Re-system

Re-system
Akhir dari Keluarga Ling (End Bagian 1)



~Halaman Istana~


"Lama Tak bertemu pak tua." Ucap Kai dengan ekspresi datar.


"Ii- ini tidak mungkin... bagaimana bisa kau masih hidup, bukankah saat itu kau terjatuh di jurang Kematian, bahkan aku saja mungkin tidak dapat bertahan hidup setelah jatuh dari sana." Ucap Kaisar masih tak percaya apa yang dia lihat.


"Alah Bacot!!..." Tanpa berbasa-basi Kai dengan cepat menyerang Kaisar Yanchen.


"Hmph sangat lambat.."


Kaisar Yanchen memegang erat pedang emas di tangannya dan bersiap menusuk Kai.


"Hiaa..."


Kai yang hanya berada di ranah Pendekar Suci tak sanggup menahan serangan dari Ayahnya.


"Arghh.."


Kai yang telah dipukul mundur itu menatap Ayahnya dengan tatapan membunuh, Ia mulai mengaktifkan Title Kaisar Bintang miliknya.


Seketika seluruh aura yang keluar dari tubuh Kai berubah drastis, awalnya aura yang Kai keluarkan hanya dapat membuat dada sesak Kini aura yang Kai keluarkan dapat membunuh seorang pendekar Raja hanya dalam 1 detik.


Kai tidak mencoba menahan dirinya lagi, Ia mengeluarkan Death Aura dan darah Dewa Naganya.


"Apa-apaan Penindasan ini, aku telah menerobos ke tingkat Half Saint tapi aku masih dapat ditelan oleh anak ini... Walaupun Kultivasi ku belum stabil tapi itu sudah cukup untuk membunuhnya, sebenarnya teknik apa yang dia olah. Jika aku bisa mendapatkan nya maka...." Pikiran aneh terlintas di kepala Kaisar yang membuatnya tersenyum jahat.


"Anak tidak tahu diri.. Aku akan mengampuni dirimu bahkan mungkin mengangkat mu menjadi pangeran kembali jika kau menyerahkan teknik yang telah kau olah." Ucap Kaisar dengan bangganya.


"Bah... Kau pikir aku peduli dengan semua itu, Saat kau tidak menganggap ku sebagai anakmu dulu aku sudah memutuskan untuk membalas mu suatu saat.. Dan inilah saat nya, Ketika Kau mati aku juga akan menghancurkan seluruh kekaisaran ini."Jawab Kai acuh tak acuh.


"Hmm... Kurasa pedang ini sudah tidak dapat digunakan lagi." Kai memandangi Pedang besar di tangannya dan kemudian memasukkannya kedalam Inventory.


Setelah itu Kai mengambil sebuah Pedang Biru dengan Lapisan Petir di bilah pedang itu, "Teknik Pedang Pemusnah, Gerakan Ketiga. Palm Illusion Sword."


Menyadari serangan yang Kai keluarkan lebih kuat dari yang tadi, Kaisar Yanchen mulai.l menyadari sesuatu.


"Bwahaha... Nak, Kau mungkin berpikir bahwa dengan berubahnya dirimu dapat membunuhku dengan mudah? Mustahil." Ejeknya.


Saat Serangan Kai tepat mengenai Perut Kaisar, Armor yang Kaisar gunakan dapat di tembus oleh Kai dengan mudahnya Hingga membuat Kaisar terluka Parah.


"Uhuk.. Uhuk.." Kaisar Yanchen terbatuk batuk sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Bagaimana mungkin, Ini adalah harta Tingkat Kuno peninggalan Leluhur... Bahkan seorang Saint tidak dapat menggoresnya, bagaimana mungkin Kau yang hanya seorang Pendekar Suci dapati menembusnya." Kaisar Yanchen dengan sedikit ekspresi takut dan gemetar di seluruh tubuhnya.


"Berisik!! Bisakah kau tutup mulutmu itu, Mau mati saja banyak bicara." Balas Kai dengan Kesal.


"Orang Bodoh Sepertimu mana Tahu apa itu namanya Esensi Sejati. Bahkan jika itu senjata Ilahi aku dapat menghancurkannya dengan mudah."


Kai sekali Lagi mulai menyerang Kaisar Yanchen yang masib tergelatak disana, Ia mengeluarkan Api Neraka dan mulai menggabung kan Api itu dengan Pedang Thunderbird di tangannya.


Kaisar Yanchen dengan buru-buru menelan Pil penyembuh dan menghindari serangan yang Kai luncurkan.


Saat dirinya sudah terpojok, Kaisar mengambil sebuah Giok jade dan memakainya. Saat Pedang Kai hampir mengenai Tubuh Kaisar, Ada sebuah penghalang tipis yang menahan Serangan yang Kai keluarkan.


Kai mundur beberapa langkah kebelakang dan mulai menyerang kembali. Tapi hasilnya sama saja Kai tetap tidak dapat menembus Penghalang Tipis yang Kaisar keluarkan.


"Apa-apaan ini, kenapa Pedangku tidak dapat menembusnya.." Gumam Kai bingung.


"Menarik!!! Baiklah, ini mungkin saatnya aku mencoba teknik yang baru saja aku ciptakan."


