Re-system

Re-system
Aku? Sun Wukong



Setelah Kai kembali ke dalam kamarnya, dia dan Clone nya segera menyatu menjadi satu. Saat itu, Kai sedang terlentang di atas kasur perlahan membuka matanya.


"Sekte DuanJin lagi? Apakah ini suatu kebetulan atau.."


Kai segera menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk tidak memikirkan itu lebih lanjut.


"Altar Pembangkitan? Bloodline terkuat? Aku akan bertanya pada guru besok pagi."


Kai membuka Inventory nya dan mengambil beberapa Pil tingkat Dewa. Setelah itu dia mulai berkultivasi menggunakan Budidaya Pelahap Bintang.


Whuss!!


Pusaran energi spiritual segera bergejolak di atas Kepalanya Zhukai yang kemudian segera memasuki Dantian nya.


Boom!!


Dengan Budidaya Pelahap Bintang miliknya saat ini yang sudah berada di tingkat Ilahi, dia bisa menyerap ratusan Pil tingkat Dewa hanya dalam kurun waktu tiga puluh detik.


Meski Latihan seperti itu tidak efektif untuknya, Kai terus melanjutkan latihan seperti itu hingga pagi hari menjelang.


Sinar matahari pagi mulai masuk kedalam kamar Zhukai melalui celah-celah jendela. Sementara itu, Kai yang merasakan hawa hangat disekujur tubuhnya segera membuka jeda matanya dan menghentikan latihannya.


"Sudah pagi rupanya, saatnya mengunjungi guru."


Kai beranjak dari tempat tidur nya dan mulai berjalan kearah pintu. Klak!!


Pintu terbuka, Kai melangkah keluar. Hanya beberapa detik setelah itu, Kai melihat sosok Pria tua dengan janggut panjang menatapnya dengan senyuman.


"Salam guru..." Kai membungkuk memberi hormat.


"Sudah aku katakan, tidak perlu, bersikap terlalu sopan." Iblis pedang berkata sambil menyuruh Kai segera berdiri.


"Jadi, apa ada alasan kedatangan guru kemari?"


"Hehe, tentu saja.. Dulu sekali aku pernah memberimu Garis keturunan Kera Suci bukan? Hari ini aku akan mengajakmu ke Altar Pembangkitan untuk membangkitkan garis keturunan mu."


Mendengar kata 'Altar Pembangkitan' dari mulut gurunya, Kai tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya.


"Altar Pembangkitan? Guru, bisakah kamu menjelaskan tentang hal itu." Kai berjalan mengikuti Iblis Pedang di belakangnya sambil bertanya.


Sementara itu, Iblis Pedang juga menjawab tanpa menghentikan langkahnya, "Altar Pembangkitan adalah Artefak peninggalan leluhurku, dan itu adalah tempat dimana seseorang akan membangkitkan Garis Keturunannya...."


Iblis Pedang terus menjelaskan secara mendetail, dia tiba-tiba berhenti disebuah bukit kecil yang berada tak jauh dari kediamannya.


"Eh..." Kai tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh dan mulai memejamkan matanya sebentar.


Tepat ketika dia membuka kedua matanya lagi, Seringai dingin terlihat di wajah tampannya. "Kekeke.. Mencoba lepas dari pengekang jiwaku? Aku akan memberimu pelajaran nanti."


Dari dalam ruang kesadarannya, Kai mengeluarkan Api Neraka yang kemudian membakar Jiwa dari Tetua Lin tanpa ampun.


"Ahh.. Ahh.. Panas.." Tetua Lin yang saat itu sedang berada di ruang latihannya tiba-tiba meronta-ronta di atas lantai.


Dia bisa merasakan rasa panas yang begitu membakar di sekujur tubuhnya, dan itu membuatnya hampir kehilangan kesadaran.


Penyiksaan seperti itu jauh lebih buruk dari pada kematian, tetapi Tetua Lin tidak bisa bunuh diri karena saat ini Jiwanya ada dibawah kendali Zhukai.


Hanya setelah setengah jam berlalu, rasa panas di sekujur tubuhnya perlahan mereda dan akhirnya menghilang.


"Hah Hah Hah..."


Setelah beberapa saat Tetua Lin mengambil nafas lega, dia segera kehilangan kesadaran nya dan tergeletak di atas lantai.


Sementara itu, Kai yang saat ini sudah sampai di Altar pembangkitan membelalakkan matanya penuh kekaguman menatap sebuah Altar yang begitu besar dengan rune-rune kuno di setiap sisinya.


"Duduklah disana Kai, Alirkan Qi milikmu keluar dari dalam tubuh dan biarkan kesadaran mu terbawa arus. Ingat ini, jangan melawan arus itu atau kamu akan mendapatkan cidera yang cukup serius." Iblis Pedang berkata dengan tegas.


