
"Siapa aku? Hanya orang biasa yang sedang lewat... Tapi bohong!!.."
Swosshh..
Tanpa terlihat, raja Xiaoli sudah berada di depan Zhukai dengan sebilah pedang panjang di tangannya.
"Beraninya kau menganggu ku, seorang raja kerajaan Xiaoli!! Bagaimana bisa kau sampai disini tanpa diketahui oleh para penjaga.." Raja Xiaoli berkata dengan dingin sambil melepaskan tekanannya yang berada di tanah Dewa Surgawi Tahap Kehancuran.
"Hehe, itu sangat mudah bagiku.. Dan untukmu.."
Duarr!!
Tubuh raja Xiaoli terhempas kebelakang dan menghantam dinding ruangan. Karena terdapat sebuah Array pelindung disana, ledakan keras tersebut tidak dapat terdengar oleh siapapun.
"Khuakk... Sial, kekuatan apa itu!!.." Raja Xiaoli membelalakkan matanya tidak percaya. Selain dirinya, tidak ada yang bisa menyaingi kekuatannya di kerajaan Xiaoli.
"Biar aku katakan ini!! Beritahu pada anakmu itu, jangan pernah berani mengangguku lagi."
"Sial, aku tidak percaya ini.. Kau pasti bermain beberapa trik bukan? Rasakan ini.."
Whengg!!
Dari mata pedang yang berada di tangan Raja Xiaoli, Keluar sebuah kilatan petir berwarna emas.
"Tebasan penghancur.. Hyahhh..."
Kilatan petir itu menyerang Zhukai dan membatasi pergerakan Kai. Tetapi karena Kai memiliki tubuh Petir Abadi, dia sama sekali tidak terpengaruh oleh kekuatan petir itu.
"Kau masih tidak paham ya.."
Kai mengepalkan salah satu tangannya dan mulai mengalirkan Qi kedalam Meridian yang ada disana.
Tepat ketika jarak antara dirinya dan Raja Xiaoli terpaut beberapa meter, Kai melepaskan pukulan tangannya dan menghantam pedang Raja Xiaoli.
Dua kekuatan dengan daya hancur yang sangat kuat saling berbenturan dan menciptakan sebuah ledakan yang menghancurkan hampir setengah dari ruangan raja Xiaoli.
Raja Xiaoli kembali terpental cukup jauh dan menghantam dinding dan menciptakan sebuah retakan di dinding.
Pedang yang dia pegang baru saja telah hancur menjadi beberapa keping dan raja Xiaoli memuntahkan beberapa teguk darah segar.
"Ingat apa yang ku katakan tadi.."
Tubuh Zhukai berubah menjadi asap hitam yang kemudian melesat pergi tanpa raja Xiaoli sadari.
"Haahh..." Raja Xiaoli berdiri dengan bantuan kedua tangannya, dia berjalan ke tempat tidur dan merebahkan dirinya diatas kasur.
"Suamiku.. Siapa pria tadi. Apa dia memiliki dendam dengan kita?" Istri dari raja Xiaoli berkata dengan tubuh bergetar.
Jelas saja dia masih takut melihat suaminya di hajar sampai tidak bisa melawan oleh pria tadi.
"Diamlah, biarkan aku istirahat terlebih dulu. Suruh seseorang untuk memanggil Long'er untuk menemui ku nanti." Raja Xiaoli berkata dengan kedua matanya terpejam.
Sementara itu, setelah meninggalkan Istana kerajaan. Kai menuju ke penginapan bulan sabit. Tidak seperti tadi, kini jumlah orang disana sudah banyak berkurang.
Kai berjalan pelan tanpa seorangpun menyadarinya dan segera memasuki kamarnya.
Dia berjalan menuju ke kasur dan segera merebahkan dirinya diatas sana. "Haa, sudah berapa lama sejak aku beristirahat."
Tanpa Kai sadari, dia sudah terlelap terlebih dulu disana. Tepat ketika Kai bangun, itu adalah malam hari.
"Hoaamm.. Sudah berapa lama aku tidur?"
Karena biasanya Yi yang menjawab, Kai sedikit kesepian saat Yi dan Yui tidak ada.
"Oh benar, Sudah hampir 9 bulan sejak Yan'er hamil.." Kesedihan yang ada di hati Zhukai segera menghilang, dia buru-buru membuka portal ke Dunia Jiwa untuk menemui Chiyan serta Istrinya yang lain.
Pandangan di sekitarnya segera berubah, kamar yang Kai lihat kini berubah menjadi padang rumput yang begitu luas.
Ketika Kai sudah memasuki Dunia Jiwa, dia segera berlari menuju ke rumah besar yang berada di selatan.
Sebelum Kai menuju ke rumahnya, dia terlebih dulu berhenti pada sebuah pohon mangga untuk memetik beberapa buah mangga yang sudah matang.
"Kurasa ini sudah cukup.." Kai memasukkan semua mangga yang dia petik kedalam Inventory.
