
Saat ini, di dalam sebuah ruangan dimana jimat petir pembunuh berada. Zhukai menatapnya serius sembari melihat betapa banyaknya Rune kuno yang tertanam di lapisan pelindung yang melindungi sobekan kertas itu.
"Xiao Hu, kamu pergi dulu.. Kurasa ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk membuka pelindungnya." Zhukai berkata pelan sambil meminta Xiao Hu pergi.
"Huu... Huu.."
Xiao Hu mengangguk beberapa kali, dia berjalan pergi setelah portal dunia jiwa terbuka.
Setelah melihat siluet Xiao Hu menghilang, Zhukai memfokuskan pandangannya pada lapisan pelindung yang dipenuhi oleh Rune aneh.
"Hmm, aku merasa jika aku bisa memecahkan Rune ini maka profesi Master Array akan mendapatkan peningkatan besar." Zhukai bergumam sembari matanya menatap lapisan Rune itu lebih dekat.
Setelah berselang satu jam, Zhukai duduk kelelahan. Ia telah berusaha keras untuk memahami Rune itu, tetapi bahkan setelah sejam berlalu, Zhukai tidak bisa memahami satupun Rune disana.
Itu membuatnya frustasi sekaligus kesal.
"Pola Rune ini terlalu aneh, aku bahkan tidak bisa memahami sedikitpun maksudnya."
Zhukai berdiam diri, dia berisitirahat sambil menyandarkan kepalanya kesebuah dinding.
"Yui'er, bisakah kamu membantuku?" Zhukai bertanya.
[Kai Gege? Apa yang Kai Gege butuhkan?] Yui bertanya dengan lembut.
Zhukai sedikit bernafas, "Apakah kamu memiliki sesuatu yang lebih rinci tentang bahasa Rune di Toko System?"
[Ya Kai Gege, itu bernama buku Rune sang kaisar, hanya memerlukan 1 juta Poin Takdir untuk membelinya. Apakah Kai Gege ingin?]
Mendengar itu, Zhukai sedikit bersemangat. Dia lantang menjawab. "Beli..."
Ding.
[Kai Gege melakukan pembelian buku Rune sang kaisar, 1 juta Poin System secara otomatis berkurang]
Saat itu juga, sebuah buku tiba-tiba muncul di depan Zhukai. Buku itu berwarna emas menyala dengan sampulnya yang menggunakan bahasa Rune.
Kai sedikit bersemangat, dia seketika membuka buku itu halaman demi halaman. Hingga ketika ia mencapai halaman terakhir, buku itu seketika menghilang.
"Oh, ternyata bahasa Rune tidak sesederhana yang aku kira."
Meski dalam kehidupan sebelumnya Zhukai adalah dewa bintang dengan banyak pengetahuan, tetapi untuk bahasa Rune, Zhukai masihlah seroang yang awam.
Dengan begitu, tepat setelah Zhukai berdiri, ia berjalan menghampiri lapisan Rune yang melindungi jimat petir pembunuh.
Kai mengartikan Rune itu satu demi satu hingga mencapai sebuah kesimpulan.
"Shura yang tak terkalahkan."
Booomm!!
Lapisan pelindung itu meledak dan kemudian hancur. Ledakan keras itu seketika membuat guncangan yang sangat kuat di seluruh reruntuhan kuno.
Untuk sesaat, Zhukai tenggelam dalam pikirannya.
"Shura!? Siapa dia... Mengklaim dirinya sebagai orang yang tak terkalahkan, bukankah itu terlalu gila."
Zhukai sangat tahu bahwa untuk menjadi yang kuat, pasti akan ada orang lain yang melebihi dirinya.
Seperti Dewa Iblis.
Tetapi Shura!! Dia mengklaim dirinya sebagai yang tak terkalahkan, bahkan untuk Zhukai, dia sama sekali tidak berani untuk berkata seperti itu.
Tepat setelah Zhukai kembali ke akal sehatnya, dia mengambil secarik kertas yang merupakan jimat petir pembunuh.
Karena dirinya masih mengingat jalan yang aman, Kai tidak memerlukan Xiao Hu untuk membimbingnya lagi.
Ketika dirinya telah keluar dari ruangan, Zhukai berhenti sejenak.
"Apakah sebaiknya aku lanjut ke lantai dua?"
Mengingat betapa mengerikannya musuh di lantai pertama, Kai tidak berani membayangkan bagaimana musuh yang akan ia hadapi ketika turun ke lantai kedua.
"Hmm, aku akan lanjut ke lantai dua setelah Kultivasiku menjadi lebih kuat lagi."
