
"Ahhh~ Ahhnn~.."
Pelayan itu mendesah dengan suara yang begitu merdu menyebabkan Bai Wang menjadi hilang kendali.
"Ah~ Pangeran ketiga, bagaimana jika kita ketahuan?" Wanita itu mengatakannya dengan nada gemetar.
"Ketahuan? tidak mungkin, aku sudah memasang Array tingkat tinggi disekitar kita. Jika ada seseorang yang datang aku dapat segera tahu itu."
Pelayan wanita itu dengan pasrah mengangguk dan membiarkan Pangeran ketiga memainkan tubuhnya sesuka hati.
Waktu berlalu dengan cukup cepat. Sekarang sudah siang hari, Bai Wang serta pelayan wanitanya akhirnya kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat.
"Pelayan kecilku, cepat bersihkan adik kecil ini." Bai Wang berkata sambil menunjuk anu nya yang dipenuhi dengan cairan berwarna putih.
"Em.." Wanita itu hanya mengangguk dan mulai membersihkan adik kecil Bai Wang dengan mulutnya.
Sementara itu, Kai masih dengan santai tertidur diatas dahan pohon. Setelah Cristal waktu menyala-nyala dan mengeluarkan energi aneh, Kai segera terbangun dan pergi meninggalkan tempat itu begitu saja.
***
Di depan penginapan, Gu Nan dan Bai Hu sedang menunggu Kai datang. Tetapi setelah siang hari berlalu dan Kai juga tidak kunjung datang, Bai Hu tidak dapat menhan diri untuk bertanya.
"Sayang, kapan Bos Kai akan kembali."
"Gadis kecil tercinta, Bos sudah mengatakan akan berangkat hari ini, dia pasti akan datang sebentar lagi."
Tepat ketika Gu Nan menyelesaikan Kata-katanya, Kai sudah berada tepat di samping dirinya.
"Whuaa.." Gu Nan berteriak dengan kaget, setelah itu ia kembali tenang dan dengan terkejut bertanya.
"Bos, kapan kamu tiba?"
"Sudahlah tidak perlu basa-basi lagi, ayo berangkat."
Ketika Kai sudah beranjak pergi, Bai Hu segera menyusul dibelakangnya sedangkan Gu Nan masih berdiri diam di tempat.
"Sayang, apa yang kamu tunggu, cepat!"
Kai berjalan bersama dua bawahannya menuju pintu keluar kota yang berada di sebelah barat. Ketika perjalanan menuju pintu keluar, Kai bertukar beberapa pandangan pada seorang Pria ha jangkung yang memiliki fitur Wajah ya g begitu tampan.
Pangeran Ketiga masih mengungkapkan senyuman tetapi ia tidak dapat melihat wajah Kai sama sekali karena dia menggunakan sebuah jubah yang menutupi seluruh tubuh sampai kepalanya.
"Tanggung sendiri apa yang telah kau perbuat."
Setelah itu Kai dan dua bawahannya segera menghilang tanpa jejak meninggalkan pangeran ketiga dengan ekspresi penuh kebingungan.
"Apa maksud dari kata-kata orang tadi? sudahlah, masa bodoh dengan mereka."
***
Kai membeli sebuah kereta kuda yang besar dan cukup sederhana, Ia sedang rebahan di dalam kereta sedangkan Gu Nan menyetir dengan Bai Hu sampingnya.
Mereka melalui beberapa kota, hutan, lembah, dan pegunungan yang menjulang tinggi. Mereka tidak menemukan satupun binatang buas karena Aura dari Gu Nan sudah cukup untuk menakuti para binatang buas.
Dengan begitu, waktu berlalu dengan cepat. Satu Bulan telah berlalu. Selain beristirahat setiap tiga hari sekali, Mereka melanjutkan perjalanan.
Di dalam kereta Kai juga tidak diam begitu saja, Ia terkadang meningkatkan Profesi Alkemis nya dan juga berkultivasi.
Saat ini, Kekuatan yang Kai miliki sudah berada di Tahap Akhir Holy Emperor. Tetapi untuk menembus ke Alam Dewa, itu cukup sulit untuk dilakukan.
Jika tidak, bagaimana mungkin banyak orang yang berlatih dan terjebak di Puncak Holy Emperor dan tidak memiliki sisa usia lagi untuk menerobos.
