Re-system

Re-system
Sebuah Petunjuk



"Sangat halus." Kai bergumam pelan, ketika dia menjabat tangan Wei'er Yunlan.


"Eh, apakah kamu mengatakan sesuatu tadi?" Wei'er Yunlan, berkata dengan sedikit keterkejutan.


"Tidak-tidak, hahaha.."


Wei'er Yunlan dengan sopan menyuruh Zhukai duduk pada sebuah meja yang berada di samping jendela.


Ia bisa merasakan hembusan angin sepoi-sepoi menerpa kearahnya. Sedangkan Zhukai menikmati segarnya hembusan angin, Wei'er Yunlan datang dari arah ruangan dan membawa dua cangkir teh untuk Zhukai dan untuknya.


Dia meletakkan teh itu di depan Zhukai dan kemudian duduk di depannya.


"Anu Kai, bolehkah aku memanggilmu seperti itu?" Tanya Wei'er Yunlan sambil tersenyum.


Dengan anggukan kecil dari Zhukai, dia melanjutkan perkataannya.


"Kai, kamu bukan orang dari dunia ini bukan?"


Mendengar pertanyaan dari Wei'er Yunlan, Kai yang sedang mengangkat cangkir teh untuk menyesapnya terpaku di tempat.


Hingga beberapa detik kemudian, "Bagaiamana kau tahu?"


"Hmm, melihat tidak ada sedikitpun mana di tubuhmu dan ada energi lain dan itu jumlahnya sangat luar biasa. Jadi aku menyimpulkan seperti itu." Jelasnya panjang lebar.


"Ada sebuah catatan dari leluhur kami yang mengatakan bahwa akan ada seorang manusia yang datang dadi jauh untuk menyelamatkan Ras kami dari perang yang berkelanjutan ini. Mungkinkah itu kamu?"


"Jika kamu berfikir seperti itu, maaf aku bukan orang sebaik yang kamu pikirkan." Jawab Zhukai dengan tegas, dia berdiri dan hendak pergi meninggalkan Wei'er Yunlan.


Wei'er Yunlan menggertakkan giginya dan berkata dengan suara keras, "Dewa Bintang! Kamu utusannya bukan?"


Kai menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Sorot matanya yang begitu dingin menatap Wei'er Yunlan dengan tajam.


"Bagiamana kau tahu!.."


Padahal Kai tidak sedikitpun mengeluarkan Aura dari Dewa Bintang. Tetapi Elf Queen itu tahu hanya dengan melihatnya beberapa saat.


Dan hal yang paling membuat Kai bingung adalah bagaimana orang yang bukan berasal dari Alam Kultivator maupun Alam Dewa mengetahui nama dari Dewa Bintang.


"Urghhh, sungguh tekanan intimidasi yang sangat kuat." Batin Wei'er Yunlan sedikit tidak percaya.


Dia segera berdiri dan melanjutkan ucapannya, "Dewa Bintang adalah eksistensi agung yang menciptakan dunia ini, tentu saja semua orang di dunia ini tahu tentangnya, tidak terkecuali aku."


Untuk sesaat pikiran Kai menjadi kacau, dia tiba di dunia ini beberapa saat yang lalu dan tidak memiliki pengetahuan tentang dunia itu.


Informasi tentang Dewa Bintang yang menciptakan dunia itu juga sangat mengejutkan nya. Bahkan jika Zhukai dapat membuat Dunia Jiwa, itu hanya dunia yang terikat dengannya.


Dunia Jiwa dan Dunia yang ia datangi saat ini merupakan dua hal yang berbeda. Jika suatu saat dimasa depan Kai terbunuh, Dunia Jiwa juga akan ikut menghilang. Tetapi tidak dengan dunia yang ia datangi saat ini.


"Jika kau tahu informasi seperti itu, harusnya kamu juga tahu bukan tentang bagaiamana cara keluar dari sini?" Kai menaikkan salah satu alisnya dan bertanya sekali lagi.


"Hmm, memang ada caranya tapi itu akan sangat sulit untuk dilakukan." Wei'er Yunlan memejamkan matanya seolah sedang berfikir.


"Tapi itu sangat mustahil dengan kekuatanmu sekarang."


"Katakan saja!" Kai menyela, dia tidak ingin tinggal terlalu lama di dunia ini karena khawatir tentang keadaan Biao Jian dan yang lainnya.


"Y–Ya, itu adalah membunuh penjaga dari dunia ini, Raja Naga Hitam. Jika kamu bisa mengalahkannya dan merebut kunci dunia darinya, kamu mungkin bisa pergi dari dunia ini."


