
Kai berjalan pelan kearah Jiang Lin yang saat ini melepaskan amarahnya dengan berlatih. "Jiang'er, aku sudah bilang kalau itu salah paham, apakah kamu masih tidak mau memaafkan ku?"
Tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari Jiang Lin.
Kai menghela nafas, dia mengigit jarinya hingga mengeluarkan darah, setelah itu menulis sebuah Rune kuno yang kemudian berubah menjadi Array pelindung yang mengelilingi tubuh Jiang Lin.
Setelah Kai memasang Array pelindung pada Jiang Lin, dia segera menghilang secara tiba-tiba.
Kai kembali muncul di sebuah lapangan kosong dengan suara lolongan serigala yang menggema disana.
Beberapa Serigala kemudian muncul secara berkelompok yang beranggotakan 20 ekor, masing-masing memiliki Kultivasi Dewa Ilahi.
Sementara itu, Ke-esokan ketika Jiang Lin berhenti berlatih, dia menyadari bahwa Zhukai saat ini tidak ada disampingnya.
Bahkan setelah memanggil nama Zhukai sebanyak beberapa kali, tidak ada jawaban yang di dapatnya.
"Dimana Kai? Apakah dia marah karena aku abaikan kemarin? Tetapi Kai tidak mungkin marah karena hal kecil seperti itu."
Jiang Lin menggunakan Persepsi Ilahinya tetapi sama sekali tidak menemukan jejak dari Zhukai, setelah beberapa waktu, Jiang Lin akhirnya memutuskan untuk mencarinya.
"Uhh, Kai ini.. Dia selalu menghilang tanpa meninggalkan pesan padaku."
Jiang Lin segera melemparkan pedangnya keatas udara dan segera menaikinya, dia berjalan terus mengitari area di sekitar tempatnya.
Tak jauh dari sana, Jiang Lin dapat mencium bau darah yang sangat pekat. "Bau darah? Ini pasti Zhukai.."
Whuss!!
Dia menambah kecepatannya dan segera menuju ke tempat dimana bau darah itu berasal.
Benar saja, setelah sampai disana,. Jiang Lin melihat puluhan mayat serigala yang masing-masing dari mereka terbunuh dengan luka yang sama.
Tiga tebasan mengakhiri nyawa mereka...!
"Bau darah ini masih baru. Jadi, pertarungan ini pasti tidak lama terjadi."
Tiba-tiba, Persepsi Ilahi nya merasakan sebuah aura yang sangat familiar. Itu adalah aura milik kekasihnya, Zhukai.
"Cih, orang ini.. Awas saja jika kita bertemu, aku akan memberimu pelajaran." Jiang Lin berdecak kesal kemudian segera melesat dimana Persepsi Ilahinya menunjukkan keberadaan Zhukai.
Tak berselang lama ketika dia sampai, Jiang Lin melihat sebuah tanda panah yang menuju kearah barat dengan cahaya Keperakan mengelilingi tanda panah itu.
Jiang Lin segera paham apa maksud dari anak panah itu dan mengikutinya. Dia terus berjalan kemana arah yang ditunjuk oleh anak panah itu.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Jiang Lin yang sudah sangat kesal karena berjalan tanpa arah tujuan mulai mengutuk tanda panah itu.
"Ah, menyebalkan.. Aku akan kembali saja.."
Tepat ketika Jiang Lin membalikkan badannya, dia melihat sosok Zhukai dengan rambut tersisir rapi berjalan kearahnya sambil tersenyum.
"Hmph.. Darimana saja kamu.." Jiang Lin mendengus dingin dan berkata dengan kesal sambil mengerutkan keningnya.
Kai bagaimanapun tidak menjawab, dia terus berjalan maju sambil menyembunyikan sebuah benda di belakang badannya.
Tepat ketika dia dan Jiang Lim hanya berjalan beberapa langkah, Kai berhenti.
Dia sedikit berlutut dan mengeluarkan benda yang dia sembunyikan di balik badannya, ternyata benda itu adalah sebuah cincin berlian yang sudah di ukir dengan begitu cantik.
"Jiang'er.. Mari kita menikah.."
Deg–
Jantung Jiang Lin seketika berdetak dengan sangat kencang, wajahnya perlahan berubah menjadi sangat merah. Dia terdiam untuk beberapa saat kemudian menjadi tersipu malu.
"A–Apa y–yang kamu katakan..."
"Eh, apa kamu tidak mau? Padahal Yu'er sudah repot-repot untuk membuat baju pernikahan untuk kita." Kai berkata pelan tanpa bergerak sedikitpun dari tempat ia berada saat ini.
