Re-system

Re-system
CHAPTER 47



Lautan Darah~


Ling Zhukai terus menerus membunuh Binatang buas selama setengah tahun, Entah itu Binatang Buas Tipe udara atau Bahakan Binatang Buas yang hidup di laut, Semua di habisinya.


Kepekatan Aura, Otot serta Darah miliknya telah di telah Di susun ulang ketika dirinya telah menembus Dao Realm 1 Minggu yang lalu.


Kini di Lautan Darah hanya memiliki beberapa populasi Binatang Buas, Karena Hampir semuanya telah Kai bunuh.


"Status..."


Ding~


[STATUS]


Nama : Ling Zhukai / Shi Yan


Umur : 18 tahun


Ras : Human


Title : Seorang yang Berenkarnasi


Kaisar Bintang


Kultivasi : Dao Realm Tier 6 (124/100Milyar ++)


Job : Alkemis (Grand Master) (menengah)


Master Array(Suci) (Puncak)


Skill : Teknik Pedang Langit(100%)


Langkah Angin(100%)


Teknik Pedang Pemusnah(100%)


Teleportasi (Kuno) <\=> (Bisa berevolusi)


Api Neraka (Kuno)


Tinju Kaisar (100%)


Thousand Sword Spirit (100%)


Budidaya :Teknik Pelahap Bintang(Bumi 1/99)


Teknik Pernafasan (Kuno)


Heaven Flame Body (Kuno)


Senjata : Pedang Merah Darah(Langit)


Pedang Thunderbird (ilahi)


Zirah Naga(kuno)


Pedang Kaisar Bintang (Langit) (1/20)


Tubuh: Tubuh Naga (7%)


Tubuh Dewa Kematian (1%)


Tubuh Kaisar Petir (10%)


Tubuh Roh...


Tubuh Element..


Poin System : 100 Milyar


Poin Keterampilan : 50.000.000


Kekayaan : Unlimited


>>Shop


>>Inventory


>>Gacha System


>>System (Versi 1.5)


"Hmm... Aku memiliki 30 Tiket Gacha di Inventory, Apa sebaiknya ku gunakan sekarang saja?."


Kai mengklik Sebuah Menu Gacha System Pada layar hologram di depannya dan seketika seluruh tubuhnya di pindahkan ke sebuah Dimensi Kosong tanpa satupun tanda kehidupan.


Di depan Kai kini terpampang jelas sebuah Layar besar, "Jadi ini Gacha System... Pertama-tama mari kita coba dengan 1 tiket terlebih dulu."


Kai kemudian mengklik Tombol mulai di depannya dan seketika itu muncul sebuah Roda besar yang berputar dengan sangat cepat.


"Berhenti...."


Seketika Roda besar itu berhenti dan memunculkan sebuah Tulisan di layar.


[Maaf... Tuan belum beruntung]


"Biasa, Gacha pertama memang selalu ampas... putar terus hahaha..."


Kai terus menerus memutar Gacha System di depannya hingga dirinya menghabiskan 15 tiket dan belum mendapatkan satupun hadiah.


[Maaf... Tuan belum beruntung]


"..." Kai terdiam.


"Aku tidak percaya diriku yang hebat ini tidak mendapatkan satupun hadiah... Putar Terus Gacha nya..."


Di putaran ke 20, Kai mendapatkan sebuah tongkat Kayu penyiksa. di putaran ke 23, Kai mendapatkan sebuah Teknik Tingkat Kuno.


Saat Putaran ke 25 sedang berlangsung Kai menutup matanya sambil terus memohon agar mendapat sebuah Teknik Hebat atau sebuah Artefak yang berharga.


Ding~


Seketika itu muncul sebuah buku yang cukup usang dengan simbol Kepala naga berwarna emas di sampul bukunya.


"Yi'er... Pelajari ini.."


[Kai Gege tidak bisa mempelajari sebuah Hukum Dao hanya dengan Poin Keterampilan. Gege harus memahaminya dengan persepsi Gege sendiri] Jelas Yi dalam Dunia Jiwa.


"Yah ini sudah kuduga..."


Kai memasuki Dunia Jiwa agar dapat Fokus untuk mempelajari Dao of Dragon dengan tenang.


Selembar demi selembar Kai terus menerus membalik Buku usang yang tidak cukup tebal tersebut.


Seminggu berlalu tapi Kai terlihat masih belum memahami Kitab itu, Kai tidak menyerah dan terus melanjutkan kitab itu hingga sebulan telah berlalu..


