
Satu hari berlalu semenjak Kehancuran Keluarga Xiao, dengan berita tentang kehancuran mereka mulai menyebar. Gejolak mulai timbul di antara ketiga Keluarga Besar lain.
Di sebuah bangunan yang berdiri besar dan mewah, terlihat banyak sekali keramaian yang ingin memasuki bangunan itu.
"Apa yang sedang terjadi? Kenapa Menara Tujuh Warna begitu ramai hari ini?" Salah satu dari para Kultivator lain yang berniat berkunjung bertanya dengan penuh rasa penasaran.
"Bodoh! Apakah berita seperti ini saja kau tidak mengetahuinya!.. Kemarin salah satu dari 4 Keluarga besar, Keluarga Xiao baru saja di hancurkan dan anggota Keluarga mereka di bantai habis sampai ke akar-akarnya." Jelas Pemuda di sampingnya.
Pemuda yang baru saja bertanya tadi terkejut, tak lama setelah itu, dia tertawa canggung sambil menahan rasa malu. Sementara itu di dalam sebuah ruangan Menara Tujuh Warna, terlihat empat orang sedang duduk di depan meja.
Menara Tujuh Warna merupakan Kekuatan besar terbaru di Dataran Xuan. Pertama kali mereka tiba di Dataran Xuan adalah 100 tahun yang lalu tepatnya ketika Keluarga Jiuyang dihancurkan.
Mereka bukan Kekuatan yang memiliki banyak Kultivator kuat, sebaliknya mereka menyediakan berbagai macam jenis Herbal, Pil, Harta, Artefak dan lain-lainnya.. Tetapi hal yang paling di takuti adalah Menara Tujuh Warna memiliki seorang Peak God, sebagai pelindung mereka.
Pemimpin Menara Tujuh Warna adalah seorang wanita muda yang cukup cantik, Dia duduk dengan tenang sambil meminum teh yang telah disajikan pelayannya. Dia menatap kearah ke-tiga Patriak dari Keluarga besar.
"Jadi.. Apakah kalian bertiga ingin meminta sesuatu dari Menara Tujuh Warna kami?" Wanita cantik itu bertanya sambil tersenyum menatap Ke-tiga Patriak dari Keluarga besar.
"Anu.. Nona muda Nalan. Sebenarnya, Kami bertiga ingin meminta bantuan pada Menara Tujuh Warna untuk menyediakan Artefak dan berbagai senjata lain pada kami." Patriak Keluarga Yun berdiri dan berkata dengan hormat pada Wanita muda itu.
"Hehe.. Paman Shuo bercanda, jika Menara Tujuh Warna membantu kalian. Apa keuntungan yang akan aku dapatkan sebagai gantinya?" Nalan Xing tetap mengungkapkan sebuah senyum manis, tetapi Yun Shuo mulai mengeluarkan keringat dingin di punggungnya.
Dia kembali duduk dan mulai mendiskusikan sesuatu hal dengan dua Patriak lain, "Bagaimana ini, Jika Nona Muda Nalan tidak mau membantu kita, bagaimana nasib Keluarga kita nantinya.."
"Hmph!!.. Apa yang kau takutkan Pak Tua Shuo, kita bertiga adalah seorang Kaisar Dewa Tahap Setengah Langkah. dan dengan bantuan para tetua kita, itu seharusnya berjumlah 50 Orang. Bahkan jika dia seorang Peak God,. akan sulit keluar hidup-hidup dibawah kepungan kita semua." Patriak Keluarga Long, Long Tian berkata dengan nada penuh keangkuhan.
Patriak Keluarga Wen, Wen Shin juga mengangguk berpendapat sama dengan apa yang Long Tian ucapkan.
Tetapi Yun Shuo sama sekali tidak berpendapat sama. Diantara ketiga Patriak itu, Yun Shuo merupakan orang yang paling cerdas dan juga ahli strategi. Tetapi dalam hal kekuatan, dia adalah yang terlemah.
"Kalian berdua!!.." Dia melotot kearah Long Tian dan Wen Shin dengan tatapan penuh amarah.
Tetapi Yun Shuo dengan cepat dapat mengendalikan Amarahnya, dia kembali berdiri dan membungkuk pada Nalan Xing.
"Nona Nalan.. Aku mohon!! Jika aku berhasil menyingkirkan pemuda itu. Keluarga Yun kami berani membayar 1 juta Batu Raja dan akan memberikan salah satu Wilayah milik Keluarga Yun." Yun Shuo berkata dengan tegas. Selama Keluarga Yun nya bisa selamat, membayar harga seperti itu bukan masalah.
"Yun Shuo!! Apakah kau sudah gila!! Walaupun dia berhasil menghancurkan Keluarga Xiao seorang diri, dia mungkin terluka parah sekarang." Ucap Long Tian memberi nasehat pada Yun Shuo.
"Terserah apa kata kalian, aku tidak peduli."