Setelah itu, Kai segera berjalan menuju ke rumahnya. Ketika dia sampai, Kai sangat terkejut ketika melihat banyak orang yang ada disana.
"Apa apa? Mungkinkah..."
Kai segera berlari ketika sebuah pikiran terlintas di benaknya, "Cepat menyingkir!!.."
"Itu raja Kai.. Salam hormat raja.."
"Salam hormat raja..."
Mereka semua bersujud memberi hormat ketika melihat kedatangan Zhukai. Sebaliknya, Kai tidak memperdulikan rasa hormat semua orang dan berlari masuk kedalam rumahnya.
"Tunggu suamiku.."
Langkah Kai terhenti ketiga mendengar suara Jiuyang Lin memanggilnya.
"Ada apa Lin'er?" Meski pikirannya saat ini dipenuhi akan kekhawatiran, dia masih bisa berfikir sehat.
"Haahhh, apakah kamu ingin menganggu proses kehamilan kakak Chiyan? itu bisa berbahaya untuknya.." Ucap Jiuyang Lin dengan lembut sambil menenangkan hati Zhukai.
"T–Tapi Lin'er.. Yan–... Ssshh.."
Jiuyang Lin menggunakan jari telunjuk nya untuk menghentikan ucapan' Kai, "Sayang, kita percayakan itu semua pada tabib terbaik di kota."
Dengan perjataan Jiuyang Lin barusan, Kai sedikit lebih tenang, tetapi itu tidak menghilangkan perasaan khawatir di hatinya.
Satu jam telah berlalu semenjak Chiyan memulai proses melahirkan, tetqpi bagi Zhukai itu terasa seperti bertahun-tahun lamanya.
"Kenapa lama sekali, apakah Chiyan baik-baik saja.."
Hal yang sama juga dirasakan oleh empat istri kai yang lain. "Sayang, aku juga khawatir dengan kakak Chiyan, tetapi kita harus bersabar menunggu disini sampai prosesnya selesai." Xue Yu berkata dengan salah satu tangannya memegangi dada kirinya.
"Terimakasih Yu'er.." Kai mengelus-elus kepala Xue Yu dengan lembut.
Pada akhirnya, karena ke-empat istrinya secara bergangian menenagkan perasaannya, Kai akhirnya bisa tenang sampai proses kelahiran Chiyan berakhir.
Tepat ketika fajar telah tiba. Tabib yang bertanggung jawab atas Chiyan berjalan keluar dengan wajahnya yang dipenuhi dengan keringat.
"Oh... Raja Kai? Salam hormat raja.." Tabib itu terkejut dan buru-buru bersujud memberi hormat.
Kai tidak menghiraukan rasa hormat itu dan bertanya tentang keadaan Chiyan.
"Bagaimana keadaan Yan'er sekarang.."
"Anu, Nyonya Chiyan saat ini sedang beristirahat di dalam. Yang mulia boleh menemuinya jika ingin.."
"Terimakasih.. Ini hadiah untukmu.." Kai tanpa ragu memberikan sebuah cincin ruang yang berisikan beberapa herbal langka dan juga ratusan batu dewa di dalamnya.
Karena saking terkejutnya, tabib itu terjatuh pingsan dengan salah satu tangannya memegang cincin ruang itu erat-erat.
Klakk...
Suara pintu terbuka, sosok wanita dengan wajah pucat pasi dan juga basah kuyup karena keringat tersenyum menatap bayi kecil yang digendongnya.
"Yan–..."
"Sshhh... Sayang, pelan-pelan. Kamu bisa membangunkan bayinya nanti."
Oh, mulut Zhukai membentuk huruf 'O' dan dia tersenyum canggung.
"Kemarilah Sayang.." Kai menggunakan Qi miliknya agar suara dari langkah kakinya tidak timbul.
Dia segera duduk disebelah Chiyan untuk melihat bagaimana wajah dari anaknya.
"Cantik sekali.. Dia sangat mirip denganmu Yan'er.." Kai menyentuh pipi anaknya dan mencoba menggendongnya.
"Silakan berikan dia nama sayang.." Ucap Chiyan dengan suara pelan, terlihat sekali bahwa dia sangat kelelahan.
"Baiklah... Hmmm... Bagaimana Kalau Zhu Yan. Bukankah itu bagus, Aku mengambilnya dari nama kita berdua."
Chiyan terpaku diam, detik berikutnya air mata mulai meneteskan dari wajah pucatnya.. "Apakah kamu baik-baik saja.." Kai bertanya dengan khawatir.
"Aku baik-baik saja.. Hanyaa, aku sangat bahagia. Zhu Yan, itu nama yang bagus sayang."
"Baiklah, mulai sekarang namamu adalah Zhu Yan!!..." Kai mengangkat anak perempuannya tinggi-tinggi dan menciumnya tepat di keningnya.
***
Bersambung.
"