
Alam Immortal!!
Ini adalah sebuah tempat dimana para Kultivator kuat berkumpul, mereka semua saling bertarung untuk memperebutkan sumber daya yang membantu mereka menerobos batasan dan memasuki Alam Dewa.
Dataran Immortal Tidak begitu besar, itu luasnya hanya setengah dari Alam Kultivator. dan hanya terdapat satu benua saja di Alam Immortal.
Setidaknya Qi di sana lebih padat puluhan kali dari pada di Alam Kultivator. Ada 3 Penguasa kuat yang menjaga keseimbangan Alam Kultivator.
3 Penguasa Alam Immortal adalah, Ras Naga, Ras Phoenix, Ras Macan Putih. Setiap dari Ras masing-masing memiliki seorang Ahli yang sudah menembus Tahap Dewa.
Tingkatan Kultivasi :
(Alam Dewa)
– Demigod (Setengah Dewa)
• Dewa Tingkat Lima : 1-3
• Dewa Tingkat Empat : 1-3
• Dewa Tingkat Tiga : 1-3
• Dewa Tingkat Dua : 1-3
• Dewa Tingkat Pertama : 1-3
– Early God (Dewa Awal)
• Dewa Kuning : ?
• Dewa Hitam : ?
• Dewa Putih : ?
– Middle God (Dewa Tengah)
• Raja Dewa : ?
• Kaisar Dewa : ?
• Dewa Suci : ?
– Peak God (Puncak Dewa)
...(????)...
– True God (Dewa Sejati)
...(????)...
Patriak Ras Naga adalah seorang Demigod yang Kultivasi nya berada di Ranah Dewa Tingkat tiga. Dia memegang kekuasaan tertinggi di Alam Immortal, ini karena belum ada dari Ras lain yang menyamai kekuatannya.
Patriak Ras Macan Putih dan Matriak dari Ras Phoenix sama-sama seorang Demigod yang Kultivasi nya berada di Ranah Dewa Tingkat Empat.
Sebenarnya ketiga Ras itu bukan keturunan murni, mereka hanyalah salah satu cabang dari Ras Utama. Sedangkan untuk Ras utama, mereka tinggal di Alam Dewa.
Di tengah-tengah Padang rumput yang begitu luas, Awan diatas langit benar-benar mendung, itu mengeluarkan Kilatan petir berwarna emas. Kilatan petir itu mengandung niat prajurit yang sama kuatnya dengan Realm Dewa.
Blarr!!
Petir dengan ganas menyambar tanah, itu membuat rumput menjadi hangus dalam jarak 200 Kilometer jauhnya.
Ketika petir menyambar tanah, suara Ledakan keras terdengar bermil-mil jauhnya hingga membuat ketiga pemimpin ras menjadi gelisah.
Di dalam wilayah Ras Naga, Patriak Klan Naga, Xue Long, ia mengerutkan kening ketika merasakan adanya aura yang sangat kuat berasal dari Padang rumput.
"Ada seseorang yang sangat kuat muncul!!"
Xue Long buru-buru menghubungi kedua Pemimpin Ras lain dan mengajak mereka mereka untuk memeriksa kondisi di Padang rumput.
Dia adalah Kai dan ketiga istrinya!
Kai memimpin di depan dan di ikuti oleh tiga istrinya yang ada di belakang, Kai mengeluarkan sebuah aura kebijaksanaan nya yang merupakan data tarik tersendiri darinya.
"Apakah Ini Alam Immortal??" Kai bertanya-tanya, Energi Spiritual disini lebih padat beberapa puluh kali lipat dari Alam Kultivator.
Udara yang begitu bersih, sayangnya ada banyak asap yang berkumpul di Padang rumput, ini membuat Kai mengerutkan kening.
Apakah baru saja terjadi pertarungan disini? kenapa seluruh padang rumput hangus terbakar?
"Sayang, apakah ini Alam Kultivator yang kamu ceritakan kemarin? ini benar-benar indah, bahkan tanpa berkultivasi, seluruh tubuhku benar-benar dipenuhi energi." Yola berkata dengan senyuman manis.
"Yola sayang, apakah perkembangan Kultivasi mu berjalan baik?" Kai sudah mengetahui bahwa Yola telah berhasil menembus Ranah Pendekar Raja baru-baru ini.
"Ehehe, Aku tidak cukup berbakat dibandingkan dengan Kakak Chiyan dan juga Kakak perempuan Yi." Apa yang dikatakan Yola memang fakta, Dalam beberapa hari setelah Yola meninggalkan Bumi ia berhasil menerobos 3 Ranah dengan cepat.