Dari luar, Kai yang saat ini sedang dalam proses meditasi segera menghentikan meditasi nya ketika mendengar suara dari Gu Nan.
"Bos, sebentar lagi kita akan sampai di Kekaisaran Naga, tetapi butuh satu hari lagi untuk sampai disana, apakah kamu ingin bermalam di sini atau langsung melanjutkan perjalanan?"
"Hmm, apakah kalian berdua lelah?"
"Tidak Bos." Gu Nan menjawab dengan tenang.
"Kalau begitu kita lanjutkan saja perjalanannya."
Akhirnya setelah satu malam berlalu dengan cepat, Kai dan dua bawahannya sampai di Kekaisaran Naga.
Itu tidak terlihat seperti Kekaisaran pada umumnya, karena disini hanya dapat terlihat sebuah pegunungan yang menjulang tinggi dan lembah-lembah yang sangat luas.
Sebenarnya, Kekaisaran Naga tidak dapat dianggap sebagai Kekaisaran, tetapi karena mereka yang menguasai seluruh Wilayah Utara, mereka akhirnya memutuskan untuk membentuk sebuah Kekaisaran.
Ada banyak kerajaan dan ratusan Kota di Kekaisaran Naga. Sedangkan untuk pusat Kekaisaran, itu terletak di puncak tertinggi dari semua pegunungan yang ada.
Kai segera menyuruh Gu Nan untuk memberhentikan keretanya, karena tidak ada jalan lagi yang bisa ia lalui.
Pada Akhirnya, setelah mereka berhenti dan turun dari kereta, Kai segera terbang di ikuti oleh Gu Nan dan Bai Hu dibelakangnya.
Mereka bermaksud untuk segera menuju Istana Naga, yang merupakan tempat utama dari Kekaisaran Naga.
"Bos, ada urusan apa anda datang kemari?" Gu Nan yang sedari tadi diam mulai bertanya.
"Em, aku ingin menemui teman lama sebelum aku pergi ke Tanah Terlarang." Mengingat bagaimana wajah terakhir Xue Yu di ingatan nya, Kaibtidak bisa menahan diri untuk tersenyum.
"Gadis dingin itu benar-benar manis ketika sedang tersenyum."
Dalam kurun waktu 10 menit, Kai sampai di puncak Gunung, itu terlihat seperti daratan yang sangat luas. Itu memiliki luas sekitar 100.000 Km².
Di Puncak Gunung, ada 3 Kota yang berpusat pada Kota Naga Azure, disana juga merupakan tempat dimana Istana Naga berada.
"Bos, ini adalah kota pertama Yaitu Kota Naga kembar."
Terlihat mayoritas yang mendiami Kota Naga kembar adalah Orang paruh baya, hanya sedikit anak muda yang hidup Disana.
Karena tidak ada hal yang membuat Kai tertarik, ia langsung pergi Kek kota selanjutnya, Kota Naga Hijau.
Itu terlihat hampir mirip dengan Kota Naga kembar dengan penduduknya Mayoritas orang paruh baya.
Matahari sudah tenggelam dari tadi, kini bulan tertutup awan mendung mengakibatkan malam hari itu gelap gulita.
"Bos, apa sebaiknya kita berangkat ke Kota Naga Azure besok pagi saja?"
Kai mengangguk, karena ini sudah malam hari dan suasana sudah gelap gulita dan begitu hening. Tak jauh dari sana, Kai melihat sebuah Rumah makan yang cukup ramai di datangi, dia dan dua pengikut nya memutuskan untuk pergi makan malam Disana.
"Permisi, berikan aku makanan terbaik dan juga arak terbaik di Rumah makan ini."
Pelayan itu mengangguk sebagai jawaban dan segera berjalan ke dapur. Setelah pelayan itu kembali keluar, di tangannya terdapat 3 buah sup yang masing-masing mengeluarkan bau harum.
Kai yang pertama kali mencoba kemudian Gu Nan dan Bai Hu juga mencobanya, "Ini cukup enak, tetapi masakan Yao'er..." Memikirkan Xia Bing Yao, ada sedikit rasa kesal di hatinya, Jika saja ia lebih kuat maka Xia Bing Yao juga tidak akan pergi.
"Ini semua karena aku terlalu lemah.." Pikir Kai dalam hati.
Mereka bertiga menikmati makanan yang disajikan begitu juga dengan arak nya.
Mereka meninggalkan restoran setelah membayar 2 Batu Roh.