
Perjalanan menuju Kekaisaran Iblis membutuhkan waktu 2 hari penuh untuk sampai dengan Profound Ark.
Sementara itu, ketika sebuah pintu ruangan terbuka. Sosok pria dengan wajah penuh kantung mata berjalan keluar dengan tubuh yang lemas.
Dia diperas habis-habisan oleh sepuluh kekasihnya selama dua hari penuh.
"Haaa.. Mereka bahkan tidak membiarkanku istirahat." Zhukai mengeluh pelan, dia duduk pada sebuah kursi yang dekat dengan pagar pinggir kapal untuk menikmati udara segar yang menerpa dirinya.
Kai memejamkan matanya dan mulai fokus pada kesadaran di tubuhnya. Kesadaran Zhukai masuk pada sebuah ruang kecil yang terletak di dekat Dantian nya.
Ketika Kai masuk kesana, sebuah ruangan dengan banyak bintang dapat ia lihat di berbagai sisi.
Kai duduk bersila dan mulai mengatur pernafasannya, dari atas langit, cahaya bintang yang bersinar segera turun dan terserap masuk kedalam tubuh Zhukai.
Dalam kesadarannya, energi bintang itu keluar dari pori-pori tubuhnya dan mengisi setiap bintang yang ada di sana.
Selang beberapa jam berlalu, Kai membuka mata dan menghembuskan nafas secara perlahan.
"Aku tidak boleh terburu-buru, karena dulu aku tidak dapat menembus penghalang untuk pergi ke Alam atas. Aku harus memperkuat fondasiku dari sekarang."
Kai bangkit dari duduknya dan berjalan mengelilingi kapal, matanya memandang lurus ke meja makan dan melihat bahwa ke-sepuluh kekasihnya sedang duduk bersama sambil berbicara satu sama lain.
Mereka semua tersenyum bahagia tetapi bagi Zhukai senyum mereka terlihat sangat menakutkan.
Kai sontak kaget dan buru-buru bersembunyi, dia tidak ingin istrinya tahu bahwa dia selesai berlatih.
"Akhirnya baju memiliki waktu untuk istirahat, akuntidak akan menyia-nyiakan itu." Ucap Zhukai dengan sedikit ketakutan.
Akhirnya tepat ketika hampir tengah malam, Profound Ark yang Kai naiki secara perlahan turun kebawah.
Itu tepatnya turun disebuah dataran luas dengan tanah yang penuh dengan retakan.
Jauh mata memandang, terlihat sebuah kota yang begitu besar. Kota itu merupakan pusat dari Kekaisaran Iblis.
Kota Jiang! Seperti itulah orang-orang menyebutnya.
"Jadi itu kota dimana ayah mertua tinggal?"
Jiang Lin mengangguk, dia memimpin yang lainnya karena dia sangat ingat dengan jalan dan jebakan yang ayahnya taruh di sepanjang jalan sekitar kota.
Ketika mereka sampai di pintu gerbang, seorang iblis yang menjaga disana sangat terkejut sekaligus gembira melihat kedatangan Jiang Lin.
Dia memberi hormat dan buru-buru berlari untuk memberitahu Kaisar Wuchun.
Awalnya Jiang Lin ingin menghentikan nya karena ingin mengejutkan ayahnya dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
Tetapi itu sudah terlambat karena penjaga itu berlari dengan sangat cepat.
Tepat beberapa detik setelah itu, kedatangan Jiang Wuchun mengejutkan para penduduk kota.
"Hormat pada Yang Mulia." Mereka berlutut memberi hormat.
Tidak ada tekanan dan keengganan sama sekali, itu semua murni karena mereka menghormati Jiang Wuchun.
Jiang Wuchun sama sekali tidak peduli, dia dengan istrinya yang ada tepat di sampingnya segera berlari dan memeluk putri mereka.
"Putriku, aku kira kau sudah melupakan pria tua ini." Jiang Wuchun dengan air mata bahagia melepas pelukan dari putrinya.
"Halo ayah mertua.." Sebelum Jiang Lin menjawab, Kai sudah terlebih dulu datang menyapa.
Tepat setelah itu, Kai mendapatkan tatapan tajam dari kesepuluh kekasihnya dan juga Jiang Wuchun.
Xue Yu datang dari belakangnya dan mencubit perut Zhukai sambil membisikkan sesuatu, "Sayang, apakah kamu tidak bisa membaca suasananya."
"Ah, Xue Yu, kenapa kamu mencubitku."
Ia tiba-tiba terdiam dan memandang Jiang Wuchun, "Ah, maaf-maaf hahaha.."
"Sudah, dasar kau menantu kurang ajar. Apa saja yang telah kau lakukan hingga baru membawa putriku kembali."
Kai tertawa canggung tetapi tidak menjawab, sebaliknya dia memberi tatapan tajam dan bergumam pelan.
"Analisis.."
Layar Hologram muncul secara tiba-tiba di depannya, itu berisi status Jiang Wuchun dan Istrinya.
(Status)
Nama : Jiang Wuchun.
Umur : 200 ribu tahun.
Ras : Supreme Demon.
Kultivasi : Original God tingkat ketiga.
