
Kai menggenggam erat pedang Kaisar dengan kedua tangannya, ketika Qi miliknya mengalir masuk kedalam Pedang Kaisar, itu segera bercahaya..
"Tarian Pedang Api!!.."
Kai melesat maju dengan tubuh Fisiknya yang telah berubah menjadi transformasi Naga. Kepakan sayapnya membuat debu-debu yang berada di tanah beterbangan, ini membuat penglihatan Basilisk Api menjadi kabur.
Dentang!! Dentang!!
Setiap kali Kai mencoba menebas Tubuh Basilisk Api dengan Pedang Kaisar yang di balut dengan pusaran api, Ia merasakan seolah-olah menebas sebuah bongkahan logam yang begitu keras.
Karena serangannya sama sekali tidak menimbulkan luka, Kai menjadi semakin kesal..
"Sebenarnya, seberapa keras kulit Ular ini?"
Bahkan setelah menggunakan Telapak Dunia beberapa Kali, Kai tidak dapat melukainya sama sekali.
"Sepertinya, hanya serangan fatal saja yang dapat melukainya!.." Kai menjauh untuk mencari jarak, dia menutup kedua matanya .
"Hufff.. Haaa.." Ketika Kai membuka matanya, aura disekitarnya segera berubah.
"Title Dewa Bintang!!.."
Rambut Hitamnya berubah menjadi putih sebagian dengan tanda Api Putih di dahinya, kekuatannya segera melonjak menjadi Dewa Ilahi Tahap Bumi.
Meski saat ini perbedaannya dengan Basilisk Api hanya dua tingkatan, tetapi jarak kekuatannya bagaikan langit dan bumi.
"Badai Neraka!."
Pandangan mata Kai segera menghitam, Death Aura miliknya segera berubah menjadi asap hitam dan terserap masuk kedalam Pedang Kaisar..
Whuss!!
Whengg!!
Satu tebasan hitam muncul dan dengan cepat melesat Kearah Basilisk Api, Teriakan-teriakan dari Neraka segera memenuhi ruangan.
Tebasan Hitam itu menyusut menjadi sebuah titik hitam kecil dan menghilang, tepat ketika Basilisk Api mengira serangan Kai telah menghilang. Kepalanya meledak menjadi gumpalan daging dengan darah mengalir deras memenuhi Goa.
"Ha, akhirnya aku bisa membunuhnya–... Tunggu dulu, kenapa tidak ada notifikasi dari System? Jangan-jangan.."
Ketika Kai hendak berbalik, semburan Api segera memenuhi Goa dan membakar habis Tubuh Zhukai.
Sayanganya, Kai yang saat ini memiliki ketahanan Api yang begitu kuat, Api dari Basilisk nama sekali tidak dapat melukainya sedikitpun.
Meski tubuhnya tidak terluka, Pakaian yang dia pakai dibakar hangus menjadikan Kai telanjang bulat.
Adik kecilnya yang masih tertidur terlihat begitu kecil dibawah sana, Kai menggunakan Langkah bayangan untuk keluar dari dalam Goa, pertarungan di dalam Goa yang sempit membuatnya kesulitan bergerak.
Basilisk Api juga tidak membiarkan Kai melarikan diri begitu saja, "Sialan Kau manusia!! Kau menganggu Istirahat ku dan kau ingin pergi begitu saja? Mimpi!!.."
"Heh, kau bisa bicara? aku kira kau hanyalah binatang Idiot yang tidak punya otak!!.."
"Grraa.. Matilah!!.."
Basilisk Api menyemburkan Cairan Lava dari mulutnya, ini puluhan kali lebih panas dari Api barusan.. Bahkan Kai yang memiliki ketahanan Api yang sangat kuat sedikit merasakan ancaman dari Cairan Lava itu.
Kai tidak menghiraukan serangan dari Basilisk Api yang membabi-buta, dia terus berlari hingga mencapai sebuah Padang rumput yang begitu luas. Kau berhenti dan tertawa dengan keras.
"Kekeke.. Apakah kau berfikir aku lari karena aku takut? Kau salah besar!!."
"Summon!!.."
Ratusan Ribu Undead dan Giant Skeleton merangkak keluar dari dalam tanah, Aura Kematian yang begitu pekat memenuhi area Padang rumput dan membuat Basilisk Api menjadi sangat tidak nyaman.
"K–Kau Necromancer!!"
Kai menyeringai dingin dan tidak menjawab, Dia membuka Inventory dan mengambil sebuah pakaian disana.
"Kekeke.. Makan Ini Ular Sialan!!.."
Dari kedua telapak tangan Kai yang terbuka, muncul dua Api berbeda Warna.
Whuss!!
Kai melemparkan dua Api Ilahi yang melayang diatas tangannya, Basilisk Api yang waktu itu disibukkan dengan banyaknya Undead Nyang menyerangnya tidak dapat menghindari serangan Kai barusan.