Kai mengambil Posisi kuda-kuda dan mengangkat Pedang Thunderbird dengan kedua tangannya.


Element Listrik mulai keluar dari Pedang Thunderbird dan mulai memasuki tubuh Kai, Element itu memperkuat Fisik Kai.


Kai juga mulai menggabungkan Api Neraka dengan Elemen Listrik yang ada di tubuhnya Akibatnya Otot-otot di tubuh Kai meledak-ledak, Darah keluar dari hidung serta mulutnya.


Tapi hanya dalam beberapa menit seluruh luka itu langsung tertutup rapat kembali, "Thunder Hell Flame, Teknik Pedang Langit. Gerakan Ke Empat Menyatu dengan pedang."


Kai menghilang sesaat dan kemudian muncul di depan Kaisar tanpa suara sedikitpun. Kai menusuk kemudian menebas secara bersamaan Giok Jade milik Kaisar.


Ting...


Serangan yang Kai keluarkan seakan menabrak sebuah Baja yang sangat Kokoh tapi Kai terus menerus melakukan serangan tanpa adanya tanda akan berhenti.


Menit berganti Jam, Jam berganti Hari dan akhirnya setelah melakukan serangan selama 5 hari tanpa henti Giok Jade milik kaisar perlahan retak dan akhirnya pun pecah.


Kai menatap Kaisar yang tengah berdiri dengan wajah penuh ketakutan sambil mengusap keluh keringat di dahinya.


"Ha Ha Ha... Inilah akhir hidupmu Pak tua." Ucapnya sambil terengah-engah.


"Tak pernah terpikirkan sekalipun olehku bahwa yang akan membunuhku adalah anak aku sendiri, Aku minya maaf atas perlakuanku selama ini, tapi aku ingin memintamu satu hal sebelum aku mati." Menghela nafas sebentar Kaisar Yanchen mulai melanjutkan perkataannya, "Kumohon padamu sebagai Ayah- Tidak sebagai Kaisar Kumohon tolong jangan kau hancurkan Kekaisaran yang telah susah payah dibangun oleh leluhur dulu."


"Jadi itukah Kalimat terakhirmu? Tapi maaf aku tidak bisa mengabulkannya, Selamat tinggal." Kai menusuk Kaisar Yanchen tepat di jantungnya dan tewas seketika.


Ding


[Tuan berhasil membunuh seorang Kultivator Ranah Half Saint, Mendapatkan 50nJuta Poin System, Mendapatkan 100 Juta Poin Pengalaman]


"Tidak!!! Jangan Bunuh Ayahku..." Teriak seorang pemuda dari belakang Kai, tapi sayangnya ia terlambat Kaisar Yanchen sudah tak bernyawa lagi.


"Kau.. Kau pembunuh, bagaimana bisa Kau membunuh Ayah yang telah merawat mu dari kecil." Geram Pangeran Han.


"Merawat ku? Bwahaha... jangan membuatku tertawa, Saat aku di tindas kenapa dia diam saja? Saat aku di hina kenapa dia diam saja? Bahkan saat aku hampir di bunuh oleh saudaraku sendiri kenapa dia diam saja? Apakah itu yang Kau sebut merawat."


"Dan juga, sebaiknya kau pikirkan dirimu sendiri bodoh, apakah setelah membunuh Pak Tua itu aku akan pergi begitu saja? Sungguh naif."


"Brushh.." Suara jantung tertusuk dapat di dengar di keheningan malam hari itu.


"Dasar Bodoh.."


Stelah membunuh pangeran Han, Kai berjalan memasuki Istana dan membunuh semua orang yang berada di dalam istana itu, bahkan anak kecil tidak Kai biarkan hidup, mayat dari para keluarga Kaisar tergeletak di lantai istana, Kai membunuh Ibunya, Kakak perempuannya, Penasehat Kaisar, dan juga semua orang yang memiliki hubungan dekat dengan Kaisar.


Tak lupa juga Kai berjalan kearah Ruang Harta Istana dan mengambil semua harta dan juga sumber daya milik Kekaisaran Rubah Perak. Setelah memindahkan seluruh harta kekaisaran kedalam Inventory nya, Kai terbang keatas sekitar 20 meter Kemudian Ia mengeluarkan sebuah gulungan hitam dan mulai mengaktifkan teknik sari gulungan hitam itu.


Sebuah Pedang raksasa turun dari langit setelah Kai mengaktifkan gulungan hitam tadi, Pedang itu langsung turun kebawah dan menghantam bangunan istana hingga Istana Kaisar berubah menjadi reruntuhan.


"Ling Hao, Ling Wu tunggu saja giliran kalian berdua.." Kai terbang pergi kearah Barat tanpa menoleh ke belakang sedikitpun.


****


...Bagian 1 End...


Untuk Bagian 2, Setelah Time Skip selama 1 tahun Kai kini berada di Benua Barat, disana setelah menaklukan Pusat pemerintahan Benua Barat yaitu Kekaisaran Elang Api. Kai menjadi Kaisar disana dan mulai membentuk Pasukan Elit untuk menghadapi Bencana 1 tahun kedepan.