Yun Shuo mengabaikan perkataan dari Long Tian, setelah itu dia kembali menatap Nalan Xing dengan tatapan penuh harap.
"Hehe.. Karena Paman Shuo telah menunjukkan ketulusannya, mana mungkin Menara Tujuh Warna kami akan menolak.."
Setelah itu, Long Tian berdiri dengan wajah kesal kemudian segera meninggalkan Menara Tuhuh Warna bersama dengan beberapa orang yang memakai baju hitam putih.
Detik berikutnya, Wen Shin juga membawa orang-orangnya untuk meninggalkan Menara Tujuh Warna tanpa meninggalkan sepatah kata apapun.
Yun Shuo hanya bisa menggeleng-gelengkan melihat sikap dua temannya, "Baiklah Nona Nalan, aku akan menunggu kedatangan Artefak dan Senajata dari Menara Tujuh Warna.. Kalau begitu aku juga akan pergi."
Yun Shuo memberikan hormat kemudian dia berbalik dan pergi bersama dengan orang-orang yang bersamanya.
Tepat ketika sosok Yun Shuo meninggalkan ruangan, Pria bertopeng yang berdiri di samping Nalan axing segera berbicara.
"Nona.. Kenapa kau membantunya, 1 Juta Batu Raja dan satu wilayah mungkin adalah tawaran menarik bagi orang-orang, tetapi–..."
"Diam!!.." Senyuman di wajah Nalan Xing seketila menghilang, dia menatap dingin kearah Pria bertopeng itu dan berkata dengan dingin.
"Apakah aku harus menanyakan padamu terlebih dulu keputusan apa yang aku ambil? Kau hanyalah penjaga yang diminta menjagaku oleh ayah... Kau tidak punya hak untuk bertanya seperti itu padaku."
Walaupun penjaga itu sedikit kesal atas apa yang telah dia dengar, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena status Nalan Xing yang begitu menakutkan..
***
Hari itu, malam hari telah tiba. Di dalam hutan tepatnya di perbatasan antara Keluarga Xiao dan Keluarga Long, terlihat sosok pemuda yang saat ini sedang membakar dua ayam hutan yang telah dia bersihkan.
Dia adalah Zhukai, sembari memanggang Ayam Hutan yang baru saja dia tangkap, Kai menaburkan garam serta beberapa rempah lain.
Tepat ketika ayam hutan yang dibakarnya telah matang secara merata, tercium sebuah aroma yang begitu enak dariayam bakarnya itu.
"Sayang, Ayamnya sudah matang.. Apakah kamu sudah selesai mandi?" Kai menoleh ke samping tempat dimana Jiuyang Lin sedang mandi di dalam sungai.
Dari sana, terdengar suara perempuan yang begitu lembut, "Iya Sayang, aku sudah selesai..."
Sosok perempuan dengan rambut hitampanjang terurai keluar dari dalam sungai, rambutnya yang masih basah setelah semakin menambah daya tarik yang dimiliki nya.
"Wow.. Aku tidak tahu kalau kamu begitu cantik setelah mandi Haha.." Kai terpana untuk beberapa waktu ketika melihat istrinya yang sangat cantik.
Walaupun Jiuyang Lin sering kali mendapat pujian dari Zhukai, entah kenapa hatinya masih berdegup kencang dan wajahnya mengeluarkan sebuah rona merah. Terlihat begitu imut..
Jiuyang Lin berjalan mendekat dan duduk disebelah Zhukai, dia segera menyandarkan kepalanya di atas pundak Kai, Jiuyang Lin memejamkan matanya sambil berkata..
"Sayang.. Kemarin aku melihat bagaimana kamu membantai habis Keluarga Xiao, tetapi bukankah caramu itu terlalu Kejam?"
Kai yang sedang asik memakan ayam bakar di tangannya menjadi terdiam ketika mendengar kata-kata dari Jiuyang Lin. Dia sedikit tersinggung atas apa yang barusan Istrinya katakan.
"Terlalu Kejam? Hah.. Aku sungguh kecewa padamu, Aku telah berusaha sangat keras untuk menjadi kuat dan itu semua untuk membantu mu membalas dendam dan juga melindungi dirimu dan saudarimu yang lain dimasa depan..." Kai membuang tulang dari Ayam bakar yang telah ia habiskan, setelah itu memandang Jiuyang Lin dengan sedikit kecewa.
Melihat tatapan kecewa yang Kai arahkan padanya, Jiuyang Lin sedikit takut dan menunduk meminta maaf.. "Sayang, Aku minta maaf."
"Hah!! Apakah kamu mau mendengarkan cerita perjalanan ku hingga akhirnya aku dapat bertemu kembali denganmu?"
Karena hembusan angin malam yang begitu dingin, Kai mengambil sebuah selimut dari dalam Inventory, setelah itu mulai memakaikan selimut itu padanya dan Jiuyang Lin..
Dia mulai bercerita...
***
Bersambung...