Re-system

Re-system
Barter



Kai sekali lagi menggunakan mata elang untuk memeriksa apakah herbal itu merupakan rumput roh atau tidak. Setelah memeriksa selama beberapa waktu, Kai terkejut. "Itu memang Rumput Roh, bukan hanya satu, melainkan 10."


Rumput Roh adalah sebuah herbal tingkat 3 yang biasa di gunakan untuk menyuling Pil Embun, yang merupakan Pil Bintang 5.


Di Benua Kultivator, herbal seperti rumput roh bukan hal yang langka untuk di jumpai. Di setiap gunung di dataran Kultivator tumbuh jutaan bahkan milyaran Rumput Roh seperti itu, tapi ini adalah Bumi! di mana bahkan energi spiritual sangat tipis yang tidak memungkinkan herbal seperti Rumput Roh untuk tumbuh.


Perlahan tubuh Kai menjadi transparan yang akhirnya menghilang di antara kerumunan, Di Toko yang terdapat Rumput Roh, terlihat seorang pria tua berpakaian compang-camping duduk bersandar di tembok yang ada di belakangnya.


Saat Pria tua itu membuka mata, Ia melihat Kai sedang menatap sepuluh Rumput Roh yang ada di tikar dagangannya. "Anak Muda, apa yang ingin kamu beli di dagangan ku ini?"


Kai tidak menjawab melainkan mengalihkan pandangannya pada herbal lainnya, "Paman, aku ingin membeli ini, ini, dan ini..."


Kai menunjuk sepuluh Rumput Roh serta beberapa herbal lainnya, Tanpa berlama-lama pria tua itu langsung mengambil sebuah kantong dan mulai memasukan herbal-herbal yang Kai tunjuk.


"Semua total 300.000 Gp (mata uang ya).."


Kai mengeluarkan sebuah dompet dan mulai mengambil uang yang ada di dalamnya, ternyata di dalam dompet miliknya hanya terdapat beberapa puluh ribu Gp.


Kai tersenyum canggung kemudian berbalik menatap Pria tua berharap bisa mendapatkan diskon, "Anu Paman, aku hanya memiliki 80.000 Gp, bisakah aku mendapatkan semua herbal itu hanya dengan ini." Kai tersenyum malu sambil menyerahkan 80.000 Gp dari dompet nya.


"Apa!! sudahlah aku tidak ingin menjualnya kepadamu." Kemudian pria tua pemilik dagangan itu mengembalikan herbal-herbal yang baru saja ia masukan kembali ke tempat semula.


Melihat hal itu Kai mencoba menggunakan cara lain, "Bagaimana dengan ini paman, aku ingin menukar herbal itu dengan sebuah Pil."


"Pil?, apakah kau pikir aku idiot! sudah cepat pergi, kau menggangu mood ku saja."


Kai tersenyum masam, ia mengambil sesuatu dari saku bajunya, setelah beberapa saat Kai mengambil pil berwarna biru laut. Sebelum datang kesini Kai sudah membuat sebuah Pil dari herbal yang ia temukan di hutan. Sayangnya herbal tersebut berkualitas buruk, Kai hanya dapat membuat Pil Bintang 2. Pil penambah umur.


Sebuah cahaya yang cukup silau menyinari mata pria tua hingga membuatnya tertegun diam.


Melihat reaksi dari pria tua itu Kai menyeringai dalam hatinya, Kai memandang pria tua itu dan berkata. "Bagaiman Paman, apakah kau bersedia barter denganku?"


Seakan kembali ke akal sehatnya, pria tua itu memandang Kai dengan tatapan rumit. Setelah memperhatikan pil berwarna biru muda di tangan Kai pria tua itu bertanya, "Bisa kau jelaskan apa khasiat dari pil ini." Ucapnya sambil menunjuk pil yang ada dalam genggaman tangan Kai.


"Telan lah! kau akan tahu sendiri manfaatnya setelah menelan Pil ini."


Sedikit perasaan ragu-ragu terlihat di mata pria tua. setelah beberapa saat, Pria tua itu menelan Pil tanpa ragu-ragu.


