
Kai menghentikan langkahnya dan menatap pria tua dan putrinya itu, dia sedikit tersenyum kemudian duduk di salah satu meja yang kosong.
Saat Kai duduk, pandangan matanya menyapu setiap tepat di dalam ruangan itu. Dia hanya menemukan beberapa orang yang sedang duduk dan menikmati makanan disana.
"Apakah ada yang ingin anda pesan?" Pria tua itu tersenyum menatap Zhukai dengan mata lebarnya.
"Oh, aku pesan seperti biasanya saja." Zhukai berkata.
"Maaf pelanggan, apakah anda seorang pelanggan tetap di toko kami? Seingatku, ini adalah pertama kalinya saya mendapat pelanggan seperti anda" Ucap pria tua itu bingung.
Kai segera kembali ke akalnya, dia terkejut dan tersenyum menatap pria tua itu.
"Maaf, yang aku maksudkan adalah aku pesan daging serigala bakar dan juga satu arak jeruk."
"Baiklah."
Setelah mendengar pesanan Zhukai, pria tua itu segera berbalik pergi untuk menyiapkan pesanannya.
Melihat siluet pria tua itu menghilang, Zhukai menghela nafas panjang.
"Haahh, ternyata setelah ratusan ribu tahun berlalu dia masih menjadi orang yang sama."
Dalam kehidupan sebelumnya, setiap kali Kai selesai menjelajahi area luar di Alam Surgawi. Dia selalu datang di rumah makan itu sebelum kembali ke kediamannya.
Karena betapa seringnya Zhukai datang ke rumah makan itu, dia akhirnya berteman akrab dengan pemilik rumah makan, Qing Go.
Usia mereka berdua tidak berbeda jauh, hanya saja Zhukai sepuluh tahun lebih muda dibandingkan dengan Qing Go.
Kai sudah pernah merekrutnya untuk menjadi kepala koki di sekte bintang primordial, tetapi Qing Go menolak tawaran Zhukai dengan sopan.
Bagi Qing Go, rumah makan itu sudah seperti rumahnya dan dia tidak akan meninggalkan rumah makan itu apapun yang terjadi.
"Ini pesanan anda, silahkan menikmati." Seorang gadis kecil datang dan menaruh satu piring yang penuh daging dan juga sebuah kendi kayu yang berisi arak.
"Terimakasih.." Ucap Zhukai pada gadis itu.
Zhukai meneguk satu cangkir arak sebelum memakan daging yang ada di piring, ketika dia hendak menikmati daging serigala bakar, terjadi ledakan yang tiba-tiba.
Duarr!!
Pintu yang terbuat dari kayu itu hancur menjadi kepingan kecil. Detik berikutnya, sosok pria berotot dengan tubuhnya yang dipenuhi oleh tato berjalan masuk.
"Qing Go!! Cepat keluar." Teriak pria bertubuh kekar itu dengan suara besar.
Para pelanggan lain yang melihat pria itu seketika ketakutan dan wajah mereka menjadi pucat.
"Lihat itu, Huang Wei pasti datang kesini untuk menagih hutang lagi. Padahal bulan lalu tuan Qing sudah membayar cukup banyak yang padanya, aku merasa kasihan melihat Kakek Qing dan cucunya yang terus di datangi oleh Huang Wei."
"Ya kau benar Huang Wei ini adalah orang yang benar-benar kejam. Tidak hanya Kakek Qing saja, Huang Wei bahkan memukuli beberapa pemilik toko lain dengan sangat kejam."
Zhukai yang mendengar percakapan dua orang itu masih bersikap dengan tenang, tetapi dia sedikit marah jauh di dalam hatinya.
Qing Go adalah temannya, bagaimana dia akan diam saja melihat situasinya saat ini.
Tetapi Kai memilih untuk diam sebentar sambil menunggu Qing Go keluar.
Beberapa detik setelah itu, seorang pria tua bersama dengan gadis kecil di sampingnya berjalan keluar dari sebuah ruangan.
"Huang Wei, apa maksudnya ini! Bukankah aku sudah membayar hutangnya bulan lalu." Wajah tua Qing Go menunjukkan banyak kerutan.
Dia sangat marah pada pria berotot yang sedang duduk dan menikmati arak di meja tak jauh darinya.
Tetapi meskipun Qing Go melawan, itu hanya akan membahayakannya dan juga cucu perempuannya.
Alasan mengapa Huang Wei begitu berani bersikap kejam tanpa takut di kota adalah karena pamannya adalah seorang tetua di sekte pedang besar.
