
Di tempat yang cukup aman terbebas dari Lautan kawah akibat Pertarungan anatara Zhukai dan Tang Shuo, Terlihat kumpulan binatang dari suku yang berbeda berkumpul menjadi satu dan saling mengobrol dan tertawa.
"Hoi Banteng, Kau dan Tian Min adalah bawahan pertama tuan kan? Apakah kau tahu darimana dia berasal dan bagaimana dia bisa begitu kuat di usia yang masih muda?" Tanya Patriak Suku Kambing sambil mengelus-elus dagunya.
"Aku juga tidak tahu, Tuan adalah orang yang misterius.. Dia hanyalah seorang Early God, Dewa Emas tahap menengah. Bahkan jauh lebih lemah dariku, anehnya aku sama sekali tidak bisa berkutik di hadapannya.." Keluh Tu Nen dengan hembusan nafas.
"Hal yang sama juga terjadi padaku.."
"Aku juga..
"...."
Di tengah asiknya obrolan mereka, tidak ada yang menyadari bahwa Kai sudah datangi sedari tadi.
"Apa yang kalian bicarakan?"
"Huaa..."
Sontak mereka kaget dengan kedatangan Kai yang tiba-tiba, "Haha, Apakah Pertarungannya telah selesai Tuan? Bagaimana hasilnya?"
"Apakah aku terlihat tidak baik? Jika aku kalah, maka aku tidak akan sampai disini... Huh.." Ujar Zhukai sambil memasukkan pedangnya kedalam Inventory.
Penampilannya juga telah kembali normal dengan rambut hitam panjang dan wajah yang begitu tampan.
"Pfftt... Haha.."
Orang yang bertanya tadi seketika malu karena menjadi bahan tertawaan.
"Sudah-sudah, Bagaimana dengan anggota suku harimau yang lain?" Tanya Kai pada salah seorang bawahannya.
"Seperti yang telah tuan perintahkan, Jami hanya melumpuhkan mereka dan tidak sampai membunuh mereka.." Jawab Patriak Suku Badak.
Kai mengangguk puas dengan kinerja para bawahannya, Ia tidak akan pelit pada setiap orang yang memiliki hubungan dekat dengannya..
Dia juga tidak ragu membeli jutaan Pil dan senjata, Ia kemudian memberikannya pada setiap tiap-tiap Patriak untuk dibagikan pada anggota suku masing-masing.
"Terimakasih Tuan!!.."
Kai mengangguk, setelah itu dia berjalan kearah Anggota Suku harimau yang saat ini terikat pada sebuah pohon.
Mereka semua memiliki wajah yang gelap. Merek dapat mendengar jelas apa yang Kai katakan barusan.. Kai berkata bahwa ia telah berhasil mengalahkan Patriak mereka, Tang Shuo. Mereka menganggap bahwa Patriak mereka telah mati.
"Kenapa dengan wajah kalian semua?"
Tidak ada satupun yang menjawab, Kai menghela nafas setelah itu melepas ikatan yang mengikat mereka semua.
Bahkan setelah ikatan terlepas, tidak ada satupun dari mereka yang mau berpindah tempat.
"Kenapa kau tidak membunuh kami setelah membunuh Patriak kami.." Ucap salah satu harimau dengan tatapan penuh kebencian pada Zhukai.
Mendengar hal ini, Kai menjadi sadar. "Haha, mereka berfikir aku telah membunuh Tang Shuo.."
"Ya aku memang telah membunuh Patriakmu, Jadi apa? Dia mati karena dia terlalu lemah.." Kai berkata dengan menahan tawa dalam hatinya.
Seseorang yang tidak terima Patriak nya dihina mulai berdiri dan menatap marah Zhukai, "Patriak kami merupakan orang yang sangat kuat, kau pasti menggunakan cara licik untuk mengalahkan nya.."
"Jadi apa jika aku menggunakan cara licik? yang penting aku yang menang dan bertahan hidup."
"Kau!!..." Dia marah tetapi tidak ada kata-kata yang lain keluar dari mulutnya..
"Sudah-sudah, apakah kau tidak kasihan pada Anggota Suku Harimau ku."
Seketika semua orang segera menoleh ketika mendengar suara yang begitu akrab di telinga mereka, "Patriak.." Mereka berteriak dengan keras sembari berlari kencang kearah Tang Shuo.
"Beritahu para anggota suku mu bahwa kita akan seger berpindah ke tempat yang lebih nayaman untuk beristirahat, Setelah itu Kita akan segera menyerang Suku Singa.." Kai menepuk pundak Tang Shuo setelah itu berjalan pergi..
Beberapa waktu kemudian, Jumlah Pasukan Zhukai di tambah dengan Pasukan milik Suku Hatimau Iblis menjadi 1.2 Juta Pasukan.
