Re-system

Re-system
Telapak Ilahi



Kai berniat membeli Jimat Darah sebanyak yang dia bisa, sayangnya dia hanya bisa membeli maksimal 5 Jimat darah, dan untuk waktu pembelian selanjutnya adalah satu tahun Kedepan.


"Sudahlah, mendapatkan barang langka seperti ini juga sudah sangat luar biasa." Kai bergumam pelan sambil mengambil satu buah Jimat Darah di dalam Inventory nya.


Dia menoleh ke kanan dan ke kiri sambil memfokuskan visinya. Seribu mil dari tempat Kai berada saat ini, terlihat sebuah tempat yang strategis.


Kai mengalirkan Qi masuk kedalam aliran darah yang berada di kedua kakinya, dengan Energi Qi dan fisiknya, Kai melompat begitu tinggi di udara dan segera melesat kearah dimana tempat itu berada.


Tempat itu tak lain adalah sebuah rawa yang dipenuhi dengan Qi korosif yang mengikis organ dalam seseorang sedikit demi sedikit.


"Fyuhh!! Untung aku memiliki tubuh Dewa Kematian, atau Qi ini akan mengikis tubuhku sampai habis."


Kai berhenti dan menatap lurus dimana sebuah Padang rumput yang begitu luas dan tertutup oleh kabut yang cukup tebal.


"Hmm.. Mungkin ini adalah tempat yang sangat cocok untuk menghabisi musuhku dalam sekali jalan." Ucap Kai sambil menguap kecil, dia segera mengambil Jimat Darah yang tersimpan di dalam sakunya.


Dia melemparkan Jimat itu keatas langit, dengan bantuan Aliran Qi dari Zhukai, Jimat itu segera menyala terang.


Perlahan-lahan jimat itu mulai hancur sedikit demi sedikit dan mulai menyebar, "Efeknya sudah dimulai? Aku harus segera mencari tempat untuk bersembunyi.."


Kai menoleh ke sekitarnya, tatapannya segera berhenti pada sebuah pohon yang berada tak jauh dari Jimat itu berada.


"Saatnya menunggu.."


Beberapa jam berlalu dengan sangat cepat, Kai yang saat itu tengah bosan menunggu akhirnya memilih untuk tidur di atas dahan pohon.


Dia kembali terbangun ketika merasakan ada begitu banyak aura kuat disekitarnya.


"Hoaamm..!! Aku hanya tidur selama beberapa jam dan sudah ada ratusan Biantang Peak God Realm yang menunggu disana.." Ucap Zhukai sambil menutupi mutunya uang terbuka lebar.


Dia menatap ratusan Biantang Buas yang telah berkumpul di sana, Kai dapat memperkirakan dengan pasti bahwa hampir sebagian dari Biantang Buas telah mencapai Ranah Dewa Ilahi Tahap Bumi.


"Hmm.. Yui'er, Buka Status!."


Dengan cepat, muncul sebuah layar Hologram secara tiba-tiba di depan mata Zhukai. Dari layar Hologram itu, Kai segera tahu statusnya saat ini.


Nama : Zhukai.


Umur : 30 Tahun.


Ras : Manusia (???).


Title : Dewa Bintang, Sang Penakluk.


Kultivasi : Peak God, Dewa Ilahi Tahap Bumi.


Profesi : Alkemis, Master Array, Necromancer.


Bloodline (Garis Keturunan) : Dewa Naga, Holy Phoenix, Macan Putih (?), Kera Suci.


Tubuh Istimewa : Tubuh Naga, Tubuh Dewa Kematian, Tubuh Roh, Tubuh Elemen, Tubuh Petir Abadi.


Teknik : Teleportasi, Seribu Pedang Roh, Langkah Bayangan,Telapak Dunia, Tarian Pedang Api, Badai Neraka, Penguatan Tubuh : Tubuh Iblis.


Budidaya : Pelahap Bintang.


Atribut : Api Neraka, Api Phoenix, Mata Ilahi.


Poin System : 47,85 Kuadriliun Poin


Poin Percepat : 280 Poin.


Poin Keterampilan : 1,4 Juta Poin.


Kekayaan : Unlimited.


Inventory : ???


Gacha System : 0


Toko System : ???


Ruang Latihan : (Level Easy Completed)


Pohon Poin : (???)


Undead : 2.000.000/10.000.000.


System (Versi 2.0)


"Whoaa.. Aku tidak tahu kalau Poin System sudah terkumpul sebanyak ini.. Dengan Poin sebanyak ini aku bisa membeli beberapa Teknik dan juga Artefak.." Kai terperangah sambil terkejut melihat Poin System nya saat ini.


