
Sosok Xia Wen tanpa sedikitpun rambut di kepalanya membuatnya terlihat seperti orang yang sama sekali berbeda.
Seketika, Xia Wen yang merupakan tetua agung Klan Xia menjadi bahan tertawaan semua orang.
"Hahaha, hei pak tua... wajahmu terlihat 70 tahun lebih muda sekarang." Zhukai tertawa lepas sambil terus mengeluarkan ejekan untuk Xia Wen.
Mendengar berbagai ejekan yang di lontarkan untuknya, urat-urat berserta pembuluh darah terlihat di sekujur tubuh Xia Wen.
Wajahnya merah padam dikarenakan amarah yang memenuhi tubuhnya, niat membunuh yang lepas dari tubuhnya membuat tanah di sekitarnya bergetar.
"Sialan! beraninya kau mempermalukan ku seperti ini. Mati!!.."
"Cukup paman!!.."
Boomm!!!
Ledakan besar terjadi membuat tubuh puluhan orang bergidik ngeri, Zhukai yang bersikap santai juga cukup terkejut setelah merasakan tekanan yang dimiliki oleh Xia Bing Yao.
"Hmm, tak kusangka dia akan tumbuh sekuat ini." Zhukai bergumam pelan dengan tatapan takjub.
Jika ia harus memperkirakan, Kultivasi Xia Bing Yao saat ini jelas berada di Ranah God of Creation Langit Ke-tujuh.
Satu tingkatan dibawah sebelas dewa perang kuno, apalagi dengan teknik warisan dari Klan Xia, itu membuat kekuatan tempurnya lebih tinggi dibandingkan dengan Kultivator pada umumnya.
Wajah Xia Wen menjadi pucat pasi, dia menatap Xia Bing Yao dengan sudut mulutnya yang bergetar.
"K–Keponakan, kenapa kamu melindunginya? Apa kau tidak melihatnya barusan? pria ini baru saja mempermalukan pamanmu." teriak Xia Wen.
Dia menatap Xia Bing Yao dengan raut wajah tak percaya, dia adalah pamannya, jadi kenapa keponakannya memilih untuk melindungi Zhukai saat pria itu mempermalukan dirinya?
"Mempermalukan!? bukankah paman yang mempermalukan mereka terlebih dulu! dan biar ku perjelas. Pria yang kau sebut sampah ini, dia adalah kekasihku." ucap Xia Bing Yao sambil memeluk lengan Zhukai di hadapan semua orang.
Tindakannya itu seketika membuat semua tetua Klan tercengang. Apakah dia benar-benar Matriak!? Bagaimana Matriak menunjukan sikap seperti itu di hadapan semua orang?
Berbagai pertanyaan bermunculan di benak para tetua, tetapi di antara mereka, Xia Wen lah yang paling terkejut.
"T–Tunggu dulu... K–Kau bercanda kan keponakan, bagaimana bisa kau jatuh cinta pada bajingan sepertinya." Xia Wen menunjuk Zhukai sambil menjelek-jelekkan nya di depan semua orang.
Xia Bing Yao jelas tidak menyukai hal ini, dia akhirnya mengetahui sifat asli milik pamannya.
Saat Xia Bing Yao hendak mengeluarkan sepatah kata, Kai menghentikan tindakannya.
"Tidak perlu terpancing oleh provokasinya Yao'er, biar ku tunjukkan sesuatu yang menarik."
Zhukai menyeringai lebar, dia menjentikkan jari tangannya. Tiba-tiba, suara keras terdengar dari Xia Wen.
"Hmm.. Hoekk, bau apa ini..."
Pada saat yang bersamaan, semua orang bisa mencium bau busuk di sekitar mereka. Tak lama setelah itu, mereka akhirnya sadar bahwa bau busuk itu berasal dari Xia Wen.
"Jangan-jangan..."
Para tetua segera mengalihkan pandangannya pada Xia Wen. Mereka semua memberi Xia Wen tatapan jijik dengan jari mereka yang menutup hidung.
"Tetua Wen, aku tahu kamu sangat marah. Tetapi bisakah kamu tidak melakukan hal memalukan seperti ini!?" Seorang tetua wanita berkata jijik.
Dia sangat membenci Xia Wen karena sikapnya yang pengecut dan juga sering bermain-main dengan para gadis.
Xia Wen yang merasakan bahwa dia baru saja mengeluarkan sesuatu yang sangat menjijikkan segera mengeluarkan keringat dingin.
