Re-system

Re-system
Segel Ingatan Kedua



Setelah Kai terkena rantai yang Yi keluarkan, dia sama sekali tidak dapat bergerak. Dengan begitu, Yi dan Yui memanfaatkan itu untuk mengembalikan Kesadaran milik Zhukai.


Dengan melakukan hubungan Intim, Yi dan Yui menyalurkan sebuah energi hangat untuk menekan Niat membunuh yang berkobar-kobar di dalam tubuh Zhukai.


"Ah... Ahhh, Kai Gege..." Yi mendesah dengan begitu Sexy, sementara Yui fokus pada ciuman dari mulut ke mulut.


"Haaahh... Kakak, gantian!.." Yui berkata dengan wajah yang sudah benar-benar tenggelam pada nafsunya.


"T–Tunggu Yui, Kakak– Ahh.. Aahhnnn..."


Sementara Yi masih menikmati berhubung Intim dengan Zhukai, Yui menggembungkan kedua pipinya cemberut.


"Kakak, gantian..."


Pa Pa Pa...


Suara tamparan yang begitu keras terjadi antara Yi dan Zhukai, dibawah teriknya sinar matahari, Keringat Yi bercucuran membasahi tubuh Zhukai.


Setelah Yi mencapai Klimaksnya, dia segera bergantian dengan Yui. "Aaaa, Aaahhmm..."


Setelah memasukan anunya kedalam adik kecil Zhukai, Yui mengerang dengan begitu keras dan membuat wajah yang begitu panas.


Hanya setelah waktu yang begitu panjang berlalu, rantai yang mengikat Zhukai perlahan hancur. Aura membunuh di tubuh Zhukai juga perlahan menghilang dan ditekan oleh sebuah energi hangat.


"Ha Ha Ha...." Yi dan Yui tergeletak diatas tanah kelelahan karena terlalu lelah menggoyangkan pinggulnya...


Kai yang sudah kembali normal seketika kehilangan kesadarannya dan pingsan di atas tanah


" Kakak, kita berhasil.." Yui tersenyum gembira sambil mengeluarkan tiga pasang pakaian.


Yi mengangguk, dia juga tersenyum gembira. Sebenarnya, dia dan Yui bisa saja menekan niat membunuh itu lebih mudah, tetapi hal itu akan menyakiti Zhukai.


Jadi, dengan menggunakan Energi Suci di tubuh mereka berdua, Aura membunuh di dalam tubuh Zhukai segera ditekan.


Dia segera berjalan masuk kedalam sungai sambil memapah tubuh Zhukai masuk kedalam.


Setelah selang waktu tertentu, Yi, Yui, dan Zhukai keluar dari dalam sungai. Bahkan setelah waktu tertentu, Kai sama sekali belum bangun.


"Yui, kamu jaga dulu Kai Gege, aku akan membuat sesuatu untuk kita makan."


Dengan anggukan kecil dati Yui, Yi segera bergegas pergi masuk kedalam hutan untuk mencari beberapa hewan liat untuk dijadikan makanan.


***


Disebuah Istana yang begitu megah dan luas, Sosok pria setengah baya tiba-tiba membuka matanya. Dia segera melesat keluar dan menatap langit berwarna berwarna hitam dengan kilatan-kilatan petir yang begitu hebat.


"Hmm, Apakah itu hanya perasaanku saja? Kenapa aku merasakan Niat membunuh yang begitu mirip dengan orang itu.." Pria setengah baya itu berkata dengan tubuh bergetar karena ketakutan.


"Kuharap ini hanyalah perasaanku saja." Pria paruh baya itu kembali masuk kedalam Istananya dan duduk di tahtanya.


Sementara itu, di Dataran Jie. Sosok pemuda yang begitu tampan membuka matanya dan berhenti berlatih. Dia segera berdiri dengan senyuman lebar menatap kearah langit.


"Hahaha, Aura ini.. Ini milik Ayah!! Ini milik Ayah!!..." Pemuda tampan itu berteriak keras dan mulai meneteskan air mata bahagia.


"Hanya butuh waktu sebentar lagi, Ayah kumohon kamu harus membalaskan dendam ibu."


Dengan begitu, Pemuda itu kembali kembali duduk dan melanjutkan latihannya.


***


Di ruangan yang begitu gelap, Kai membuka mata dan melihat sosok bayangan hitam menatapnya dengan mata merah dan niat membunuh yang merembes keluar dari tubuh bayangan hitam itu.


