
Di kediaman God of Darkness, terlihat seorang pria muda dengan wajah pucat menatap kearah timur dimana cahaya terang itu berasal.
"Tidak salah lagi!! cahaya itu, itu pasti milik Dewa Bintang!" God of Darkness memutar otak nya sambil mencari solusi untuk masalahnya ini.
"Benar! Aku akan mengirimkan pesan pada dewa lain untuk datang membantuku."
Bahkan jika God of Darkness memiliki 10 juta pasukan, tetapi ia masih tidak yakin untuk mengalahkan dewa bintang hanya dengan jumlah pasukan seperti itu.
Dia mengambil sebuah batu putih yang tersimpan di dalam gudang hartanya. Dengan mengalirkan Qi miliknya kedalam batu, muncul sebuah gambaran seorang pria tepat di depan God of Darkness.
"Oh, tidak biasanya kau menghubungi ku." Pria itu tertawa kecil, tetapi tawa itu terhenti setelah melihat wajah pucat God of Darkness.
"Hmm, apa yang terjadi?"
"Hahh, kuharap kau menganggap serius perkataan ku ini. Dewa Bintang, dia masih hidup dan dia berniat menyerang sekteku sekarang." jelas God of Darkness dengan wajah serius.
Mendengar perkataan God of Darkness, pria itu membeku sesaat. "Hahaha, kau memang pandai bercanda. Bagaimana orang yang telah mati hidup kembali, bukankah kita melihatnya sendiri saat terakhir kematiannya."
"Tch, aku tahu kau akan mengatakan ini! cepat kirim pasukan terkuatmu, aku benar-benar membutuhkannya."
Pria yang sedang God of Darkness hubungi saat ini tidak lain adalah Moon God (Dewa Bulan). Karena sekte matahari baru saja berperang dengan sekte cahaya, kekuatan mereka menurun drastis.
Sedangkan untuk Martial God, karena istrinya baru saja sembuh dari kutukan, God of Darkness tidak mungkin meminta bantuan darinya.
Sementara itu, Dewa Bulan yang melihat ekspresi cemas dan wajah pucat God of Darkness bukanlah sebuah kebohongan, dia sangat terkejut sampai tidak bisa berkata apa-apa.
Ia sangat enggan untuk mempercayai apa yang ia dengar, dia sendiri dengan jelas menyaksikan bagaimana dewa bintang kehilangan nyawanya di masa lalu.
Tetapi karena berjaga-jaga dengan perkataan God of Darkness, ia akhirnya mengirimkan bantuan untuk God of Darkness.
"Mungkin akan butuh waktu, tapi pasukan ku akan tiba 7 jam dari sekarang." ucap Dewa Bulan.
"7 jam!? itu terlalu lama!! Tidak bisakah kau langsung mengirim mereka saat ini?" God of Darkness berkata dengan suara tinggi.
"Berhenti meneriaki ku dasar bodoh! Itu kesalahanmu sendiri karena tidak membuat Array transportasi di Alam kegelapan."
"Kau sendiri dengan bangga mengatakan bahwa Alam Kegelapan tidak ingin berhubungan dengan Alam lainnya. Kenapa sekarang kau marah, dasar idiot bodoh."
Mendengar penghinaan dari dewa bulan, God of Darkness ingin sekali membalasnya. Tetapi apa yang di katakan oleh dewa bulan memang benar adanya.
Saat Alam besar lain membuat Array teleportasi agar saling terhubung, God of Darkness dengan lantang menyebutkan bahwa Alam kegelapan tidak berminat berhubungan dengan Alam lainnya.
"Siap, mengapa aku mengambil keputusan bodoh seperti itu di masa lalu.."
God of Darkness menggerakkan giginya, dia menatap tajam pada dewa bulan sambil berkata.
"Baiklah, terimakasih untuk bantuan nya. Aku akan menahan mereka sampai pasukanmu datang."
Meski sekte bulan bukan sekte terkuat, tetapi mereka menempati posisi nomor tiga dengan total Kultivator God of Creation mencapai satu juta orang.
Dengan bantuan sekuat itu, God of Darkness sangat yakin bahwa selama dia dapat menahan serangan sampai bantuan tiba, kemenangan akan menjadi miliknya.
Tak berselang lama semenjak God of Darkness menghubungi dewa bulan, terdengar bunyi ledakan yang berasal dari gerbang masuk sekte kegelapan.