Zhukai bergumam, dia memanggil Xiao Hu dan memintanya untuk menuntun dirinya menjelajahi lantai pertama lebih luas lagi.
Kai yakin bahwa masih ada harta yang tersisa di lantai pertama.
Xiao Hu menggeleng beberapa kali, mengisyaratkan untuk Zhukai tidak menjelajah lebih jauh dengan kekuatannya saat ini.
Karena Kai sudah cukup akrab dengan Xiao Hu, ia juga Mai sedikit mengerti tentang apa yang dia bicarakan melalui ekspresinya.
"Baiklah Xiao Hu, aku akan berhenti disini terlebih dulu." Zhukai menjawab dengan ramah, dia mengangkat Xiao Hu dan menghilang bersamanya.
Ketika Kai muncul kembali, dia sudah berada di gerbang masuk reruntuhan kuno milik Shura.
"Sebenarnya siapa pemilik asli dari reruntuhan ini, melihat betapa kuatnya penjaga lantai, dia pasti bukan seseorang dari dunia ilahi."
Zhukai berbalik, memutuskan untuk tidak tinggal lebih jauh.
"Yi'er, berapa lama lagi waktu hingga lelang semesta dimulai Kembali."
[Satu Minggu dari sekarang Kai Gege, apakah kamu ingin menukar Poin Angkasa?]
"Tidak untuk sekarang, mungkin lain kali." Zhukai menjawab, dia telah memasukkan jimat petir pembunuh kedalam Inventory.
Karena ia saat ini adalah pemilik Alam Neraka yang dimana itu ia bisa keluar masuk dengan bebas, Zhukai memutuskan untuk pergi dan datang kembali ketika kekuatannya lebih kuat.
Kai juga belum memurnikan Mutiara Roh Air yang ia curi dari Water God. Untuk alasan mengapa Zhukai belum memurnikan adalah karena ia tidak cukup kuat.
Itu telah digunakan Water God untuk waktu yang lama, jejak kekuatan Water God juga terkandung di dalamnya.
Hal itulah yang membuat Zhukai kesulitan untuk memurnikan Mutiara Roh Air.
Sebelum Zhukai keluar dari Alam Neraka, Qi Yue tiba-tiba muncul dan mengejutkan dirinya.
"Suamiku, aku lapar.. Bisakah kita makan terlebih dulu sebelum pergi."
"Apa! Kau hanya di dalam pedang hitam seharian penuh, bagaimana kau bisa lapar dengan begitu cepat..." Kai berkata dalam hatinya.
Tetapi setelah melihat senyuman manis di wajah Qi Yue, Kai menghela nafas dan mulai memasak beberapa makanan.
Ada banyak daging di Inventory nya, jika itu adalah orang biasa daging itu cukup untuk bagi mereka untuk bertahan hidup selama ribuan tahun.
"Apa yang ingin kamu makan?"
Qi Yue memutar matanya sedikit berfikir, "Mungkin sup daging."
"Baiklah.."
Karena disana tidak terdapat kayu bakar, Zhukai mengeluarkan beberapa ranting kayu dari dalam Inventory, ia juga mengeluarkan sebuah panci besar yang akan digunakan untuk memasak.
Ketika Zhukai telah memotong daging dan juga beberapa sayuran, ia menambahkan garam dan juga bumbu-bumbu lain kedalam panci.
Saat Sup daging itu hampir matang, aroma harum dapat tercium dari berbagai arah.
"Hubby, apakah itu sudah masak?" Qi Yue bertanya, terlihat bahwa air liur sedikit menetes di bibirnya.
"Bersihkan dulu air liurmu itu, ini akan selesai beberapa saat lagi."
Ketika sup daging sudah siap dimakan, Zhukai mengambil dua buah mangkok dan juga dua kendi arak dari Inventory.
"Ini Yue'er, aku harap kamu menyukainya."
Kai memberikan mangkok yang sudah berisi sup daging pada Qi Yue, dia juga memegang satu mangkok yang sudah berisi sup.
Karena hari itu adalah malam hari, itu sangat gelap.
Bahkan bintang tidak terlihat di atas langit. Dalam kegelapan itu, Zhukai hanya mengandalkan Api unggun sebagai penerang.
"Hubby, aku mengantuk. Bisakah aku tidur di sampingmu?" Qi Yue mengusap matanya sambil menguap beberapa kali.
Bahkan sebelum, Zhukai menjawab, Qi Yue sudah duduk di sampingnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Zhukai.
Kai menghela nafas, dia mengambil selimut untuk menutupi tubuh Qi Yue dan juga tubuhnya.
Dia memandang wajah Qi Yue sesaat kemudian tersenyum.
"Kurasa seperti ini tidak buruk juga."
***
Bersambung.