Itu adalah wilayah hutan yang dipenuhi dengan Rumput dan pepohonan yang sangat lebat.
"Baiklah, kita akan beristirahat disini sambil memulihkan tenaga.."
Semua orang mengangguk dan mencari temapt yang nyaman untuk tidur.
Sementara itu, Zhukai naik keatas pohon dan bersandar sambil melursukan kakinya..
Dia membuka Toko System dan menemukan sebuah hal yang menarik. "Batu Bintang? Apakah di Toko System sudah tersedia barang seperti ini.." Kai berkata dengan mata menyala-nyala.
Ia begitu senang dan tanpa ragu membeli banyak Batu Bintang, tetapi ada batas maksimal pembelian.. Yaitu satu bulan hanya bisa membeli Batu Bintang sebanyak 100 batu.
Kai sedikit kecewa tetapi hal itu tidak bertahan lama, ia tahu bahwa Batu Bintang merupakan sebuah barang yang langka. Mendapatkan 100 Batu Bintang dalama sebulan merupakan hal yang sangat baik.
"Beli 100 Batu." Kai mengkilk tbol beli yang ada di Layar Hologram di depannya.
Ding
[Membeli 100 Batu Bintang menghabiskan 100 ribu Poin System.]
"Seratus ribu? kenapa murah sekali.."
Kai segera menggelengkan kepalanya tidak memikirkan lebih jauh, Dia membuka Inventory dan mengambil 100 Batu Bintang yang telah ia beli baru saja.
"Haha, saatnya meningkatkan tingkat Budidaya Pelahap Bintang.." Kai tertawa dengan hati yang berbunga-bunga..
Dia segera turun dari pohon dan duduk mengambil sikap Lotus. Dia menaruh seratus Batu Bintang di depan tubuhnya dan mulai menyerapnya.
***
Di Wilayah Suku Singa Iblis, seoramh singa berlari dengan kecepatan yang begitu cepat mengarah masuk kedalam Wilayah kekuasaan suku Singa.
Sementara itu, Patriak suku singa, Wei Chu sedang berlutut dihadapan seorang yang memakai jubah hitam.
Seluruh tubuhnya tertutup sehingga orang tidak dapat melihat wajahnya. "Wei Chu, kedatanganku kali adalah untuk memintamu menguasai seluruh Benua Iblis. Setelah itu, kami dari Alam Iblis akan datang dan membawa kalian meninggalkan Benua Kecil ini."
Walaupun tubuhnya tertutup jubah Hitam, suara yang keluar dati mulutnya begitu feminim dan sangat lembut tetapi begitu dingin..
Bahkan Wei Chu yang memiliki ketahanan mental yang begitu kuat sedikit tergoda olehnya.
"Baik-baik Nona, tetapi ada satu masalah... Suku Harimau Iblis selalu menentang kami dan kekuatan mereka juga tidak bisa dianggap enteng.. Aku.."
Wanita berjubah hitam itu segera tahu niat dari Wei Chu, dia kasih dengan dingin menjawab. "Aku tahu, besok bawalah aku menuju Suku Harimau Iblis.. Jika mereka masih tidak mau tunduk, maka hanya ada satu pilihan.. Memusnahkan mereka!!.."
Tubuh Wei Chu bergetar, dibawah tekanan dari wanita itu. Dirinya hanyalah seekor kucing kecil yang tidak bernilai.
Tiba-tiba terdengar sebuah teriakan keras dari luar. "Patriak.. Patriakk.."
Wei Chu mengerutkan kening, dia berbalik dan dengan marah berkata, "Ada apa!! Bukankah aku sudah bilang bahwa aku kedatangan tamu yang sangat penting kali ini.."
Singa yang membawa berita itu segera ketakutan tetapi ia memberanikan dirinya dan buru-buru berbicara, "Anu Patriak.. Saya membawa kabar yang sangat penting. Tadi siang! Seorang Pemuda menyerang Suku Harimau Iblis seorang diri.. Ia berduel sendirian melawan Tang Shuo dan menang telak."
Singa yang membawa berita itu buru-buru berkata sambil menjelaskan seluruh kejadian yang ia lihat secara detail..
"Apa.. Apakah itu benar?" Wei Chu sedikit ketakutan ketika mendengar Berita dari bawahannya itu..
Singa yang membawa berita segera mengangguk menandakan bahwa apa yang dia katakan adalah benar adanya.
Wei Chu berbalik untuk menatap wanita berjubah hitam dan berkata denga gugup.. "Nona.. Masalah ini.."
"Hmm, baiklah. Aku juga ingin melihat orang itu.." Wanita berjibah hitam segera berubah menjadi cahaya Hitam dan menghilang.
***
Bersambung..