
Organisasi pembunuh, mereka merupakan kelompok besar dengan banyak cabang di seluruh Benua Ashura.
Diantara para pembunuh dalam Organisasi pembunuh, seorang pembunuh yang tidak pernah gagal sekalipun dalam membunuh target mereka sekaligus pemimpin organisasi pembunuh.
Long Yura..
Tidak ada yang tahu seberapa kuat atau jenis kelamin orang itu, karena setiap melakukan pembunuhan tidak ada yang mengetahuinya identitasnya karena semua orang itu mati di tangannya.
Sementara itu, salah satu cabang organisasi pembunuh di Kekaisaran Han cukup besar. Dengan anggota sekitar seribu orang, mereka semua memiliki basis Kultivasi Dewa Surgawi dan Immortal God Realm.
Saat ini, jauh di dalam hutan yang ada diluar kota. Zhukai dengan santai mengikuti dua orang misterius yang merupakan anggota dari organisasi pembunuh bayaran.
Dia benar-benar ingin tahu siapa pemimpin mereka dan alasan mengapa dia menginginkan Sovereign of Heaven.
"Hahh, mereka berdua benar-benar lemah. Aku bahkan tidak menggunakan lapisan tak terlihat tetapi mereka sama sekali tidak mengetahui kalau aku mengikuti mereka."
Kai bergumam dengan Xiao Hu yang ada di pundaknya.
Karena waktu itu adalah pagi hari, ada banyak pedangan dan pelancong yang singgah di Kota Han.
Dua orang misterius itu masuk semakin dalam kedalam hutan, dan secara tiba mereka berdua menghilang.
"Hmm, ada Array ilusi disini.."
Kai menyeringai, Array lemah di depannya bukanlah sebuah halangan baginya. Hanya dengan sekali kibasan tangannya, Array itu tiba-tiba menghilang.
Ketika Array ilusi itu menghilang, seketika pandangan di depannya berubah. Hutan yang awalnya dipenuhi dengan pepohonan lebat, kini terlihat sebuah desa dengan banyak bangunan disana.
"Oh, jadi disini mereka bersembunyi.."
Tepat setelah ucapannya selesai, tiba-tiba siluet hitam melesat dan tiba di belakangnya dengan pedang di tangannya yang hampir menusuk Zhukai.
Booomm!!
Siluet itu terhempas mundur begitu jauh hingga menabrak sebatang pohon.
Uhuk!! Uhuk!!..
Itu adalah seorang pria dengan wajahnya yang tertutup oleh sebuah kain, dia duduk dengan salah satu tangannya memegangi dada kirinya yang kesakitan.
Whuss!!
Kai secara tiba-tiba muncul di depannya bahkan sebelum pria itu sadar, dia ketakutan dan berkata dengan terbata-bata.
"Siapa kamu, apa yang kau inginkan disini.."
Pembunuh itu begitu ketakutan, bahkan setelah dia menyerang dengan kecepatan tercepat nya. Dia tidak bisa menggores tubuh Zhukai sedikitpun.
"Ha, aku tidak ingin membuat masalah disini. Panggil ketuamu untuk datang kesini atau aku akan membantai kalian semua."
Merasakan niat membunuh yang begitu kuat dari Zhukai, pembunuh itu bergetar hebat dan mencoba berdiri dengan sekuat tenaganya.
"B–Baik.."
Dia dengan cepat melesat menjadi bayangan hitam untuk memanggil ketuanya. Bahkan jika mereka ingin kabur, ia tidak yakin bisa kabut dengan hidup-hidup.
Tak berselang lama, sosok pria berotot dengan tubuh kekar datang bersama dengan ratusan orang dibelakangnya.
Tatapan matanya yang tajam dan penuh niat membunuh membuat orang takut hanya dengan melihatnya. Jelas saja dia telah membunuh banyak orang.
Tetapi jika dibandingkan dengan Zhukai, pria itu bagaikan semut yang tidak berarti.
"Apakah kau orang yang membuat masalah dengan kami?" Ucap pria itu begitu angkuh dan penuh kebanggaan.
"Ya.. Katakan padaku, dimana markas utama kalian."
"Hehe.. Hehehehe." Ketua cabang itu tertawa dengan keras kemudian menatap Zhukai dan mengatakannya dengan sombong.
"Kau pikir aku akan mengatakan hal itu pada–.."
Slashhh!!
