Re-system

Re-system
CHAPTER 50



"Perkenalkan Nek, Namaku Shi Yan..." Ucap Kai tersenyum sambil mengulurkan tangan kanan nya.


"Eh, Shi Yan? Kurasa aku pernah mendengar nama itu.."


Gadis muda di belakang nenek Tua itu perlahan mendekat dan kemudian berbisik, "Master Dia adalah Kaisar Kai Yang telah menggantikan Posisi Kaisar Yang 4 Hari yang lalu."


"Ah, Maafkan Hamba Yang Mulia karena tidak mengetahui identitas Asli yang mulia." Ucap Nenek itu sambil membungkuk memberi hormat.


Walupun Identitas nenek itu masih misterius karena Dirinya mempunyai luka yang cukup Parah akhirnya Ia memutuskan untuk Merendah.


"Tidak perlu terlalu Sopan Nek, Anda telah membantuku kemarin Kalau boleh tahu siapa nama nenek dan Juga gadis cantik itu." Kai pura-pura bertanya walaupun dirinya telah mengetahui identitas asli Kedua orang itu berkat analisis Dari System nya.


"Aiyo... Orang Tua ini bernama Xie Jie Kau bisa memanggilku Nenek Jie, dan Ini adalah cucuku Xie Lan." Jawabnya.


Kai tersenyum tipis, Ia sudah menduga bahwa kedua orang itu akan menutupi identitas aslinya. Tapi karena mereka berdua telah menolong Kai tadi malam jadi Kai memiliki sedikit Perasaan untuknya. Akhirnya Kai memutuskan untuk membantu Menyembuhkan Luka yang dialami Jiuyang Lin Dan Juga murid nya.


Saat Kai mulai memilah-milah Ingatan dari teknik Segel Yin dan Yang Ia tahu Bahwa Segel Yin dan Yang merupakan sebuah teknik yang Luar Biasa.


Tidak hanya dapat menyatukan elemen yang bertolak belakang, Bahakan Segel Yin dan Yang juga dapat menyerap energi matahari dan bulan. Segel Yin dan Yang juga dapat membuka Sebuah Array Pengekang tingkat Tinggi yang mustahil dihancurkan bahkan oleh seorang ranah Emperor sekalipun.


Selang Sepuluh menit berlalu Kai akhirnya membuka matanya, Apa yang pertama Kali ia lihat adalah Nenek Jie yang sedang menyapu Halaman Luar bersama dengan Cucunya.


"Nenek Jie, Lanlan, Apakah kalian sudah makan hari ini?" Teriak Kai sambil merapikan tempat yang baru ia gunakan tadi.


"Ah, Yang Mulia Kami biasanya makan ketika Siang dan malam hari.." Jawab Xie Lan.


"Kalau kalian berdua belum makan bagaimana jika aku membuatkan kalian beberapa makanan sebagai tanda terima kasih."


Kedua orang itu akhirnya mengangguk setuju, Kai berjalan kearah dapur dan menyuruh Nenek Jie dan Xie Lan untuk menunggu sebentar di meja makan.


Tak sampai 15 menit Kai selesai membuat sebuah makanan yang cukup mewah dengan jumlah Puluhan Porsi.


Kedua wanita itu ternganga tak percaya, mereka tidak menyangka bahwa Kaisar baru kekaisaran Elang Api tidak hanya Tampan Ia juga pintar memasak.


Kedua wanita itu mengeluarkan air luir yang cukup banyak dari mulutnya yang membuat Kai tertawa kecil.


"Silakan dimakan tak perlu sungkan."


Tanpa Basa-basi Kedua Wanita itu dengan cepat menyantap hidangan yang Kai masak, hanya butuh waktu 5 menit untuk keduanya menghabiskan masakan yang Kai buat.


"Nenek Jie, Bolehkah aku bertanya sesuatu." Ucap Kai sambil tersenyum ramah.


"Apa itu Yang Mulia?"


"Langsung To The Poin saja... Kau terluka parah kan sekarang Nenek Jie atau bisa Kukatakan Jiuyang Lin!!" Ucap Kai dengan ekspresi datar.


Deg


Jantung Kedua orang itu langsung berdetak kencang mereka menatap Kai dengan tatapan tajam dengan aura membunuh terpancar dari keduanya.


"Katakan siapa dirimu!!" Aura penekanan Terus keluar dari Tubuh Jiuyang Lin untuk membatasi pergerakan Kai.


"Woy, santai saja... Aku tak bermaksud mencari masalah disinii..."Ucap Kai yang masih mempertahankan senyuman khasnya..


Perkataan Kai hanya dianggap oleh angin lalu oleh mereka berdua, Kai menghela nafas panjang dan berkata pelan, "Aku Bisa menyembuhkan lukamu.."


Walaupun Pelan tapi ucapan Kai kali ini langsung membuat kedua orang itu terdiam, "Menyembuhkan Luka ku? Kau hanya seorang bocah di ranah Nirwana bagaimana dirimu bisa membantuku menyembuhkan lukaku." Ucapnya tak percaya.


"Kau tak percaya? Bagaimana dengan ini." Mata Kai berubah menjadi hitam sepenuhnya seketika aura penekanan yang Wanita Tua itu keluarkan hilang seketika yang membuatnya memuntahkan darah hitam dari mulutnya.


"Gawat, Aku terlalu berlebihan untuk mengeluarkan auraku, sekarang Racun ditubuhnya mulai menyebar."