Karena Huang Wei adalah seorang yang cukup kaya, ada banyak orang yang berhutang padanya dulu. Qing Go adalah salah satu diantara mereka.
"Bulan lalu? Oh, kau hanya membayar hutangmu, sekarang aku menagih bunganya." Huang Wei tersenyum beringas.
"Bunga!? Kau bahkan tidak menyebutkan itu saat aku meminjam uang darimu, bagaimana kau bisa menagih bunganya sekarang." Qing Go yang mulai kehilangan kesabarannya mulai berkata dengan suara keras.
"Tch, kakek tua! cepat bayar bungamu atau rasakan akibatnya."
Huang Wei tiba-tiba berdiri, dia mengambil sebilah pedang dari sarungnya dan mengarahkan mata pedang itu pada Qing Go.
Meskipun Kultivasi Qing Go beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan Huang Wei, tetapi karena status kakeknya, Huang Wei yakin bahwa Qing Go tidak berani melukainya.
"Hahaha, dimana sikap sombongmu barusan, kau hanyalah seorang sampah pengecut yang tidak memiliki keberanian." Huang Wei tiba-tiba berhenti, matanya menatap pada gadis kecil di samping Qing Go dengan penuh niat jahat.
Melihat tatapan Huang Wei pada cucu perempuan nya, Qing Go tiba-tiba melangkah untuk menghentikannya.
"Cepat minggir! karena kau tidak bisa membayar bungamu, maka aku akan mengambil cucu perempuan mu sebagai gantinya."
Bommm!!
Tepat setelah Huang We menyelesaikan kalimatnya, sebuah kerikil tiba-tiba menghantam pipi kirinya dan membuat tubuh besar Huang Wei terhempas hingga menabrak dinding.
"Hei idiot, kau terus mengoceh dari tadi. bisakah kau diam." Zhukai berdiri dari meja tempat duduknya.
Dia menghampiri Huang Wei yang wajahnya masih tertutup oleh bebatuan tembok yang hancur.
Saat Kai memberikan nya lebih dekat, dia sangat terkejut karena Huang Wei sudah kehilangan kesadarannya.
"Ha!? Ternyata pria ini tidak semengerikan seperti penampilannya." Ucap Zhukai dengan suara acuh.
"Pelanggan, terimakasih telah membantu kami, tetapi apakah kamu tahu siapa dia?"
Mendengar perkataan Qing Go, Kai menggelengkan kepalanya. "Tidak, memangnya siapa pria lemah itu?"
"Dia Huang Wei, meskipun Kultivasinya lemah, tapi pamannya adalah seorang tetua di sekte pedang besar?" Ucap Qing Go dengan cemas.
"Ini ambillah, mungkin itu tidak seberapa tetapi kamu harus segera pergi dari sini sebelum paman Huang Wei tahu." Qing Go menyerah satu kantung yang berisi 100 batu mistis di dalamnya.
Melihat itu, Kai merasakan rasa hangat dari pandangan pria tua di depannya. Ia jelas tahu bahwa seratus batu mistis adalah seluruh penghasilan Qing Go saat ini, tetapi dia bahkan tidak ragu memberikan itu padanya.
Kai menatap Qing Go sesaat kemudian tersenyum, "Tidak perlu mengkhawatirkan ku, sekte pedang besar? Kebetulan juga aku ingin datang kesana."
Kai mengembalikan kantung itu pada Qing Go kemudian dan juga memberikan sebuah kantung yang berisi ribuan batu dewa dan juga secarik kertas.
"Ini harga untuk makanan tadi, itu benar-benar sangat enak. Terimakasih."
"Untuk sekte pedang besar, jangan terlalu mengkhawatirkan mereka karena beberapa saat lagi nama mereka akan menghilang dari Alam Surgawi."
Tepat setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, dia menghilang secara tiba-tiba di hadapan semua orang.
Saat Qing Go yang kembali ke akal sehatnya, dia cukup terkejut dengan menghilangnya Zhukai ataupun kata yang dia ucapkan barusan.
Tetapi ia lega bahwa Zhukai sudah pergi dan pan Huang Wei akan membutuhkan waktu lama untuk menemukannya.
Dia melihat kantung pemberian Zhukai dan segera membuka kantung itu, Qing Go sangat terkejut saat melihat ribuan batu dewa di dalam kantung itu, tetapi apa yang membuatnya lebih terkejut adalah karena terdapat secarik kertas diantara banyaknya tumpukan batu itu.
Saat Qing Go selesai membaca surat itu, air mata mulai menetes di wajahnya. "Ternyata itu kamu ... teman lamaku."
***
Bersambung.