Re-system

Re-system
Kematian Light God



Dari jarak 15 meter dari Light God, Kai melayang di udara sambil menggenggam pedang hitam dengan erat.


"Yue, bisakah kamu keluar."


Tepat setelah Kai menyelesaikan ucapannya, sebuah cahaya hitam muncul dari dalam pedang dan membentuk sosok wanita cantik dengan gaun merah.


"Ada apa Hubby? jarang sekali kamu memanggilku akhir-akhir ini." Qi Yue menggembungkan pipinya sedikit kesal.


Melihat wajah kesal Qi Yue, Zhukai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Haha, itu ... bisakah kamu membuka segel pedang ini?"


Karena dulu aura kematian yang merembes dari pedang hitam terlalu kuat, Kai dan Qi Yue akhirnya memutuskan untuk menyegel pedang hitam dan hanya menyisakan satu persen kekuatannya.


"Untuk apa? Bukankah membunuhnya adalah hal yang mudah?" Qi Yue menatap Kai dengan wajah bingung.


Dia dengan jelas tahu seberapa kuat Zhukai saat ini, bahkan Kultivator di puncak God of Creation bukanlah lawan yang sebanding dengannya.


Tapi mengapa Kai sampai repot-repot meminta Qi Yue membuka segel pedang? Inilah yang menjadi pertanyaan di benak Qi Yue.


"Yah, membunuhnya memang mudah. Tapi kematian mudah bukanlah sesuatu yang pantas ia dapatkan."


Melihat sorot mata tajam di wajah Zhukai, tubuh Qi Yue bergidik sambil membayangkan wajah seroang pria di dalam benaknya.


Tak berselang lama, Qi Yue tersenyum sambil tertawa kecil. "Sorot mata itu mengingatkanku, dia benar-benar mirip dengan pria itu."


Karena Qi Yue paham apa yang Kai maksudkan, di menghela nafas panjang sambil menyatukan kedua tangannya.


Energi aneh yang keluar dari tubuh Qi Yue dengan cepat mengumpulkan di satu titik dan tepat saat Qi Yue melepaskan energinya kedalam pedang, ledakan besar terjadi...


Duarr!!


Tubuh Light God terhempas ribuan meter jauhnya bersamaan dengan hancurnya puncak sekte cahaya.


Setengah dari gunung tempat sekte cahaya berada hancur menjadi puing-puing batu. Hutan di sekitar gunung juga terbakar habis.


Di halaman murid, pertarungan terhenti sesaat karena ledakan besar itu.


"Gunung itu? Bukankah itu tempat tinggal pemimpin sekte?" Seorang murid inti sekte cahaya menatap tak percaya pada sebuah gunung yang sudah hancur.


Tubuhnya juga terluka sangat parah setelah menerima gempuran dari murid-murid sekte yang berkhianat.


Karena dia sudah sangat lelah karena latihan tadi siang, dia tidak dapat mengerahkan seluruh kemampuan dalam pertempuran kali ini.


"Sialan, aku tidak ingin mati konyol! Berhenti, aku menyerah, biarkan aku bergabung bersama kalian."


Salah satu murid sekte yang merasa bahwa sekte cahaya tidak memiliki peluang untuk bertahan, memilih untuk ikut berkhianat bersama dengan dengan enam juta murid lainnya.


Mendengar itu, keyakinan para murid lain juga menjadi goyah. "Apa yang dia katakan benar, aku tidak ingin mati sia-sia di tempat ini. Kenapa juga aku harus melindungi sekte ini sementara mereka tidak memperlakukan muridnya dengan adil."


Dengan begitu, hampir seratus ribu orang menyerah secara bersamaan.


Slash!!


"Sialan! para bajingan busuk ini berani mengkhianati sekte kita! bunuh semua pengkhianat tanpa menyisakan seorangpun yang hidup." Jenius sekte cahaya memimpin para murid sambil mengucapkan beberapa patah kata untuk meningkatkan semangat mereka.


Sayangnya....


Craattt!!


"Kau terlalu berisik!..." Salah satu pasukan Undead yang baru saja tiba memenggal kepala jenius itu tanpa di sadari seorangpun.


Hingga saat tubuh jenius sekte cahaya tergeletak tak bernyawa di atas tanah, murid lainnya segera sadar bahwa musuh mereka bukan hanya pengkhianat saja...


