
Gurita beracun itu memiliki tubuh yang sangat besar dengan banyak tentakel di tubuhnya. Gurita beracun itu segera mengeluarkan sebuah gas hitam dari tubuhnya dan menyerang kapal yang Kai naiki dengan gas hitam itu.
Kai segera mengigit salah satu jarinya hingga darah menetes keluar dari jarinya. Dengan darah yang keluar, Kai segera menulis sebuah Rune kuno di atas udara. Dengan telapak tangan yang mengandung Qi, Kai menekan Rune kuno itu hingga bercahaya.
Sebuah Array pelindung berwarna emas segera keluar dari dalam Rune kuno dan mengelilingi seisi kapal.
Itu adalah Array pelindung bintang sepuluh.
Tepat ketika Gas berwarna hitam mengenai Array pelindung yang Kai buat, itu segera menghilang dan tidak dapat menembus Array pelindung.
"Cepat beritahu kepada semua orang agar tidak keluar dari dalam Array pelindung." Kai berkata pada pemuda di sampingnya.
"Tch, siapa dirimu hingga berani menyuruhku seperti itu, dan juga kenapa aku harus menuruti perintahmu." Ucap Pemuda itu dengan sangat arogan.
Dia adalah anak dari seorang walikota kota hitam dan juga merupakan seorang jenius yang menerobos True God Realm pada usia 3.000 tahun.
Dia menjadi sangat sombong hanya karena dirinya memiliki bakat yang lebih baik dari teman seusianya, jadi ketika seorang pemuda yang kelihatan seusia dengannya memerintah nya. Dia menjadi tidak senang.
"Sudahi omong kosong mu sialan!! Jika kau ingin nyawamu selamat maka lakukan apa yang aku katakan tadi.." Kai berteriak marah sambil melepaskan niat membunuhnya pada Pemuda itu.
Pemuda itu segera ketakutan dengan wajah pucat, dia buru-buru berlari dan menuruti apa yang Kai suruh padanya.
Sementara itu, Kai melesat terbang keluar dari Array pelindung dan berhadapan dengan Gurita satu lawan satu.
"Hmm, akan sangat sulit untuk mengalahkan nya di dalam air." Kai bergumam pelan.
Tetapi Gurita beracun segera melepaskan serangan dengan tentakel-tentakelnya menjulur panjang.
Kai terkejut dan segera menghindari semua serangan itu dengan mudah. Dia kemudian membalas serangan dari gurita itu dengan sebuah cetakan telapak tangan raksasa.
"Telapak Ilahi!!.."
Cetakan telapak tangan itu segera menghantam tubuh Gurita beracun hingga membuatnya meraung dengan sangat keras.
Kai tidak berhenti begitu saja, dia membentuk sebuah pedang Qi di udara dan mengunci tubuh dari Gurita beracun dengan visinya.
Whus! Whuss! Swosshh!!..
Tentakel dari gurita itu segera terpotong menjadi beberapa bagian. Tentakel yang terpotong akibat serangan Kai segera berubah menjadi gas hitam yang sangat beracun.
Tetapi karena Kai memiliki Tubuh Dewa Kematian, racun seperti itu hanyalah hak yang mudah baginya.
Tubuh Dewa Kematian merupakan tubuh terbaik yang dia miliki saat ini, selain bisa memanggil Undead yang tak terhitung jumlahnya. Tubuh Dewa Kematian juga bisa menahan racun entah seberapa kuat itu.
Racun, adalah hal yang paling di takuti oleh sebagian Kultivator. Meski mereka memiliki jiwa sebagai nyawa kedua. Tetapi ada racun yang bisa secara langsung melelehkan jiwa seseorang.
"Teknik Penguatan Tubuh : Tubuh Suci.."
Dengan perubahan Kai yang tiba-tiba, kekuatan fisik serta kecepatannya segera meningkatkan. Dia segera melesat kearah gurita itu dan memberikan sebuah pukulan keras.
Bangg!!
Tubuh Gurita beracun segera tenggelam kedalam laut dan menciptakan sebuah ombak yang cukup besar hingga membuat kapal bergoyang.
"Akan sulit untuk mengalahkannya di dalam air, sebaiknya aku kembali ke kapal terlebih dulu."
