Re-system

Re-system
Zhukai Vs Ling Yanchen



Kai saat ini sedang berada di sebuah Rumah makan yang cukup mewah. Pakaian Kai yang lusuh membuatnya mendapat berbagai cibiran dari para bangsawan yang tengah makan disana.


Kai tidak menganggap cibiran itu dan melanjutkan memakan makanan gang ia pesan, Setelah membayar makanan yang ia pesan Kai langsung berjalan menuju sebuah Istana yang sangat besar yang berada di pusat Kota.


Wajahnya yang dingin di tambah dengan senyum menyeringai membuat Kai sekarang terlihat seperti seorang iblis yang menyamar menjadi manusia.


Karena sekarang tengah malam Jalan yang berada di Kekaisaran Rubah Perak sangat sepi, Rumah-rumah telah tertutup rapat, hanya beberapa rumah makan serta toko senjata yang buka.


Kurang lebih setengah jam telah berlalu sejak Kai mulai berjalan dari Rumah makan menuju Istana Kaisar.


Sekarang Kai tepat berada di depan Pintu gerbang yang terbuat dari campuran Baja dan batu Bulan.


Kai juga telah menyadari adanya Array pembunuh yang sangat Kuat mengelilingi seluruh Istana Kaisar.


"Memang pantas diakui sebagai penguasa Benua Selatan, Bahkan aku saja kesulitan untuk membuat Array pembunuh seperti ini." Ucap Kai memuji.


Kemudian Kai mengeluarkan sebuah Kertas Hitam dari sakunya dan kemudian melempar Kertas Hitam itu pada Array Pembunuh di depannya.


Sebuah Kilatan Listrik dan ledakan terjadi secara bersamaan yang membuat seisi Istana Kaget, Para Prajurit serta Pangeran Mulai bermunculan untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Gumpalan Asap yang perlahan mulai menghilang memperlihatkan sosok Pria berbaju serba hitam dengan sebuah pedang Besar berada si punggung pria itu.


"Siapa Kau!! Beraninya membuat keributan di Istana Ini, apa kau sudah bosan hidup hah." Teriak Pangeran Dengan sombongnya.


Kai hanya diam saja tidak menjawab, Jendral Istana yang melihat sikap yang Kai tunjukan menjadi marah, "Beraninya Kau bersikap seperti itu di depan pangeran, Cepat bersujud dan potong lidahmu, maka akan ku ampuni nyawamu."


"Bwahahaha..... Apa yang orang tua sepertimu bisa lakukan." Kai tertawa lepas seraya mengejek Jendral istana yang berada di depannya.


"Dasar Bocah yang tidak tahu diri, Matilah!!!." Jendral Istana kemudian mengeluarkan sebuah tombak dengan ukiran Rubah berwarna Perak di gagang tombak itu.


Kilauan Cahaya berwarna perak keluar dari tombak yang di pegang oleh Jenderal Istana membuat malam yang begitu gelap menjadi terang benderang.


Jendral Istana itu langsung menyerang kearah Kai dengan ujung Tombak yang siap menikam jantung Kai kapan saja.


"Huff..." Kai menarik nafas dalam-dalam.


"Bwahh..." Kemudian mengeluarkannya.


Seketika jendral istana saat itu langsung terhempas dengan kencangnya kearah tembok istana.


"Brakkk!!!..." Suara Tembok retak dapat di dengar oleh semua orang yang ada di istana.


Mereka semua menoleh kearah suara tersebut dan melihat Jendral Istana yang tergeletak disana dengan seteguk darah segar keluar dari mulutnya, dapat dilihat juga bahwa organ dalamnya juga rusak parah.


"Jendral Yee...." Teriak Pangeran Ketiga sambil berlari kencang menuju tempat Jendral Istana tergeletak.


Para Prajurit lainnya juga terkejut dan sangat ketakutan ketika melihat pemuda berbaju hitam di depan mereka.


Tak berhenti sampai disitu, Kai mengayunkan pedang besar yang berada di punggungnya dan mulai membantai seluruh prajurit yang ada.


"Slashh!!..."


"Slashhh!!!!...."


"Boomm!!!!...''


"Ahh!!!.."


Sayatan pedang serta bunyi teriakan dapat terdengar di kesunyian malam hari itu, Para penduduk yang rumahnya berdekatan dengan Istana menjadi terbangun dan mulai keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi.


Setelah keluar dari rumah mereka, Para penduduk melihat pemandangan yang sangat menjijikan hingga mereka mulai muntah bahkan ada yang sampai pingsan.


Potongan lengan serta beberapa kepala tanpa tubuh dapat dilihat di depan gerbang Istana. Di tengah-tengah puluhan mayat Prajurit itu terlihat ada Kai dengan senyum menyeringai.


Kai menatap Penduduk Dengan tatapan dingin dan mulai berbicara, "Pergilah!!! Aku tidak ingin mengambil nyawa orang yang tak bersalah."


Nyatanya Para penduduk Kekaisaran Rubah Perak tidak sepenuhnya jahat, Jadi Kai tidak perlu repot-repot untuk membunuh para penduduk Kekaisaran.


Saat Tatapan dingin Kai mengarah pada Penduduk mereka semua langsung berlari tanpa memperdulikan Para Prajurit yang tewas di sana.


