
Jiuyang Lin mendorong tubuh Kai dan segera berlari keluar, "Tunggu Lin'er!!.." Teriak Kai.
"Kai Gege... Apa yang kau coba lakukan pada Kakak Lin tadi?"
Kai tidak menjawab, Ia segera memakai bajunya dan berjalan keluar.. di bawah sinar Bulan yang keperakan, Kai tertidur diatas rerumputan sambil memandangi Bulan yang berbentuk Pisang di atas awan.
"Haa!! Jika saja Yi tidak menggangu tadi aku... Wsbgua..." Kai menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba membuang Pikiran jahat yang ada di kepalanya.
"Pada akhirnya aku hanyalah seorang Pengecut yang tidak berani melakukan itu pada kekasihku.. Menjadi Kuat agar bisa melindungi anak-anak Serta kekasihku kelak? kupikir itu hanyalah alasan yang aku buat-buat.."
Kai terlentang sambil menghirup angin malam yang cukup dingin, Ia tidak tahu apa alasan dirinya diberi kehidupan kedua, Semakin Kai mencoba memikirkan alasannya semakin Konyol jawaban yang muncul di kepala Kai.
"Aku berfikir telah mengalami banyak perubahan di bandingkan diriku dahulu, Nyatanya tidak ada yang berubah pada diriku ini... Sepang pengecut yang takut apa yang akan terjadi sebelum mencoba?"
Tiba-tiba Rasa kantuk mulai terjadi, Kai menutup kedua matanya dan tertidur pulas di atas rerumputan.
Esok Hari, Sinar Matahari pagi, Menyinari Tubuh Kai, Perasaan hangat dapat Kai rasakan hingga membuat dirinya terbangun.
Ia memandang Matahari yang baru terbit dari sebelah timur, menguap Kai menggosok Keuda matanya.
"Sudah Pagi rupanya.. Sudah saatnya aku meninggalkan Dunia Jiwa."
Kai meregangkan seluruh badannya dan berjalan ke Sungai untuk membersihkan badan, Melepas Baju, Kai langsung terjun ke dalam sungai.
Byuur!!
"Whaa!!.." Sambil membersihkan bada Kai berenang di Sungai dan menangkan beberapa ikan untuk sarapan.
Selesai keluar dari sungai Kai mengambil handuk dari Inventory dan memakai Baju Favoritnya.
Ia membuat Api kecil untuk membakar ikan hasil tangkapannya pagi ini.. Sambi diberi beberapa Bumbu Kai membalik-balik Ikan agar tidak gosong.
10 Menit berlalu
Ikan yang Kai panggang Akhirnya matang secara merata, Aroma harum tercium dari ikan yang Kai masak..
Sebuah Hewan mirip Tupai dengan Tumbuhan Aneh di atas kepala mendekat kearah Kai berada.
"Puchuu.. Puchuu.."
Kai dapat memahami apa yang barusan Hewan itu katakan, Ia memberi setengah Ikan yang telah selesai Ia bakar.
Hewan itu dengan mulut mungilnya mengigit daging ikan sedikit demi sedikit.. Hingga setelah 25 Menit berlalu, Daging ikan itu habis dan hanya bersisa tulang-belulang saja.
"Kawan Kecil, Kurasa kau cukup menyenangkan.. Sepertinya aku pernah bertemu denganmu dulu.." Kai berfikir sejenak dan ingat siapa Binatang Kecil di depannya.
"Oh Kau si kecil waktu itu.. Tak Kusangka kau akan tumbuh cepat seperti ini.."
"Puchuu..." Tupai itu tersenyum sambil mengangguk-angguk sebanyak 3 kali lalu melompat ke Pundak Kai.
"Makhluk Kecil, Kau mau ikut denganku keluar?"
"Punchuu.. Puchuu."
Kai mengerti maksud Tupai kecil di pundaknya dan membuka Portal Keluar dari Dunia Jiwa..
**
Di Ibu Kota Kekaisaran, Suasana terlihat sangat Ramai Apalagi Paviliun Roda Emas yang kini menjual Pil Bumi Bintang 1 secara besar-besaran.
Gedung Setinggi 3 Lantai langsung Penuh, Pembeli yamg ingin membeli Pil dalam jumlah besar.
Sementara Itu, Yang Jihui saat ini sedang sibuk mengurus Sumber makanan yang ada di daerah Perbatasan... Ia juga mengirim Beberapa pasukannya untuk berjaga Disana.
"Sepertinya Kau terlihat sibuk Paman Yang!"