"Yi'er. Tolong Carikan aku sebuah teknik yang memiliki daya serang area luas." Dengan begitu banyak pilihan Keterampilan Beladiri, Kai sedikit kesulitan untuk memilih teknik yang cocok untuknya saat ini.


Ding


...Telapak Ilahi...


Telapak Ilahi adalah sebuah teknik yang dimana penggunaannya dapat memunculkan sebuah Telapak tangan raksasa dari atas langit. Dengan daya ledak dan kekuatan penghancur yang luar biasa, Telapak Ilahi dapat membunuh musuh yang berada di jangkauan 1000 m².


Syarat Pembelian : Harus memiliki teknik Telapak Dunia terlebih dahulu.


Harga : 1,25 Kuadriliun Poin System.


Jenis : Keterampilan Beladiri.


Melihat bahwa dirinya sudah memenuhi syarat pembelian, Kai menghela nafas lega. "Mungkinkah teknik ini satu tingkatan lebih tinggi dari Telapak Dunia?"


Meski begitu, Kai tidak memikirkannya lebih lanjut. Dia segera me-klik tombol beli yang berada tepat di depannya.


Ding


[Kai Gege telah melakukan pembelian Teknik Telapak Ilahi, mengurangi 1,25 Kuadriliun Poin System]


[Karena Teknik Telapak Dunia Kai Gege telah mencapai tingkatan sempurna, maka Telapak Ilahi akan secara otomatis berada di tingkat sempurna.]


Dengan berakhirnya pemberitahuan dari System, berbagai kepingan ingatan mulai memenuhi kepala Zhukai.


Kepingan ingatan itu menjelaskan tentang betapa menakutkannya Teknik Telapak Ilahi. Hanya dalam memunculkan satu Telapak tangan raksasa, itu sudah dapat menghancurkan sebuah pasukan besar tanpa menyisakan mayat sedikitpun.


"Sial, teknik ini terlalu luar biasa.."


Whuss!!


Saat Kai masih terdiam, sebuah tekanan yang begitu kuat segera menguncinya. "Kekeke.. Ada musuh yang sangat kuat diantara beberapa Binatang itu. Setidaknya ini adalah aura dari Heaven God."


Duarr!!


Pohon besar tempat Kai berada meledak ketika menerima sebuah serangan yang sangat kuat dari atas langit.


"Hmph!! Kenapa bisa ada manusia disini?" Ucap seorang manusia yang merupakan perwujudan dari seekor Elang Api.


"Haha, hanya dengan serangan seperti itu dia sudah mati? manusia sungguh mahluk yang lemah."


"Keke!! Kau terlalu percaya diri burung sialan!.."


Elanh itu sangat terkejut ketika mendengar suara Zhukai dari belakangnya, Belum sempat dia berbalik, sebuah pukulan keras menghantam tubuhnya dan membuatnya terpental begitu keras ke tanah.


Duarr!!


Tanah tempat Elang itu jatuh menjadi sebuah lubang yang cukup dalam. Segera, bunyi ledakan itu menarik perhatian Ratusan Binatang lain.


"Hei, ada pertarungan disana!!.."


"Sepertinya menarik, kenapa kita tidak menontonnya.."


Dengan begitu, ratusan Binatang Buas yang lain berjalan mendekat kearah dimana pertarungan Antara Zhukai dengan Elang Api.


"Eh, bukankah dia adalah Elang Api? dia kalah dari manusia itu? Pfftt!! lelucon macam apa ini!!" Puluhan Binatang Buas yang melihat kondisi Elang Api saat ini tidak dapat menahan diri untuk tidak tertawa.


mereka semua tertawa terbahak-bahak sambil melontarkan kata-kata yang mengejek pada Elang Api.


"Diam!! Apakah kalian semua ingin aku bakar dengan api ini!!.."


"Oh, siapa takut? Kalah dari seorang manusia belaka dan masih bisa bersikap sombong! Aku bertanya-tanya, apakah urat malu mu sudah terputus?"


"Kau!! Keparat!.."


Permusuhan pada Zhukai segera menghilang, kini Elang Api mengubah targetnya pada seekor serigala yang mengejeknya tadi.


"Hehe, kurasa rencanaku berhasil.." Kai menyeringai dingin sambil menghilang tanpa ada seorangpun yang menyadarinya.


Dengan menabur benih permusuhan diantara para Biantang Buas yang lain, Kai akan semakin mudah untuk membunuh mereka semua.


"Telapak Ilahi!!.."


***


Bersambung..