Ia langsung mendekat kearah gurunya dan mulai membantunya berdiri Ia mencoba memberikan Pil penyembuh kedalam mulut Gurunya itu.


"Hentikan, Apa kau mencoba untuk membunuhnya!!" Teriak Kai dengan tatapan Dingin.


"Kenapa Kau menyerang Master, padahal kami berdua telah menolong malam hari itu." Ucap Gadis itu penuh kemarahan.


"Ini guru Pil penyembuhnya." Saat hendak memasukkan Pil itu kedalam mulut Jiuyang Lin, Kai dengan cepat menghentikannya.


"Sudah Kubilang hentikan... apa Kau ingin gurumu cepat mati, memberinya Pil penyembuh itu sama dengan membunuhnya bodoh!!."


"Kau tahu apa, Kau hanya orang yang baru guru selamatkan Kemarin Tahu apa kau tentang kami dan luka guru."


"Kalau aku tidak salah menyebutkan, Gurumu ini bernama Jiuyang Lin, Kau sendiri bernama Luo Lan, Sekitar 10 tahun yang lalu Kalian berdua diserang oleh sekelompok orang misterius ketika sedang dalam berjalanan bukan" Menghela nafas panjang, Kai lanjut berkata, * Gurumu saat mencoba melindungi mu terkena sebuah racun yang sangat berbahaya... Racun Hitam!!"


Mendengar penjelasan Yang Kai berikan membuat Gadis itu tak bisa berkata-kata lagi Ia hanya dengan patuh menuruti apa yang Kai katakan.


"Karena Sifat Racun Hitam yang akan terus menerus menyerap Qi murni sehingga ketika Kau memberikan Oi Penyembuh Yang merupakan Pil dengan kemurnian yang sangat tinggi itu hanya akan membuat Racun yang ada di tubuh gurumu menyebar dengan cepat."


Kai terus menjelaskan secara detail Luka yang diderita oleh Jiuyang Lin pada muridnya, Mendengar Hal itu Luo Lan dilanda kesedihan yang sangat dalam.


"JJ ..Jadi Selama Ini aku hanya mencoba untuk membunuh guruku sendiri." Ucapnya pelan dengan mata Berkaca-kaca.


"Yy..Yang Mulia Kai, Kamu tahu tentang racun itu jadi pastinya Kamu tahu bagaimana mengatasinya, Kumohon tolong selamatkan Guruku.. Aku akan membayar apapun itu asalkan guruku bisa selamat." Ucap Gadis itu sambil menangis terisak-isak.


Kai mengambil sebotol Air Putih dari dalam Cincin Ruangnya. Ia melihat bahwa Wanita Tua di depannya kini telah kembali kedalam bentuk aslinya Yaitu perempuan yang sangat Cantik dengan rambut berwarna Putih dan di dahinya terdapat sebuah Tanda Api Berwarna Hitam legam.


Hal ini membuat Kai tersontak Kaget, tapi karena Kondisi Jiuyang Lin yang sangat sekarat Kai dengan segera meminum Air Itu dan kemudian mencium mulut Jiuyang Lin untuk memindah kan air yang berada di mulutnya.


Ia mengulangi Proses ini sampai Air yang ada di dalam botol habis tak bersisa. 2 menit kemudian Wanita itu mulai membuka matanya dan menyadari Luka yang diminta telah sembuh juga kekuatan perlahan-lahan mulai pulih.


Ia memeriksa keadaan disekitarnya dan menyadari bahwa murid satu-satunya sedang menatapnya dengan wajahnya yang basah dipenuhi dengan Air mata.


Kai saat ini sedang duduk dan merenung, Ia masih memikirkan tentang Kejadian Tadi dimana Wanita yang tadi terluka Parah memiliki tanda Api yang sama dengan miliknya.


Karena Tak ada alasan yang tepat untuk menjelaskannya jadi dirinya mulai bejalan kearah Dua gadis yang sedang berpelukan itu.


"Ehemm.... Apa Kalian telah selesai berpelukan."


Mendengar Perkataan Kai Jiuyang Lin teringat kejadian tadi dan membuatnya menjadi marah.


"Kau... Dari mana kau tahu identitas Ku..." Ucap Jiuyang Lin mencoba menyerang Kai.


"Master!!... Orang ini yang telah menyembuhkan Luka master." Kata Luo Lan menjelaskan.


"Haa!!... apa itu benar, Lan kau jangan mencoba membohongi gurumu. " Jawab Jiuyang Lin tak percaya.


"Itu sungguhan master Dia...@_#&@"


Setelah mendengar penjelasan dari murid nya tentang bagaimana Kai menyembuhkan lukanya.


Wajah Jiuyang Lin segera berubah menjadi merah, Pasalnya ini merupakan pertama kalinya dirinya di cium oleh seorang Pria..


"He Kamu... **-..Terima Kasih." Ucapnya malu-malu.


Kai melihat kembali tubuh Jiuyang Lin Dan tidak menemukan Tanda api itu di dahinya, "Hmm... Apakah tadi itu hanya halusinasi ku saja."


"Hei Bukankah sudah cukup untuk melihat tubuhku... aku sangat malu tahu."


Kai tak memperdulikan perkataan itu dan mulai bertanya, "Emm... LinLin, Apakah Kau mempunyai sebuah tanda Api hitam di dahimu?"