"Ahh..." Wajah Jiang Lin semakin memerah dan memerah, dia sama sekali tidak pernah memperkirakan Kai akan melamarnya seperti ini.
Beberapa detik seperti itu, Jiang Lin memegangi dadanya dengan salah satu tangannya yang terangkat.
Kai segera mengambil tangan Jiang Lin, itu begitu lembut dan halus. Dia kemudian segera mendongak keatas dan tersenyum lebar.
"Terimakasih..."
Dengan begitu, Kai segera memasangkan cincin berlian di tangan kanan Jiang Lin, tepatnya di jari manisnya.
"Kamu terlihat manis Jiang'er.." Kai berdiri dan segera menggendong Jiang Lin di depannya, dia kemudian menghilang berubah menjadi titik-titik putih.
Di sebuah tempat yang tidak terlihat seperti di Persimpangan Dimensi, muncul sebuah cahaya putih berkilauan tang kemudian Kai dan Jiang Lin muncul secara tiba-tiba.
Tepat itu adalah Padang rumput yang sangat luas dengan udara yang begitu murni dan segar. Sebenarnya, tempat itu berada di Persimpangan Dimensi, tetapi Kai menggunakan Qi miliknya serta beberapa Array penghalang untuk melindungi tempat itu agar tetap terjaga.
"Whoaa.. Tempat apa ini?" Jiang Lin berkata dengan sangat terkejut, dia terus menatap area di sekitarnya. Tatapannya terhenti tepat disebuah panggung yang cukup besar yang dipenuhi dengan karangan bunga.
"Hubby.. Kami disini.." Suara yang begitu imut terdengar jelas di telinga Kai dan Jiang Lin.
Mereka berdua segera menoleh kearah Sura itu berasal. Terlihat 6 sosok perempuan yang masing-masing dari mereka memiliki paras yang sangat cantik seperti Dewi.
"Ha, Apakah kalian yang menyiapkan semua dekorasi ini?" Kai tersenyum lembut sambil bertanya pada sekelompok perempuan cantik itu yang tidak lain adalah Yi, Yui, Xue Yu, Jiuyang Lin, Chiyan, dan Yola.
"Tentu saja.. Ini adalah pernikahan untuk Kakak Jiang, bagaimana mungkin kami hanya berdiam diri saja." Jiuyang Lin berkata dengan penuh semangat, dia berlari kecil kearah Jiang Lin dan mulai menggenggam erat salah satu tangannya.
"Kakak Jiang, lama tidak bertemu.." Ucap Jiuyang Lin tersenyum mempesona.
"Ah, Adik Lin.. Lama tidak bertemu, bagaimana keadaan mu saat ini? dan juga.. Kultivasi mu telah banyak meningkat rupanya." Jiang Lin menanggapi sapaan Jiuyang Lin dengan senyuman lembut.
"Hehe, itu bisa dibahas lagi nanti.. Ayo ikut aku, Adik Yu akan mendandani kamu untuk pernikahan nanti."
Jiang Lin mengangguk dan segera mengikuti Jiang Lin masuk kedalam sebuah tenda yang berada di Padang rumput.
Di dalam tenda, Xue Yu sedang duduk menunggu dengan membawa sebuah gaun putih yang sangat indah.
"Adik Yu.."
Xue Yu menoleh kesamping, dia tersenyum dan berkata. "Kakak Lin, Kakak Jiang.. Halo.."
Mereka berdua membalas dengan anggukan, setelah itu Xue Yu dan Jiuyang Lin mulai mendandani Jiang Lin dan memakaikannya Gaun putih yang merupakan pakaian pernikahan.
Tak berselang lama, Jiang Lin keluar dari dalam tenda dengan wajahnya yang tertutup oleh sebuah cadar tipis.
Sementara itu, Kai yang berada di atas panggung menatap sosok Jiang Lin yang berjalan kearahnya.
"Kamu terlihat sangat cantik Jiang'er.."
"Hihi, Sayang kamu terlaku memujiku.."
Kai berjalan mendekat, dan mencium Jiang Lin tepat di keningnya. "Aku, Zhukai bersumpah akan menjadikan Jiang Lin sebagai Istriku, dan akan menjaga seumur hidupku.."
Malam Hari telah tiba, Kai segera turun dari panggung dan duduk disebuah meja bundar. Dia memandang Istri barunya dan ke-enam Istrinya yang lain.
Aliran rasa hangat segera mengalir disekujur tubuhnya, dia tersenyum kecil dan berkata dalam hatinya.
"Senyuman ini... Aku akan menjaganya selalu."
***
Bersambung..