Kepalanya terpengal tanpa dapat seorangpun sadari, bahkan diantara ratusan pembunuh itu mereka sama sekali tidak melihat Kai mengangkat pedangnya.
Kai sama sekali tidak peduli tentang poin kecil seperti itu.
Keringat dingin memenuhi tubuh ratusan pembunuh itu, seolah dihadapkan dengan malaikat maut, kaki mereka semua bergetar tak terkendali.
"S–Siapa pria ini, apakah kamu melihat dia mengangkat pedangnya tadi?"
Pria di sampingnya menggeleng, "Aku tidak melihatnya, jangan sampai menyingung orang sepertinya. Kelihatannya dia sebanding dengan pemimpin."
Ucap yang lainnya mengangguk.
Kai kembali menatap semua orang dan menanyakan pertanyaan yang sama.
"Dimana markas utama kalian."
Mereka tahu jika mereka tidak menjawab mereka akan mati, tetapi jika mereka menjawab mereka juga akan di cap sebagai pengkhianat dan di buru oleh organisasi pembunuh.
"Hmm, kurasa kalian tidak akan berkata dengan begitu mudah.."
Kai terdiam, dia membuka toko System dan melihat-lihat teknik yang bisa membuatnya melihat ingatan orang lain..
Ding.
[Jika Kai Gege ingin mempelajari teknik tersebut, itu ada di dalam Tubuh Dewa Kematian dan Kai Gege harus menggunakan 10 juta Poin Takdir untuk membukanya]
Kai terkejut, dia sama sekali tidak tahu tentang hal itu.
Ketika dia me-klik Tubuh Dewa Kematian sama seperti yang Yi katakan, tiba-tiba layar Hologram di depannya berganti.
Layar Hologram yang awalnya berwarna biru cerah kini berubah warna menjadi hitam legam dengan banyak sekali teknik yang terkunci disana.
"Oh, apakah ini yang kamu maksud?" Kai menunjuk sebuah teknik bernama Death Memory dalam layar hologram nya.
[Ya benar Kai Gege, tinggal masukan saja 10 Juta Poin Takdir untuk membukanya]
Kai mengangguk, dia me-klik teknik itu hingga notifikasi kembali terdengar di kepalanya.
Tetapi sebelum itu, salah seroang dari ratusan pembunuh melesat dan memanfaatkan situasi Kai yang sedang tidak berjaga.
Tetapi tidak seperti yang diharapkannya, tubuhnya meledak sesaat ketika jarak antara dirinya dan Zhukai terpaut 3 meter.
"Hoo, sungguh pengecut berfikir aku menurunkan kewaspadaan ku." Kai mencibir ketika melihat banyak berkas darah di tanah.
Ratusan pembunuh lainnya menelan ludah mereka, mereka semua sangat bersyukur bahwa mereka hanya diam tidak melakukan gerakan.
Ding.
[Kai Gege menggunakan 10 juta Poin Takdir untuk membuka salah satu teknik spesial profesi Necromancer, Death Memory berhasil di dapat]
Kai tersenyum senang, dia menghampiri mayat dari ketua cabang itu dan menggunakan Death Memory padanya.
Seperti yang diharapkan, ketika Kai menggunakan Death Memory pada mayat kepala cabang organisasi pembunuh. Kepingan ingatan memasuki kepalanya dan sekilas itu menghilang seketika.
"Hah, jadi disana... Pusat kekuasaan Benua Ashura! Kota Ashura.."
Kai terus tertawa, berbalik lalu berjalan pergi. Dia tidak membunuh ratusan pembunuh itu dan membiarkan mereka hidup.
Semua orang akhirnya bisa bernafas dengan lega, mereka menatap lurus dan melihat siluet Zhukai menghilang secara tiba-tiba.
Jauh diatas langit di sebelah selatan Kekaisaran Han. Terlihat sebuah siluet hitam melesat dengan kecepatan tinggi kearah selatan.
Dia tidak lain adalah Zhukai, karena tidak ada alasan lain baginya untuk menetap di Kota Han.
Dia memutuskan untuk langsung pergi ke Benua Ashura untuk menemui pemimpin organisasi pembunuh, sekalian bertemu dengan penguasa Benua Ashura. Chi Zhen.
"Jika aku terus mempertahankan kecepatan ini, aku akan sampai disana kurang dari tiga hari..".
***
Bersambung..