Re-system

Re-system
Perjalanan



Karena wajah Kai yang tertutup jubah kemarin, tidak ada seorangpun yang mengenalnya. Tetapi tidak dengan Wei'er Yunlan, sesaat setelah penyerang para monster berakhir, dia menjadi terkenal dan banyak orang menghormatinya.


Bahkan Rine, ketua dari menara penyihir bersikap begitu hormat. Wei'er Yunlan sendiri tidak begitu peduli, jika bukan karena Zhukai yang menyuruhnya, dia tidak akan membantu para ras manusia.


"Apakah ad.a sesuatu yang menganggu mu?" Melihat sikap Wei'er Yunlan yang aneh sedari tadi, Kai tidak dapat menahan diri untuk bertanya.


"Tidak ada. Hanya saja aku muak dengan sikap para manusia ini.. Apakah mereka tidak malu setelah apa yang mereka lakukan ratusan tahun yang lalu."


"Oh, apa yang mereka lakukan ratusan tahun yang lalu?"


Wei'er Yunlan diam tidak menjawab seolah dia tidak ingin mengingat kejadian itu sekali lagi.


Kai mengetuk kepala Wei'er Yunlan dan mengelusnya perlahan, "Jika kamu tidak ingin menceritakannya maka aku tidak akan bertanya lebih lanjut."


Wajah Wei'er Yunlan sedikit memerah merona, dia bertindak tidak masuk akal dengan memukul punggung Zhukai dan mengatainya bodoh.


"Ada apa dengan wanita ini?" Batin Zhukai tidak paham.


Ketika malam harinya setelah mayat para monster telah dibersihkan, Wei'er Yunlan menerima surat undangan dari raja sementara Kai tidak.


Tentu saja Wei'er Yunlan dengan tegas menolaknya, dia sama sekali tidak memiliki niatan untuk memperdalam hubungan dengan manusia kecuali Zhukai.


"Jadi besok kita akan pergi dari kerajaan singa?" Wei'er Yunlan yang terbaring di kasur bertanya pada Zhukai yang sedang duduk sambil berlatih.


"Ya, aku tidak ingin terlaku lama menetap di dunia ini. Aku tidak tahu bagaimana keadaan kekasihku saat ini, tetapi setelah aku keluar dari dunia ini. Aku pastikan akan menemukan dia."


***


Di sebuah kamar yang begitu mewah, sosok gadis remaja berumur sekitar 17 tahun duduk di sebuah kursi sambil membaca buku yang ada diatas meja.


Gadis itu memandang keluar jendela yang tertutup karena hujan dan bergumam secara perlahan.


"Kakak, Ibu, Nie. Aku merindukan kalian."


Gadis itu tidak lain adalah Biao Jian, setelah masuk kedalam portal, hal pertama yang dia lihat adalah sebuah rumah dengan banyak bunga yang ada disana.


Tiba-tiba seseorang memanggilnya, "Putri, apa yang sedang kamu lakukan disini. Yang mulia sangat khawatir padamu."


Biao Jian yang sama sekali tidak mengerti situasinya hanya berdiam diri tidak menjawab, "Putri? siapa? aku?..."


Berbagai pertanyaan muncul di dalam benaknya bersamaan dengan rasa sakit yang hebat.


Tak berselang lama, Biao Jian kembali pingsan karena tak kuasa menahan rasa sakit itu.


Saat dirinya kembali terbangun, suasana di sekitarnya begitu asing. "D–Dimana ini... Ibu, kakak, dimana kalian."


Tubuh Biao Jian bergetar ketakutan, perlahan-lahan kepingan memori mulai bermunculan di kepalanya.


"Aku Jibao An'er, putri sulung kekaisaran suci. Tunggu dulu– Ingatan milik siapa ini." Biao Jian menarik selimut untuk menutup tubuhnya, dia bersembunyi dibalik selimut dengan tubuh gemetar.


Dia takut tidak bisa bertemu dengan Kai dan ibunya lagi. Karena selama ini dia sangat manja terhadap Zhukai, dia sangat ketakutan ketika tidak ada Kai disisinya.


***


Sementara Yu Chi Lan sendiri, dia telah menjadi petualang tingkat 'SSS' hanya dalam waktu satu bulan.


Meskipun begitu, Yu Chi Lan terus menerus menjelajahi reruntuhan kuno untuk menemukan bagaimana cara mereka kembali.


Tetapi setelah satu bulan berlalu, Yi Chi Lan begitu putus asa hingga sebuah keberuntungan datang padanya.


