Re-system

Re-system
Berangkat Menuju Alam Cahaya



"Pfftt... Hahaha, dewa bintang? apa yang kau bicarakan. Itu lelucon yang sangat lucu." Wind God menanggapi perkataan Moon God dengan tawa keras.


Dewa perang yang lain juga ikut tertawa begitu mendengar lelucon yang di ucapkan Moon God, "Hahaha, jika dewa bintang masih hidup, mana dia? aku akan menginjak kepalanya menjadi bubur.


"Apa kau pikir aku sedang bercanda sekarang! Sebelum kematiannya, Long Bei menghubungi ku untuk meminta bantuan. Dia juga memberitahu bahwa orang yang menyerang sektenya adalah dewa bintang."


"Aku sedikit ragu pada awalnya, tetapi setelah berita kematian God of Darkness tersebar luas. Pasukan yang aku kirim juga tidak kunjung kembali, apa kalian masih tidak percaya setelah mendengar ini."


Dengan marah, dewa bulan menjelaskan semua yang ia ketahui. Meskipun begitu, dewa perang kuno lain hanya bersikap acuh mendengar penjelasan Moon God.


"Sudahlah, jika kau hanya membicarakan omong kosong seperti itu, aku akan pergi dari sini." ucap Light God dengan nada kesal, karena sedari awal tidak ada yang berguna dalam pembicaraan itu, dia benar-benar muak duduk diam di sana.


Setelah Light God meninggalkan ruangan tempat mereka berkumpul, beberapa dewa lain juga mulai muak dan pergi satu per satu.


Di dalam ruangan itu, hanya tersisa tiga orang. Mereka bertiga tidak lain adalah Moon God, Martial God, dan Water God.


"Apakah kalian berpikir apa yang aku katakan hanya omong kosong belaka!? Tak lama lagi, kita hanya perlu menunggu kematian kita satu per satu."


Martial God menatap Moon God dengan serius, "Sebenarnya aku juga tidak ingin mempercayai omong kosong mu, tetapi setelah mengingat hal yang terjadi dengan istriku. Kurasa apa yang kau katakan tadi cukup masuk akal."


"Hmm, aku juga berpikir seperti itu."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Martial God dan Water God, Moon God menghela nafas lega dengan sedikit tenang.


"Terimakasih sudah mempercayai ku, meski begitu kita tidak akan bisa menang melawan dewa bintang hanya dengan kekuatan kita bertiga saat ini." ujar Moon God sambil menghela nafas panjang.


Setelah tahu bahwa Star God berhasil menghancurkan sekte kegelapan kurang dari satu jam, jelas kekuatannya tidak lemah. Itu bahkan lebih kuat dibandingkan dengan kekuatannya di masa lalu.


"Kau terlalu khawatir, meski dewa bintang bangkit kembali. Tetapi kekuatannya jelas berkurang sangat banyak dan ia tidak mungkin sekuat dulu."


Water God juga mengangguk setuju, "Ya, apa yang di katakan Martial God memang masuk akal."


Setelah pembicaraan itu, Moon God, Martial God, dan Water God pergi meninggalkan ruang pertemuan para dewa.


Sementara itu di tempat lain, seorang pria muda duduk santai di atas pohon sambil mengawasi muridnya yang sedang berlatih.


"Pertahankan gerakan itu, gerakan mu terlalu terburu-buru, kau masih terlalu menahan kekuatan pukulanmu, masih terdapat banyak celah dalam setiap gerakan yang kau lakukan." Melihat setiap kesalahan gerakan Wang Zhong, Zhukai memberikan


Setelah Kai berhasil memurnikan Kristal Yin-Yang, dia akan melakukan balas dendam pada dewa perang kuno.


Tetapi ia juga perlu meningkatkan kekuatan Wang Zhong sedikit lebih jauh untuk menemaninya membalas dendam atas apa yang telah dewa pernah kuno lakukan terhadap mereka...


Sore hari di halaman luas yang berada tepat di sekitar reruntuhan sekte bintang primordial, Wang Zhong berbaring di atas tanah dengan suara nafasnya yang terlalu cepat.


"Ha Ha Ha... Itu tadi latihan yang sungguh berat."


Sementara Wang Zhong yang masih beristirahat, Zhukai turun dari dahan pohon dan menghampirinya.


"Kerja bagus untuk hari ini, setelah kau bisa menguasai teknik itu dengan sempurna, kita akan segera pergi ke Alam Cahaya.."


