
Untuk saat ini, tidak ada peningkatan yang signifikan tentang teknik Bintang Agung Penghancur.
Bahkan setelah satu minggu berlalu, Zhukai masih tidak bisa melewati terobosan kedalam teknik Bintang Agung Penghancur lapisan ketiga.
Dalam waktu satu minggu itu juga, empat gadis yang telah Zhukai rekrut telah datang bersama dengan beberapa anggota klan mereka.
Selain itu juga, karena kabar tentang pembukaan sekte Ling Tian sudah menyebar luas. Ada banyak Kultivator yang menunjukkan ketertarikan.
Karena ujian sekte Ling Tian tidak cukup sulit, ada banyak orang yang berhasil masuk kedalam sekte itu.
Ada beberapa Alkemis berbakat, pandai besi, dan juga seorang Master Array yang mendaftar diri di dalam sekte Ling Tian.
Dan untuk sebuah ujian masuk terkahir, adalah memasuki sebuah danau yang ada jauh di dalam hutan gunung.
Itu adalah danau yang Zhukai beli dari toko System yang memiliki efek untuk mengetahui apakah orang itu memiliki niat jahat atau tidak.
Ada beberapa orang yang menunjukkan warna hitam dan orang tersebut seketika terbunuh di tempatnya.
Ini adalah sebuah ujian agar Zhukai dapat mengetahui apakah mereka benar-benar masuk kedalam sektenya atau hanya seorang mata-mata sekte lain.
Dalam waktu satu minggu itu, Zhukai sangat beruntung karena sekte Ling Tian telah memiliki anggota lebih dari sepuluh ribu.
Karena Zhukai tidak bisa mengajari banyak orang sekaligus, dia membagi tubuhnya menjadi sepuluh orang menggunakan teknik Shadow Clone.
Dengan begitu, satu hati berlaku dengan cepat.
Di dalam sebuah rumah sederhana yang ada di puncak gunung, Zhukai yang sedang duduk di sebuah kursi di halamannya meneguk sebuah arak sambil menatap keatas langit berbintang.
"Aku tidak akan berlatih dulu untuk hari ini."
Zhukai menghela nafasnya panjang sambil meletakkan cangkir di atas meja.
Dia mengeluarkan dua pecahan logam dari dalam inventory kemudian menatap dua pecahan itu lebih dekat.
Dia pecahan seperti berlian mengeluarkan cahaya berwarna-warni yang sangat indah. Meski sudah beberapa kali melihatnya, Zhukai masih sangat kagum dengan pecahan Sovereign of Heaven itu.
"Aku hanya memiliki dua pecahan saat ini, butuh berapa lama hingga aku bisa mengumpulkan kedelapan pecahannya?"
Zhukai menghela nafas dan kembali memasukkan pecahan itu kembali ke Inventory.
Sesaat ketika matanya terpejam, Zhukai secara tiba-tiba membuka matanya dan menatap lurus ke arah tenggara.
Sebuah seringai terukir di wajah Zhukai, dia dengan mata terbuka lebar menatap kearah tenggara dan berkata.
"Sungguh pilihan bodoh, aku sudah berbaik hati dengan mengampuni nyawamu saat itu. Tapi kau berani untuk datang lagi kesini?"
Meski Zhukai sudah tahu bahwa Chu Ming adalah seorang cucu tetua, tetapi ia tidak menyangka bahwa kekuatan milik kakek Chu Ming akan sedikit lebih kuat dari yang Zhukai bayangkan.
Bisa mengirim 3 orang di ranah Celestial God Langit Ke-lima dan juga banyak Godly God Realm. Jelas pengaruh yang dimiliki oleh kakek Chu Ming tidak kecil.
Tetapi dengan kecepatan mereka saat ini, kau menduga bahwa mereka akan sampai di sekte Ling Tian besok pagi.
Karena itu, Zhukai tidak perlu repot-repot untuk menunggu kedatangan mereka dan memilih untuk tidur.
Zhukai diam sejenak, dia menghabiskan arak di cangkir kemudian kembali masuk kedalam rumahnya.
Ketika sinar cahaya matahari pagi masuk melewati jendela, Zhukai yang sedang tertidur perlahan terbangun karena sinar hangat mengenai kulitnya.
"Sudah pagi? Biar kulihat sampai mana mereka saat ini?"
Zhukai menguap beberapa kali kemudian kembali memejamkan matanya untuk mengedarkan persepsi ilahinya.
