
Jauh di puncak gunung, Zhukai yang masih tidak sadarkan diri perlahan membuka matanya.
Awan yang telah mendung sedari tadi mulai mengeluarkan rintikan air hujan. Sementara itu, di bawah sana, Zhukai yang sudah sadar mulai berdiri dan menggerakkan tubuhnya.
Pakaian nya yang penuh dengan darah yang sudah mengering kini basah dan dipenuhi lumpur, itu benar-benar membuat Zhukai sangat tidak nyaman.
"Ah benar, apakah mereka berdua mati setelah serangan terakhirku itu?"
Meski mencoba berfikir, Kai tidak tahu karena dia sudah kehilangan kesadaran nya sebelum menyaksikan serangannya menghantam He Miao.
"Aku akan memikirkan itu nanti, untuk saat ini sebaiknya aku segera kembali. Jian'er dan Lan'er pasti sedang khawatir disana.."
Kai mengganti pakaiannya dengan pakaian baru agar Yu Chi Lan tidak khawatir. Ia kemudian duduk diatas sebuah batu dan memulihkan tenaganya.
Setelah Lukanya hampir sepenuhnya sembuh, ia berdiri dan melesat kembali ke penginapan.
Benar saja, setelah dia sampai di penginapan. Biao Jian dan Yu Chi Lan menunggunya tepat di depan pintu masuk.
"Darimana saja kamu? Bukankah kamu mengatakan tadi ada urusan? Kenapa begitu lama.." Yu Chi Lan berkata dengan Tatapan matanya yang tajam, seolah tahu tentang apa yang baru saja Kai lakukan.
"Yaa.. Aku memang ada urusan, itu memerlukan waktu yang sedikit lama haha haha.."
Karena insting wanita Yu Chi Lan yang sangat tajam, dia segera tahu bahwa Zhukai saat ini tengah berbohong. Tetapi dia tidak bertanya lebih lanjut dan membiarkan pria itu duduk di atas kursi.
"Sayang, kamu tidur dengan ibu malam ini ya. Kakak Zhukai terlihat kelelahan, biarkan dia berisitirahat dulu.."
Biao Jian dengan patuh mengangguk, dia mengecup pipi Zhukai lembut setelah itu mengucapkan selamat tidur padanya.
"Selamat tidur juga Jian'er.."
Ketika ibu dan anak itu telah tertidur di atas kasur, Kai berdiri dan membuat sebuah array pelindung disekitarnya.
Dia duduk dalam posisi bersila, tangan kanannya mengambil cincin ruang yang ada di dalam sakunya setelah itu mengeluarkan sebuah kotak kayu yang terdapat ukiran naga disetiap sisinya.
Tanpa ragu, Kai membuka mulutnya dan menelan Pil itu.
Dia memejamkan kedua matanya dan mulai memasuki lautan kesadarannya. Terlihat Meridian tubuhnya yang terhubung dengan sebuah bola besar berwarna biru yang terus memancarkan Aura kehidupan yang kuat.
Sementara itu, Pil Evolusi Naga yang baru saja dia telan dengan cepat mulai bereaksi. Itu tersebar keseluruh tubuhnya dan mulai memperbaiki seluruh Anggota tubuhnya.
Pertama adalah proses pemurnian tulang, sama seperti yang pernah Kai alami ketika mencoba meningkatkan kekuatan fisik nya, hal paling sulit dari semua itu adalah pemurnian tulang.
Bukan hanya prosesnya yang membutuhkan waktunya sangat lama, tetapi itu juga menyakitkan.
Apalagi saat ini fisiknya sudah mencapai tingkat yang luar biasa, bahkan untuk menahan serangan dari seorang Dewa Semesta, Kai masih sangat yakin dapat menahannya untuk beberapa kali.
Tetapi itu berbeda dengan kasus dimana dia melawan He Miao, karena dia dapat menggunakan kekuatan dari Dewa Matahari, meskipun itu hanya sepersekian saja, itu sudah dapat melukai fisiknya.
Ktraakk!!..
Suara retakan tulang terdengar begitu keras, noda darah terlihat di sudut mulut Zhukai dan terus menetes keluar dari mulutnya.
Tukang Zhukai yang secara terus-menerus di tempa membuat rasa sakit yang bahkan ratusan kali lebih kuat ketika dia mencoba untuk mendapatkan Tubuh Suci dulu.
"Ggrrr...."
Kai menggertakkan giginya menahan rasa sakit dari tulangnya yang telah di tempa ulang.
Meski begitu, Kai mengabaikan rasa sakit yang terus meningkat seiring waktu dan memutuskan untuk mengolah teknik Penguatan Tubuh beserta Tubuh Naga miliknya
Setelah Proses penempaan tulang berakhir, kini Kulit dan dagingnya juga di tempa ulang. Meski itu sedikit sakit, itu tidak sesakit proses penempaan tulang.