Dalam suatu reruntuhan kuno yang dia temukan, itu menjelaskan tentang asal muasal tentang dunia yang dia tempati saat ini.


Dunia itu terpecah menjadi 7 bagian yang terletak dalam satu bintang besar. Dunia pertama adalah yang paling sempurna diantara tujuh dunia lainnya.


Kai sendiri berada di dunia pertama yang bernama bintang jiwa, Biao Jian berada di dunia kedua yang bernama bintang iblis, dan Meng Nie berada di dunia kelima yang bernama bintang air.


Dan yang membuat semua dunia itu hanyalah satu orang, Dewa Bintang!


Yu Chi Lan menyimpan catatan itu dan menghela nafas panjang, dia tersenyum manis dengan perasaan gembira.


"Akhirnya aku tahu bagaimana keluar dari dunia ini. Raja Naga Emas! aku harus mengalahkannya dan merebut kunci dunia. Tetapi dengan kultivasiku yang ditekan saat ini, mustahil bagiku untuk mengalahkannya sendirian."


Yu Chi Lan keluar dari reruntuhan kuno dan mulai mencari party untuk membantunya mengalahkan raja naga emas.


***


Di suatu tempat yang terletak di dasar laut, seorang putri duyung berenang dengan kecepatan tinggi sambil membawa pedang di tangannya.


Dia bergerak dengan begitu lincah dengan ekor ikan nya.


Wanita itu tidak lain adalah Meng Nie, karena dunia tempatnya adalah samudra yang begitu luas, dia berubah menjadi seorang putri duyung.


"Mau sampai kapan aku disini, bahkan tuan penguasa tidak memberitahuku cara keluar dari sini." Meng Nie menghela nafas sambil terus berenang maju.


Statusnya di dalam laut adalah sebagai ratu yang memerintah ras putri duyung. "Haaahh, andai saja aku memiliki informasi tentang dunia ini."


Meskipun Meng Nie ingin mengeluh, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini.


***


Sebuah kereta kuda yang beranjak pergi meninggalkan kerajaan singa, itu terlihat begitu mewah dengan banyak batu berlian sebagai hiasan.


Kereta kuda itu tidak lain adalah hadiah yang raja Lyon berikan pada Wei'er Yunlan karena kontribusi nya dalam membantu menahan serangan dari para monster.


Awalnya Wei'er Yunlan ingin menolak, tetapi setelah mendengar perkataan Kai padanya, dia berubah pikiran.


"Apakah kerajaan cahaya cukup jauh dari sini?"


"Tidak, itu sangat jauh.. Setidaknya kita harus melewati tiga kerajaan lain untuk sampai di sana, mungkin itu akan butuh waktu sekitar 2 minggu."


"Selama itukah? Apakah tidak ada jalur lain yang lebih cepat?" Kai sedikit kurang senang dan memutuskan untuk bertanya.


"Memang ada, tapi itu dipenuhi oleh bandit gunung dan juga beberapa monster lainnya. Jika kita lewat melalui jalur itu, kita akan sampai setidaknya 5 hari." Wei'er Yunlan membalik halaman novel yang dia baca sambil menjelaskan pada Zhukai secara panjang lebar.


"Baiklah, Kuta lewat jalur itu saja."


Karena banyak bandit gunung dan monster, Kai tidak ingin hal itu menghambat perjalanannya. Jadi Kai membuat sebuah Array yang membuat kereta kuda yang mereka naiki tidak terlihat.


"Baiklah, dengan ini perjalanan akurat akan aman. Bahkan jika ada Sword Saint di antara bandit gunung, mereka tidak akan bisa menemukan kita." Kai berkata dengan senyum penuh percaya diri.


Wei'er Yunlan sendiri tidak begitu peduli, dia tenggelam dalam novel yang dia baca.


"Tidak perlu takut dan jalan saja terus, bandit itu tidak akan melihat kita." Kai mendongak keluar jendela dan berkata pada kusir kereta.


Dia mengangguk dan menghela nafas lega, ia juga menambah kecepatan kuda dua kali lipat.


"Selama perjalanan, mungkin lebih baik bagiku untuk memulihkan Qi sekaligus melatih bentuk kedua dari Fist Eternal Dragon."


Dengan begitu, ketika malam hari tiba dan Kai membuat tenda untuk beristirahat. Dia memilih untuk berlatih karena tidak tahu seberapa berbahaya Raja Naga Hitam yang akan dia lawan tak lama kemudian.


***


Bersambung.