Hanya dengan niat membunuh dari pemuda itu, Kai dapat merasakan rasa sakit di dada kirinya.


"Siapa kamu?" Kai bertanya dengan tubuhnya bergetar tak terkendali.


Bayangan hitam itu mendekat dan mengangkat tangannya untuk menyentuh dahi Zhukai. Karena Kai sama sekali tidak bergerak, dia hanya bisa pasrah membiarkan bayangan hitam itu menyentuh dahinya.


Deg–


Tepat ketika bayangan hitam itu menyentuh dahi Zhukai, Kai bisa merasakan beberapa kepingan ingatan memasuki kepalanya.


Karena tak sanggup menahan rasa sakit itu, kau tergeletak pingsan dan kesadarannya kembali ke tubuhnya yang berada di Padang rumput yang begitu luas.


Di Padang rumput yang begitu hijau dan luas, Kai perlahan membuka kedua matanya. "Ini, ini.. Sangat empuk mwehehe.."


Kai terus menggunakan tangannya untuk meraba-raba paha yang dia gunakan sebagai bantal. Beberapa detik setelah itu, dia mendengar suara ******* perempuan yang begitu menggoda.


"Eh, Suara ini... Yui.." Kai buru-buru duduk dan menoleh kebelakang.


"Sayang, kamu sudah bangun..." Yui berkata dengan wajah memerah karena malu.


"Yui'er, kenapa kamu sendirian? Dimana kakakmu? Kenapa juga aku bisa berada di Padang rumput ini?" Kai mengajukan beberapa pertanyaan dalam waktu bersamaan.


Yui menghela nafas panjang dan mulai menjawab pertanyaan Kai satu persatu.


Setelah mendengar semua jawaban yang Yui berikan, Kai sama sekali tidak menyangka bahwa dia hampir saja membunuh gurunya sendiri.


Perasaan bersalah segera memenuhi hatinya, Kai ingin kembali ke Sekte Kera Suci dan meminta maaf kepada Iblis Pedang.


"Kai Gege? Kamu sudah bangun..."


Kai mendengar suara Yi dari jauh, dia segera menoleh kearah Hutan dan melihat Yi berlari kearahnya.


Dia segera memeluk Kai dengan erat dan enggan untuk melepas pelukannya. "Kakak, jika kamu terus memeluk Kai Gege. Kapan kamu akan membuat makanannya?" Yui yang berada di samping Zhukai segera berkata untuk menggoda kakaknya.


"Yui Kamuu..."


"Hihihi..." Mendapatkan tatapan tajam dari kakaknya, Yui hanya tertawa kecil.


Setelah Kai dan Yi saing melepas pelukan, Kai menbang pohon dan memotongnya untuk dijadikan kayu bakar.


Tepat ketika malam hari tiba, Yi yang sudah selesai memasak sebuah sup segera memanggil Kai dan Yui untuk datang.


Srrpphh...


"Ini sangat enak, aku tidak tahu kamu bisa memasak seenak ini Yi'er.." Ucap Kai sambil mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Yi.


"Hihi, terimakasih.."


Kai dengan cepat menghabiskan satu mangkok sup dan menambah satu mangkok lagi. Setelah selesai makan malam, Kai mengeluarkan sebuah tenda dari dalam Inventory nya.


Hanya dalam waktu 4 tarikan nafas, tenda sudah terpesan dengan rapi. Dengan begitu, Kai menghabiskan malam hangat dengan dua istrinya di dalam tenda.


Pagi Harinya, Kai terbangun dari tempat tidur dan menyadari tempat tidur yang dia gunakan saat ini benar-benar basah karena pertempuran tadi malam.


Dia menoleh kesamping dan melihat Yui tertidur dengan air liur menetes keluar dari mulutnya.


"Yi'er, Yui'er.. Ayo bangun, kita harus segera pergi dari sini." Kai menggoyang-goyangkan tubuh Yi dan Yui di atas kasur.


Hanya butuh beberapa detik, Yi dan Yui sudah terbangun. "Hoaamm.. Kai Gege, tunggu sebentar lagi. Aku masih lelah."


Kai menghela nafas, dan berjalan keluar dari tenda..


Deg–


Hanya beberapa langkah keluar dari tenda, Kai dapat merasakan rasa sakit di kepalanya..


"Arghh..."


Rasa sakit itu hampir sama seperti yang dia rasakan ketika di rumah hitam tadi.


Ding


[Karena sebuah kekuatan tertentu, Kai Gege membuka salah satu segel ingatan]


***


Bersambung..