Waktu terus berlalu dengan sangat cepat, malam hari telah berlalu di gantikan oleh sinar cahaya matahari yang masuk melewati celah-celah jendela.
DI atas kasur, Biao Jian terbangun dari tidurnya.
"Hoaammm... Eh, kakak masih berlatih?" Tatapan matanya segera terfokus pada Zhukai yang sedang duduk di atas lantai sambil memperlihatkan wajahnya yang sangat pucat.
Bahkan pakaian yang dia kenakan saat ini dipenuhi oleh bekas darah yang sudah mengering.
Karena begitu terkejut, Biao Jian bergegas untuk membangunkan ibunya.
"Ibu, Ibu.. Cepat bangun!."
Dia secara terus-menerus menggoyangkan tubuh ibunya berharap ibunya segera bangun.
Tak butuh waktu lama, Yu Chi Lan terbangun dan begitu terkejut ketika melihat ekspresi khawatir di wajah putrinya.
"Jian'er ada apa?" Sambil menguap beberapa kali, Yu Chi Lan bertanya.
"Ibu-Ibu, kondisi kakak terlihat parah, bisakah ibu membantunya.."
Dengan perkataan putrinya barusan, Yu Chi Lan tersentak kaget dan menoleh ketempat Kai berada.
"Ini tidak baik, dia mengkonsumsi Pil Evolusi Naga tanpa menggunakan sisik Naga kuno. Ah, ini salah ku juga belum memberitahunya."
Karena fisik manusia dan Naga adalah dua hal yang berbeda, untuk seorang manusia bisa mencapai kekuatan fisik setara dengan Naga Kuno, mereka harus menahan efek samping pemurnian nya.
Tetapi ada satu cara yang hanya di ketahui oleh sedikit orang, yaitu jika ingin menahan efek samping dari konsumsi Pil Evolusi Naga, seseorang harus memurnikan sisik dari naga kuno terlebih dahulu.
Tetapi jika orang menggunakan cara itu, efek yang dia terima dari konsumsi Pil Evolusi Naga akan berkurang.
"Kita tidak bisa mendekat Jian'er, itu akan membahayakan nyawanya. Kita hanya bisa pasrah dan berharap bahwa Zhukai dapat bertahan dari efek samping itu." Ucap Yu Chi Lan mencoba menenangkan putrinya.
Meski terlihat begitu, sebenarnya Yu Chi Lan sangat khawatir tentang keselamatan Zhukai, ia telah bersama Zhukai untuk waktu yang terbilang cukup singkat. Tetapi jauh di dalam hatinya, ia sedikit menumbuhkan rasa cinta padanya.
Karena dalam sejarah di Alam Dewa, tidak ada seorangpun yang berhasil memurnikan Pil Evolusi Naga tanpa barang tersebut
Sementara itu, di dalam lautan kesadarannya. Zhukai yang secara terus menerus berusaha bertahan dari efek samping Pil Evolusi Naga terus mengerang dengan sangat keras.
Pada saat-saat kritis itu merupakan waktu terbaik bagi Zhukai untuk meningkatkan Teknik Penguatan Tubuh nya ke tingkat maksimal.
"Sedikit lagi, kumohon tubuhku bertahanlah sedikit lagi..."
Kai dengan sekuat tenaga terus mengolah Teknik Penguatan Tubuh nya, meski sangat menyakitimu, Kai mengabaikan seluruh rasa sakit itu.
Sementara itu, Tubuh Aslinya terlihat sangat parah. Aliran darah yang terus mengalir keluar melalui lubang hidung dan telinga nya membuat Kai terlihat berendam darah.
Hingga beberapa waktu berlalu setelah itu, Kai dapat merasakan ada sebuah energi misterius terbentuk di samping Dantian nya.
Whengg!!!
Duarr!!!..
Array Pelindung yang mengelilinginya seketika hancur bersamaan dengan ledakan keras yang tercipta karena dirinya menghancurkan penginapan dan beberapa rumah lain yang berada disekitarnya.
Tak jauh darinya, Yu Chi Lan dan putrinya yang terhempas karena ledakan tiba-tiba itu begitu terkejut ketika melihat perubahan Zhukai yang secara tiba-tiba.
Bahkan bagi Yu Chi Lan sendiri, tekanan yang dikeluarkan dari tubuh Zhukai sedikit membuat nya bergidik Ngeri.
"Anak ini benar-benar monster!!.."
"Teknik Penguatan Tubuh Tahap Akhir : Tubuh Dewa!!!.."
Di atas udara, Kai perlahan membuka kedua matanya. Tidak ada yang berubah dari fisiknya kecuali perubahan pada warna bola matanya.
Bola matanya yang awalnya berwarna hitam kini berubah warna menjadi warna biru terang.
Kai sedikit menundukkan kepalanya kebawah untuk melihat Yu Chi Lan dan Biao Jian, dia tersenyum agar mereka berdua tidak khawatir.
"Sekarang, ayo kita bunuh dua orang suruhan Dewa Matahari itu.."
***
Bersambung.