jangan bunuh aku.. Aku akan lakukan apa saja kedinginan mu, B–Bahkan jika.."
Sebelum He Miao dapat menyelesaikan ucapannya, dia sudah terlebih dulu terbunuh oleh Api Phoenix dari tangan Zhukai.
Meski Kai bisa menggunakan segel jiwa untuk mengikat Jiwa milik He Miao dan mendapatkan informasi, tetapi mungkin saja Sun God akan tahu keberadaannya.
"Aku akan mecari tahu sendiri di masa depan, sekarang... Kenapa kalian semua tidak keluar?" Kai melirik kebelakang dan juga di sampingnya.
Secara tiba-tiba, muncul dua orang pria dan satu orang wanita yang memakai sebuah cadar beserta kerudung tipis untuk menutup wajahnya.
"Nak, apakah kau tahu siapa wanita yang barusan kau bunuh? Dia adalah murid dari Sun God, salah satu dari 12 Dewa Perang Kuno. Membunuh muridnya sama dengan memprovokasi dia." Ucap seorang pria tua yang tidak lain adalah Kepala Akademi Kekaisaran.
Karena statusnya saat ini sebagai pewaris Star God masih belum diketahui oleh orang lain selain He Miao dan kedua muridnya, Kai tidak boleh gegabah untuk mengaktifkan Title Dewa Bintang nya.
Meski ketiga orang itu memiliki Basis Kultivasi yang sama dengan Han Wenqing, tetapi ada satu orang yang membuat perasaan tidak enak bagi dirinya.
Dia adalah wanita bercadar yang melayang di belakang, entah mengapa dari keempat orang itu, wanita itulah yang paling berbahaya.
"Hmm.. Aku harus berhati-hati terhadapnya.."
Kai mengeluarkan raungan keras untuk memecah konsentrasi setiap orang dan mengambil Pedang Phoenix Surga dari dalam Inventory nya.
***
Bersambung