
Kai mengubah fisiknya menjadi Tubuh Petir Abadi. Seketika, kecepatannya meningkat pesat dua kali lipat.
Dua siluet hitam melesat dengan sangat cepat melintasi seluruh hutan, Tao Tie dengan kecepatan dan kelincahan nya terus berlari sementara Zhukai sama sekali tidak bisa mengejarnya dari belakang.
"Ah, bagaimana bisa aku begitu bodoh." Kai menghentikan langkahnya.
Dia memejamkan kedua matanya, mulai mengedarkan Qi keseluruh tubuhnya, "Lapisan tak terlihat."
Tubuh Zhukai seketika menghilang, bahkan aura disekitarnya menghilang tanpa jejak.
Sementara itu, Tao Tie juga tiba-tiba berhenti ketika merasakan bahaya yang mengintainya tiba-tiba menghilang.
Dia begitu bingung, Tao Tie berbalik dan melihat bahwa orang yang mengejarnya tiba-tiba menghilang.
Ketika Tao Tie hendak berlari keluar hutan, sebuah cengkeraman kuat menerkam lehernya.
"Kwakk!!.."
Tao Tie itu menjerit mencoba melepaskan diri, tetapi semua usahanya hanya sia-sia. Bagiamana seekor Tao Tie yang hanya mengandalkan kecepatan bisa bersaing dengan Zhukai?
Dengan begitu, setelah berselang lama berusaha untuk lepas, Tao Tie itu akhirnya menyerah.
Kai sendiri tertawa keras, dia berkata. "Hahaha, aku mendapatkan jackpot. Ketika Tao Tie ini tumbuh dewasa, dia bisa menjadi salah satu kendaran untuk bepergian."
Kai mengigit salah satu jari nya dan meneteskan itu tepat di dahi tengah Tao Tie.
Ding.
[Kai Gege berhasil membuat kontrak darah dengan seekor binatang mistis, 10 Milyar Poin Takdir baru saja di tambahkan]
Kai menghela nafas sedikit senang, dia melepaskan cengkraman tangannya dari leher Tao Tie.
Ia tidak sadar bahwa itu sudah pagi hari, karena ia merasakan bahwa di hutan hanya terdapat hewan-hewan lemah yang hanya akan menyia-nyiakan waktunya, Kai memutuskan untuk pergi.
Dia menaiki Tao Tie dan memerintahkan untuk meninggalkan hutan. Dengan kecepatan Tao Tie, perjalanannya menjadi lebih cepat.
Ia sampai di jurang kemarin, Tao Tie mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang.
Swosshh.
Tao Tie melesat dengan sangat cepat, ketika hendak akan mencapai ujung jurang, Tao Tie melompat, itu merupakan sebuah lompatan tinggi hingga Zhukai melewati jurang tanpa halangan.
Dengan arahan dari Zhukai, mereka akhirnya sampai di sebuah kota kurang dari tiga jam perjalanan.
Kota itu sangat besar, bahkan Kai sendiri terkejut melihat seberapa besarnya kota itu.
Ketika Kai hendak masuk kesana, ia berhenti untuk turun dari Tao Tie. Karena ia tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian, apalagi identitas Tao Tie sebagai binatang langka, akan banyak Kultivator yang menginginkannya.
Kai memasukkan Tao Tie kedalam dunia jiwa sedangkan dirinya berjalan maju untuk memasuki kota sekaligus mencari informasi disana.
Ketika dia melewati pintu masuk kota, ia melihat adanya dua penjaga dengan Kultivasi Original God tingkat pertama.
Jika itu di Alam Dewa, status mereka bahkan akan lebih tinggi dari seorang raja. Tetapi di dunia ilahi, orang dengan Kultivasi seperti mereka akan banyak untuk di jumpai.
Kai membayar 2 batu mistis sebagai biaya masuk kedalam kota.
Ketika Kai menginjakkan kakinya masuk, ia melihat ada banyak bangunan berlantai dua dan juga beberapa bangunan tinggi lainnya.
Ia berjalan ke salah satu penginapan yang ada di sana untuk mengisi perutnya sekalian mencari informasi dari penduduk setempat.
"Aku pesan daging panggang dan juga satu kendi arak."
Hanya berselang beberapa menit, satu piring daging panggang dan juga satu kendi arak telah tiba.
