
"Siapa yang Kau panggil LinLin!! Namaku Jiuyang Lin bukan LinLin juga Kau bertanya padaku tentang tanda Api Hitam di dahi ku sebenarnya itu...." Jiuyang Lin akhirnya menceritakan pada Kai tentang Tanda Api Hitam di dahinya.
Setelah bercerita panjang lebar kepada Kai selama satu jam lebih Akhirnya Kai mengetahui Identitas Asli gadis cantik di depannya.
Jiuyang Lin merupakan Nona Muda dari Klan Jiuyang, Klan Jiuyang merupakan Salah satu dari 5 Penguasa yang menguasai Dataran Xuan di Alam Dewa.
Saat Jiuyang Lin lahir dirinya membuat seluruh dataran Xuan bergetar Hebat, Banyak Sekali Bencana alam yang terjadi, Para Binatang Buas mengamuk tanpa sebab, terjadi kekacauan yang sangat mengerikan Sehingga membuat teror di hati para Kultivator Dunia.
Hal ini Dikarenakan Tanda Api Hitam Yang ada di dahi Jiuyang Lin, Saat itu Para Tetua Bahkan Patriak Klan tidak mengetahui dari mana Asal-usul dari Tanda Api Hitam.
Akhirnya Patriak Klan memerintahkan seluruh anggota Klan untuk mencaritahu asal usul dari Tanda Api Hitam. Setelah 3 Tahun terus mencari dari Berbagai Sumber, akhirnya Salah seroang tetua yang bertugas di sebuah reruntuhan kuno mendapatkan sedikit Informasi dari Tanda Api Hitam itu.
Tanda Api Hitam merupakan Sebuah Soul Spirit yang diwariskan dari Pemilik sebelumnya, Jika orang yang lahir itu seorang laki-laki dengan tanda Api Putih, Maka orang tersebut akan diberi Julukan Kaisar Bintang.
Sebaliknya jika itu seorang perempuan maka orang tersebut akan diberi julukan Permaisuri Bintang. Tanda Api Hitam juga memiliki Energi Misterius yang tersimpan di dalamnya yang sangat membantu Kultivasi pemiliknya.
Hal ini terbukti Ketika Jiuyang Lin berumur 3 Tahun dirinya mulai berkultivasi dan hanya butuh waktu setengah tahun dirinya telah mencapai Ranah Pejuang Perunggu, Usia 5 Tahun dirinya resmi menjadi Pejuang Emas, Usia 10 Tahun dirinya telah mencapai Ranah Pendekar Kaisar.
Informasi Jiuyang Lin sangat dijaga ketat oleh Klan nya sehingga dirinya tidak di incar Oleh 4 Klan Lainnya. Tapi Ketika dirinya hendak menerobos Ranah Half Saint di Usianya yang Ke 20 tahun salah seorang murid Klan Jiuyang membocorkan Informasi miliknya Ke empat Klan Lain sehingga Para 4 Klan berfikir Bahwa Jiuyang Lin akan menjadi ancaman di masa Depan Akhirnya ke empat Klan Lain bersatu untuk memusnahkan Klan Lin beserta keturunannya.
Beruntungnya saat Itu Patriak Klan bertindak cepat memindahkan Jiuyang Lin ke Dataran Xie menggunakan Jimat Penghancur Ruang.
Alam Dewa di bagi menjadi 7 Dataran dari yang tertinggi yaitu:
-Dataran Luo
-Dataran Jie
-Dataran Nuo
-Dataran San
-Dataran Xie
-Dataran Xuan
-Dataran Gao
Ketujuh Dataran itu Berjajar secara Vertikal yang semakin tinggi Dataran nya maka Kepadatan Qi akan semakin Murni juga Sumber Daya akan semakin berlimpah, tapi tidak mudah untuk seorang Kultivator untuk naik Ke Dataran yang lebih tinggi.
Di Dataran Xie karena Jiuyang Lin tidak punya sumber daya sama sekali dirinya terjebak diranah Half Saint selama 5 Tahun hingga dirinya di bertemu seorang Tetua yang mengajar di Sekte Gunung Salju.
10 Tahun Belajar Disana, Karena banyaknya sumber daya dan juga kemurnian Qi yang sangat tinggi membuat Jiuyang Lin dapat menerobos hambatan dengan Mudah.
Akhirnya setelah 50 Tahun berlalu dirinya telah mencapai Puncak dari Ranah Holy Emperor yang sebentar Lagi akan menerobos Ranah Half God.
Pada masa kritis nya saat melakukan terobosan dirinya diserang oleh Pelayannya sendiri yang merupakan orang yang paling ia percayai. Pisau yang pelayan tadi gunakan untuk menyerang Jiuyang Lin mengandung Racun yang sangat mematikan sehingga membuatnya terluka Parah.
Tidak hanya Dantian nya yang hancur, Meridian nya Pecah bahkan dirinya tidak bisa menggunakan Qi sama sekali.
"Uhuk...Uhuk... Wang Ruo, kenapa kau menyerangku?" Ucap Jiuyang Lin menahan Rasa sakit dari Luka nya.
"Diam ******!!... Aku sudah muak dengan mu selama ini, Kau hanya seorang Anak yang dipunggut Oleh tetua Sekte 50 Tahun yang lalu, Sekarang dirimu menjadi Tetua Murid dalam sedangkan Aku? Aku telah bekerja keras disini selama ratusan tahun tapi apa yang kudapat... Menjadi pelayanmu? Grrr.. mengingat itu saja sudah membuatku jijik."