Tetapi dengan ketahanan Fisik yang dimiliki sisiknya, Basilisk Api sama sekali tidak menderita luka. Tetapi jika kejadian itu terus berulang, ia tidak yakin dapat bertahan.
"Bangsat!! Jangan bermain licik, cepat kesini dan hadapi aku secara langsung.." Teriak Basilisk Api dengan marah, dia terus-menerus mengibaskan ekornya untuk membunuh Undead-undead yang berdatangan.
"Telapak Dunia..."
Dua Telapak tangan segera muncul dengan sinar keemasannya, di setiap jari dari telapak raksasa itu, terlihat sebuah Api berwarna Putih dan Ungu.
Ini adalah teknik gabungan dari Telapak Dunia dan Dua Api Ilahi yang Kai miliki. "Hiaaa..."
Whuss!!
Dengan Tekanan dari Telapak tangan yang begitu besar dari atas langit, Basilisk Api yang begitu percaya diri dengan ketahanan miliknya dibuat ketakutan..
"Tidak!! Aku harus lari.."
Tetapi setelah melihat banyaknya Undead yang mengelilinginya, tidak ada ruang untuk lari bagi Basilisk Api.. Pada Akhirnya, setelah terkena serangan Telapak Dunia, Tubuh Basilisk meneteskan darah yang mengalir deras membanjiri area disekitarnya.
"Arghh.. Uhuk.."
Melihat Basilisk Api yang belum mati, Kai mengerutkan keningnya.. "Dia belum mati? Serangan itu seharusnya cukup untuk menghancurkan tubuhnya menjadi berkeping-keping!"
Kai menghela nafas, Kondisi tubuhnya saat ini sama sekali tidak mendukungnya untuk menggunakan Teknik Badai Neraka sebanyak dua kali.
"Hmph.. Tidak ada cara lain.." Kedua mata Kai yang berwarna hijau segera berubah menjadi hitam sepenuhnya.
Sebuah Titik Hitam yang begitu pekat terserap masuk kedalam Pedang Kaisar..
"Arghh... Badai Neraka!!.." Kai menebas lurus Kedepan secara Vertikal, kilatan hitam segera muncul dan menyusut menjadi sebuah titik kecil dan menghilang..
Duarr!!!
Ledakan yang begitu keras terjadi dua kali lebih besar dari sebelumnya. Tanah yang merupakan pijakan dari Basilisk Api hancur dan terbelah menjadi dua.
Ding
[Kai Gege berhasil membunuh Basilisk Api, Peak God Realm, Dewa Ilahi Tahap Surga. Mendapatkan 600 Triliun Poin System, mendapatkan 1,2 Kuadriliun Poin Pengalaman]
Kai tidak dapat mendengar secara notifikasi System nya barusan, ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Tetapi, Aliran darah tetapi mengalir keluar dengan deras dari mulutnya Zhukai.
"Argh.."
Kai terjatuh dari ketinggian, Undead yang telah di summon nya telah menghilang meninggalkan jejak asap hitam di tempat mereka menghilang barusan.
"Haa.. Haa... Sepertinya aku harus menaikkan Tubuhku terlebih dulu sebelum meningkatkan Kultivasi ku lebih lanjut.."
Kai berusaha berdiri dengan tenaga yang tersisa, di a segera duduk bersila dan mengambil beberapa Pil dari dalam Inventory..
Glup!! Glup!!
Puluhan Pil segera Kai telan dalam sekali jalan, Dengan Budidaya Pelahap Bintang, memurnikan Pil penyembuh adalah suatu hal yang mudah.
Satu jam berlalu dengan sangat cepat, Kai akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya.. Dia berdiri dan menuju bangkai dari Basilisk Api tersebut.
Kai mengambilmya sebuah belati kecil dan mulai menggali di mayat Basilisk Api, "Ini intinya.."
Inti dafi Basilisk Api adalah sebuah benda seperti kristal berwarna merah darah dengan luapan Energi Spiritual di dalam Kristal tersebut.
Bukan hanya mengambil Intinya saja, Kai juga mengambil Kulit Basilisk yang di masa depan dapat ia jadian sebuah Zirah.
"Summon!!.."
Whuss!!
Mayat Basilisk Api yang telah Kai bunuh kini kembali bangkit, kekuatannya berkurang secara signifikan tetapi itu masih cukup kuat untuk melawan Peak God Realm.
Setelah Kai berubah ke penampilan normal, ia merasakan sebuah aroma yang begitu harum yang berasal dari selatan.
"Ini.. Bau makanan! Apakah ada orang lain selain diriku yang berada disini.."
Kai mengalirkan Qi miliknya keseluruh tubuh, setelahnya tubuhnya terasa sangat ringan, seringan bulu.
Whuss!!
Dengan cepat, Kai melesat pergi menuju kearah selatan dimana aroma harum itu berasal.
***
Bersambung..