Kai makan sambil mendengarkan beberapa pembicaraan dari warga. Itu adalah sebuah pembicaraan yang tidak begitu berguna.
"Permisi, apakah di kota ini ada perpustakaan?" Ucap Zhukai pada seorang yang duduk tepat di sampingnya.
Kai mengerutkan keningnya, "Katakan sana dimana perpustakaan kota berada?"
Pria tadi menghela nafas, lanjut berkata. "Hmm, datang saja ke alun-alun kota, ada sebuah bangunan besar disana. Tepat di samping bangunan itu adalah perpustakaan kota."
"Terimakasih." Kai meletakkan satu batu mistis di sebelah pria tadi, setelah ia menyelesaikan pembayaran, Kai segera datang ke Alun-alun kota.
Karena waktu itu adalah siang hari, ada banyak pemuda yang merayu seorang gadis, ada juga pedagang yang mempromosikan dagangannya.
Tetapi yang membuat Kai tertarik adalah sebuah toko dengan lima lantai, toko itu merupakan bangunan tersebar di dalam kota.
"Paviliun Matahari? Heh, jadi dia juga memiliki cabang di kota ini? Bagaimana jika aku menghancurkannya?" Kai tertawa lepas, dia benar-benar ingin membalas dendam dengan Sun God untuk ya g pertama tetapi ia juga tahu tentang keterbatasan kekuatannya.
Saat ini, Kai menduga bahwa Sun God memiliki Basis Kultivasi God of Creation Langit Ke-delapan.
Dalam kehidupan keduanya sebagai Dewa Bintang, basis Kultivasi Zhukai saat itu adalah di Ranah God of Creation Langit Ke-tujuh.
Dia tahu seberapa susahnya untuk menerobos ranah ketika semakin tinggi ranah seseorang itu.
"Tidak, terlalu berbahaya jika aku menyingung mereka dengan Kultivasiku saat ini. Aku akan kembali ketika Kultivasiku sudah mencapai Celestial God."
Pertama-tama, Kai harus mencari informasi tentang dunia ilahi yang ia tempati saat ini.
Karena masing-masing dunia ilahi terhubung oleh sebuah Divine Flow (Aliran Ilahi) Itu adalah sejenis Teleportasi untuk berpindah dari alam satu ke alam lainnya.
Kai saat ini berada tepat di depan sebuah bangunan tua yang merupakan perpustakaan kota. Kai menghela nafas ketika melihat bangunan itu sangat kotor dan berdebu, bahkan pintunya sendiri terlihat sangat rusak.
"Apakah tidak ada seorangpun yang meluangkan waktunya untuk membaca disini? Meski berlatih itu penting, tetapi memperbanyak ilmu juga merupakan sebuah kewajiban bagi Kultivator."
Klakk!!
Suara pintu terdengar ketika Kai masuk, ada banyak datang laba-laba dengan lantai dan rak-rak buku dipenuhi dengan debu.
"Hmm, dimana aku bisa mendapatkan buku tentang Alam Ini."
Kai berfikir sejenak, akan sangat lama jika dia mengecek setiap buku di perpustakaan.
"Xiao Hu, keluar."
Wush!
Sebuah gelombang angin muncul tiba-tiba, seekor anjing kecil yang sangat lucu tiba-tiba muncul tepat di depan nya.
"Xiao Hu, bisakah kamu membantuku mencari buku tentang Alam ini?"
"Huu.. Huu..."
Xiao Hu buru-buru berlari, tidak sampai satu menit berlalu, Xiao Hu kembali dengan sebuah buku di mulutnya.
"Kerja bagus Xiao Hu, ini hadiah mu." Kai mengelus kepala Xiao Hu kemudian menyerahkan batu spiritual padanya.
Xiao Hu melompat senang, dia segera melompat untuk duduk di pundak Zhukai.
Kai mencari salah satu meja dan duduk disana.
Dia meletakkan buku diatas meja, meniup debu yang ada di sampai buku itu kemudian membuka halaman pertama.
Ia terus membalik setiap lembar buku hingga ketika lembar terakhir, Kai menutup buku itu dan menyeringai.
"Hahahaha... Aku tidak tahu apakah ini sebuah keberuntungan atau takdir."
"Alam Paling lemah diantara kepemilikan dewa perang kuno, Alam Air."
***
Bersambung.