
Setelah sosok Chen Fan dilahap oleh bola hitam, tubuhnya yang terserap masuk hilang seketika dari pandangan Zhukai.
Pelindung di sekitar gunung juga perlahan memudar hingga menghilang sepenuhnya.
Zhukai berdiri tegak sambil menatap langit yang mendung. Perlahan-lahan, tetesan air hujan mulai berjatuhan, semakin deras hingga membuat Zhukai basah kuyup.
Dia berbalik dan berjalan menghampiri Xia Bing Yao yang tergeletak pingsan di tanah, "Andai saja aku datang lebih cepat... Kamu tidak akan menderita seperti ini."
Zhukai mengangkat kepala Xia Bing Yao dengan lembut, dia kemudian mendekatkan bibirnya pada bibir Xia Bing Yao.
Tepat setelah itu, Zhukai mencium bibir Xia Bing Yao dengan panas. Penampilannya berubah menjadi dewa kematian dan menyerap racun di tubuh Xia Bing Yao melalui ciuman itu.
Wajah pucat Xia Bing Yao perlahan mulai kembali cerah, hingga setelah Kai mengakhiri ciuman di antara mereka berdua, racun di dalam tubuh Xia Bing Yao sudah menghilang sepenuhnya.
"Martial God sialan! Beraninya kau mencoba membunuh istriku, aku akan membalas ini ratusan kali lipat."
Zhukai mengeluarkan seekor ulat kecil berwarna putih dari Inventory. Ulat itu tidak lain adalah serangga Yang dan Kai berniat menyiksa Yan Qing menggunakan itu.
Di telapak tangannya, keluar nyala api berwarna putih yang sangat panas. Bahkan hanya dengan berada di dekatnya saja, orang biasa akan langsung terbakar menjadi abu.
Saat itu juga, Zhukai membakar serangga Yang menggunakan nyala api Phoenix. Dia mengatur api Phoenix sekecil mungkin agar tidak sampai membakar serangga Yang menjadi abu.
Pada saat yang sama, Yan Qing yang baru saja terbangun dari tidurnya tiba-tiba menjerit kesakitan dengan kulitnya melepuh.
Martial God yang mendengar teriakan istrinya dengan segera berbalik ke ruangan tempat istrinya beristirahat.
Ketika pandangan matanya melihat istrinya yang sedang duduk diam di atas kasur sambil terus mengeluarkan teriakan, ekspresi wajah Martial God menjadi semakin pucat.
"Cepat! Panggil tabib kesini!.." Martial God berteriak, dia menggenggam telapak tangan istrinya dan mulai mengalirkan energi kedalam tubuh istrinya.
Meskipun begitu, rasa sakit dari terbakar nya seluruh anggota tubuh Yan Qing tidak bisa sembuh hanya dengan sedikit energi seperti itu.
Sesaat sebelum tabib datang, Yan Qing sudah kehilangan kesadaran dirinya karena rasa sakit yang berlebihan.
Sementara itu, di jalan pegunungan dimana Zhukai berada. Dia duduk bersandar di batang pohon dengan seorang wanita yang tertidur di pundaknya.
Tak berselang lama setelah itu, wanita itu perlahan membuka matanya dan menguap beberapa kali.
"Kamu sudah bangun... Yao'er?"
Mendengar suara hangat dari seorang pria, hati Xia Bing Yao bergetar sesaat. Ingatan sebelum dia kehilangan kesadarannya mulai bermunculan, ia menoleh ke kiri dan melihat sosok pria yang sudah lama ia rindukan.
"Paman... Terimakasih.."
Xia Bing Yao kembali menenggelamkan kepalanya di dada Zhukai, karena wajahnya berubah menjadi merah seperti tomat. Xia Bing Yao sangat malu jika Zhukai melihat wajahnya saat ini.
"Ada apa ini... Apakah kamu tidak ingin melihat wajahku setelah sekian lama." Zhukai tertawa tipis, dia membelai rambut Xia Bing Yao dengan lembut kemudian menciumnya.
"Paman–..."
"Panggil saja aku Kai Gege mulai sekarang." Zhukai menyela sebelum Xia Bing Yao menyelesaikan ucapannya.
Meskipun Xia Bing Yao sedikit malu, tetapi dia memanggil Zhukai seperti yang Kai inginkan.
"Oh benar, aku baru saja terkena racun. Kai Gege, maaf tapi aku harus mencari obat untuk menyembuhkan racun ini."