"I–Ini tidak seperti yang kalian pikirkan oke."
Saat Xia Wen hendak menjelaskan, puluhan tetua segera pergi meninggalkan tempat itu karena tidak kuat menahan bau busuk yang keluar dari tubuh Xia Wen.
Sementara itu, Zhukai dan beberapa gadis lainnya sudah masuk terlebih dulu ke dalam bangunan utama.
"Kai Gege, bagaimana kamu melakukannya?" Xia Bing Yao bertanya penasaran.
Dia tidak tahu trik apa yang Zhukai gunakan sampai-sampai membuat Xia Wen dipermalukan seperti itu.
"Hmph, terserah kamu saja! Ayo berjalan lebih cepat, aku akan menyiapkan makanan spesial untukmu."
"Benarkah itu? aku akan sangat berterimakasih atas itu, lalu... dimana Wukong saat ini?" Zhukai mengerutkan keningnya sambil menatap ke sekitar.
"Oh, paman Wukong... Dia sudah masuk terlebih dulu sejak tadi."
Setelah mendapat jawaban dari Xia Bing Yao, Kai dan Zi Lin Yue menuju ke meja makan sementara Xia Bing Yao pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Dalam lorong ruangan, Zhukai yang sedang berjalan berdua bersama dengan Zi Lin Yue memulai pembicaraan.
"Anu, Lin Yue.. Kenapa kamu terus diam sedari tadi, apakah kamu benar-benar baik-baik saja?" Zhukai bertanya khawatir.
Tidak biasanya bagi Zi Lin Yue untuk terus diam, dia sangat mengenal Zi Lin Yue dimana dia akan terus berbicara sepanjang perjalanan.
"Aku sungguh baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir."
Meskipun Kai merasa aneh saat mendengarnya, dia memutuskan untuk tidak bertanya lagi.
Tak berselang lama, saat Zhukai sampai di meja makan. Dia bisa melihat Sun Wukong sedang saling menyuapi bersama dengan kekasihnya.
"Oh kakak, kamu baru saja tiba? Maaf aku sudah makan terlebih dulu." ucap Sun Wukong tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Tidak apa-apa, kau lanjutkan saja makan malamnya, aku memiliki sesuatu yang harus kulakukan."
Zhukai beranjak pergi meninggalkan ruang makan sendirian, dia sudah meminta Long Zi untuk menemani Zi Lin Yue selama dia pergi.
Saat Kai keluar dari ruang makan, dia memanggil Xiao Hu yang saat ini berada di dunia jiwa.
"Huu... Huu..."
Saat keluar dari dunia jiwa, Xiao Hu segera melompat dan menjilati Zhukai beberapa kali. Ekor panjangnya terus berputar-putar, terlihat sangat lucu.
"Xiao Hu, ayo ikut aku menemui Yao'er sebentar."
Xiao Hu memberi anggukan beberapa kali, "Huu.. Huuu.."
Dia sangat bersemangat segera melompat dan duduk di pundak Zhukai.
Saat Zhukai sampai di sebuah ruangan, dia melihat Xia Bing Yao dengan pakaian minim sedang memasak sendirian disana.
Melihat seberapa keras Xia Bing Yao berusaha untuknya, Zhukai merasa sangat senang. Dia berjalan pelan tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
Saat jarak antara mereka berdua terpaut beberapa meter, Zhukai segera memeluk perut Xia Bing Yao dari belakang.
"Kyaa~... Kai Gege, kamu mengejutkanku." Xia Bing Yao memerah karena menahan malu.
Dia mencubit perut Zhukai dengan cukup keras hingga membuat bekas cubitan di perutnya.
"Kenapa kamu datang kesini? bukankah aku memintamu untuk menunggu di ruang makan?"
"T–Tidak, hanya saja... Apakah kamu memiliki sesuatu seperti, batu spasial?"
"Batu spasial? benda apa itu Kai Gege, aku baru pertamakali mendengarnya."
Melihat kebingungan di wajah Xia Bing Yao, Kai bisa memastikan bahwa Xia Bing Yao benar-benar tidak mengetahui tentang batu spasial.
"Begitu ya, maaf lupakan saja tentang itu.."
Saat Zhukai berbalik dan berniat untuk pergi dia mendengar suara lolongan Xiao Hu yang cukup keras.
"Ada apa Xiao Hu?"
Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, tubuhnya mematung. Ini karena tepat di depannya adalah sebuah batu, batu spasial yang sangat besar.
***
Bersambung...