(Status)
Umur : 170 ribu tahun.
Ras : Succubus.
Kultivasi : Immortal God tahap Abadi.
Kai terkejut melihat tingkat Kultivasi dari Jiang Wuchun, ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa Jiang Wuchun akan memiliki Kultivasi Dewa Semesta.
Apalagi itu diatas satu tingkat lebih tinggi dari Yu Chi Lan. Kai tiba-tiba teringat tentang Gu Long, jika dia tidak salah memperkirakannya, Gu Long setidaknya berada di ranah Original God tingkat keempat.
Bahkan perbedaan satu ranah memiliki perbandingan yang begitu besar. Tidak seperti sebelumnya, jika Kai ingin mengimbangi satu kesenjangan hanya bermodalkan tubuh Spesial tidak akan cukup baginya.
"Ayah, ini suamiku..." Jiang Lin memeluk lengan kanan Zhukai dan mengatakan pada ayahnya dengan bahagia.
"Oh, jadi kalian sudah menikah? Kapan itu?"
"Emmm, Kurasa itu dua puluh tahun yang lalu."
Mulut Jiang Wuchun terbuka lebar tetapi tidak ada kata-kata yang keluar darinya. Sementara itu, Mei Nalan sangat terkejut dengan kabar itu dan hanya tertawa kecil.
"Ibu, ini saudariku yang lain.."
"Ah, betapa tidak sopannya diriku. Maaf, biarkan aku menyambut kalian." Mei Nalan tersenyum ramah kemudian menyapa mereka dan mengantar mereka semua masuk kedalam istana.
Sementara itu, Kai dan Jiang Wuchun masih membicarakan omong kosong di belakang sana.
"Itu hanya dua puluh tahun berlalu, bagiamana kau bisa menjadi sangat kuat dalam waktu itu."
"Tidak ada, hanya saja dengan sedikit keberuntungan."
Jiang Wuchun menghela nafas, meski dia penasaran tetapi ia juga menghormati bagaimana rahasia yang Kai sembunyikan.
"Bagaimana kalau kita latih tanding nanti."
"Baiklah, aku juga sudah lama tidak berlatih dengan seseorang."
Dengan begitu, akhirnya ketika sampai di Istana. Jiang Wuchun menyuruh para pelayan istana untuk menyiapkan pesta pada malam nanti.
Dia datang kesebuah lapangan kosong yang merupakan tempat dia dan Zhukai latih tanding.
"Lihat itu, Yang Mulia akan latih tanding dengan menantunya."
"Kau benar, sangat jarang melihat Yang Mulia bertarung."
Di lantai kedua istana, Yi dan yang lainnya duduk dengan tenang menonton Zhukai berlatih. Sama halnya dengan Mei Nalan.
"Kau sudah siap." Jiang Wuchun mengangkat pedangnya dan mempersiapkan kuda-kuda.
Kai mengangguk, dia juga membawa pedang di tangan kanannya.
Whuss!!
Dua siluet saling melaju dengan kecepatan cepat, mereka berdua saling bertubrukan dan menciptakan ledakan yang keras.
Kai terdorong mundur beberapa langkah tetapi Jiang Wuchun sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
Kai menyeringai sambil menatap pada Jiang Wuchun, "Pak tua ini memiliki kekuatan yang besar rupanya, membandingkannya dengan Gu Long. Mungkin mereka berdua ada di tingkatkan yang sama."
Kai kembali melesat dan melepaskan beberapa serangan yang begitu cepat pada Jiang Wuchun, tetapi bagi Jiang Wuchun. Ia dapat menghindari serangan itu dengan sangat cepat.
Kai dan Jiang Wuchun saling bergantian menyerang satu sama lain. Meski kekuatan yang Jiang Wuchun keluarkan sangat kuat, tetapi tidak dapat menaruh sedikitpun serangan pada tubuh Zhukai.
Itu seolah Kai sudah tahu dimana arah serangannya berikutnya.
Hingga pada akhirnya itu menjadi kekalahan Zhukai dengan Jiang Wuchun yang berhasil melepaskan serangan padanya.
Pertandingan itu murni dari tenaga fisik, tetapi jika Kai mengeluarkan Tubuh Dewa nya, itu akan menjadi kemenangan mudah baginya.
"Kau sangat hebat bajingan kecil, dengan kekuatan itu kau bisa bertahan dariku untuk waktu yang lama." Jiang Wuchun mengulurkan tangannya untuk membantu Zhukai berdiri.
"Haha, aku anggap itu sebagai pujian. Kai mengambil tangan Jiang Wuchun dan segera bangkit.
Ketika malam hari tiba, pesta penyambutan yang begitu besar di seluruh kota dilakukan di istana kaisar.
Kaisar juga mengundang seluruh penduduknya untuk datang.
Di tempat yang sangat jauh dalam sebuah goa, terlihat sebuah kepompong besar berlendir terlihat pada langit-langit goa.
Tiba-tiba, sebuah lengan seperti serangan menyayat kepompong itu dan terbelah menjadi dua bagian.
"Kekeke... Akhirnya aku bangkit sepenuhnya, Kekaisaran Iblis tak lama lagi akan menjadi milikku.."
***
Bersambung.