Tepat saat Xia Bing Yao ingin meninggalkan pelukan Zhukai, Kai menggenggam lengan Bing Yao kemudian menarik tubuhnya kembali.
"Tetap disini, aku sudah menyembuhkan racun itu untukmu."
Xia Bing Yao terkejut sesaat, dia diam mematung Hinga akhirnya meletakkan kepalanya di pelukan Zhukai.
Xia Bing Yao juga menikmati aroma dari tubuh Zhukai setelah sekian lama.
Setelah berselang beberapa jam, malam hari telah tiba. Zhukai yang masih memeluk tubu Xia Bing Yao tiba-tiba bertanya.
Mendengar pertanyaan itu, Xia Bing Yao membuka matanya sebentar. "Hmm, apakah Kai Gege lupa tentang inti bintang yang kakak tinggalkan sebagai hadiah untukku?"
"Saat kupikir bahwa Kai Gege sudah mati seperti yang di katakan semua orang, inti bintang itu tiba-tiba menyala."
"Aku awalnya tidak menyadari hal itu, tetapi setelah bertemu dengan paman Wukong, dia memberitahuku semua hal tentangmu dan juga inti bintang itu."
"Saat ini, hanya kami berdua yang tahu bahwa kamu telah bereinkarnasi."
Zhukai sedikit mengerutkan keningnya setelah mendengar seluruh cerita Xia Bing Yao, tetapi tak berselang lama, Zhukai berdiri sambil mengangkat tubuh Bing Yao bersamanya.
"Ya, itu tidaklah penting sekarang. Aku akan menepati apa yang telah aku janjikan ratusan ribu tahun yang lalu..."
"Yao'er... Ayo kita menikah."
Deg–
Detak jantung Xia Bing Yao berdetak semakin cepat, wajahnya menjadi merah merona dengan tubuhnya yang bergetar.
"K–Kakak... Bukankah ini terlalu tiba-tiba." Xia Bing Yao melirik kearah lain, dia tidak berani menatap Zhukai setelah apa yang dikatakan Kai barusan.
"Hmm... Jadi kamu tidak ingin menikah denganku–.."
"Bukan seperti itu!" Teriak Xia BIng Yao menyela perkataan Zhukai.
"A–Aku hanya merasa ini terlalu tiba-tiba."
"Lalu, apa jawabanmu?"
Xia Bing Yao memerah, dia menatap Zhukai dengan helaan nafas panjang.
"A–Aku... Aku mau."
***
Di dalam goa tempat dimana Teratai roh es berada, Zi Lin Yue duduk bosan sambil memandang bunga teratai berwarna putih di depannya.
Meskipun itu hanya beberapa langkah darinya, tetapi Zi Lin Yue tidak memiliki niatan untuk mengambilnya.
"Anu master... Mengapa kita hanya duduk diam disini?" Long Zi yang baru saja tiba dari luar bertanya dengan wajah polos.
Zi Lin Yue menoleh sebentar, dia menghela nafas kemudian berkata. "Mau bagaimana lagi, herbal ini butuh beberapa tahun lagi baru bisa di konsumsi."
"Juga, kita harus menunggu si bodoh itu kembali! apa yang di lakukan si bodoh itu sekarang. Bahkan jika dia punya urusan, tidak mungkin butuh waktu lama baginya untuk kembali." Zi Lin Yue berdecak kesal.
"Jadi, kenapa kau memanggil pria itu dengan sebutan tuan?" Zi Lin Yue menatap tajam pada Long Zi sambil bertanya.
Itu telah menganggu nya selama perjalanan, meskipun dia mencoba memikirkan beberapa alasan. Tetapi itu tidak masuk akal ketika mengingat kembali Zhukai yang berasal dari Alam Dewa.
Long Zi terkejut, dia mengucurkan beberapa keringat di wajahnya. Jika dia berbohong pada Zi Lin Yue, itu akan membuat hubungan mereka menjadi canggung untuk kedepannya.
Tetapi jika dia menjawab dengan jujur, mungkin Zhukai akan membencinya karena itu. Setelah diam selama beberapa detik, Long Zi akhirnya memutuskan jawabannya.
"Tuan... Dia sebenarnya–..."
"Oh, apakah kalian masih menungguku, aku minta maaf karena datang terlalu lama."
Dari luar goa, seorang pria dan wanita berjalan masuk. Mereka berdua tidak lain adalah Zhukai dan Xia Bing Yao.
***
Bersambung..