Di bawah Pohon mangga yang berada di dalam Dunia Jiwa milik Kai, terlihat Kai yang tengah duduk dengan tenang sambil menutup matanya, Tubuhnya dipenuhi dengan sampah dedaunan dan Rambut hitamnya yang terurai tertiup angin.


Kai perlahan membuka kedua matanya dan seketika muncul sebuah tekanan yang sangat kuat keluar dari tubuhnya, hanya dari tekanan itu saja mampu membunuh Seorang Saint dalam sekejap.


"Hukum Dao ini mengacu pada kekerasan Tulang, Regenerasi, Peningkatan fisik dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Pelatihan Fisik... Tapi ada suatu rahasia yang menjadikan Hukum ini sangat berbahaya... Perubahan Wujud!!.."


"Tidak hanya meningkatkan kekuatan fisikku sebanyak 50 kali lipat, aku bahkan dapat mengeluarkan Api Naga... Kai juga dapat memanggil sebuah Naga Kuno dengan Hukum ini."


Kai terus menerus memuji Hukum Dao yang baru saja ia pelajari, Meskipun ini hanya versi Rendah dari teknik yang asli tapi sudah cukup untuk membuat seluruh Dunia Berperang hanya untuk memperebutkannya.


Selesai mempelajari Dao of Dragon, Kai mengeluarkan jutaan Bongkahan batu dari dalam cincin ruangnya.


Kai kembali duduk dengan posisi bersila, Ia mulai menyerap jutaan batu jiwa yang ada sekaligus, Karena terlalu banyak batu Jiwa yang ada terlalu lama untuk menyerap Esensi dari batu jiwa hanya dengan daya serap Teknik Pelahap Bintang miliknya yang hanya berada di tingkat Bumi.


Kai memutuskan untuk bertanya pada Yi apa yang harus ia lakukan untuk menaikkan Teknik Pelahap Bintang.


"Yi'er, apakah ada cara untuk menaikkan Teknik Pelahap Bintang ini?"


[Untuk meningkatkan Budidaya Ini Tuan memerlukan sebuah Batu bintang!!.. 1 batu bintang sama dengan 1/99. Tuan memerlukan 99 Batu untuk dapat meningkatkan Teknik Pelahap Bintang Milik Tuan menjadi tingkat Langit]


"Bagaimana Kau bisa mendapatkan batu Bintang ini?"


[Di Toko System masih belum menyediakan Batu Bintang, Tuan dapat mencarinya Di tempat yang dipenuhi Energi Yin atau tempat yang memiliki Kepadatan Energi yang sangat tinggi]


"Hahh... aku akan mengesampingkan Batu Bintang itu terlebih dulu."


"Sudah saatnya aku kembali.. Aku terlalu lama pergi, aku ingin melihat sejauh mana perkembangan dari para muridku itu."


Kai meninggalkan Dunia Jiwa dan langsung ber Teleport Istana Kaisar Yang, Sekarang Kai tidak lagi mengalami sakit Kepala ketika menggunakan teknik Teleport nya.


Hanya membutuhkan Sepersekian Detik untuk Kai sampai di Aula Taman Istana... Ketika Dirinya melihat Lihat-lihat, Kai menyadari bahwa Kekaisaran Elang Api telah mengalami perubahan yang sangat Besar.


"Aku hanya pergi selama 7 Bulan tapi apa-apaan Perubahan ini.."


Kai kemudian berjalan santai sambil memakan sebuah Sate ayam yang di belinya di pasar tadi, Selang sepuluh menit berlalu Kai akhirnya sampai di depan pintu gerbang istana. Tapi ketika dirinya hendak masuk ke dalam Istana dirinya di hadang oleh penjaga gerbang.


"Nak, Siapa Dirimu... ini bukan tempat untuk mu bermain." Ucap Penjaga itu memperingati.


"Sial aku lupa.. " Kai mengambil sebuah Token Emas dari dala. sakunya kemudian menyerahkannya pada penjaga gerbang.


Penjaga gerbang itu langsung menyadari Token Emas yang Kai keluarkan, Dirinya tersentak kaget kemudian membungkuk hormat dan membiarkan Kai memasuki Istana.


Istana Elang Api juga telah mengalami perubahan besar Besaran... Luas Istana Elang Api kini telah bertambah 5 kali lipat, Banyak bangunan di dalam istana memiliki sebuah Array Pengumpul Qi tingkat 3, walupun Array Pengumpul Qi tingkat 3 tidak bisa di bandingkan dengan Array yang Kai buat tapi Array Pengumpul Qi tingkat 3 masih sangat langka di Dunia Kultivator, Parang yang bisa membuatnya hanya bisa dihitung jari.