Mendengar itu, kerutan muncul di tengah-tengah alisnya. "Alam Cahaya? mengapa kita pergi ke sana guru?" Wang Zhong bertanya bingung.


Dengan seringai, Zhukai menjawab apa yang Wang Zhong tanyakan.


"Kekeke, tentu saja untuk membuat mereka membayar apa yang telah mereka lakukan terhadap sekte kita. Apa kau tidak ingin membalas kematian saudara-saudara mu yang telah meninggal..."


Dengan ucapan Zhukai barusan, kenangan itu kembali muncul di benak Wang Zhong. Kebenciannya dengan dewa perang kuno apamemenuhi kepala Wang Zhong.


Mendengar jawaban tegas dari Wang Zhong, Zhukai tersenyum puas. Dia menepuk pundak Wang Zhong sambil berkata, "Seperti itulah muridku."


Dengan begitu, Zhukai memberikan pelatihan yang sangat berat untuk Wang Zhong setiap harinya.


Itu adalah jenis pelatihan yang belum pernah Wang Zhong alami seumur hidupnya, tetapi dengan latihan yang Kai berikan, kekuatan Wang Zhong meningkat dengan pesat.


***


Di sebuah bangunan besar yang terletak di salah satu puncak gunung yang berada di Klan Xia.


Seorang pria paruh baya duduk sambil meneguk secangkir arak yang telah di siapkan oleh pelayannya.


"Hahaha... Gadis itu masih sangat bodoh seperti biasanya, aku sudah memperkirakan bahwa dia akan menolongku saat itu. Karena hanya aku satu-satunya keluarganya yang tersisa, dia tidak mungkin membiarkan ku mati." Xia Wen tertawa kencang sambil meneguk kembali secangkir arak.


Para tetua lain yang berada di sekitarnya juga ikut tertawa, "Hahaha, apa yang saudara Wen katakan memang benar, lalu apa rencana kita selanjutnya?"


"Hmm, kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat. Kau juga cepat kumpulkan beberapa tetua yang masih bersikap netral. Jika kita memiliki lebih banyak bantuan dari tetua, peluang kemenangan kita akan meningkat." jelas Xia Wen.


"Baik saudara Wen..."


Kelompok Xia Wen terus berpesta untuk merayakan kepergian Zhukai. Tanpa adanya Zhukai, menguasai Klan Xia akan menjadi lebih mudah.


Sementara itu, Xia Bing Yao yang mengurung dirinya di dalam kamar selama beberapa hari mulai berjalan keluar dari kamarnya.


"Ah nona... Aku kira kamu tidak keluar hari ini." seorang pelayan wanita yang biasanya menyiapkan makanan untuk Xia Bing Yao membuka mulutnya karena terkejut.


Dengan sikap dingin, Xia Bing Yao mengabaikan pelayan itu dan berjalan ke halaman untuk berlatih.


Setelah tiba di halaman rumah, Xia Bing Yao mengambil pedangnya dan memulai latihan yang sering ia lakukan.


Tepat setelah Xia Bing Yao mengayunkan pedangnya sebanyak lima kali, dia berhenti dan meletakkan pedangnya di tanah.


"Haahhh, apakah yang aku lakukan saat itu terlalu berlebihan?" Xia Bing Yao menghela nafas sambil menatap telapak tangannya batang ia gunakan untuk menampar Zhukai.


Mengingat kembali apa yang katakan saat itu, Xia Bing Yao benar-benar menyesal telah menampar Zhukai tanpa pikir panjang.


"Haahhh... Aku hanya bisa berharap Kai Gege bisa memaafkan apa yang aku lakukan saat itu.." Karena Xia Bing Yao tidak memiliki semangat untuk berlatih, dia akhirnya pergi untuk menemui Sun Wukong.


Sementara itu di Alam Bintang, Zhukai yang merasakan aliran rasa hangat di sekujur tubuhnya mulai membuka kedua matanya.


"Hmm, sudah waktunya ya..." Dengan senyum lebar, Zhukai berjalan pergi menemui muridnya.


"Apa kita akan pergi saat ini guru?" Wang Zhong yang baru saja menyelesaikan latihan paginya bertanya sambil memakai pakaiannya.


"Ya, sudah saatnya kita pergi ke Alam Cahaya."


Zhukai mengibaskan tangannya hingga membuat sebuah portal besar dengan energi ruang yang sangat kuat.


Dia melangkah maju terlebih dulu diikuti oleh Wang Zhong di belakangnya.


Awal pembalasan dendam di mulai!!


****


Bersambung...