Re-system

Re-system
Terlalu Lemah



Setelah Xiao Lun mendengar perkataan dari penjaga gerbang, dia menjadi sangat marah..


Brakk!!


Dia memukul dinding menciptakan sebuah lubang yang cukup dalam, "Pergi.. Beritahu semua tetua untuk pergi ke halaman." Xiao Lun berteriak pada pria paruh baya di depannya setelah itu dia bergegas pergi keluar.


Di halaman Mansion Kediaman Keluarga Xiao, terlihat banyaknya Kultivator kuat dari Keluarga Xiao yang sedang menghadang seorang Pemuda yang berpakaian serba hitam.


"Hoi kau.. Apakah ada masalah dengan otakmu? Berani sekali menyerang keluarga Xiao seorang diri. Biar aku lihat bagaimana akhir dari hidupmu nanti Hahaha.." Salah satu Kultivator dari Keluarga Xiao mengeluarkan ejekan sambil mengarahkan tombaknya pada Zhukai.


"Hmph.." Kai mengeluarkan dengusan dingin, Setelah itu dia menatap tajam kearah Kultivator dari Keluarga Xiao dan berkata pelan. "Terlalu berisik!! Sebaiknya kau nikmati sisa hidupmu karena sebentar lagi kau akan merasakan apa itu kematian.."


"Meraskaan kematian? Haha kau pintar melawak rupanya Haha... Rasakan ini."


Dia mengangkat tombaknya tinggi-tinggi dan langsung menerjang maju kearah Zhukai, "Tombak Naga Xiao!!."


Kultivator itu segera menebas lurus Kedepan dan memunculkan sebuah tebasan lengkung berwarna biru.


Kai menghela nafas, Dia mengangkat tangan kanannya. Tiba-tiba sebuah Api berwarna ungu melahap serangan dari Kultivator itu.


"Apa!! Bagaiamana bisa itu terjadi.." Ucap Kultivator itu tak percaya. Dia segera menebas lagi dan lagi hingga memunculkan puluhan tebasan dengan kekuatan penghancur yang hebat.


"Hah.. Sebenarnya aku ingin membunuh kalian tepat ketika Patriak kalian datang, tetapi Sayanganya kalian sendiri yang mencari kematian lebih cepat.."


Kai berdiri diam, Tubuhnya segera mengeluarkan aura hitam yang merupakan aura kematian. Matanya berubah menjadi hijau sepenuhnya tanpa adanya bola mata.


Dengan berubahnya penampilan Zhukai saat ini, sifatnya juga seketika berubah dengan cepat. Dia mengeluarkan sebuah tawa yang begitu menakutkan, tak berselang lama setelah itu, Ratusan ribu Undead mulai keluar satu persatu dari tanah.


"Awass!! Itu Undead..."


"Hati-hati.. Dia seorang Necromancer!!."


Aura kematian dari para Undead segera memenuhi halaman dari Keluarga Xiao, "Sialan!!.. Kalian jangan melawan para Undead itu, mereka akan terus bangkit bahkan setelah kalian bunuh ratusan kali. Serang dia!!"


Salah satu Kultivator Ranah Early God, berteriak keras pada teman-teman nya. Walaupun apa yang dikatakannya telah tersampaikan di telinga setiap orang tetapi Undead yang Zhukai keluarkan sangat menganggu mereka.


"Kekeke.. Sekumpulan semut dari Keluarga Xiao benar-benar tidak punya otak. Sayang, Mereka semua sekarang sudah disibukkan oleh para Undead milikku, kini giliranmu untuk menghabisi mereka."


Di udara, Kai memanggil Jiuyang Lin yang berada tak jauh darinya untuk datang. Jiuyang Lin cukup terkejut dengan penampilan Suaminya saat ini tetapi itu segera menghilang. Entah seperti apa dan sejahat apa Kai dimasa depan, itu tidak akan mengurangi rasa cinta yang dimilikinya pada Zhukai.


Jiuyang Lin mengangguk kemudian segera memejamkan kedua matanya, Tanda Api hitam di dahinya segera menyala, hal yang sama juga terjadi pada Zhukai. Di dahinya juga muncul tanda Api Putih, kedua Api itu segera menyatu..


Whuss!!


Kultivasi Jiuyang Lin kini meningkat satu Ranah.. Dia yang awalnya seorang Early God, Dewa Kuning Tahap Akhir meningkat menjadi Dewa Hitam Tahap Akhir..


"27 Tebasan Keluarga Jiuyang!!"