Tepat ketika Kai berbalik, instingnya mengatakan akan ada bahaya besar yang mengarah padanya.
Dia kembali menatap kebawah air dan melihat bahwa sebuah tentakel yang begitu panjang menjulur dari dalam air mencoba melilitnya.
Dengan refleks yang begitu cepat, Kai menghindari serangan itu dengan mudah.
"Saatnya serius.."
Kai mengeluarkan pedang phoenix surga dari Inventory dan menebas tentakel itu menjadi beberapa potongan kecil.
Ding
[Karena Tubuh Dewa Kematian, efek racun segera dihilangkan]
Kai menatap kebawah dan menggenggam erat gagang pedang phoenix surga dengan kedua tangannya.
Dengan mengaliri kedua tangannya dengan Qi dari Dantian nya, Kai menatap lurus kebawah air sambil mengaktifkan Mata Ilahinya.
Dengan bantuan dari Mata Ilahi nya, Kai dapat secara akurat mengetahui posisi Gurita beracun yang berada di dalam air.
"Haah... Badai Neraka!!.."
Niat membunuh segera berkumpul di dalam pedang yang Kai pegang, Kai mengangkat pedang itu tinggi-tinggi dan menebas secara vertikal kebawah.
Tebasan hitam melengkung seperti bulan sabit dengan teriakan-teriakan dari jiwa orang mati segera terdengar jelas bahkan sampai telinga setiap orang di dalam kapal.
Swosshh!!
Duarr!!
Tebasan hitam itu tepat mengenai tubuh Gurita beracun dan membuat ledakan yang sangat keras hingga memunculkan ombak yang sangat besar.
Ding
[Kai Gege berhasil membunuh Gurita beracun, True God Realm, Dewa Surgawi Tahap Kehancuran. Mendapatkan 1 Kuantiliun Poin System, mendapatkan 2 Kuantiliun Poin Pengalaman]
Dengan notifikasi dati System barusan, Kai bernafas lega. Dia segera menghilangkan Array Pelindung dan segera kembali kedalam kapal.
Ketika dia kembali, Kai mendapatkan tatapan hangat dari semua orang. Tatapan itu dipenuhi dengan rasa kagum, terimakasih, dan kegembiraan.
Mengabaikan tahapan semua orang, Kai segera kembali ke kamarnya. Ketika dia membuka pintu, dia melihat sosok Zhi Feng yang sudah selesai memurnikan Pil matahari tiga warna.
Dia berada di samping jendela dan menatap keluar, sosok nya yang terkena cahaya dari bulan purnama benar-benar sangat cantik.
Zhi Feng segera tersadar ada keberadaan lain selain dirinya di dalam kamar, ketika dia menoleh dia melihat Zhukai sedang terpaku menatapnya.
"Halo teman sekamar.." Zhi Feng tersenyum manis kearah Kai.
Entah mengapa mendapatkan tatapan seperti itu membuat Kai sedikit tersipu, "Sialan aku orang normal, jadi kenapa aku tersipu setelah merima senyuman darinya." Kai menggerutu kesal dalam hatinya.
Dia hanya membalas senyuman itu dengan anggukan singkat, Kai berjalan keatas kasurnya dan mencoba untuk tidur.
"Teman sekamar, kau tahu, pertarunganmu tadi sangat luar biasa.." Zhi Feng memuji sambil berjalan ke kasur nya yang berada tepat disebelah Kai.
"Kai, panggil saja aku Kai. Selamat malam!!.."
Tanpa sadar, Kai segera tertidur lelap karena terlalu banyak mengeluarkan Qi di pertarungan tadi.
Sementara itu, Zhi Feng yang merasakan Kai benar-benar tertidur segera berdiri dan berjalan kesamping Zhukai.
Dia naik keatas kasur Kai dan segera memeluk tubuh Zhukai dengan erat.
Whuss!!
Seketika, tubuhnya Zhi Feng yang awalnya terlihat seperti seorang laki-laki segera berubah menjadi sosok perempuan yang sangat cantik.
"Sayang, Aku, aku sangat merindukanmu.." Perempuan cantik itu menikmati punggung Zhukai yang sangat lebar dan hangat.
Sosok perempuan cantik itu memiliki wajah yang sangat familiar, Dia terlihat seperti... Xia Bing Yao!!..
***
Bersambung..