"Iya.. Tuan Muda, Aku harus segera mengatur Pemasukan Sumber Makanan pada daerah yang ada di perbatasan.."
Kai mengambil sesuatu dari Sakunya, Benda itu berbentuk sebuah Balok kecil, Ia langsung melemparkan Balok itu kepada Yang Jihui.
"Ambillah!! Ini hadiah dariku."
Yang Jihui menangkap Balok Kecil yang Kai lemparkan, Sesaat kemudian ia membukanya. Aroma Harun mengisi Ruangan Yang Jihui berada.. Tangannya gemetar sambil menatap sebuah Pil berwarna Biru di tangannya.
"Tuan Ini.." Yang Jihui terlihat enggan menerima Hadiah yang Kai berikan.
"Ambil Saja!"
Kai berbalik dan meninggalkan Ruangan Tempat yang Jihui Berada.
**
Di Lautan Darah Sebuah pusaran air yang sangat besar Terlihat disana, Badai Petir bergemuruh dan terjadi Ombak yang sangat dahsyat di ikuti sebuah Gumpalan Hitam besar keluar dari Pusaran Air..
Gumpalan Besar itu ternyata seorang Binatang Buas mirip Nyamuk dengan badannya yang sangat besar seukuran Burung Elang.
Kulit Hitam pekat dengan aura menekan yang sangat Kuat terpancar dari Tubuh Binatang Buas itu.
"Bwahaha... Akhirnya, Aku terlepas dari Rantai sialan itu... Setelah aku memulihkan seluruh kekuatan ku.. Kaisar Bintang!! Tunggu saja pembalasanku!!."
Nyamuk itu menghilang dan pergi entah kemana, Perlahan-lahan Awan Hitam dan Badai Petir hilang di gantikan oleh sinar Matahari yang cerah.
Kembali Ke tempat Kai.. Ia saat ini berada di Sebuah Mansion tak jauh dari Istana, Mengeluarkan Long We dan beberapa Binatang Lainnya.
Tiba-tiba sebuah Energi Negatif terdeteksi oleh Persepsi Ilahi nya... Kai berdiri dengan Tubuh bergetar sesaat Ia memandang Kearah Utara Tempat Lautan Darah Berada.
"Aura Ini!! Tidak Mungkin Kan!!"
Kai mengepalkan Tangannya Erat dan terbang dengan Kecepatan Penuh Ke arah Utara meninggalkan Long We dan yang Lainnya di Mansion.
Terbang memandang Awan Hitam di sekitarnya serta Petir yang terus menerus bergemuruh membuat Perasaan Kai semakin tidak Enak.. Ia terus-menerus menambah Kecepatan Hingga titik tertingginya.
Whuus!!
Aura Negatif semakin Kuat saat Kai mendekat Ke Arah Lautan Darah, Saat Jarak Lautan darah hanya Terpaut 5 Km, Tiba-tiba aura penindasan Yang sangat Kuat menekan Tubuh Kai.
Walaupun Kai tidak terpengaruh dengan Aura itu tapi ada sesuatu Yang Familiar dengan Aura yang mengenai Tubuhnya.
Saat Kai hampir sampai di Lautan Darah, Tiba-tiba Aura itu menghilang, Kai terkejut dan terus menggunakan Persepsi Ilahi nya untuk mencari Sumber Aura itu berada, Tapi naas, Kai Hampir tidak dapat mendeteksi Aura itu seakan Hilang di telan Bumi.
Menghela nafas Panjang, Kai menatap Awan Hitam di Atas langit perlahan menghilang, sinar Matahari hangat mengenai Kulit Kai.
"Hha Hhaa..." Kai terengah-engah dengan Nafas berat.
Berbalik Kai kembali ke Mansion Tempat tinggalnya...
Setelah Kai meninggalkan Lautan Darah, Tepat di Pusaran Air Keluar kembali Gumpalan Hitam tetapi ukurannya lebih kecil yang berjumlah Ribuan bahkan Hampir Puluhan Ribu.
Mereka semua terbang berlawanan Arah dengan Kai menuju suatu tempat..
Mansion Hera~
Long We dan para Binatang Buas lain sedang duduk menunggu Kedatangan Kai yang tiba-tiba terbang kearah Utara.
Malam Tiba, Cahaya Bulan menerangi Mansion Hera, Long We dan yang lainnya dengan Patuh menunggu Kedatangan Kai di halaman Mansion.
Sesaat Long We merasakan Aura Kai perlahan mendekat, Ia menatap Langit di Utara sambil melihat Bayangan Hitam diatas Langit mendekat ke Mansion.
"Tuan Telah datang!!"