Sementara itu, Chiyan bahkan lebih gila lagi, dengan bimbingan dan Pil Kultivasi yang Kai berikan padanya, Ia Berhasil mencapai Ranah Pendekar Suci. Tetapi yang lebih aneh lagi adalah Yi, tidak ada yang tahu pasti seberapa kuat dirinya, bahkan kai sekalipun tidak dapat menentukan tingkat kekuatan Yi sekarang.
Kai begitu senang mengobrol dengan para istrinya hingga tiba-tiba suara System memberikan peringatan.
[Peringatan! Peringatan! 3 Orang Kultivator yang sangat kuat sedang mengarah kesini, diharapkan Tuan segera pergi]
Kai terkejut dalam hatinya, ia selalu menggunakan menjaga kewaspadaan dengan persepsi Ilahinya yang terus memeriksa area sekitar. Tetapi ini sama sekali tidak sama dengan Alam Kultivator, banyak orang kuat yang beberapa kali lebih kuat dadi Kai saat ini.
"Kalian berdua cepat pegang tanganku!!" Kai berkata dengan terburu-buru, setelah merasakan lengan kiri dan kanannya merasakan rasa lembut. Mereka berempat seketika menghilang di tempat.
Sementara itu, Xue Long dan dua orang di depannya tiba-tiba berhenti. Seorang wanita yang berada dibelakang Xue Long mengerutkan kening dan berkata dengan suara dingin, "Paman Long, apakah kamu juga merasa bahwa aura itu tiba-tiba menghilang?"
Dia adalah Matriak Ras Phoenix, Yu Chan. Dia memiliki tubuh ramping dan payu*ara yang besar menggantung di dadanya. Wajahnya tertutup oleh sebuah kerudung merah.
Sementara itu, disampingnya adalah Patriak Ras Macan Putih, Bai Hu. "Ya, Kakak Long. Aku juga tidak bisa merasakan aura itu lagi."
Ekspresi tidak enak terlihat di wajah Xue Long, Bahkan ia yang jauh lebih kuat dari Kedua orang itu tidak bisa merasakan auranya lagi, bagiamana dengan Mereka yang kekuatannya berada di bawah Xue Long.
"Mari kita pergi, aku juga tidak dapat merasakan aura orang itu juga." Xue Long berkata tanpa daya.
Mereka berdua mengangguk dan seger berbalik pergi. Xue Long juga berniat pergi tiba-tiba ia sedikit melirik kearah belakang dan jejak kecurigaan muncul di matanya.
Tapi pada akhirnya ia juga pergi karena tidak menemukan apa-apa setelah mencari sekian lama.
**
Kai menggunakan teknik Teleportasi nya menuju ke dalam hutan ya g berada di pinggiran sungai.
Ia menyuruh tiga Istrinya beristirahat terlebih dulu sementara ia menangkap ikan di dalam sungai. "Haa.. Hiyaa.."
Hanya dengan lambaian tangan, puluhan ekor ikan tiba-tiba mengamuk tak terkendali dan menyerang kearahnya.
Kai akhirnya berhasil mengumpulkan 15 Ikan sungai dan segera menyiapkan api unggun, ia berniat bermalam di dalam hutan sekalian untuk memulihkan energi mentalnya.
"Chiyan, tugas memasak adalah bagian mu. Yi dan Yola segera menyiapkan tenda, sedangkan aku akan mencari beberapa kayu bakar lagi."
Dengan cepat Kai menghilang dan muncul kembali sambil membawa banyak kayu bakar Di tangan kanannya.
Ia kemudian meminta izin pada istri nya untuk memulai Kultivasi sambil menunggu makan malam matang.
Dalam Kondisi Kultivasi nya, Kai Terbangun ketika mendapati Aroma harum ya g masuk kedalam hidungnya. Itu membangkitkan ***** makan Kai.
"Sayang, cepat kemari... Aku sudah selesai menyiapkan makan malam."
Chiyan dengan ringan memanggil, tak lupa juga ia mengeluarkan senyum di wajahnya yang cantik. Sikap seperti ini benar-benar cocok untuk sifatnya yang ceria.
Akhirnya malam hari itu, di tengah-tengah hutan, Empat orang saling menyantap makan malam. Suasana di sana dipenuhi dengan kehangatan dan keharmonisan.
Yola sudah mengantuk dan segera memasuki Tenda, itu disusul Chiyan dan Yi. Kai merasa bosan berdiam sendiri di luar, ia kemudian berjalan masuk kedalam tenda dan tidak lupa juga memasang Array Pelindung disekitar tenda.