
Ketika semua orang sedang menikmati makanan yang telah disediakan, Kai berjalan ke tempat favoritnya.. Dibawah pohon mangga.
Tepat ketika dia akan menggambil buah mangga yang telah matang, ia merasakan ada sesuatu yang menabraknya.
"Aduhh!!.." Teriak seorang gadis kecil terjatuh ketika menabrak seseorang yang tak lain adalah Zhukai.
"Oh, maaf gadis kecil. Biar Kakak bantu."
Kai membantunya berdiri dan membersihkan pakaiannya yang terkena tanah. Setelah itu, Kai sedikit menunduk dan bertanya.
"Gadis kecil, siapa orang tuamu? Kakak akan bantu mencarikannya.."
Secara tiba-tiba, telinga Kai menangkap suara yang tak jauh dari tempat ia berada.
"Mingyue... Dimana kamu?"
Kai memfokuskan pendengaran nya dan segera menyadari, "Bukankah suara ini terdengar mirip seperti Gu Nan dan Bai Hu?"
"Oh, Lima tahun lalu ketika aku mengunjungi Gu Nan, Bai Hu waktu itu sedang mengandung... Jangan-jangan."
Kai segera menunduk dan menatap gadis kecil yang saat ini sedang tersenyum kearahnya, "Ekor itu? Itu milik Ras Naga bukan?" Pikir Kai dalam hati.
"Gadis kecil, siapa namamu?"
"Namaku.. Gu Mingyue."
Kai sedikit kaget dan segera tersenyum.. "Mari Kakak antarkan kamu kepada orang tuamu."
Gu Mingyue segera mengangguk dan menggenggam tangan Kai dengan kedua tangannya.
Entah kenapa ia sama sekali tidak takut dengan Zhukai, padahal ini adalah pertama kalinya mereka bertemu.
Tak lama setelah itu, Kai berhenti tepat di depan dua orang yang sedang berteriak dengan ekspresi khawatir.
"Gu Nan, Bai Hu.. Lama tak bertemu!" Ucap Kai tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Ah, Halo Bos!! Maaf aku tidak bisa memberikan ucapan selamat padamu tadi, aku dan Hu'er sangat sibuk mengurus anak kami dan sekarang kami kehilangan dia." Ucap Gu Nan sambil menundukkan kepalanya.
Secara tiba-tiba, terdengar suara gadis kecil yang cukup imut di telinga mereka bertiga.
"Ayah!! ayah!!..."
Dari balik tubuh Zhukai, keluar sosok gadis kecil yang memakai sebuah pakaian yang cukup sederhana. Tetapi dia terlihat cantik dengan pakaian itu.
"Mingyue!! Kamu gadis nakal, lihat nanti bagaimana ayah akan menghukum mu.." Gu Nan meraung dengan marah, alasan keterlambatan dirnya dan Bai Hu adalah karena Gu Mingyue yang sedari tadi pagi terus membuat kekacauan.
"Bwlee.. Dasar Ayah! Kenapa selalu saja memarahiku." Gu Mingyue menjulurkan lidahnya, terlihat seperti gadis kecil yang nakal.
"Sudah sayang!! Kenapa kamu selalu saja memarahi Mingyue kecil.. Ayo sini Mingyue.." Bai Hu tersenyum hangat sambil membuka lebar pelukannya.
Gu Mingyue dengan patuh mengangguk dan berlari kearah Bai Hu dan menikmati hangatnya pelukan ibunya.
"Huh Anak itu!! Kalau begitu Bos..." Gu Nan membungkuk dengan wajah serius kemudian berteriak dengan keras..
"Selamat atas Pernikahannya.."
Bai Hu juga melakukan hal yang sama seperti Gu Nan, sedangkan Mingyue terlihat begitu bingung dengan sikap kedua orang tuannya.
"Haha, tidak perlu sopan.. Kalian bertiga sudah makan? kenapa tidak berkumpul dengan mereka.." Kai berkata sambil menujuk kearah kerumunan orang-orang.
Mereka berdua mengangguk, setelah itu berjalan pergi menuju kearah kerumunan berada.
Pesta Pernikahan itu berakhir ketika pagi menjelang. Ketika semua orang telah pergi, Kai mengibaskan tangannya..Panggung pernikahan, dekorasi, dan kursi menghilang seketika.
"Hmm.. Saatnya menikmati bulan madu dengan istri tercinta.."
Kai menghilang menjadi sebuah cahay putih, setelah itu muncul kembali tepat di depan rumahnya.
Disana, terlihat ke-enam Istrinya yang sudah berganti baju dan duduk seolah menunggu kedatangan seseorang.
"Kamu terlambat Sayang..." Xue Yu berdiri dan mulai menarik Kai untuk masuk kedalam rumah di ikuti oleh lima orang lain yang mengikutinya di belakang.