"Hati-hati, ada bantuan lain yang datang membantu mereka."


Bahkan setelah delapan juta murid sekte yang masih hidup mengetahui kedatangan pasukan Undead, bagaimana bisa mereka dibandingkan dengan pasukan Undead dengan Kultivasi mereka yang berada di tahap God of Destruction.


Dengan begitu, pertempuran di sekte cahaya masih terus berlanjut.


Sementara itu di puncak gunung yang lain, Light God membuka kedua matanya.


Kratakk!!


Bunyi tulang-tulang otot Light God terdengar ketika dia mencoba untuk berdiri, "Arghh.. Sialan, darimana datangnya ledakan tadi!.."


Light God menggertakkan giginya sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.


Saat Light God merasa tubuhnya sudah sedikit membaik, dia kembali melayang dan mencoba melarikan diri.


"Hahhh, aku harus lari terlebih dulu. Mustahil bagiku untuk menang melawannya setelah tahu dia memiliki kartu truf seperti itu."


Light God menundukkan kepalanya dan menatap gunung tempat tinggalnya yang hancur menjadi puing-puing bebatuan.


"Tch, tunggu saja! aku pasti akan–..."


"Akan apa!!..."


Belum sempat Light God menyelesaikan ucapannya, sebuah suara menghentikan langkahnya.


Jauh di depannya, teihat seorang pemuda tersenyum beringas sambil membawa sebilah pedang yang memancarkan aura kematian yang sangat besar.


"Hmph, bagaimana kau bisa tahu aku ada disini."


Dengan hancurnya gunung tempat kediamannya, Light God berpikir bahwa Zhukai akan butuh waktu untuk menemukan keberadaannya.


Berbeda dengan apa yang dia pikirkan, Kai dapat dengan mudah menemukan keberadaannya. Bahkan tanpa memberinya waktu untuk melarikan diri.


Detik berikutnya, lintasan serangan hitam melesat lurus saat Kai mengayunkan pedangnya pelan kedepannya.


Tanpa memberi Light God waktu untuk bereaksi, serangan itu menebas lengan kiri Light God dan membuatnya terputus dari tubuhnya.


Arghh ... Lenganku!


Light God menjerit keras, dia meraba lengan kirinya yang sudah tidak ada dan hanya menemukan aliran darah segar yang mengalir deras keluar.


Dengan wajah penuh dengan air mata, Light God mencoba untuk menghentikan pendarahan itu menggunakan Qi miliknya.


Tapi begitu Qi tersebut terserap masuk ke dalam tubuh Light God, pembuluh darahnya seketika meledak.


Boomm!!


Arghhh...


Tubuh Light God terjatuh ke tanah yang di penuhi bebatuan hingga membuat banyak goresan di tubuhnya.


Karena rasa sakit yang begitu hebat dari lengan kirinya yang terputus, Light God sama sekali mengabaikan rasa sakit yang dia terima saat terjatuh tadi.


Saat Light God berdiri, dia kembali melayang terbang dengan wajahnya yang berubah menjadi pucat.


"Bagaimana mungkin, bagaimana bisa itu membuat pembuluh darahku meledak."


Light God menatap tubuh bagian kirinya yang berubah hitam. Tubuhnya kembali bergetar saat merasakan jutaan jarum menusuk tubuhnya...


"T–Teknik apa itu..!!?"


Light God berkata dengan tubuh nya yang sudah lumpuh sebagian.


Bahkan dengan bantuan berkah ilahi nya, rasa sakit itu tidak kunjung menghilang. Sebaliknya, rasa sakit itu terus meningkat sampai-sampai Light God sama sekali tidak bisa merasakan tubuhnya.


"Kekeke ... Kau akan mengetahuinya sendiri di neraka."


Zhukai yang baru saja muncul tepat di hadapan Light God berkata sambil menatapnya dengan senyuman sinis.


Light God yang merasa tidak ada hal yang bisa dia lakukan untuk keluar dari situasi itu hanya menutup matanya sambil menunggu kematian nya tiba.


Slash!!...


Kai menghunuskan pedangnya tepat di jantung Light God, "Selamat tinggal!!..."


Saat Kai mencabut pedang itu dari tubuh Light God, aura kematian dari pedang hitam menyelimuti tubuh Light God hingga akhirnya menyerap jiwanya.


Ding...


Sebuah notifikasi system terdengar.


****


Bersambung..