"Tuan, ada sekelompok orang yang menyerang sekte kita di gerbang masuk bagian barat." ucap sosok bayangan hitam yang baru saja muncul.
Karena kegelapan di Alam Kegelapan yang perlahan mulai menipis, itu juga memperlemah kekuatan God of Darkness secara menyeluruh.
"Kirim 2 juta orang untuk menahan mereka, sedangkan 3 juta orang menyerang mereka dari jauh."
"Baik tuan.." Bayangan hitam itu menghilang dan ketika dia muncul kembali, dia segera memerintahkan lima juta orang untuk menahan serangan dari kelompok misteriusnya di gerbang masuk bagian barat.
Sementara itu, Zhukai melayang di atas banyak bangunan yang sudah hancur. Notifikasi system terus berdering di benaknya setelah Zhukai membunuh banyak murid sekte kegelapan.
"Hmm, Lin Yue, Long Zi.... Aku serahkan musuh disini pada kalian, berdua. Long 1, kau pimpin pasukan Undead untuk menyerang para murid itu secara diam-diam. Sedangkan aku akan pergi menemui bajingan itu sekarang."
Tetapi sebenarnya, Zhukai tidak ingin menyia-nyiakan satu pun Poin Takdir dari pertempuran kali ini.
Karena Poin Takdir nya banyak terkuras dalam Lelang Semesta, Kai memerlukan lebih banyak Poin Takdir saat ini.
"Baiklah Kai, kamu bisa pergi. Aku dan Azi akan menahan mereka semua disini."
Zhukai mengangguk, "Baiklah, kalian berdua, tolong berhati-hati.'
Dia berbalik sambil mengalirkan Qi keseluruhan sudut tubuhnya. Dengan bantuan Qi, Kai segera melesat terbang ke tempat dimana God of Darkness berada saat ini.
Karena ia tidak ingin membuang waktu lebih lama, Zhukai melesat dengan kecepatan tercepatnya.
Karena Kai menyembunyikan hawa keberadaannya, tidak ada satupun dari murid sekte ataupun tetua yang menyadarinya.
Saat ketika Zhukai hampir sampai di kediaman God of Darkness, dia menerima serangan pedang yang berasal dari dalam hutan.
Dentang!
Dengan reaksi cepat, Zhukai memutar tangannya dan menahan serangan itu dengan dua jari tangannya.
"Keluar!!.."
Whus!!
Tepat setelah Zhukai berhenti berkata, siulet hitam muncul dari balik semak-semak dengan belati hitam tajam di genggaman tangannya.
"Seorang pembunuh?"
Zhukai mengerutkan keningnya sambil melepaskan aura tekanannya.
Boomm!!
Langkah bayangan hitam itu terhenti, meski gerakannya sangat cepat. Tetapi tekanan yang Kai keluarkan adalah tekanan absolute dimana di dalam domain tekanan itu, seseorang dengan kekuatan yang lebih lemah tidak akan bisa bergerak bebas.
"Hmm...." Zhukai mengelus dagunya sambil menatap bayangan hitam dari jauh.
"Oh, aku mengingatmu. Bukankah kau adalah tangan kanan si bajingan itu." Zhukai berkata dengan senyum tipis di wajahnya.
Karena tekanan kuat yang keluar dari tubuh Zhukai, ruang untuk bayangan hitam itu bergerak menjadi semakin kecil.
Dia berdecak kesal sambil berteriak marah pada Zhukai. "Tch, siapa kau! kenapa kau menyerang kami padahal kami tidak pernah menyingung mu."
Mendengar perkataan itu, Zhukai diam tanpa menjawab sepatah katapun. Hingga satu tarikan nafas berlalu, tekanan di sekitar area itu menjadi semakin besar.
"Tidak pernah menyinggung? Tidak memiliki dendam... Hahaha, apa kau bercanda denganku!!."
Karena tekanan yang sangat kuat itu, tubuh bayangan hitam bergetar dengan hebat. Kedua kaki nya berubah lemas dan tubuhnya segera terjatuh.
Saat bayangan hitam itu mendongak keatas, Zhukai sudah berada tepat di belakangnya.
"Selamat tinggal!!.."
Boomm!!
Tubuh bayangan hitam itu berubah menjadi kabut darah dengan tubuhnya yang terbelah menjadi banyak potongan.
Ding.
Dengan terbunuhnya bayangan hitam itu, notifikasi system terdengar.
***
Bersambung...