
Yang gak suka, gak baca juga gak papa. Ini juga tidak mempengaruhi Alur cerita.
Selamat Menikmati
Di dalam sebuah Kamar di Istana. Terlihat dua pasangan Pria dan Wanita sedang duduk di atas sebuah kasur yang besar. Dia adalah Kai dan perempuan itu adalah Yi.
Setelah melakukan Hal itu dengan Jiuyang Lin, Yi sedikit cemburu dan memaksa Kai untuk melakukan hal itu dengannya.
"Yi? Apakah kamu benar-benar ingin melakukan itu denganku?" Kai bertanya sambil tersenyum canggung.
"Hmph.. Kai Gege benar-benar kejam, kenapa bukan Yi yang pertama?" Yi dengan cemberut berkata, ia benar-benar tidak senang karena bukan dirinya yang menjadi orang pertama di mata Kai.
"Ahh, itu... " Sebenarnya Kai memang ingin malam pertamanya bersama dengan Yi, tetapi bagaimana pun. Ia memiliki Title kaisar bintang dan juga Jiuyang Lin adalah seorang Permaisuri Bintang. Itu membuat semacam ikatan yang menguat Kai terus-menerus bernafsu hanya dengan kontak fisik dengan Jiuyang Lin.
Nafsu itu terus menjalar dari dalam tubuhnya dan itu bukanlah sesuatu yang dapat ia tahan, apakah ini karena Title nya sebagai Kaisar Bintang? Kai tidak tahu.
"Huhh..." Yi mengeluarkan nafas panjang, Ia juga mengetahui situasinya saat itu. Dia sangat geram pada dirinya sendiri karena tidak menghentikan Kai untuk bertemu dengan Jiuyang Lin.
Tetapi bagaimanapun hubungannya dengan Jiuyang Lin dan Bibi Yao semakin dekan setiap harinya. Mereka saat ini sudah sangat dekat kayaknya saudara perempuan.
Jadi tidak peduli siapa yang pertama, mereka semua adalah istrinya di masa depan.
Kai sedikit melirik Yi dan melihatnya sudah melepas pakaian, ia juga dengan cepat melepas pakaiannya.
"Kai Gege... " Tepat ketika dirinya selesai melepas baju, ia mendengar suara yang begitu hangat membisik di telinganya..
Itu adalah Yi, tubuhnya yang saat ini sudah benar-benar telanjang bulat. Itu memperlihatkan lekuk tubuh dan kulit putih seputih salju.
Kai menelan ludahnya ketika mendapati Tubuh Yi tanpa seutas kain pun menutupi tubuhnya. Dapat terlihat tubuhnya benar-benar sangat indah.
Dua buah dada besar dan juga buah ceri yang ada di tengah-tengah dadanya itu membuat Adik Kecil Kai terbangun dari tidur panjangnya
"Haa!! ..." Nafsu dalam diri Kai terbakar, Kemudian ia menggenggam erat kedua tangan Yi dan mulai menjilati telinganya.
"Ahh... Emmm..." Yi terus-terusan mengeluarkan erangan. Entah kenapa mendengarkan suara desahan Yi, tubuh Kai tiba-tiba menjadi semakin panas.
Tubuh Yi benar-benar lemas dan tidak berdaya, wajah imutnya yang biasa ia tunjukan setiap hari kini menjadi sangat bernafsu.
Setelah merasakan Bahwa milik Yi benar-benar basah, Kai mulai melakukan apa yang biasanya dilakukan pasangan.
Suara Rintihan dan nafas yang terengah-engah menggema di seluruh ruangan, "Ahhnn... Ah, ah.. Kai Gege aku.."
Kai segera mencium mulut Yi yang begitu mungil, ia segera memasukkan lidahnya kedalam dan menjelajahi setiap sudut mulut Yi.
Anehnya Yi juga melakukannya dengan sangat baik, dan ini membuat Kai merasakan Nikmat.
Tepat ketika kedua orang itu berada dalam pikiran masing-masing dan Kai juga sudah mencapai batas. Pintu Kamar tiba-tiba terbuka.
"Klak!!."
"Araa~ Tuan muda. Apakah aku menganggu kalian?" Dia adalah bibi Yao, ketika ia melihat Kai dan Yi sedang melakukan hal itu, ia sedikit terkejut tetapi wajahnya kembali menjadi tenang.
Ia kemudian bertanya dengan nada yang tidak bersalah. "Kalau begitu aku permisi." Bibi Yao pergi sambil mengungkapkan senyuman manis.
Sementara itu, Kai dan Yi benar-benar merasa sangat malu, tepat ketika ia dan Yi sedang melakukan Mantap-mantap, ternyata mereka tertangkap basah oleh Xia Bing Yao. Betapa memalukannya ini!!
Nafsu membara di hati Kai seketika menghilang, kejadian tadi benar-benar membuatnya tidak berminat lagi untuk melanjutkan.
Ia segera pergi meninggalkan Yi yang sendirian di dalam ruangan.
Sama seperti Zhukai, Yi juga menjadi sangat malu dan tidak memiliki minat lagi untuk melanjutkan. Yi sedikit mengernyit dalam hatinya dan berteriak keras.
"Kakak perempuan Yao, kamu sangat jahat."
Sementara itu si pelaku saat ini dengan santainya berbaring di atas kasur, Mengingat kembali kejadian tadi. Bibi Yao mengeluarkan tawa, "Hehe... "
Tamat!!