"Baiklah... Waktunya membasmi para hama disini." Ucap Kai sambil memegang pedang besar di tangan kanan nya.


"Waa... Bagaimana mungkin!! Jj-jendral terbunuh hanya dalam satu kali serang, bukankah kekuatannya menyamai ayah atau bahkan lebih kuat darinya." Teriak Pangeran histeris.


"Berisik!!! Sekarang waktunya bagimu untuk menyusulnya." Kai memegang erat Pedang besarnya dengan kedua tangan dan mulai mengayunkannya kearah pangeran ketiga.


Muncul sebuah hembusan angin yang tajam mengarah ke pangeran ketiga dengan cepat, saat pedang angin itu hampir mengenai leher pangeran, pedang angin itu terbelah menjadi dua oleh sebuah pedang emas yang di pegang oleh seorang pria paruh baya.


"Bangsat, Jika saja aku terlambat sedikit saja Nyawa Han'er pasti melayang." Batin Pria paruh baya itu.


"Ayah... Orang itu telah membunuh Jendral Yee, dan juga membunuh ratusan prajurit istana." Jelas Ling Han yang berada di belakangnya.


Kaisar Yanchen juga mengetahui hal itu, dirinya dapat melihat mayat Jendral Yee berserta prajurit istana tergeletak tak bernyawa di tanah.


Juga ketika Dirinya menahan serangan dari pemuda berbaju hitam disana tangannya gemetar menahan rasa sakit dari serangan pemuda itu.


Kai mengenali Pria tua di depannya ini, dari ingatan yang ia peroleh dari Ling Zhukai, Ia tahu bahwa orang yang berada di depannya adalah ayahnya Ling Yanchen.


Hawa kebencian yang begitu kuat terpancar dari tubuh Kai yang membuat Kaisar Yanchen sedikit gemetar.


"Siapa Kau, kenapa kau bermaksud untuk membunuh anak ku?" Tanya Kaisar sambil menatap Kai tajam.


"Apakah itu penting? dan juga aku tidak hanya ingin membunuh anakmu tapi aku bermaksud untuk menghancurkan istana ini dan juga mengambil apa yang seharusnya aku miliki." Jawab Kai dingin.


Setelah menyelesaikan perkataannya Kai langsung menyerang Kaisar Yanchen, gerakannya sangat cepat sehingga membuat Kaisar tidak dapat melihat pergerakan Kai dengan jelas.


"Duar!.."


Tinju yang Kai lepaskan mengenai Kaisar Yanchen tepat di bagian punggungnya.


"Arkkhh..."


Kaisar Yanchen terpental sejauh 30 meter hingga menabrak sebuah tembok istana hingga hancur.


Saat Kai ingin melanjutkan serangannya Ia terpental juga ke belakang akibat serangan yang Kaisar Yanchen keluarkan diam-diam.


"Tak kusangka serangan Fisikmu sangat kuat, jika bukan karena Armor ini yang melindungi ku, mungkin saat itu aku akan terluka cukup parah." Ucap Kaisar Yanchen dengan Ekspresi serius.


Kai yang juga telah menstabilkan tubuhnya menatap Kaisar Yanchen dengan ekspresi dingin, tanpa berkata apapun Kai langsung menyerang Kembali kini Ia menyerang menggunakan pedang besar di punggung nya.


Ting!!


Boomm!!


Suara tabrakan besi dan ledakan terdengar di halaman istana, Kai dan Kaisar Yanchen bertarung dengan sangat sengit. masing-masing dari mereka mukai mengeluarkan teknik yang mereka miliki.


"Teknik Pedang Langit, Gerakan Pertama Tebasan Pedang."


Kaisar Yanchen juga ikut mengeluarkan tekniknya, Dua teknik yang Kai dan Kaisar Yanchen keluarkan mulai bertabrakan yang membuat Kai dan Kaisar Yanchen mundur satu langkah.


Tak berhenti sampai di situ Kai dengan cepat mengeluarkan teknik selanjutnya dan terus melakukannya hingga Kaisar Yanchen mengeluarkan Seteguk darah.


Saat Kai mengeluarkan teknik lagi untuk menghabisinya terjadi suara ledakan.


Boom!!


Kai saat itu terkena ledakan mengalami sedikit luka yang membuatnya mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya. Ia menatap Tajam Kearah depan yang memperlihatkan Kaisar Yanchen yang berhasil menerobos ke ranah Half Saint.


"Haha.. Akhirnya aku berhasil menerobos ranah ini setelah terjebak selama bertahun tahun, sebagai hadiah aku akan memberimu kematian dengan cepat."


Memegang Erat pedang emas di tangan kanannya Kaisar Yanchen menghilang dan muncul di depan Kai dan mengayunkan pedangnya.


Kai yang sedikit terlambat menghindar saat itu terkena sedikit serangan yang membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang.


Topeng yang ia pakai saat itu retak dan pecah, terlihat wajah yang tidak asing di mata Kaisar dan juga Ling Han.


Suana menjadi hening seketika, Kai yang menyadari bahwa topeng yang ia pakai telah pecah tak bisa menutupi identitas aslinya lagi.


"Bb- Bagaimana bisa kau masih Hidup!!." Teriak Kaisar Yanchen tak percaya apa yang dilihatnya.


****