Setelah Pil masuk ke dalam perut Pria tua, dengan sangat cepat Pil penambah umur langsung mengalir keseluruh pembuluh darah. Perlahan-lahan fitur wajah dan seluruh kulit pria tua itu mengencang sorot matanya yang lesu kini berubah menjadi sorotan tajam dengan keriput di wajahnya yang perlahan mulai menghilang.


Setelah khasiat sari Pil penambah umur telah bereaksi sempurna, Tubuh Pria tua itu bergetar hebat. Ia tidak percaya apa yang telah terjadi padanya. Ia mengalihkan pandangannya kepada pemuda biasa di depannya.


Menggunakan tangan kanannya yang sudah gemetar, pria tua dengan hati-hati menyerahkan herbal kepada Kai dan berkata dengan suara serak.


"Aa.. Maafkan ketidak sopanan saya. Anda dapat memiliki seluruh herbal yang ada di toko ini."


Kai sudah menduga jawaban dari pria tua yang ada di depannya saat ini, bagaimanapun Bumi tidak memiliki energi spiritual dan setiap penduduk bumi hanya mampu mencapai usia 100 tahun. Pria tua sekiranya berusia 50-60 tahun dan ia tiba-tiba merasakan bahwa tubuhnya kembali muda dan otot-otot miliknya juga kembali seperti masa mudanya. Bagaimana ia tidak bahagia!! Walupun harus membayar dengan seluruh harta miliknya, ia tidak akan mampu membeli satu buah Pil seperti ini.


Ini adalah keberuntungan miliknya seumur hidup, dengan tergesa-gesa ia berlutut di depan Zhukai yang mengejutkan semua orang yang melihat kejadian itu.


Kai mengerutkan kening melihat tingkah Pria Tua di depannya dengan nada sedikit kemarahan Kai berkata dengan dingin, "Apa yang sedang kau lakukan, cepat berdiri!!."


Melihat tatapan Kai yang dingin seolah membuat seluruh tubuhnya membeku, Pria tua langsung dengan cepat berdiri. "Saya Long Yun berharap Tuan muda dapat menerima saya sebagai murid anda."


Kai mendengus kesal, Pria tua di depannya ini setelah berlutut di depannya tiba-tiba meminta menjadi muridnya. Kai bagaimanapun hanya menatapnya dengan dingin.


"Aku tidak berminat memiliki murid." Kai berbalik pergi tetapi langkahnya tiba-tiba berhenti. Ia membalik badannya dan menatap Pria tua di depannya dengan tatapan kosong.


Setelah keheningan beberapa saat, Kai bertanya. "Pria tua darimana kau mendapatkan Rumput ini?" Kai menujuk kan Rumput Roh di tangan kanannya.


Pria tua itu segera sadar dan menatap Rumput Roh yang ada di tangan Zhukai, beberapa ingatan muncul di kepalanya. "Emm, aku mendapatkan Rumput itu dari seorang wanita misterius di Kota Huanglang. Ia berkata kepadaku bahwa jika ada seseorang yang yang tahu manfaat dari herbal ini aku harus memberitahukan padanya."


Tiba-tiba sebuah Kilatan cahaya terlintas di kedua matanya, "Tuan muda.. Apakah Kamu...."


Kai menghela nafas, sepertinya pria tua ini menyadari bahwa dia(Zhukai) mengetahui manfaat yang di hasilkan dari rumput yang bercahaya di tangannya.


"Ya aku mengetahui khasiat dari pil ini." Kai berkata acuh tak acuh sambil memandang pria tua di depannya.


"Apakah kau tahu dimana wanita itu sekarang?" Zhukai bertanya.


Pria tua itu mendapati pertanyaan dari Kai dan menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban, "Aku tidak tahu dimana wanita itu berada saat ini."


Kai mengangguk dan melemparkan selembar kertas kemudian berbalik pergi. Tubuhnya perlahan menghilang di antara kerumunan orang-orang.


Setelah tubuh Zhukai tidak terlihat, pria tua mengambil selembar kertas yang baru saja di lemparkan Zhukai kearahnya dan membacanya secara perlahan.


Waktu demi waktu berlalu, saat pria tua itu selesai membaca tulisan di kertas tubuhnya menegang dan jejak ketakutan terlintas di kedua matanya.


"Haah... Sepertinya Akan terjadi gejolak di seluruh negara!.. tidak seluruh dunia akan di buat gempar oleh orang itu."