"Baik guru, aku akan mengingat hal itu."


Kai melompat kearah Altar Pembangkitan dan segera duduk tepat di tengah-tengah altar itu. Dia memejamkan kedua matanya dan mulai mengalirkan Qi miliknya untuk keluar dari dalam tubuhnya.


Ketika aliran Qi Zhukai merembes keluar dari tubuhnya, itu dengan cepat terserap oleh rune-rune kuno yang mengitari Altar Pembangkit.


Rune-rune kuno itu menyala dan mengeluarkan cahaya emas, Lapisan pelindung tipis segera muncul di setiap sisi Altar pembangkitan memungkinkan seseorang untuk tidak dapat masuk kedalam.


"Semoga kamu bisa menyelesaikan ujiannya muridku." Iblis Pedang bergumam pelan.


Sementara itu, kesadaran Zhukai seolah-olah di tarik oleh kekuatan misterius. Tepat ketika Kai membuka mata, dia melihat sebuah Padang rumput yang begitu luas dengan banyaknya burung-burung yang beterbangan di atas langit.


"Dimana ini? Ini tidak terlihat seperti ilusi." Kai bergumam pelan, dia melangkahkan kakinya maju untuk mencari sesuatu yang lain.


"Ini Aneh. Selain diriku, aku tidak dapat menemukan adanya Energi kehidupan yang lain." Kai terus-menerus menggunakan Persepsi Ilahinya untuk mencari sebuah petunjuk.


Whuss!!


Secara tiba-tiba, muncul sosok bayangan hitam yang kemudian berubah menjadi seorang pria dengan bulu yang begitu tebal di sekujur tubuhnya.


"Eh, bukankah dia terlihat seperti..."


Kai berjalan mendekat kearah pria itu dan segera bertanya, "Permisi, apakah kamu tahu dimana ini? Dan juga bagaimana caraku keluar dari tempat ini."


Setelah menunggu hingga beberapa menit, sosok pria dengan tubuh dipenuhi bulu itu tidak menjawab.


Kai yang bosan menunggu akhirnya berbalik untuk pergi, tepat ketika dia akan melangkahkan kakinya pergi. Pria itu berbicara pelan.


"Hoaamm.. Sudah berapa lama aku tertidur? sendirian disini sungguh membosankan."


Pria dengan tubuh dipenuhi bulu itu akhirnya menoleh kearah Zhukai, dia terkejut dan segera berbicara.


"Yoo brother, bagaiamana bisa kamu berada disini?"


"Aku juga tidak tahu, aku hanya berdiam diri di Altar Pembangkitan yang ada di sekte Kera Suci dan secara tiba-tiba kesadaranku ditarik kesini." Jawab Zhukai.


"Altar Pembangkitan? Kenapa aku seolah pernah mendengarnya... Ooohh, Aku ingat. Bukankah itu Artefak sampah yang aku tinggalkan untuk murid bodohku, Jadi sekarang Artefak itu masih ada." Pria itu tertawa terbahak-bahak ketika mengingat kembali masa lalunya.


Melihat pria itu tertawa tidak jelas, Kai mengerutkan keningnya. "Apakah orang ini gila?"


"Jika kamu menggunakan Artefak itu, mungkinkah kamu ingin membangkitkan sebuah Garis darah tertentu?" Pria itu berhenti tertawa dan menatap Kai serius.


Dengan perubahan atmosfer yang tiba-tiba, Kai bisa merasakan bulu kuduknya berdiri karena tatapan pria itu.


"Kamu benar, aku datang kesini untuk membangkitkan Bloodline Kera Suci."


"Jika begitu, ikuti aku.."


Mereka berdua segera terbang tinggi di atas langit, Kai menggunakan sayap Naganya untuk menambah kecepatan terbangnya. Meski Kai telah menggunakan kecepatan penuhnya, dia sama sekali tidak bisa mengejar pria dengan tubuh yang dipenuhi bulu itu.


"Heh, Aku terlalu meremehkan pria ini. Dengan basis Kultivasi Dewa Purba nya, dia masih bisa mengikuti setengah dari kecepatan asliku." Pikir Pria itu dalam benaknya.


Tak berselang lama, mereka berdua segera turun dan berhenti di sebuah jurang dengan jembatan yang sangat panjang di depan Kai.


"Baiklah, jika kamu bisa melewati jembatan ini. Akan ada sebuah botol yang berisi carian pembangkit. Dengan itu, kamu bisa membangkitkan garis darahmu."


"Terimakasih senior atas bantuannya, jika boleh tahu siapa nama senior ini?"


"Aku? Sun Wukong..."


****


Bersambung..