Re-system

Re-system
Kemunculan Pria Misterius dan Amarah Qi Yue



Jauh di depannya, sebuah benda terlihat seperti sobekan kertas membuat Zhukai tercenggenag.


"Bukankah itu petir pembunuh?'


Zhukai bergumam, sudut mulutnya bergetar karena terkejut melihat sobekan kertas itu.


Dapat di ketahui, petir pembunuh merupakan sebuah serangan kuat yang memerlukan jimat untuk memanggilnya.


Dan untuk membuat jimat tersebut, setidaknya memerlukan seorang Master Array yang sudah berada di tingkat Legenda.


Juga, kekuatan jiwanya setidaknya harus berada di ke-tujuh. Jelas itu sangat mustahil untuk di lakukan oleh seseorang di dunia ilahi.


Bahkan Dewa iblis sekalipun, kekuatan Jiwanya hanya berada di tingkat ke-enam.


"Hahaha, luar biasa.. Ini sungguh luar biasa." Zhukai tertawa keras, dia menatap Xiao Hu dan mencium kepalanya.


"Terimakasih Xiao Hu."


Jika bukan karena Xiao Hu, Kai mungkin tidak akan bisa sampai disana dengan mudah. Karena Xiao Hu memiliki tingkat keberuntungan yang tinggi, itu akan sangat bermanfaat bagi Zhukai dimasa depan.


"Ini adalah jackpot, dengan harta ini, bahkan jika itu adalah dewa iblis atau sebelas dewa perang kuno. Mereka pasti akan terbunuh."


Zhukai mengepalkan tangannya bersemangat, jika harta sekuat petir pembunuh ada di lantai pertama, Kai tidak tahu seberapa kuat harta-harta yang ada di lantai berikutnya.


Tepat ketika Zhukai hendak melangkah, tiba-tiba Xiao Hu datang dan menghadang jalannya.


"Huu... Huu..."


"Ada apa Xiao Hu?" Melihat ekspresi khawatir di wajah Xiao Hu, Kai menduga bahwa ada bahaya tersembunyi di depan sana.


"Huu..."


Xiao Hu berbalik, dia meraung keras menatap ke sudut ruangan yang sangat gelap.


"Oh, hewan kecil.. Bagaimana kau tahu aku disana." Suara seorang pria terdengar sangat dingin.


Zhukai segera bersikap waspada, matanya menatap sosok pria yang baru saja keluar dari kegelapan.


Bahkan ia tidak menyadari pria itu ada disana sedari tadi, jelas pria itu merupakan sosok yang sangat kuat.


"Oh, ternyata seorang dari ras Qi Lin suci pantas saja tahu keberadaan ku, tapi bagiamana ras Qi Lin bisa hidup di dunia ilahi. Tidak ada batu spiritual di dunia ini."


Pria itu terus berkata tanpa menganggap keberadaan Zhukai ada. Karena Kultivasi Zhukai yang cukup rendah, dia merasa Kai bukanlah ancaman besar.


Swosshh!!


Zhukai melesat mendekat, dia mengangkat Xiao Hu dan meletakkan di pundaknya.


"Siapa kamu!." Kai berkata dengan dingin.


Matanya menatap tajam sambil mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat.


"Oho, kau manusia lemah tetapi memiliki niat membunuh yang sangat kuat seperti ini!? Sungguh pemandangan yang langka." Pria itu berkata dengan arogan.


Sekilas, penampilannya terlihat seperti manusia pada umumnya, tetapi kulitnya berwarna merah dengan tanduk kecil di dahinya.


Zhukai sangat tahu bahwa dia tidak bisa melawan pria itu dengan kekuatannya saat ini.


Jika Zhukai memperhatikannya lebih teliti, aura yang di keluarkan oleh pria misterius itu hampir sama dengan aura di kehidupan keduanya ... atau mungkin lebih kuat.


Ketika Kai ingin menggunakan skill Teleportasi untuk melarikan diri, sebuah kekuatan misterius menghalangi tekniknya.


"Hee, kau memiliki teknik yang menarik rupanya."


Zhukai mendengus dingin, jika dia tidak bisa melarikan diri dengan skill Teleportasi, Kai tidak punya pilihan lain selain melawannya.


Tetapi itu juga merupakan sebuah tindakan bunuh diri dimana Kai sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menang.


Melihat Qi yang mengalir di sekujur tubuh Zhukai, pria misterius mengerutkan keningnya. Detik berikutnya, seringai muncul menghiasi wajahnya.


"Menarik, manusia lemah.. Aku mengakui keberanian mu."


Tepat setelah dia menyelesaikan perkataannya, Zhukai sudah terlebih dulu muncul di depannya dengan kepalan tangannya bersiap meninju kepala pria itu.