Saat Wang Ruo hampir menikam leher Jiuyang Lin dirinya terkena serangan oleh salah satu murid dari Jiuyang Lin yaitu Luo Lan.
"Brengsek... Beraninya dirimu menyerang Guruku... Aku akan membunuhmu.." Saat Telapak Tangan Luo Lan hampir mengenai dada Wang Ruo dirinya di hentikan oleh seorang Pria Paruh Baya yang merupakan seorang Tetua Murid Dalam.
"Hmph... Hanya seorang Murid dalam beraninya menyerang wanitaku."
"Tetua Mu, Apa maksudmu... kenapa kau melindungi Wanita itu." Teriak Jiuyang Lin dengan penuh amarah.
"Hahaha... Tetua Lin, Ini salahmu sendiri aku telah berulang Kali mencoba membujukku menjadi wanita ku tapi kenapa kau selalu menolak diriku, apa karena aku kurang tampan? Tapi itu tidak penting sekarang... Tubuhmu sudah tidak bisa bergerak Lagi karena luka yang kau alami, sekarang Muehehee...."
"Kau!!... Jangan macam-macam atau guruku akan menghukum mu.." Ucap Jiuyang Lin gemetar ketakutan.
"Aiyoo... Gurumu Hanyalah Tetua Agung, Apa itu bisa dibandingkan dengan Ayahku..." Jawab Tetua Mu dengan wajah penuh nafsu.
Deg
Jantung Jiuyang Lin berdetak Keras, dirinya tidak menyangka bahwa akan mengalami kejadian seperti ini... Selama ini dia selalu menghindari kontak dengan orang lain karena Dirinya harus fokus berkultivasi untuk membalas dendam Klan nya yang telah di bantai dulu.
"Kenapa!!! Kenapa Ini haru terjadi padaku... Aku hanya ingin berkultivasi dengan tenang agar aku menjadi kuat untuk dapat membalaskan dendam Klanku... Hiks...Hikss..." Jiuyang Lin dilanda kesedihan yang sangat dalam yang membuat Tanda Api Hitam di dahinya bangkit kembali.
Seluruh Pikiran Jiuyang Lin kacau hingga membuat dirinya kehilangan kendali, Api Hitam terus menerus membakar seluruh bangunan di sekitarnya tak lupa juga membakar Tetua Mu dan pelayan nya menjadi abu.
Jiuyang Lin yang hilang kendali terus menerus membakar Sekte Gunung Salju hingga membuat Setengah dari sekte itu terbakar Habis, Karena Fisiknya yang sudah sangat lemah membuat Tanda Api Hitam kembali menjadi tenang.
Luo Lan yang telah bangkit dari Pingsan mencari Jiuyang Lin Dan langsung membawanya keluar Dari sekte Gunung Salju, Kala itu dirinya dikejar oleh ribuan Murid dari Sekte Gunung Salju yang membuatnya terpaksa memasuki Sebuah Celah dimensi yang merupakan tempat Paling berbahaya di dataran Dewa.
Beruntungnya mereka berdua berhasil selamat dan saat sadar Mereka mendapati dirinya telah berada di sebuah Dataran yang tak diketahui.
Tapi Setelah sepuluh tahun Disana mereka telah mendapat informasi dari dataran tempat mereka tinggal, mereka memutuskan untuk hidup sebagai orang biasa hingga dapat menyembuhkan luka nya hingga pulih total.
***
Setelah Tahu apa yang telah mereka alami membuat Kai tanpa sadar mengeluarkan air mata, Dirinya tidak menyangka bahwa gadis cantik di depannya telah mengalami hal sulit sepanjang hidupnya.
Walau begitu Gadis Cantik itu masih bisa tersenyum bahagia, itulah yang membuat Kai merasa sangat mengagumi sifatnya, dirinya tanpa sadar langsung memeluk Jiuyang Lin dengan erat.
"Ah, Hei Apa-apaan ini..." Ucap nya dengan rona merah di kedua pipinya.
Kai tak memperdulikan Perkataan Jiuyang Lin Dan terus memeluknya dengan erat, hal itu membuat Luo Lan menjadi malu dan seger pergi keluar dengan alasan ingin mencari makan.
"Hei cepat lepaskan aku, Aku tahu dirimu telah menyelamatkan nyawaku tapi bukankah kau saat ini terlalu Barbar.." Ucapnya pelan.
"Tidak apa, Kita berdua merupakan Pasangan yang di takdirkan..." Selesai berkata Kai mengaktifkan Title Kaisar Bintang nya yang membuat Warna Rambut dan bola matanya berubah menjadi Menjadi Putih.
Tanda Api Putih Menyala-nyala muncul di dahi Kai yang membuat Jiuyang Lin menjadi terkejut, "Kau!!! Kau!!!"
"Seperti yang Kubilang Tadi, kita berdua merupakan pasangan yang di takdirkan..." Ucap Kai sambil terus memeluk Tubuh Jiuyang Lin.
Jiuyang Lin seperti Kucing yang tidak berdaya dihadapan Kai dan hanya bisa Pasrah, dirinya kemudian dengan malu-malu membalas Pelukan Kai dengan erat.
"Kk..Kai.."
"LinLin..."
Saat Mulut Mereka berdua hampir bersentuhan Muncul Lao Kan yang tadi memutuskan untuk keluar mencari makanan.
Kai dan Lin dengan gerak cepat langsung berpura-pura tidak terjadi apa-apa dengan wajah mereka berdua telah berubah menjadi merah...