Re-system

Re-system
Pertemuan dengan Seorang Gadis



Jauh di dalam hutan, seorang pria dengan tangan kosong sedang berhadapan dengan seekor ular besar di depannya.


Pria itu melesat dan berubah menjadi cahaya hitam kearah ular itu, hanya dalam waktu sepersekian detik, tiba-tiba tubuh ular itu terpotong menjadi beberapa bagian dan mati seketika.


"Hahh.. Lumayan, aku dengar bahwa daging ular ini sangat enak jadi aku akan mencobanya."


Kai membersihkan bagian dalam ular itu beserta racun yang masih tertinggal di dalam tubuh ular itu. Dia kemudian mengambil beberapa ranting kayu dan memasaknya menjadi daging bakar..


Kai mengambil tiga tusuk dan memakannya dalam sekali telan.


"Whooo.. Ini sangat enak." Zhukai benar-benar puas dengan itu, dia mengambil tiga tusuk lagi dan langsung melahapnya.


Ketika ia sedang makan dengan lahapnya, suara langkah kaki seseorang yang menginjak dedaunan kering terdengar.


"Kweluar.." Dengan mulutnya yang penuh dengan daging bakar, Kai memanggil orang yang ada di belakangnya.


Orang itu terkejut dan buru-buru keluar dari balik pohon.


"Seorang gadis!?" Kai sedikit terkejut sambil menelan daging yang sudah di kunyahnya.


"M–Maaf senior, bisakah kamu memberiku sedikit makanan." Gadis remaja itu terlihat memakai kain penuh yang penuh dengan bekas sayatan benda tajam.


Tubuhnya juga dipenuhi dengan bekas darah, hanya dengan melihat itu, Kai bisa menyimpulkan bahwa gadis itu baru saja diserang oleh bandit atau orang lain yang memiliki dendam padanya.


"Ya, duduklah." Karena merasa kasihan, Kai memberikannya daging bakar tanpa bertanya sedikitpun tentang apa yang terjadi padanya.


Suasana diantara mereka menjadi hening hingga kedua mata gadis itu bersinar ketika memakan daging panggang yang Kai buat.


"Daging Ini.. Bukankah ini dari ular besar beracun?"


"Itu benar, darimana kau tahu?"


"I–Itu karena aku pernah memakannya." Jawab gadis itu ragu-ragu.


Kai masih bersikap dingin sambil menunjuk mayat dari ular dibelakangnya, "Jika kau masih ingin lagi, kau bisa memasaknya sendiri."


Tubuh gadis itu tiba-tiba bergetar ketakutan, melihat potongan ular dibelakang Zhukai. Tubuhnya tidak berhenti menggigil ketakutan.


Ular yang Kai bunuh sebenarnya berada di ranah Immortal God Tahap Saint. Tetapi


bahkan Kultivator di ranah yang sama akan kesulitan melawannya.


Itu karena racun yang dikeluarkan oleh ular itu sangat kuat dan mematikan.


"S–Senior, apakah kamu tetua dari sekte terkenal?" Gadis itu memegang dadanya dengan kedua tangan dan dengan hati-hati bertanya.


"Tetua? Aku tidak setua itu hingga menjadi seorang tetua sekte."


Gadis itu menelan ludahnya, ia berdiri dan buru-buru berlutut di depan Zhukai.


"Apa yang kau lakukan!?" Kai yang terkejut melihat sikap gadis itu, bertanya dengan suara serak.


"Tolong bantu aku membalaskan dendam. Aku akan memberikan apapun yang senior inginkan, bahkan tubuhku sendiri."


Kai terdiam, ia menggertakkan giginya dengan kesal dan menatap gadis itu.


"Tch, Kau adalah seorang gadis, sebaiknya kau sedikit lebih peduli pada tubuhmu."


Mata gadis itu berkaca-kaca, ia membuka mulutnya tetapi tidak ada sepatah kata pun yang keluar darinya.


"T–Tapi aku tidak tidak bisa memberikan hal lain selain itu, seluruh keluarga ku terbunuh dalam satu malam dan aku hanya bisa melihat mereka tanpa melakukan apapun."


Gadis itu terus menangis dengan keras ketika mengingat kembali kejadian dimana seluruh keluarganya meninggal.


Apalagi desa tempat dia tinggal sudah dibakar oleh para pembunuh itu.