"Haa.. Kurasa aku harus bekerja keras untuk beberapa hari ini..."
Dengan begitu, Kai menghabiskan malam dengan ke-enam Istrinya selama beberapa hari Kedepan.
Satu Minggu berlalu sejak pernikahan Kai berlangsung, kini rumahnya terlihat begitu sepi karena setiap istrinya sedang sibuk berlatih.
Mereka ber-enam telah beristirahat satu hari penuh karena terlalu lelah sehabis bertempur bersama Kai selama 6 hari lamanya.
Entah karena alasan apa, Kultivasi mereka meningkat secara drastis setelah melakukan hal itu.
Bahkan Yi dan Yui yang biasanya selalu bermalas-malasan, kini juga ikut berlatih bersama ke-empat saudarinya.
Menjelang malam hari, Kai memanggil mereka semua untuk mendiskusikan sesuatu.
"Ehem!... Sebelumnya aku minta maaf karena menggangu latihan kalian, tetapi ada satu hal yang ingin aku beritahukan pada kalian semua..."
"Aku akan pergi ke Persimpangan Dimensi untuk meningkatkan kekuatanku, jadi..."
Seketika, suasana diantara mereka menjadi hening. Sebagai Istrinya yang baru saja menikah dan baru saja menghabiskan satu Minggu setelah pernikahan mereka, Kai akan pergi.. Bagaimana mungkin hati mereka tidak sakit?
Tetapi mereka semua tahu bahwa Kai melakukan itu demi keamanan hidup mereka.
"Tidak perlu merasa bersalah seperti itu Sayang.. Kami sudah tahu bahwa kamu tidak akan tinggal lama di sini.. Tapi, kami berharap kamu bisa datang kesini sebulan sekali... Itulah permintaan dari kami semua." Chiyan berkata mewakili Istri Kai yang lain.
Kai terdiam, air mata mulai menetes di wajahnya. Dia berdiri dan memeluk ke-enam Istrinya erat-erat.
Esok paginya, Kai meninggalkan Dunia Jiwa setelah memberikan ucapan perpisahan pada ke-enam Istrinya.
Setelah dia keluar dari Dunia Jiwa, hal pertama yang dia lihat adalah sebuah Puing-puing batu dari yang menumpuk. Puing-puing batu itu adalah pecahan dari Lembah Hitam yang hancur akibat pertarungan Kai dengan Nalan Yu dan Nalan Han.
Kai mengepalkan tangannya dan memukul pohon yang berada tepat di sampingnya.
"Keluarga Nalan!! Menara Tujuh Warna!! Aku tidak memiliki permusuhan dengan kalian, tetapi kalian sendiri yang mencari permusuhan denganku!! Ingat ini, suatu saat ketika aku menembus Ranah True God! Kalian bertiga akan menanggung akibatnya."
Tubuh Zhukai berubah menjadi titik-titik putih dan segera menghilang di tempat. Dia muncul kembali disebuah kota yang merupakan Wilayah Menara Tujuh Warna.
Sayangnya, setelah dia menghancurkan Menara Tujuh Warna tanpa sisa, Kai tidak dapat menemukan keberadaan Nalan Xing.
Semua pedagang dan penduduk lokal yang melihat kejadian dimana Menara Tujuh Warna dihancurkan menjadi begitu ketakutan. Mereka ingin melahirkan diri tetapi tubuh mereka sama sekali tidak mau bergerak.
Kai tidak menyentuh orang lain yang memiliki hubungan dengan Menara Tujuh Warna Setelah menghancurkan Menara Pusat dan Cabang, Kai menghilang sekali lagi.
Ketika Kai kembali muncul, penampilannya segera berubah menjadi normal. Dia menghembuskan nafas sambil membersihkan tubuhnya yang telah bersimbah dengan darah.
"Sudah saatnya aku pergi.."
Kai memejamkan kedua matanya, dia tidak menggunakan Fitur Perpindahan Alam yang mengharuskan dia untuk menggunakan 3 Inti Binatang Buas Peak God Realm sebagai syarat.
Tetapi langsung menggunakan Skill Teleportasi nya yang telah dia gabungkan dengan Dao Ruang.
Aura putih samar terlihat merembes keluar dari Tubuh Zhukai, tak berselang lama, notifikasi System terdengar di kepalanya.
Ding
[Kai Gege menggabungkan Skill Teleportasi dengan Dao Ruang.. Merubah Skill Teleportasi menjadi Teleportasi Super]
Kai menghiraukan notifikasi itu dan memfokuskan untuk mengontrol Dao Ruangannya keseluruh tubuhnya.
Tepat ketika Kai membuka mata, pemandangan indah didepannya segera menghilang, itu digantikan oleh lautan darah yang dipenuhi dengan bangkai binatang.
"Heh.. Saatnya Leveling..."
***
Bersambung..