"Oh, mereka sudah dekat ternyata."
Zhukai turun dari kasur kemudian memakai pakaian yang biasa ia pakai. Sebuah jubah hitam dengan tulisan Ling Tian di dada bagian kiri atasnya.
Zhukai keluar dari rumahnya untuk turun dari gunung. Dia pergi menuju halaman murid untuk melihat latihan mereka.
Ketika Zhukai membuka pintu halaman murid, dia sangat terkejut karena melihat mereka semua sedang berlatih tanding satu sama lain dengan tubuh penuh keringat.
Ini juga membuat Zhukai sangat kagum dengan tingkat konsentrasi seperti itu.
Gedebuk!!
Yu Hanlong terdorong mundur beberapa langkah dengan pedang kayu yang terlepas dari tangannya.
"Saudari, ini kekalahan ku." Yu Hanlong tersenyum pada sosok wanita cantik di depannya.
Dia tidak malu kalah dari seorang wanita, sebaliknya Yu Hanlong sangat senang dengan peningkatannya beberapa hari ini karena berlatih dengan gadis itu, Li Bi.
"Tidak perlu bersedih saudara Yu, kamu sangat hebat bisa bertahan lebih dari satu jam saat bertarung denganku." Li Bi tersenyum kemudian mengulurkan tangannya pada Yu Hanlong.
"Haha, tidak perlu memuji seperti itu saudari." Yu Hanlong menggapai tangan Li Bi dan mulai berdiri.
Di bawah pohon besar yang letaknya tak jauh dari tempat Yu Hanlong, seorang gadis memandang penuh kecemburuan pada mereka berdua.
"Hmph, aku tidak akan memberikan kakak Yu padamu." Xiong Li berlari pada Yu Hanlong setelah istirahat sejenak.
Dia segera melingkarkan lengan di lengan Yu Hanlong, tersenyum kemudian berkata.
"Kakak Yu, bisakah kamu menemaniku berlatih?"
"Oh, adik Li.. tentu saja."
"Saudari, terimakasih atas latihannya. Kalau begitu aku akan pergi dulu."
"Tunggu dulu, bisakah aku berlatih bersama kalian?" Li Bi memberanikan dirinya untuk berbicara.
"Ah, apakah kamu tidak sibuk saudari?"
Li Bi menggeleng kepalanya sebagai jawaban.
Melihat itu, Yu Hanlong tersenyum kemudian berkata sambil mengajak Li Bi latihan bersama mereka.
"Pria itu, ternyata dia cukup pandai merayu seorang gadis."
Zhukai tertawa melihat sambil melihat siluet Yu Hanlong pergi.
Sementara itu, ketika Zhukai merasa puas melihat latihan mereka, dia berbalik dan pergi menuruni gunung.
"Seharusnya mereka akan tiba kurang dari satu jam, hmm ... Kurasa aku harus menyambut kedatangan mereka sekarang."
Karena Zhukai tidak ingin menganggu istirahat muridnya dengan serangan dari sekte langit cahaya, dia memutuskan untuk menghadang mereka di lembah sayap hitam.
***
Saat ini, kelompok beranggotakan 27 orang sedang terbang di udara dengan menaiki sebuah pedang.
Kelompok itu dipimpin oleh seorang pria bertubuh kekar dengan wajahnya yang tampan.
Aura yang keluar dari tubuhnya lebih kuat dua kali lipat dibandingkan dengan dua lainnya yang juga merupakan murid inti.
"Chu Ming, berapa lama lagi kita akan sampai di sekte itu?" Pria murid dalam itu bertanya tanpa sedikitpun menoleh kebelakang.
Melihat sikapnya itu Chu Ming merasa sangat tidak senang, dia adalah cucu tetua sekaligus murid dalam paling berbakat di sekte langit cahaya.
Tetapi pria itu yang hanya berstatus sebagai murid inti berani bersikap seperti itu padanya, Chu Ming jelas tidak senang.
Tetapi karena kekuatannya lebih lemah saat ini Chu Ming hanya bisa menjawab pertanyaan pria itu dengan hormat.
"Kurang lebih satu jam senior dengan kecepatan kita saat–.."
Belum sempat Chu Ming menyelesaikan ucapannya, sebuah tebasan pedang mengarah pada kelompok kerja dengan daya penghancur yang begitu kuat.
***
Bersambung.