
Tengah malam di sebuah kota terlihat seorang pemuda sedang tertawa di gelapnya malam, Sesuatu seperti asap hitam keluar dari tubuh pemuda itu.
Asap hitam itu mulai menyebar kesatu arah dan kemudian menghilang, "Akan kulihat bagaimana kau mengatasinya." Ucap Pemuda itu tersenyum menyeringai.
Asap hitam itu terbang dengan cepat menuju sebuah rumah Walikota, tanpa ada yang menyadarinya, Kumpulan asap hitam itu kemudian mulai mengelilingi seorang pria paruh baya yang sedang duduk di meja kerjanya.
Pria paruh baya itu tidak menyadari kehadiran Asap hitam itu, Seketika tubuh pria paruh baya itu langsung bergetar hebat, Ia menyentuh dadanya yang terasa sakit dan memegangi kepalnya yang terus berdenyut.
Matanya kini mulai merah berlinang darah, hidungnya terus menerus mengeluarkan darah segar dan mulutnya mengeluarkan seteguk darah.
Tapi saat ia hampir kehilangan nyawanya, kumpulan asap hitam itu mulai menghilang, Menyadari rasa sakit di tubuh ya mulai menghilang Pria paruh baya itu langsung tergeletak pingsan karena banyak kehilangan darah.
"Kurasa cukup sampai disini saja, mengambil hidupnya itu kurasa terlalu kejam." Gumam Pemuda pelan.
Di Penginapan Lee, seorang Pria berjanggut sedang duduk di sebuah kasur. Wajahnya kini menunjukkan ekspresi Khawatir.
"Kenapa Tuan muda masih belum sampai, Bukankah ia hanya sedang berjalan jalan saja." Ucapnya terus menerus khawatir.
"Jika 5 menit lagi tuan muda masih belum datang, sebaiknya aku harus segera mencarinya keluar."
Setelah menunggu selama 5 menit dan Kai masih belum datang, Paman Zhong langsung beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap keluar.
Ketika jaraknya dengan pintu kamar hanya terpusat 2 meter saja, terdengar suara pintu terbuka dari depannya.
"Ee... Paman Zhong, Apa yang sedang kau lakukan." Terdengar suara pemuda dari balik pintu.
"Ah tuan muda, kau mengagetkanku saja.. Aku baru saja ingin mencari mu, kenapa lama sekali jalan jalannya." Ucap Paman Zhong Sedikit khawatir.
"Maaf Paman, aku tadi terlalu asik bermain Andi aku sampai lupa waktu."
"Yasudah, Mari kita makan tuan muda. Aku telah memesan makanan yang paling populer disini."
Mereka berdua turun setelah berbincang-bincang sebentar, di dalam Ruang makan disana terlihat cukup ramai orang. Padahal saat ini sudah tengah malam yang berarti waktunya bagi manusia biasa untuk tidur.
Kai dan Paman Zhong, Duduk di sebuah meja dekat dengan jendela penginapan, alunan musik yang merdu ditambah suasana tenang ini membuat orang akan terasa nyaman tinggal disana.
Menunggu 7 menit, makanan yang telah di pesan oleh Paman Zhong kini telah siap saji, Terlihat berbagai daging binatang serta sayuran di meja makan Kai dan Paman Zhong.
Paman Zhong dari tadi telah kelaparan kini didepannya terdapat makanan dengan aroma yang sangat enak membuat Paman Zhong tidak bisa menutupi air liurnya.
"Haha, Silakan Paman, tidak perlu terlalu sungkan. Jika nanti masih kurang Paman bisa memesan lagi." Ucap Kai tertawa kecil.
"Kalau begitu, aku tidak akan sungkan lagi.." Paman Zhong meraih dua ayam panggang dan langsung memakannya dengan lahap, Ia mengambil sesuap nasi dan langsung menelannya tanpa di kunyah sedikitpun.
Melihat ***** makan dari Paman Zhong, membuat Kai juga iku makan dengan lahap. Para pelanggan disana dibuat ternganga oleh tingkah mereka berdua.
"Aaakkk.." Suara cegukan terdengar dari mulut Kai, Ia telah menghabiskan 3 mangkok penuh. makanan disana, Sedangkan Paman Zhong lebih mengerikan lagi, Ia telah menghabiskan 9 mangkok makanan.