"Berhentilah menangis, aku akan membantumu. Sebaliknya, aku menginginkan informasi sebagai imbalannya."


Mata gadis itu bersinar seolah ada cahaya harapan baginya, dia buru-buru mengangguk dan memandu Zhukai menuju ke desa tempat dia tinggal.


Dalam perjalanan menuju desa tepat tinggal gadis itu, Kai bertanya beberapa pertama padanya.


Dalam perbincangan singkat itu, Kai mengetahui bahwa nama gadis itu adalah Nei Yan.


Tetapi mereka berhasil membunuh ayah Nei Yan hanya dalam waktu kurang dari empat tarikan nafas.


"Baiklah kita sudah sampai."


Tatapan matanya menatap lurus pada desa yang telah hangus tanpa sedikitpun kehidupan disana.


"Apakah kau memiliki informasi tentang para pembunuh itu."


Nei Yan menghela nafas panjang dan dengan mantap menjawab, "Ya, aku tahu dimana persembunyian mereka."


"Waktu itu aku secara tidak sengaja berlari tanpa tujuan kedalam hutan hingga menemukan sebuah tempat seperti markas rahasia yang ada di dalam goa."


"Aku ketahuan dan mencoba segala cara untuk bertahan hidup hingga aku bertemu denganmu senior." Ucap Gadis itu.


Kai mengangguk, dia memejamkan matanya dan memperluas Persepsi Ilahinya.


Dalam jarak satu mil jauhnya, Kai bisa merasakan energi kehidupan yang begitu kuat berkumpul di satu tempat.


"Baiklah, aku sudah tahu dimana mereka."


Kai menarik lengan gadis itu dan menggunakan Skill Teleportasi untuk berpindah tempat secara langsung.


"Ah, teknik apa itu barusan."


Nei Yan terkejut karena dia baru saja berpindah tempat secara tiba-tiba, tetapi yang lebih mengejutkan adalah dia sudah berada tepat di depan Goa yang merupakan markas utama para pembunuh itu.


"Mereka bersembunyi didalam!?"


Nei Yan mengangguk, dia memberitahu Zhukai bahwa ada ruang rahasia lain di dalam sana yang terkunci oleh sebuah Array.


Kai dan Nei Yan masuk kedalam Goa, seperti yang telah Nei Yan katakan padanya. Memang terdapat sebuah Array di dalam sana.


"Oh, Array ini... Sangat lemah."


Hanya dengan satu kibasan tangannya, Array itu segera rusak dan memunculkan ruangan lain di dalam sana.


Sebuah Alarm tiba-tiba berbunyi dengan datangnya puluhan orang berpakaian hitam tertutup dan sebuah pedang di belakang punggung mereka.


"Berhenti penyusup! Bagaiamana kau bisa tahu tepat persembunyian kami." Salah seorang dari pria berpakaian hitam bertanya.


Kai mengabaikan itu dan bertanya balik, "Apakah kalian yang telah membunuh semua penduduk desa yang ada disana?"


"Ya itu benar, memangnya apa masalahmu jika kita membunuh mereka. Salah satu orang di desa itu memiliki barang yang kami cari."


Kai terdiam, pandangan matanya semakin gelap dan suara dingin keluar dari mulutnya.


"Hanya karena sebuah barang kalian membunuh semua penduduk desa?"


"Cih, berhentilah mengatakan omong kosong. Cepat bunuh dia.."


Tiga dari puluhan orang itu melesat dengan sangat cepat hingga menjadi sebuah bayangan.


Kai mencibir pelan, dia mengangkat tangannya dan salah satu diantara puluhan orang itu meledak seketika.


"Hanya dengan alasan ini, sudah cukup untuk membunuh kalian."


Kai dengan senyum beringas dengan cepat membantai habis puluhan orang itu tanpa menyisakan satupun yang hidup.


Kai berbalik dan melihat bahwa Nei Yan duduk ketakutan dengan tangannya yang menutup mulutnya.


"Hmm, aku sudah selesai dengan ini. Cepat katakan padaku informasi tentang Benua Ashura dan juga... Barang yang mereka maksud ada padamu bukan."


Nei Yan terkejut, dia berjalan muncul secara perlahan hingga tubuhnya menyentuh dinding goa.


"I–Itu benar senior.."


***


Bersambung.