"Warisan Dewa Bintang!! Apakah yang kamu katakan itu benar."


"Ya, kenapa juga aku harus menipumu. Semua orang juga tahu tentang hal ini, tapi siapa juga yang mau bertarung melawan Raja Naga Hitam. Hanya orang bodoh yang ingin melawannya." Ucap Wei'er Yunlan acuh tak acuh.


Kai kembali duduk di meja yang sama dengan Wei'er Yunlan dan berkata dengan suara keras.


"Akulah orang bodoh itu, sekarang katakan padaku dimana Raja Naga Hitam itu berada sekarang?" Kai berkata dengan serius, tidak ada sedikitpun di wajahnya rasa takut ataupun gentar.


Melihat tekad Zhukai yang begitu kuat, mau bagiamana pun Wei'er Yunlan memberinya alasan untuk tidak pergi, itu akan sia-sia.


"Jurang kegelapan, Perbatasan Kekaisaran Cahaya. Disitulah Raja Naga Hitam berada."


Informasi yang begitu penting, mendengar hal itu keluar dari mulut Wei'er Yunlan. Kai tahu bahwa semua informasi itu tidak gratis.


"Berapa harga untuk informasi itu."


Elf Queen masih berdiam diri, ketika teh do dalam cangkirnya habis. Dia btu menjawab.


"Aku tidak akan meminta bayaran ysng terlalu tinggi, jika kamu bisa keluar dari Dunia ini, ajaklah aku bersamamu." Sorot mata yang tidak biasa, itu membuat Zhukai menjadi bersemangat hanya dengan melihat.


"Baiklah, aku setuju.."


Dengan begitu, Kai istirahat di desa peri untuk satu hari sambil memahami apa saja tentang dunia itu dari Elf Queen.


Ketika pagi hari telah tiba, Kai bersama dengan Elf Queen memulai perjalanan. Tetapi banyak dari Ras Peri tidak setuju dengan kepergian Elf Queen.


"Ratu, bagaimana anda bisa pergi begitu saja dan membiarkan kami disini?" Wanita yang di panggil sebagai putri dari Ras peri menunjukkan keengganan.


"Lifa, aku sudah memerintah Ras Peri selama 130 tahun dalam hidupku. Sudah saatnya seseorang mengantikan posisiku dan orang yang paling cocok adalah kamu." Elf Queen tersenyum lembut, dia berjalan pada sosok peri wanita dan memberikan mahkota kecil di kepalanya padanya.


"Tapi...."


"Hahh, Apakah ada yang keberatan dengan keputusan ku?" Mengabaikan Lifa yang enggan menerima posisinya, Wei'er Yunlan bertanya pada yang lainnya.


"A–Anu ratu, bagiamana jika Kerajaan Singa datang dan menyerang desa kami. Jika anda pergi, kekuatan di desa akan berkurang bahkan tidak cukup menahan serangan dari Kerjaan singa dan kerajaan kuat lainnya." Seroang Pria tampan berambut pirang berkata.


"Apakah kalian meremehkan pelindung yang dibuat oleh Leluhur kita? Meski waktu telah berlaku sangat lama, Pelindung itu masih sangat kuat. Bahkan Petualang terkuat di dunia, Asuka tidak dapat menggores sedikitpun penghalang ini. Apakah ada pertanyaan lain? Jika tidak ada maka aku akan pergi."


Menyaksikan kepergian pemimpin mereka, semua ras peri menjadi sangat sedih.


Pemimpin yang telah memimpin ras peri dan melindunginya selama Ratusan tahun pergi bersama seroang pemuda tak dikenal, bagaimana mungkin tidak ada yang merasa curiga tentang situasi itu? Tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyuarakan suaranya.


"Semuanya, mungkin yang dikatakan oleh Ratu ada benarnya. Dia sudah ratusan tahun menjaga kita, sudah saatnya baginya untuk beristirahat. Aku Lifa, sebagai Ratu Peri yang baru akan memimpin ras peri kedepannya."


Sorakan keras terdengar ke telinga Zhukai dan Wei'er Yunlan saat berada di depan penghalang. Wei'er Yunlan mengeluarkan sebuah tongkat kayu dan membacakan sebuah mantra kuno hingga sebuah celah tipis terbuka di sekitar pelindung.


"Ayo kita pergi."


"Baiklah.."


Dengan begitu, Kai dan Wei'er Yunlan mantan ratu peri memulai perjalanan Ke Jurang Kegelapan.


***


Bersambung.