Jiuyang Lin membuka matanya yang indah, dia mengalirkan Qi miliknya kedalam pedang putih panjang yang dipegangnya, setelah itu dia melesat dengan begitu cepat dan mulai menebas sebanyak 27 Tebasan dalam satu Waktu kearah semua Kultivator Keluarga Xiao yang saat ini disibukkan oleh Undead.


"Arghh.."


"Tanganku.. Arghh.."


"Ahh, Tidak..."


Kekuatannya kini dapat dibandingkan dengan Early God, Dewa Emas Tahap Akhir.


Tak berhenti sampai disitu, Jiuyang Lin dengan kejam memanggil sebuah Api dari Tanda di dahinya, itu berwarna hitam dan sangat panas.


Dia segera melepaskan Api itu kebawah dan meledakkan Ribuan Kultivator Keluarga Xiao di bawah sana.


"Uhuk!! Uhukk!!.." Jiuyang Lin batuk dan segera meludahkan sedikit darah dari mulutnya.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?"


Jiuyang Lin berbalik dan menatap Kai sambil tersenyum hangat, "Aku tidak apa-apa.. Terima kasih sayang."


Setelah itu Kai menyuruh Biao Jian untuk berubah wujud menjadi Phoenix dan menyuruh Biao Jian membawa Jiuyang Lin di punggungnya, "Sayang kamu istirahat dan lihat bagaimana suami mu ini menghancurkan Keluarga Xiao!!"


Jiuyang Lin dengan patuh mengangguk, "Sayang... Aku akan mengandalkan mu, jadi berhati-hatilah."


Kai mengangguk setelah itu memagil Undead satu, dua, dan tiga untuk Menjaga Jiuyang Lin. Dia sebenarnya tidak ingin Jiuyang Lin mengotori tangannya dengan darah, tetapi dia sangat tahu bagaimana perasaan Jiuyang Lin tentang rasa sakit yang ia rasakan.


Dia segera turun ke tanah dan mensummon semua Kultivator dari Keluarga Xiao yang baru saja Jiuyang Lin bunuh.


Tak berselang lama setelah Kai mensummon hampir 12 Ribu Kultivator dari Keluarga Xiao, datang seorang Pria paruh baya diatas langit dengan tekanan yang mendominasi.


Sayangnya Kai sama sekali tidak terpengaruh dari tekanannya. Xiao Lun segera menatap kebawah dengan kedua alisnya terkejut, terlihat saat ini Anggota Keluarga Xiao yang mati telah bangkit menjadi mayat hidup yang tak memiliki Jiwa.


"Dasar Necromancer Biadab!! Berani sekali kau menbuat Anggota keluarga Xiao ku menjadi Mahluk rendahan seperti ini.."


"Kekeke.. Kau bicara omong kosong pak tua, saat kau mati nanti, mayatmu juga akan kuubah menjadi salah satu Undeadku."


"Hmph.." Xiao Lun memberikan sebuah dengusan dingin, dia segera mengambil sebilah pedang yang berada di punggungnya.


"Mati!!.."


Xiao Lun melesat maju dan menyerang Kai dengan Pedang di tangannya.


Ting!! Ting!! Ting!!


Suara benturan besi terdengar dari pertarungan Kai dan Xiao Lun. "Siapa pemuda ini? Dia sangat kuat, tetapi kenapa aku tidak pernah mendengar namanya sama sekali di Dataran Xuan?" Pikir Xiao Lun sambil menebak-nebak Identitas Zhukai yang sebenarnya.


Dia mundur puluhan meter untuk mengambil jarak kemudian segera mengalirkan Qi miliknya kedalan Pedang.


"Hiaa..." Xiao Lun berteriak keras dan menebas maju. Kekuatannya sebagai seorang Middle God Realm, Kaisar Dewa Tahap Setengah langkah bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan oleh orang biasa yang memiliki basis Kultivasi yang sama dengannya.


Tetapi Sayanganya dia melawan Zhukai kali ini, Bahkan ketika Zhukai masihlah di tahap Raja Dewa Tahap Akhir, dia bisa membunuh seorang Peak God. Sekarang dengan kekuatannya di Ranah Dewa Suci, melawan Xiao Lun adalah hal yang mudah.


Boomm!!


Ledakan keras terjadi ketika serangan Xiao Lun mengenai Zhukai, tetapi detik selanjutnya Xiao Lun tercengang melihat bahwa Kai masih berdiri tegak di atas tanah tanpa luka sedikitpun.


"Apa hanya ini kekuatan dari Patriak Keluarga Xiao?.. Terlalu lemah!!.."


****


Bersambung..