"Oh, kau cukup cepat ternyata. Melihat dari Kultivasimu, kau setidaknya berada di Celestial God Langit pertama."


Pria itu berkata sombong, dia mengangkat salah satu jarinya dan menempelkannya di dahi Zhukai sementara yang lain menahan tinjunya.


Tubuh Zhukai terhempas cukup jauh hingga menghantam dinding reruntuhan, iandaoat merasakan aliran hangat mengalir dari tenggorokannya.


Tepat ketika Zhukai membuka mulutnya, aliran darah segar menetes keluar.


Kepalanya sangat pusing, jika saja tadi terlambat menyadari, kepalanya mungkin akan hancur.


"Belum mati? luar biasa! Ketahan fisikmu sangat kuat. Manusia, siapa namamu? kau adalah manusia pertama yang mendapatkan pengakuan dariku."


Kai meludahkan sedikit darah yang tersisa di mulutnya sambil mengeluarkan pedang hitam dari dalam Inventory.


Meski pandangan Zhukai sedikit kabur, tetapi ia masih bisa berdiri dengan seimbang.


Saat ketika pria misterius itu melihat pedang hitam mengkilap yang ada di tangan Zhukai.


Tubuhnya bergidik, tanpa ia sadari, tubuhnya bergetar dan ia mundur beberapa langkah kebelakang.


Ia sangat ketakutan, sifat arogannya menghilang digantikan oleh ketakutannya ketika melihat pedang hitam.


"T–Tidak, jangan mendekat." Pria itu berkata ketakutan.


Sebelum Zhukai melangkah maju, sosok pria itu tiba-tiba hilang tanpa jejak.


Ini memicu beberapa pertanyaan dalam benak Zhukai.


"Mengapa dia ketakutan? bukankah dia sangat sombong beberapa saat yang lalu."


Kai menatap pedang hitam di tangannya, "Mungkinkah alasan dia ketakutan adalah karena pedang ini?"


Zhukai berkata dalam hatinya, ia sungguh terkejut melihat perubahan pria tadi.


Sebelum Zhukai mengeluarkan pedang hitam, pria tadi bersifat sangat sombong, bahkan memandang rendah dirinya.


Tetapi sekarang... Ia sangat ketakutan, bahkan tidak bisa menatap Zhukai dengan pandangan merendahkan lagi.


"Haaaa, tidak perlu memikirkannya lebih lanjut."


Zhukai mendekati Xiao Hu dan bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja Xiao Hu?"


"Huuu... Huu..."


Xiao Hu hanya mengangguk beberapa kali, dia berbalik dan memimpin Zhukai maju kedepan.


Karena ada beberapa jebakan tersembunyi, Xiao Hu menunjukkan jalan yang benar pada Zhukai.


Xiao Hu dengan tubuh kecilnya melwati beberapa jalan yang bisa memicu jebakan.


Setelah selang waktu beberapa menit, Zhukai dan Xiao Hu akhirnya sampai di depan sobekan kertas yang merupakan jimat untuk memanggil petir pembunuh.


***


Jauh di sebuah lorong dalam reruntuhan kuno, siluet hitam melesat sangat cepat melewati beberapa jalan yang ada di dalam lorong.


"Tidak! tidak!.. Bagaimana mungkin ada orang yang bisa memegang pedang itu setelah kematiannya." Pria misterius itu bergumam sambil terus berlari ketakutan.


Detik berikutnya, sebuah bayangan hitam menghadang jalannya. Tekanan yang kuat beserta aura kematian yang begitu pekat membuat pria itu kesulitan bernafas.


"Beraninya orang rendahan sepertimu melukai suamiku." Suara seorang wanita yang sangat dingin terdengar.


Bayangan hitam itu perlahan memunculkan sosok wanita yang sangat cantik, dia tidak lain adalah Qi Yue.


Tubuh pria itu bergetar, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Bajingan seperti mu seharusnya mati setelah melukai suamiku, tetapi aku memiliki ide lain. Lindungi suamiku saat dia sedang di situasi yang berbahaya." Qi Yue berkata dingin tanpa sedikitpun menarik tekanannya.


Sebelum orang itu menjawab, Qi Yue memberikan sebuah segel di dahi pria itu. "Ini bukan pilihan, melainkan perintah dariku."


Sosok Qi Yue perlahan menghilang bersamaan dengan hilangnya tekanan yang mengunci pria itu.


"Ha Ha Ha... Aku beruntung, kupikir aku akan mati." Pria itu bernafas dengan berat, ia mengingat kembali apa yang Qi Yue katakan padanya.


Tubuhnya bergidik sesaat kemudian dia kembali menghilang.


***


Bersambung..