Kai melangkah dengan tenangnya memasuki Aula Istana, di dalam Aula terlihat Kaisar Yang dengan para Penasihat dan jenderalnya sedang berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.


"Yang Mulia... Kekuatan Kita telah meningkat pesat selama 7 Bulan ini, Kini Benua kita telah menempati peringkat 3 dari kelima benua. Para Kultivator dari Benua tengah saat ini menganggap kita sebagai sebuah ancaman, Bahkan Kaisar Benua tengah telah mengeluarkan sebuah Perintah yang mengharuskan kita tunduk di bawah kekuasaannya..."


"Saat Ini kekuatan Kita masih belum Cukup untuk mengalahkan Benua Tengah Bagaimana kita akan menghadapi situasi ini Yang Mulia." Lanjutnya.


"Jika Kaisar Benua Tengah benar-benar ingin membuat Kekaisaran Kita tunduk dibawah perintahnya, hanya satu jalan yang harus kita pilih yaitu Bertarung." Jawab Kaisar Yang tanpa menurunkan sedikitpun Kewibawaan nya.


"**... Tapi itu sama saja dengan Bunuh diri Yang Mulia... Kudengar Bahwa Pangeran Mahkota dari Kekaisaran 6 Cahaya telah menembus Ranah Pendekar Kaisar setengah tahun lalu."


"Apa katamu!!! Putra Mahkota Kekaisaran 6 Cahaya telah menembus Ranah Pendekar Kaisar? Bukankah Dia masih berumur 25 tahun.. Sekarang Kekaisaran 6 Cahaya melahirkan Seorang Jenius baru yang tiada tara.." Ucap Jendral Istana tersentak Kaget.


"Pfftt... Hahaha.. Jenius tiada tara? Omong Kosong apa yang kalian bicarakan..." Yang Emperor yang dari tadi Diam kini tertawa lepas tanpa memperdulikan tatapan kosong semua orang.


"Hei.. apa kau tahu apa yang terjadi pada Yang Mulia? Aku tidak pernah melihat Yang Mulia menunjukkan sikap seperti ini sebelumnya " Bisik salah satu Petinggi Istana.


"Entahlah, Aku juga baru pertama kali melihat Yang Mulia bersikap seperti ini."


Di bawah tatapan Penasaran semua Orang Kaisar Yang menghentikan tawanya dan mulai menatap Balik semuanya dengan wajah serius.


"Kalian terlalu melebih-lebihkan Putra Mahkota Anj*ng itu, Kalian semua masihlah seorang Katak di dalam sumur.. tidak tahu betapa luasnya Dunia ini dan Banyak orang-orang yang lebih hebat diluar sana.." Jawab Kaisar Yang.


Semua Petinggi Istana merenung, Mereka tidak tahu bahwa selama ini mereka hanyalah seorang katak di dalam sumur. Mereka semua menatap Kaisar Yang sambil menunjukkan rasa Hormat di dalamnya.


"Hahaha... Memang tidak salah aku memilihmu..."


"Suara Ini... Jangan-jangan.... Yang Mulia Kai!!."


Kaisar Yang pun turun dari tahtanya dan membungkuk Hormat Pada Kai di ikuti Oleh Para petinggi Istana..


"Tidak usah terlalu sopan, Dengar ini Aku telah mengubah Pikiranku... Mulai saat ini Sebarkanlah Nama ku sebagai Kaisar dari Benua Ini, Juga deklarasikan Perang Pada semua Benua untuk tunduk di bawah perintah dari Benua ini... Mulai Hari ini dan seterusnya Kekaisaran Elang Api akan menjadi Kekaisaran Terbesar Di seluruh Dunia.. Siapapun yang tidak mau tunduk Bunuh!!!."


Ucapan Kai membuat Darah semua orang mendidih mereka sangat bersemangat menantikan apa yang akan Kai lakukan selanjutnya.


"Yang Jihui.. Kau fokus saja berkultivasi untuk saat ini, aku yang akan mengambil Alih Kepemimpinan dari Benua Barat mulai saat ini."


"Dengar, Ini perintah pertamaku... Undang Para Raja, Keluarga Besar, Pemimpin sekte di seluruh Benua Barat untuk datang ke istana ini, Aku ingin membahas beberapa Hal dengan mereka!! "


Selesai memerintahkan Para petinggi Istana, Kai kemudian Menghilang dan muncul di Sebuah Lapangan yang sangat Besar, terlihat Ratusan Remaja sedang berlatih Disana.


"Kalian Semua... Bagaimana Kabar Kalian?."


...----------------...


...----------------...