"Haha tuan bisa saja, Tapi saya juga terkejut. Tuan memiliki tubuh yang kurus tetapi ***** makan Anda juga sangat besar." Balas Paman Zhong menyindir.
Setelah membayar makan, Kai pergi ke kamar yang ia sewa dan mulai tidur karena seharian ini tubuhnya telah kelelahan.
Paman Zhong juga sama seperti Kai, setelah perutnya terisi Ia langsung tergeletak tidur.
Ke Esokan Paginya, Sinar matahari telah menerangi kamar yang Kai gunakan dan membuatnya terbangun dari tidurnya, "Hoamm.... Setelah selesai mandi aku akan mengecek perkembangan dari anak-anak." Ucapnya sambil menguap.
Pergi ke kamar mandi dan membersihkan badannya, Kai menghampiri Paman Zhong di kamar dan meminta izin sebentar sebelum melanjutkan Perjalanan nya.
Kai meninggalkan Penginapan dan mencari tempat ya g sepi untuknya memasuki Dunia Jiwa.
Di dalam Dunia Jiwa, Kini terlihat anak-anak sedang fokus berlatih dan Yi yang sedang fokus mengajar.
Kai yang datang tiba tiba mengagetkan Yi dan Para anak Panti, "Bagaimana perkembangannya?" Tanya Kai.
"Ehm... Mereka semua sangat berbakat Kak, Mayoritas dari mereka kini telah berada di ranah Pembentukan Qi Tier 2, dan ada beberapa anak yang telah sampai di Pembentukan Qi Tier 3." Mengambil nafas pendek, Yi melanjutkan "Hao dan Zhilian sekarang telah berada di Ranah Pembentukan Qi Tier 4." Jawab Yi, mencoba menjelaskan nya sedetail mungkin.
Kai menganggukkan kepalnya dan mulai menjelaskan rencana nya pada Pada Bibi Yao, "Bibi Yao, aku akan menjelaskan tujuanku padamu, setelah mendengar ini Bibi bebas memilih pilihan yang Bibi anggap benar."
Menghela Nafas Panjang, Kai mulai berbicara, "Bibi Yao sebenarnya nama asliku bukan Shi Yan." Kai membuka penyamaran yang telah ia pakai hingga saat ini lalu lanjut berkata, "Namaku Ling Zhukai, Pangeran Kekaisaran Rubah Perak yang telah di kabarkan meninggal di jurang Iblis."
"Tujuan ku sebenarnya Ialah untuk membalas dendam atas apa yang telah ayah dan keluarganya lakukan padaku, Mungkin Bibi juga akan di cap sebagai Penghianat oleh penduduk Benua Selatan.''
Penjelasan Yang Kai berikan membuat Bibi Yao menjadi sakit kepala, Di sisi lain Ia terkejut identitas milik Kai, di sisi lain Tujuan Kai adalah membalas dendam Pada keluarganya yang merupakan Kaisar di Benua Selatan.
Merenung sebentar Bibi Yao, menatap Kai kini ekspresi terkejutnya digantikan oleh senyuman manis yang membuat Kai merasakan kehangatan darinya.
Bibi Yao memiliki umur sekitar 40 tahun, Tapi anehnya Wajahnya masih sangatlah cantik tak terlihat sedikitpun keriput di wajahnya. Padahal Bibi Yao bukan seorang Pembudidaya.
Kecantikan Bibi Yao juga di atas rata rata, Jadi saat Ia tersenyum Manis kearah Kai, Sedikit rona merah terlihat di Pipi Kai.
"Tuan muda, anda memberikan kehidupan yang layak bagi anak-anak ini, bagiku tak ada yang lebih penting daripada melihat senyuman bahagia di wajah anak-anak ini, Bahkan walaupun aku di cap sebagai Penghianat aku masih akan melakukannya selama Anak-anak itu dapat hidup bahagia."
"Jadi, Aku akan selalu mengikuti Tuan muda kemanapun anda pergi, Semenjak suami saya meninggal hanya anak-anak ini yang bisa membuat saya merasa bahagia." Ucap Bibi Yao senang.
Kai tanpa sadar langsung memeluk erat Bibi Yao di depannya (Waduhh... MC nya Dapet Milf gess).
"Kyaa~... Tuan muda apa yang sedang anda lakukan." Ucap Bibi Yao tersipu malu.
Kai melepas pelukannya dengan wajah memerah karena tersipu malu.. Dayana diantara mereka berdua kini menjadi sangat canggung.
***